Bisnis.com, JAKARTA — Band rock asal Amerika Serikat, Red Hot Chili Peppers, dikabarkan menjual hak katalog rekaman musik mereka kepada Warner Music Group atau WMG dengan nilai lebih dari USD300 juta atau sekitar Rp5,2 triliun.
Transaksi tersebut menambah daftar musisi dunia yang melepas aset katalog musik mereka dalam beberapa tahun terakhir. Katalog musik kini dinilai menjadi aset bernilai tinggi karena masih mampu menghasilkan pemasukan besar dari platform digital.
Kesepakatan pembelian dilakukan melalui perusahaan investasi gabungan milik WMG dan Bain Capital. Perusahaan itu dibentuk khusus untuk membeli katalog lagu dan rekaman dari artis-artis ternama dunia.
Dana investasi perusahaan gabungan tersebut sebelumnya ditambah hingga mencapai USD1,65 miliar atau sekitar Rp28,7 triliun. Nilai itu digunakan untuk memperbesar portofolio katalog musik yang dianggap memiliki potensi keuntungan jangka panjang.
Katalog milik Red Hot Chili Peppers yang dijual mencakup seluruh perjalanan musik band tersebut selama hampir empat dekade. Total ada 13 album studio yang masuk dalam kesepakatan, termasuk album debut mereka pada 1984.
Dua album terbaru band itu, yakni Unlimited Love dan Return of the Dream Canteen, yang dirilis pada 2022 juga termasuk dalam penjualan tersebut. Kedua album itu sebelumnya sempat mendapat sambutan besar dari penggemar musik rock dunia.
Kerja sama Red Hot Chili Peppers dengan Warner Music sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Band yang beranggotakan Anthony Kiedis, Flea, John Frusciante, dan Chad Smith itu mulai bergabung dengan Warner sejak perilisan album Blood Sugar Sex Magik pada 1991.
Sejak saat itu, sejumlah lagu mereka seperti Under the Bridge, Californication, hingga Snow (Hey Oh) terus menjadi lagu populer lintas generasi. Popularitas tersebut membuat katalog musik mereka tetap aktif menghasilkan pendapatan besar setiap tahun.
Menurut perkiraan Billboard, katalog rekaman Red Hot Chili Peppers mampu menghasilkan sekitar USD26 juta atau sekitar Rp452 miliar per tahun. Pendapatan itu berasal dari streaming musik, lisensi lagu, penggunaan musik untuk film dan iklan, hingga penjualan album fisik.
Sebelum transaksi terbaru ini, Red Hot Chili Peppers juga sempat menjual hak penerbitan lagu mereka pada 2021. Saat itu, katalog penerbitan musik mereka dibeli Hipgnosis yang kini berganti nama menjadi Recognition Music Group.
Nilai transaksi penjualan hak lagu tersebut diperkirakan mencapai USD140 juta hingga USD150 juta atau sekitar Rp2,4 triliun sampai Rp2,6 triliun. Penjualan katalog rekaman kali ini disebut menjadi langkah lanjutan band tersebut dalam mengelola aset musik mereka.
Chief Financial Officer WMG, Armin Zerza, mengatakan perusahaan saat ini fokus mengakuisisi katalog musik ikonik yang masih memiliki peluang pertumbuhan besar. Menurut dia, katalog dari artis besar dinilai mampu memberi keuntungan stabil dalam jangka panjang.
“Fokus kami adalah katalog musik ikonik dengan potensi pertumbuhan yang kuat sehingga bisa memberikan hasil investasi di atas rata-rata,” ujarnya dikutip dari Music Business Worldwide, Rabu (13/5/2026).
Meski begitu, Warner Music tidak mengungkap detail lebih lanjut terkait pendapatan yang dihasilkan dari akuisisi tersebut. Perusahaan hanya menyebut sebagian informasi keuangan tidak bisa dipublikasikan karena terikat perjanjian kerahasiaan.
Di sisi lain, Warner Music melaporkan pendapatan kuartalan sebesar USD1,73 miliar atau sekitar Rp30 triliun hingga Maret 2026. Angka itu naik sekitar 12,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.