Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan hingga saat ini terdapat lima korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang terjadi ... [526] url asal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan hingga saat ini terdapat lima korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang terjadi pada 27 April 2026 lalu masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis, Menhub mengatakan insiden yang melibatkan antara kereta Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek tersebut mengakibatkan 124 orang menjadi korban.
Dari jumlah itu, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 103 korban telah diperbolehkan pulang dan kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis.
"Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban yang meninggal dunia, 5 (lima) korban yang masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Dudy.
Kementerian Perhubungan juga menyampaikan duka cita, keprihatinan, dan empati mendalam kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak akibat kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
Dudy berharap lima korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas, seiring dengan terus dipantau dan didukung proses penanganan medisnya.
"Semoga para korban yang masih dirawat di rumah sakit segera diberikan kesembuhan," ujar Menhub.
Dudy turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan korban akibat insiden tersebut meliputi Basarnas, Polri, TNI, tenaga medis, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Menurut dia, pembahasan insiden Bekasi Timur tidak hanya berfokus pada satu peristiwa, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi keselamatan perkeretaapian secara lebih menyeluruh dan objektif.
Keselamatan transportasi perkeretaapian mencakup berbagai aspek, mulai dari sarana, prasarana, operasi, sumber daya manusia, tata kelola, pengawasan, hingga perilaku masyarakat di sekitar jalur kereta.
Suasana Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Basarnas, KNKT, hingga kepolisian soal insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, di Jakarta, Kamis (21/5/2026). ANTARA/Harianto
Pemerintah menegaskan keselamatan merupakan prioritas utama, namun tetap berhati-hati dalam menyampaikan kesimpulan dan tidak ingin mendahului hasil investigasi resmi yang sedang berlangsung.
Karena itu, ia mengatakan pemerintah memilih menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi sebagai dasar dalam menetapkan langkah korektif dan pelaksanaan rekomendasi keselamatan selanjutnya.
Meski demikian, Kementerian Perhubungan bersama para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk pemulihan layanan, pemeriksaan teknis awal, pengamanan lokasi, dan koordinasi lintas instansi.
Evaluasi menyeluruh juga terus dilakukan terhadap aspek operasional, kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi sumber daya manusia, serta manajemen risiko perkeretaapian.
Pemerintah menegaskan setiap kecelakaan harus menjadi peringatan untuk memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan pengawasan, dan memastikan layanan transportasi publik semakin aman, andal, serta dipercaya masyarakat.
"Perbaikan harus terus dilakukan, baik sebelum maupun sesudah rekomendasi investigasi diterbitkan," kata Dudy.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban meninggal pada insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, ditanggung secara penuh.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan seluruh korban dalam insiden operasional yang terjadi mendapatkan penanganan maksimal.
"KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI," kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Selasa (28/4).