Bisnis.com, JAKARTA - Mencari pekerjaan tetap saat ini merupakan salah satu kegiatan yang paling sulit untuk dilakukan.
Menurut data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) November 2025 menyebut bahwa jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,27 juta orang.
Dalam data tersebut, sebanyak 147,91 juta orang telah bekerja, sementara 7,35 juta orang masih berstatus pengangguran.
Salah satu faktor penyumbang angka pengangguran dan sulitnya mencari pekerjaan yakni perusahaan yang tidak mau mengambil risiko untuk lowongan pekerjaan yang dibuka mereka.
Merangkum dari artikel Forbes, pada Rabu (1/4/2026) menyebutkan bahwa saat ini tren melamar pekerjaan sudah tidak sama seperti beberapa tahun belakangan.
Mungkin Anda dulu hanya perlu melamar pada satu posisi dengan skill dan keterampilan yang dikuasai, bisa saja langsung diterima oleh perusahaan tanpa harus memiliki pengalaman yang panjang di suatu bidang.
Namun, saat ini perekrutan cara tradisional tersebut sudah banyak ditinggalkan oleh perusahaan. Bukan hanya melakukan screening melalui CV ATS, namun beberapa faktor lainnya juga turut dipertimbangkan oleh perusahaan.
Adapun Bisnis merangkum empat faktor mengapa perusahaan tidak langsung menerima lamaran pekerjaan Anda.
1. Lamaran Anda Terlalu Umum
Jika lamaran Anda tidak digubris atau ditolak sebelum masuk ke tahap wawancara, kemungkinan besar perusahaan tidak mendapatkan apa yang mereka cari dari lamaran Anda.
Kesalahan yang biasa terjadi adalah mengirim surat lamaran dan CV yang bersifat generik, sehingga tidak menggambarkan diri Anda lebih unggul dari kandidat lainnya.
2. Kandidat Lain yang Lebih Unggul
Sebagian besar masalah yang dialami pencari kerja yakni persaingan yang ketat dari para calon kandidat pelamar lainnya.
Perusahaan saat ini melihat keunggulan dari bagaimana cara kandidat tersebut dapat memecahkan masalah di perusahaan sebelum harus direkrut agar minim diberi pelatihan saat hari-hari pertama kerja.
Adapun langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut di antaranya:
Meminta umpan balik setelah lamaran Anda ditolak, terutama jika Anda berhasil lolos ke tahap aplikasi selanjutnya. Dengan begitu, Anda akan tahu apa yang perlu diperbaiki untuk kesempatan berikutnya.
Fokuslah pada poin-poin penjualan unik Anda—ingat, hanya ada satu Anda, jadi soroti apa yang membuat Anda berbeda dari pelamar lain.
* Bangun pengalaman Anda sambil melamar pekerjaan. Tidak pernah terlambat untuk menjadikan diri Anda kandidat yang lebih kuat dengan lebih banyak pengalaman kerja, kegiatan sukarela, dan proyek-proyek yang Anda kerjakan sesuai minat Anda.
3. Anda Tidak Memenuhi Kriteria yang Dibutuhkan Perusahaan
Sebelum melamar pekerjaan, pastikan Anda membaca dengan saksama deskripsi yang diberikan pada lowongan tersebut.
Anda perlu menyesuaikan kapasitas dan keterampilan yang dimiliki untuk melamar pekerjaan yang dipilih.
4. Anda Terlalu Memprioritaskan Kuantitas pada CV Dibanding Kualitas
Kuantitas yang dimaksud yakni Anda terlalu sering mengirim CV yang kualitasnya tidak menjamin untuk diterima pada perusahaan-perusahaan yang Anda tuju.
Faktor ini memang tidak terlalu spesifik langsung menuju alasan mengapa perusahaan tidak langsung merekrut Anda, namun bisa menjadi penyebab mengapa lamaran Anda tidak kunjung diterima.
Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan cara berikut:
Pilihlah pekerjaan mana yang Anda lamar dengan selektif untuk memaksimalkan peluang Anda, dan tanyakan pada diri sendiri tujuh pertanyaan kunci untuk dipertimbangkan sebelum melamar pekerjaan.
Jika Anda melamar lebih sedikit, Anda dapat melamar pekerjaan yang lebih baik. Luangkan waktu Anda untuk mengerjakan lamaran Anda. Meskipun Anda tidak ingin mengerjakannya terlalu mepet dengan tenggat waktu, selalu ada baiknya untuk meninggalkan lamaran semalaman dan kembali memeriksanya di pagi hari untuk menemukan area yang perlu diperbaiki.
Periksa kembali pekerjaan Anda dengan cermat sebelum mengirim setiap lamaran, dan pastikan Anda telah menjawab semua pertanyaan pemberi kerja secara lengkap.