Bisnis.com, PALEMBANG — PT Pertamina EP (PEP) Limau Field berhasil menambah pasokan minyak baru dari pengembangan sumur LM-03 (L5A-312) di Struktur Limau Barat Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatra Selatan.
Berdasarkan hasil uji alir awal, sumur yang ditajak pada 31 Maret 2026 tersebut mampu menghasilkan produksi maksimum mencapai 643 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 0,362 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Capaian tersebut menjadi tambahan signifikan bagi target produksi PEP Limau Field pada tahun ini. Kontribusi sumur LM-03 diperkirakan menyumbang sekitar 12% terhadap target produksi minyak perusahaan pada 2026 yang ditetapkan sebesar 5.036 BOPD.
Senior Manager PEP Limau Field Abdul Rachman Para Buana mengatakan sumur tersebut memiliki kualitas produksi yang baik dengan kandungan air atau water cut hanya sekitar 1%.
Hasil tersebut, menurutnya, menunjukkan potensi produksi yang cukup baik dari pengembangan sumur di Struktur Limau Barat.
“Keberhasilan pengembangan ini menambah sekitar 12% dari target produksi PEP Limau tahun 2026. Kami akan terus menjaga keberlanjutan produksi sumur ini dengan operasi yang aman dan andal,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).
Selain meningkatkan produksi, keberhasilan pengeboran sumur LM-03 juga dibarengi dengan catatan keselamatan kerja selama proses operasi berlangsung.
Operasi sumur tersebut mencatat total 62.712 jam kerja tanpa kecelakaan sejak pertama kali pengeboran dilakukan hingga proses uji alir awal selesai dilaksanakan.
Menurut Abdul Rachman, capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau HSSE di tengah upaya peningkatan produksi migas nasional.
“Capaian ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan [HSSE] di tengah upaya peningkatan produksi migas nasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Senior Manager Subsurface Development and Planning PHR Zona 4 Reza Nur Ardianto menambahkan perusahaan akan melanjutkan pengembangan sumur-sumur baru di sekitar Struktur Limau Barat menyusul hasil positif dari sumur LM-03 tersebut.
“Tidak berhenti di LM-03, kami akan meneruskan pengeboran satu sumur pengembangan pada 2026. Perusahaan juga akan terus mengupayakan pengembangan sumur lain di sekitarnya setelah melihat potensi dari data geologi, geofisika dan reservoir yang ada,” ujarnya.
Perseroan menilai keberhasilan pengembangan sumur tersebut juga didukung masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Sebelum pengeboran dilakukan, tim Relations PHR Zona 4 telah melaksanakan sosialisasi kepada pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat pada Februari 2025 sebagai bagian dari persiapan kegiatan pengeboran sumur LM-03 di Struktur Limau Barat.