Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan pola baru penerimaan siswa untuk program Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sebanyak 41 sekolah yang masuk program tersebut akan memprioritaskan jalur prestasi dan tidak lagi menggunakan jalur domisili seperti sekolah reguler.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan pelaksanaan SPMB untuk Sekolah Maung akan dimulai lebih awal dibanding sekolah lain, yakni pada 25–29 Mei 2026.“Untuk Sekolah Maung, SPMB-nya dimulai lebih dulu dan tidak ada lagi jalur domisili seperti di sekolah reguler,” ujar Purwanto Selasa (19/6/2026).
Menurutnya, program Sekolah Maung merupakan bagian dari transformasi sekolah unggulan di Jawa Barat agar mampu memberikan layanan lebih optimal bagi siswa berprestasi, khususnya dari keluarga kurang mampu.
Ia menuturkan selama ini banyak sekolah negeri unggulan menjadi tujuan utama masyarakat. Namun, siswa berprestasi dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi kerap kalah bersaing dan akhirnya memilih sekolah lain.
“Kita ingin mengembalikan sekolah-sekolah yang dulu dibanggakan menjadi kebanggaan lagi bagi masyarakat dan menjadi alternatif untuk mereka yang berprestasi agar bisa dilayani dengan baik di sekolah negeri,” katanya.
Purwanto menegaskan program tersebut juga menjadi bentuk inklusivitas pemerintah dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi.“Kalau kemampuan ekonominya rendah tetapi berprestasi, mereka harus dilayani dengan baik oleh pemerintah,” ungkapnya.
Sebanyak 41 SMA dan SMK ditetapkan sebagai tahap awal program Sekolah Maung. Penentuan sekolah dilakukan berdasarkan usulan cabang dinas pendidikan serta hasil verifikasi tim di masing-masing daerah.
Sementara itu, sekolah reguler tetap menggunakan pola penerimaan seperti sebelumnya melalui jalur prestasi, domisili, dan perpindahan tugas orang tua. Tahap pertama SPMB reguler berlangsung pada 29 Mei–8 Juni 2026, sedangkan tahap kedua digelar pada 30 Juni–6 Juli 2026.
Purwanto juga memastikan jalur prestasi di sekolah reguler tetap dibuka. Bedanya, tahun ini seleksi tidak lagi menggunakan tes tambahan, melainkan berdasarkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah divalidasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.“Sekarang menggunakan rapor dan TKA, jadi tidak ada tes lagi,” katanya.
Berikut Daftar 41 Sekolah Manusia Unggul di Jabar:
Tingkat SMA
SMAN 2 Cibinong
SMAN 1 Bogor
SMAN 1 Depok
SMAN 1 Bekasi
SMAN 2 Tambun Selatan
SMAN 1 Subang
SMAN 1 Purwakarta
SMAN 5 Karawang
SMAN 2 Kota Sukabumi
SMAN 1 Pelabuhanratu
SMAN 1 Cisarua
SMAN 1 Cianjur
SMAN 3 Bandung
SMAN 5 Bandung
SMAN 3 Cimahi
SMAN 1 Soreang
SMAN 1 Sumedang
SMAN 1 Majalengka
SMAN 1 Sindang
SMAN 2 Cirebon
SMAN 1 Palimanan
SMAN 2 Kuningan
SMAN 1 Garut
SMAN 1 Tasikmalaya
SMAN 1 Singaparna
SMAN 1 Ciamis
SMAN 1 Banjar
SMAN 1 Parigi
Tingkat SMK
SMKN 1 Cibinong
SMKN 3 Bogor
SMKN 2 Kota Bekasi
SMKN 1 Cibadak
SMKN 1 Pacet
SMKN 1 Cimahi
SMKN 1 Katapang
SMKN 1 Majalengka
SMKN 1 Mundu
SMKN 1 Garut
SMKN 2 Tasikmalaya
SMKN 1 Pangandaran
SMKN 1 Tajug Gede Purwakarta* (masih dalam Proses pendirian dan menggunakan Keputusan Gubernur terpisah).