Ella Mai memukau penonton di Java Jazz 2026 dengan penampilan R&B yang intim dan memikat, menampilkan hit-hit populer dan interaksi hangat dengan audiens. [300] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Usianya masih 31 tahun, tetapi Ella Mai sudah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu nama paling berpengaruh dalam R&B modern.
Kariernya melesat berkat “Boo’d Up” yang meraih sertifikasi 8x Platinum dari RIAA, lalu diperkuat oleh “Trip” yang mengantongi 6x Platinum.
Kesuksesan album debut Ella Mai yang telah diputar hampir 6 miliar kali di berbagai platform streaming, ditambah kemenangan GRAMMY dan sederet penghargaan bergengsi lainnya, menjadi bukti bahwa perjalanan musiknya jauh melampaui status penyanyi viral semata.
Reputasi tersebut menjadi alasan mengapa penampilan Ella Mai disuguhkan dalam format Special Show pada hari kedua myBCA International Java Jazz Festival 2026, Sabtu (30/5/2026).
Tampil mulai pukul 19.45 WIB di myBCA Hall, dia menghadirkan malam yang dipenuhi warna R&B kontemporer, memadukan vokal lembut, groove yang mengalir, dan atmosfer intim yang langsung menyelimuti ruangan sejak awal pertunjukan.
Di Jakarta, penyanyi asal London ini membawakan sejumlah lagu populernya. Sepanjang pertunjukan, sorak sorai penonton beberapa kali terdengar, terutama saat lagu-lagu hitnya mulai dimainkan.
Aksi panggungnya kali ini cukup luwes, dengan gerakan tubuh yang mengikuti ritme musik. Dia sesekali menari kecil mengikuti groove band pengiring, sembari membiarkan vokalnya menjadi pusat perhatian.
Kesederhanaan itu justru menjadi daya tarik tersendiri. Ketika membawakan lagu-lagu bernuansa romantis, Ella Mai mampu menciptakan kesan seolah sedang bercerita langsung kepada penonton. Ekspresi wajah, gestur tangan, hingga cara dia menikmati setiap lagu terasa natural dan tidak dibuat-buat.
Seiring berjalannya pertunjukan, energi di dalam myBCA Hall pun meningkat. Dia beberapa kali mengajak penonton menyanyikan bagian refrain bersama-sama, menciptakan momen yang membuat jarak antara panggung dan penonton terasa semakin dekat.
Malam itu, Ella Mai tidak hanya membawakan deretan hit yang membesarkan namanya, tetapi juga menunjukkan karakter musik yang membuatnya bertahan di puncak genre tersebut. Penampilannya menjadi salah satu sajian R&B yang menonjol di Java Jazz 2026.
Melly Goeslaw dan Potret memukau penonton di Java Jazz 2026 dengan hits nostalgia, menampilkan aransemen jazz baru dan energi panggung yang memikat. [552] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Usia boleh bertambah, tetapi energi Melly Goeslaw di atas panggung tampaknya belum banyak berubah. Bersama Potret, vokalis berusia 52 tahun itu tampil penuh semangat saat mengisi myBCA Hall pada hari kedua myBCA International Java Jazz Festival 2026, Sabtu (30/5/2026).
Sejak awal penampilan, Melly menunjukkan karisma yang membuatnya tetap menjadi pusat perhatian. Membawakan banyak lagu hit, penampilan Potret kali ini seperti sebuah ruang nostalgia lintas generasi.
Antusiasme penonton pun terlihat jelas di area venue yang dipenuhi berbagai kalangan usia. Ada mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu Potret pada era 2000-an, ada pula generasi yang mengenal musik mereka melalui layanan streaming dan media sosial. Namun, begitu musik dimainkan, perbedaan generasi itu seolah melebur, berganti menjadi kebersamaan yang tercipta lewat lagu-lagu yang dinyanyikan bersama.
Tanpa perlu waktu lama untuk memanaskan suasana, Potret mengawali penampilannya dengan “Ingin Dicium”. Lagu yang telah berusia lebih dari dua dekade itu kemudian disusul oleh “Tentang Seseorang”, membuat penonton larut dalam deretan hits yang akrab di telinga.
Di sela-sela pertunjukan, Melly menyampaikan kegembiraannya melihat hadirnya venue konser baru di NICE PIK 2. Menurutnya, kehadiran lokasi baru ini menjadi perkembangan positif bagi industri musik dan pertunjukan di Indonesia. Meski secara jarak relatif lebih jauh, menurutnya ini tidak mengurangi antusiasme para pencinta musik untuk datang dan menikmati penampilan para musisi favorit mereka.
"Artis K-pop yang tampil di ujung dunia saja rela dikejar penggemarnya. Jadi, kalau ada musisi Indonesia tampil di mana pun, seharusnya kita juga datang untuk menontonnya," kata Melly.
Setelah menyapa penonton, Melly Goeslaw melanjutkan pertunjukan dengan membawakan “Bimbang”, lagu yang begitu melekat dengan film "Ada Apa dengan Cinta?" yang menjadi salah satu karya paling ikonik dalam katalog Potret. Sambutan penonton pun semakin meriah ketika nada-nada pembuka lagu tersebut terdengar, menghadirkan gelombang nostalgia tersendiri.
Suasana hangat berlanjut saat Potret membawakan “Bahagia”, yang juga dikenal sebagai bagian dari soundtrack film populer tersebut.
Di tengah penampilan, Melly sempat berkelakar soal usianya yang kini menginjak 52 tahun.
“Umur saya 52 tahun, jadi kalau nyanyi yang cepat harus ada yang pelannya juga,” ujarnya yang kemudian langsung membawakan lagu lebih slow berjudul Mungkin.
Dalam penampilannya kali ini, Melly tak hanya menghadirkan lagu-lagu populernya dalam format yang familiar. Di panggung Java Jazz, ia juga memberi ruang bagi sejumlah karyanya untuk diinterpretasikan ulang dengan sentuhan jazz yang lebih kuat.
Salah satunya terlihat pada “Bunda”, yang dibawakan dengan warna aransemen baru melalui permainan piano yang lebih ekspresif dan berbeda dari versi aslinya. Eksplorasi serupa berlanjut saat “Gantung” hadir dengan nuansa yang lebih jazzy, menghadirkan suasana yang terasa segar tanpa menghilangkan karakter lagu tersebut.
Melly juga tak segan memberikan spotlight konsernya kepada para anggota Potret lain lewat sesi solo instrumen. Mulai dari aksi lincah Aksan Sjuman di balik drum hingga permainan gitar Nikita Dompas yang penuh improvisasi, masing-masing mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan penonton.
Menjelang akhir penampilan, Melly menghadirkan deretan lagu yang membuat suasana semakin meriah, dari “Mak Comblang”, “Bagaikan Langit”, “Salah”, hingga “I Just Wanna Say I Love You”.
Penampilan Potret menjadi salah satu suguhan yang mencuri perhatian sepanjang sore hari kedua myBCA International Java Jazz Festival 2026.Setelah penampilan tersebut, kemeriahan festival masih akan berlanjut dengan deretan musisi lain, termasuk dua special show yang paling dinantikan hari itu, yakni penampilan band Korea Selatan Wave to Earth dan penyanyi R&B asal Inggris Ella Mai.