Bisnis.com, JAKARTA — Pergeseran gaya hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat mulai mendorong pertumbuhan industri herbal nasional. Tren ini tercermin dari meningkatnya penggunaan produk herbal yang tidak lagi bersifat reaktif, melainkan menjadi bagian dari rutinitas preventif sehari-hari, khususnya di kalangan komunitas olahraga.
Fenomena tersebut terlihat dalam berbagai aktivitas komunitas, termasuk di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Penggunaan produk herbal mulai dipakai sebelum maupun setelah aktivitas fisik.
Praktik ini dinilai menandai perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin menekankan pendekatan kesehatan holistik. Pelaku industri herbal sekaligus owner Kutus Kutus, Fazli Hasniel Sugiharto menyebut, perubahan pola konsumsi tersebut turut memengaruhi struktur permintaan di pasar.
Konsumen kini tidak hanya membeli produk herbal saat dibutuhkan, tetapi mulai menggunakannya secara rutin untuk menjaga kebugaran. Fenomena ini menurutnya tidak terbatas pada satu wilayah, tetapi mulai terjadi di berbagai kota di Indonesia.
Pola tersebut, kata pria yang karib disapa Arniel itu, berkembang secara organik di tingkat masyarakat, memperkuat indikasi bahwa industri herbal tengah memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang.
Dia berpendapat, perubahan ini menjadi sinyal positif bagi prospek industri herbal nasional ke depan. “Ini menunjukkan bahwa herbal mulai masuk ke pola konsumsi rutin masyarakat. Bagi industri, ini menjadi sinyal bahwa pasar bergerak ke arah yang lebih matang,” ujarnya belum lama ini, dikutip Bisnis, Senin (4/5/2026).
Tren ini diproyeksikan memperkuat posisi industri herbal Indonesia, seiring meningkatnya integrasi produk herbal dalam gaya hidup sehat masyarakat. Dengan dukungan standar dan edukasi yang lebih baik, Arniel menyebut perubahan ini dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan
Adapun komunitas katanya memiliki peran strategis dalam mendorong pola konsumsi produk herbal. “Komunitas menjadi salah satu faktor percepatan adopsi. Ketika penggunaan herbal menjadi bagian dari aktivitas bersama, pola tersebut berkembang lebih cepat dan konsisten,” sebutnya.
Sejumlah atlet pun mulai memanfaatkan produk herbal sebagai bagian dari proses pemulihan otot setelah berolahraga, bahkan turut membagikan pengalaman penggunaan dalam bentuk testimoni.
Selain itu, aktivitas berbasis komunitas seperti tantangan lari berbasis aplikasi juga mulai mengintegrasikan produk herbal ke dalam pengalaman peserta. Hal ini juga dinilai memperkuat posisi herbal sebagai bagian dari gaya hidup aktif, bukan sekadar solusi saat kondisi kesehatan menurun.