Bisnis.com, BANDA ACEH — Pendiri ByteDance sekaligus pemilik TikTok, Zhang Yiming, resmi menjadi orang terkaya di Tiongkok untuk tahun kedua berturut-turut dengan kekayaan mencapai US$69,3 miliar.
Dilansir dari Forbes, lonjakan kekayaan Zhang terjadi seiring meningkatnya valuasi ByteDance, serta penguatan posisi perusahaan dalam pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Zhang Yiming adalah salah satu pendiri utama raksasa teknologi Tiongkok ByteDance. Aplikasi TikTok kini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia,” dikutip dari Forbes, Kamis (12/3/2026).
Pria berusia 41 tahun ini, masih memainkan peran penting dalam strategi pengembangan AI ByteDance meskipun telah mundur dari jabatan ketua perusahaan pada 2021. Kekayaan bersihnya kini mencapai sekitar US$69,3 miliar, meningkat dari sekitar US$65,5 miliar sebelumnya.
Menurut Forbes, ByteDance semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain global dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Chatbot AI Doubao milik perusahaan bahkan pernah menjadi asisten digital berbasis AI paling populer di Tiongkok dengan lebih dari 315,3 juta pengguna.
Selain itu, ByteDance juga menarik perhatian global setelah meluncurkan model AI terbaru Seedance 2.0 pada Februari. Model ini mampu menghasilkan klip video berkualitas sinematik hanya dari perintah teks sederhana.
Menanggapi perkembangan teknologi tersebut, Elon Musk menyatakan, “It is happening fast,” saat menanggapi demonstrasi pembuatan adegan film realistis menggunakan model Seedance terbaru.
Forbes juga mencatat perjalanan Zhang Yiming dalam membangun ByteDance dimulai pada 2012 dari sebuah apartemen empat kamar di Beijing. Perusahaan tersebut kemudian berkembang pesat dan meluncurkan aplikasi berita Toutiao yang dalam dua tahun mampu menarik lebih dari 13 juta pengguna harian.
Pada 2017, ByteDance meluncurkan aplikasi berbagi video TikTok secara global yang langsung mendapat sambutan luas, khususnya di kalangan generasi muda. Setahun kemudian perusahaan mengakuisisi Musical.ly senilai sekitar US$800 juta dan mengintegrasikannya ke dalam TikTok.
Menurut Forbes, sejak akhir 2018 aplikasi-aplikasi ByteDance telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia dan membuat valuasi perusahaan melonjak hingga sekitar US$75 miliar, melampaui Uber sebagai startup privat paling bernilai saat itu.
Zhang Yiming sendiri lahir di Longyan, Provinsi Fujian, pada 1 April 1983 dan merupakan anak tunggal dari pasangan pegawai negeri. Dia menempuh pendidikan teknik mikroelektronika dan rekayasa perangkat lunak di Nankai University dan lulus pada 2005 dengan gelar sarjana teknik komputer.
Sebelum mendirikan ByteDance, Zhang sempat bekerja sebagai insinyur di situs perjalanan Kuxun, kemudian bergabung dengan Microsoft, sebelum akhirnya memilih terjun ke dunia startup teknologi. Pengalaman tersebut menjadi landasan bagi visinya membangun platform distribusi konten berbasis kecerdasan buatan.
Forbes menilai keberhasilan ByteDance dan TikTok menjadikan Zhang Yiming sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri teknologi global sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di Tiongkok saat ini.