Bisnis.com, JAKARTA - Prosedur klinis harian menempatkan perawat dan dokter pada risiko tinggi paparan darah.
Merujuk pada tinjauan sistematis klinis (Fereidouni et al., 2018), kontak dengan darah dan cairan tubuh terjadi jauh lebih sering dibandingkan insiden tempat kerja lainnya, di mana risiko paparan darah saat pemasangan kateter IV dapat mencapai 10 kali lebih tinggi daripada cedera tertusuk jarum, sehingga menjadi tantangan utama keselamatan kerja di rumah sakit.
Kateter intravena (IV) adalah tabung plastik kecil dengan jarum yang digunakan untuk memasukkan obat atau cairan langsung ke dalam aliran darah dengan cara dimasukkan ke dalam pembuluh vena.
Setelah dipasang, jarum dilepas, sehingga hanya tabung yang tersisa di dalam pembuluh vena.
Saat pemasangan kateter, risiko paparan darah dapat mencapai 10 kali lebih tinggi daripada cedera tertusuk jarum.
Dr. Masfuri, Ketua Perkumpulan Seminar Akses Intravena Indonesia (INA-PERSAI), menegaskan pentingnya adopsi teknologi closed system.
"Kemajuan teknologi pada kateter IV menjadi standar baru untuk memberikan keamanan tambahan bagi tenaga kesehatan dari paparan darah serta mengurangi risiko penyebaran patogen kepada pasien. Hal ini berdampak signifikan pada kepuasan dan kenyamanan pasien," ungkapnya.
Melalui inovasi yang presisi dan aman ini, Introcan Safety® 3 dirancang untuk mendukung efisiensi rumah sakit dan memajukan standar keselamatan kerja. B. Braun Indonesia memperkuat perannya dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional yang lebih aman, modern, dan berstandar internasional.
Rainer Ruppel, Presiden Direktur B. Braun Indonesia mengatakan salah satu untuk mencegah terjadinya paparan darah itu bisa menggunakan teknologi kontrol darah baru yang mendukung pendekatan zero visible blood contact selama prosedur rutin.
"Teknologi katater intavena sistem tertutup seperti Introcan Safety® 3 dirancang dengan perlindungan keselamatan otomatis yang aktif seketika saat digunakan, membantu meminimalkan insiden kerja tanpa memerlukan langkah aktivasi tambahan dari pengguna. Fitur keselamatan pasif ini mendukung staf rumah sakit dengan mengurangi risiko paparan sekaligus menjaga efisiensi alur kerja klinis sehari-hari," ujarnya.
Berikut keuntungan memakai intravena kateter sistem tertutup
- Perisai Keamanan Pasif: Perlindungan pasif otomatis sepenuhnya membantu menghilangkan cedera tusukan jarum dan infeksi terkait. Perisai ini aktif secara otomatis, tidak dapat dilewati, dan tidak memerlukan aktivasi pengguna
- Septum pengontrol darah multi-akses : Membantu mencegah paparan darah selama pemasangan kateter dan saat menghubungkan/melepaskan perangkat Luer.
- Platform Stabilisasi Terintegrasi: Pengamanan kateter yang canggih membantu mengurangi pergerakan kateter dan komplikasi terkait
- Teknologi Double Flashback: Memastikan bahwa jarum dan kapiler kateter berada di dalam pembuluh darah. Kilatan pertama jarum memastikan jarum berada di dalam vena, kilatan kedua kateter memastikan kateter berada di dalam vena.
- Ujung Belakang Universal: Memungkinkan berbagai pilihan sudut penyisipan dan dirancang untuk meminimalkan trauma tusukan
- Garis Radiopak: Untuk visibilitas yang baik dari kapiler kateter di bawah sinar-X
- Dapat Digunakan dengan Injektor Daya: Cocok untuk digunakan dengan injektor daya yang disetel pada tekanan maksimum 325 psi (14G – 24G)
- Bahan kateter IV tersedia dalam PUR dan FEP: PUR untuk kinerja yang lebih lembut dan nyaman saat dipasang, FEP sebagai bahan alternatif yang lebih kaku, misalnya untuk akses arteri .
- Tidak mengandung DEHP, Lateks/Karet Alami, PVC.