Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi inisiatif Bisnis Indonesia yang melakukan aksi tanam pohon di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Langkah tersebut menjadi wujud nyata Bisnis Indonesia dalam membantu merehabilitasi taman di ibu kota.
Diketahui, Bisnis Indonesia Group menggelar aksi tanam pohon di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025), sebagai rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) empat puluh tahun usia Bisnis Indonesia.
Menjelang perayaan empat dekade, aksi tanam pohon mengambil tema “Merawat Masa Depan”. Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia dan program rutin dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKI "Jumat Menanam", yang rutin diselenggarakan setiap Jumat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan penanaman pohon—sebagaimana yang dilakukan Bisnis Indonesia—menjadi penting karena ruang terbuka hijau di Jakarta masih belum mencapai target 20%.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Kami baru memiliki ruang terbuka hijau 6%, makanya kami harus melakukan rehabilitasi taman yang ada di Jakarta,” ujarnya dalam sambutan.
Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi dan Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin menyampaikan bahwa kegiatan ini juga sebagai komitmen Bisnis Indonesia dalam mendorong jurnalisme berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil,dari satu pohon dan satu aksi nyata untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Menanam pohon berarti menanam harapan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, Bisnis Indonesia menanam 40 pohon menteng di Taman Menteng, Jakarta, serta 40 pohon bambu di Desa Jatiroke, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Selain itu, lebih dari 400 bibit pohon dan tanaman turut disebarkan ke berbagai titik, sehingga total lebih dari 480 bibit ditanam pada hari yang sama.
Aksi ini menjadi simbol transformasi Bisnis Indonesia yang kini berkembang dari media cetak terkemuka menjadi media digital terintegrasi, menghadirkan jurnalisme ekonomi yang cepat, cerdas, dan relevan lintas generasi.
Transformasi ini tidak hanya terkait teknologi digital, tetapi juga komitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan tanam pohon ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat aksi iklim berbasis hutan. Indonesia tengah mendorong percepatan FOLU Net Sink 2030, strategi penurunan emisi yang menempatkan sektor kehutanan sebagai kontributor terbesar, serta memperkuat tata kelola karbon melalui kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan berbagai program reforestasi nasional.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan mencatat Indonesia kehilangan lebih dari 2,54 juta hektare tutupan pohon sejak 2001. Sementara itu, pada 2024, Indonesia kehilangan lebih dari 216.200 hektare hutan atau setara lebih dari 161 juta ton CO2 yang dilepaskan ke atmosfer.
Adapun, laporan Kementerian Kehutanan menyebut luas lahan berhutan di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 95,5 juta hektare, atau 51,1% dari total daratan. Dari angka tersebut, sekitar 91,9% (87,8 juta hektare) berada di dalam kawasan hutan.
Sementara itu, angka deforestasi netto tahun 2024 tercatat sebesar 175.400 hektare. Angka ini diperoleh dari deforestasi bruto sebesar 216.200 hektare dikurangi hasil reforestasi yang mencapai 40.800 hektare. Mayoritas deforestasi bruto terjadi di hutan sekunder dengan luas 200.600 hektare (92,8%), di mana 69,3% terjadi di dalam kawasan hutan dan sisanya di luar kawasan hutan.
Melalui Aksi Tanam Pohon “Merawat Masa Depan”, Bisnis Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan dan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kualitas lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian alam.
Adapun, sejumlah perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam Gelar Aksi Tanam Pohon, di antaranya Perumda Dharma Jaya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Nusa Satu Inti Artha (Doku), PT Industri Telekomunikasi Indonesia Persero (INTI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).