IEMF 2026 di Jakarta mengusung tema "Do Good Marketing", mendorong inovasi berbasis nilai Islam untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar Islam terbesar. [530] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri, The Fifth Annual Islamic Entrepreneurial Marketing Festival (IEMF) 2026 digelar sebagai forum kolaboratif yang mempertemukan pelaku bisnis, marketer, akademisi, dan komunitas Islamic Marketing untuk membahas arah pemasaran berbasis nilai. Mengusung tema “Racing for Do Good Marketing”, acara ini mengajak pelaku industri bergerak lebih gesit dalam berinovasi sekaligus tetap berpijak pada prinsip kemaslahatan.
Group CEO MCorp, Taufik, membuka IEMF 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Kamis (5/3/2026) dengan memberikan keynote speech. Dalam paparannya, ia menyoroti anomali pasar Indonesia di mana Ramadan justru menjadi puncak konsumsi nasional karena didorong oleh semangat berbagi dan mengejar pahala.
“Ramadan bukan sekadar musim belanja, melainkan momentum bagi brand untuk menerapkan paradigma i-Marketing guna memenangkan persaingan di dunia sekaligus mempersiapkan bekal di akhirat, atau Winning in Life and Afterlife,” ujar Taufik.
Dalam sesi Opening Plenary, Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk., menegaskan bahwa konektivitas tidak hanya bersifat fisik tetapi juga sosial melalui pendekatan Good Marketing yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan Creative Shared Values (CSV).
“Kami bertransformasi menciptakan pengalaman perjalanan yang berbeda melalui Travoy Rest, di mana rest area kini menjadi destinasi yang mengedepankan identitas lokal dan pemberdayaan komunitas sekitar,” ujar Lisye.
Melalui aplikasi Travoy, pengguna dapat mengakses lebih dari 3.500 CCTV secara real-time serta fitur perencanaan perjalanan untuk memastikan mudik yang lebih aman dan nyaman. Menyambut mudik 2026, Jasa Marga juga menyiapkan sejumlah langkah strategis termasuk diskon tarif tol 30% di beberapa ruas strategis.
Sementara itu, Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, menyoroti peran ekonomi syariah yang semakin strategis dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 54% serta peningkatan literasi syariah masyarakat yang signifikan.
“Keberlanjutan bisnis syariah sangat bergantung pada konsistensi brand dalam menghadirkan proteksi berbasis prinsip ta’awun atau saling menolong. Prinsip ini kami wujudkan melalui pengelolaan Dana Tabarru’ yang transparan serta komitmen bebas dari unsur gharar (ketidakjelasan), maisir (spekulasi), dan riba,” ujar Vivin.
Selain sesi plenary, IEMF 2026 juga menghadirkan talkshow Building Brand Story in Islamic Way (Purpose Driven)danCreative Marketing Strategy to Muslim Community. Dalam perspektif Islam, brand story tidak sekadar narasi komunikasi, tetapi amanah yang dibangun dari niat, nilai, dan kejujuran.
Pada sesi tersebut, Ary Indriyani, Director Sales & Marketing Quran Cordoba, menekankan pentingnya pendekatan yang relevan dengan komunitas Muslim.
“Pendekatan marketing kepada komunitas Muslim tidak bisa lagi bersifat top-down. Brand perlu hadir dengan konten bermakna yang selaras dengan nilai keimanan. Ketika brand mampu masuk sebagai mitra komunitas dan membangun kolaborasi konsisten, kepercayaan akan tumbuh secara alami,” ujarnya.
Senada dengan itu, Jazilah Firdaus, Director Allianz Life Syariah Indonesia, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun kepercayaan terhadap industri asuransi syariah.
“Ketika bisnis asuransi syariah berdiri sendiri, kami melihat ini sebagai peluang besar meskipun tantangannya adalah tingginya kompetisi industri serta masih rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap asuransi. Value kami berakar pada maqasid syariah yang menjunjung nilai ‘jaga’ dan membentuk tujuan perlindungan yang sejalan dengan konsep asuransi,” ujar Jazilah.
Sebagai wujud semangat Racing for Do Good Marketing, IEMF 2026 juga menghadirkan dua penghargaan utama, yaitu Marketeers Youth Choice Award 2026 – Ramadan Edition bagi brand syariah pilihan Gen Z, serta Do Good Marketing Award 2026 yang mengapresiasi kampanye Ramadan paling kreatif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.