KOMPAS.com - Perlambatan ekonomi tidak hanya dirasakan sektor konsumsi, tetapi juga industri audio visual (AV) dan lighting profesional.
Turunnya daya beli membuat banyak pelaku usaha menunda investasi peralatan baru meski kebutuhan teknologi terus berkembang.
Kondisi tersebut mendorong PT Inti Megah Swara (IMS) menghadirkan pendekatan berbeda melalui IMS Connect 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya mulai 25-27 Juni 2026.
Tidak hanya menampilkan teknologi terbaru dari berbagai merek global, ajang ini juga menawarkan solusi pembiayaan, konsultasi hingga edukasi bagi pelaku industri.
"Dengan perekonomian saat ini berpengaruh tidak dengan penjualan peralatan audio visual? Sangat berpengaruh. Jadi gini daya beli menurun apa yang bisa kita lakukan tentu terus kita lakukan dari sisi bisnisnya," ujar Direktur PT Inti Megah Swara, Athanasius Cahyo Budiono.
"Terutama kita juga memikirkan bagaimana peralatan yang harganya lumayan ini masih bisa diakses oleh para penggunanya," imbuhnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, IMS mulai membangun kerja sama dengan perusahaan pembiayaan agar pelaku usaha, khususnya rental company, tetap bisa melakukan investasi tanpa terbebani pembayaran dalam jumlah besar di awal.
"Kami juga memikirkan bagaimana caranya bisa memfasilitasi dengan pihak ketiga dalam satu bentuk pembiayaan. Pada umumnya pembiayaan untuk peralatan audio visual dan lighting profesional itu kebanyakan bank karena finance company ini tidak mempunyai instrumentasinya," tutur pria yang biasa disapa Cahyo itu.
"Beda dengan menyediakan platform kendaraan bermotor, rumah dan lain-lain itu berbeda. Tetapi kami di IMS sudah bermitra dengan salah satu finance company dan menjalankan serta memfasilitasi rental company untuk mendapatkan kredit supaya mereka tetap bisa menjalankan usahanya dengan tenang," sambungnya.
Menurutnya, skema tersebut diharapkan mampu membantu pelaku industri tetap berkembang tanpa harus terbebani investasi besar sekaligus.
Program pembiayaan tersebut mulai diterapkan tahun ini sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang sedang berlangsung.
"Sebelumnya kita kerjakan dengan cara inHouse secara mandiri tapi company kami kan juga bukan finance company jadi ada batasnya. Nah ini kami coba bekerja sama dengan finance company dan itu sudah berjalan," kata Athanasius Cahyo Budiono.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Direktur PT Inti Megah Swara Athanasius Cahyo Budiono saat menjelaskan IMS Connect 2026 di Grand City Surabaya, Jawa Timur, mulai 25-27 Juni 2026."Harapan saya mudah-mudahan ini bisa menjadi pembuka untuk yang lain. Jadi intinya kami di IMS Connect ini berupaya menghadirkan solusi yang holistik dari ujung ke ujung bukan hanya barang, knowledge, konsultasi, dan solusi pembiayaan," imbuhnya.
Surabaya Dipilih karena Ekosistem Industri yang Terus Bertumbuh
Selain itu pemilihan Kota Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan IMS Connect 2026 juga bukan tanpa alasan.
Menurutnya, kota ini memiliki ekosistem industri kreatif dan pameran yang terus berkembang, sehingga menjadi lokasi strategis untuk memperkenalkan berbagai inovasi terbaru.
"Buat sebesar ini dalam pandangan saya dalam satu company boleh menghadirkan hampir 20 brand ini satu langkah yang tidak main-main karena kita seperti buat satu pameran mini dan kami lakukan secara profesional karena referensi saya pameran di luar negeri," ujar Athanasius Cahyo Budiono.
"Apalagi dengan jadwal yang sudah kita susun dengan tema masing-masing ya begitulah harusnya pameran profesional yang dilakukan. Bukan hanya menampilkan peralatan kemudian kita tidak memiliki nilai tambah, apalagi tempat yang terlalu bising," sambungnya.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Suasana Surabaya Music Expo (SMEX) 2026 kembali digelar sebagai pameran industri musik dan teknologi hiburan terbesar di Indonesia Timur yang berlangsung di Grand City Convex mulai 25-28 Juni 2026.Untuk itu penyelenggaraan IMS Connect yang bertepatan dengan pameran musik SMEX 2026 ini juga menjadi nilai tambah karena mampu menghadirkan lebih banyak pelaku industri dalam satu ekosistem yang konsisten.
"Ini kan sesuatu yang kita tampilkan out of the box jadi waktu kita lakukan 1 tahun lalu belum ada konsep seperti ini dan akhirnya diaplikasikan dengan yang lain," ujarnya lagi.
Teknologi Semakin Canggih, Kini Lebih Mudah Diakses
Selain menghadirkan hampir 20 merek internasional seperti JBL Professional, AKG, Shure, Martin, Soundcraft, Avid, Hisense, hingga Zactrack, IMS Connect juga memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi membuat perangkat profesional semakin mudah diakses.
"Jadi kalau ditanya terkait peralatan audio dan lighting, memang saat ini perkembangannya cepat sekali. Saya juga bisa mengatakan bahwa makin hari ini dengan teknologi yang makin maju, justru harga peralatan itu bukan menjadi semakin mahal kalau dibandingkan tahun-tahun yang dulu ya," tutur Athanasius Cahyo Budiono.
"Justru peralatan saat ini affordable, saya tidak mengatakan murah tapi peralatan-peralatan teknologi sekarang juga accessible," imbuhnya.
Baginya, persaingan antar-merek saat ini bukan lagi soal siapa yang paling unggul dari sisi kualitas, melainkan siapa yang mampu memberikan solusi terbaik sesuai kebutuhan pengguna.
"Jelas yang sama yang bagus adalah peralatan tersebut bisa memberikan solusi tidak untuk pemakainya. Mempunyai kualitas yang sama dan mirip sehingga memunculkan pertanyaan apakah setiap brand bisa menghasilkan solusi yang sama atau tidak."
Karena itu, IMS Connect dihadirkan bukan hanya sebagai ajang pamer teknologi, melainkan tempat bagi pelaku industri untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Tidak perlu repot ke mana-mana lah mau cari apa bisa kita hubungkan. Kami juga menyediakan engineering terbaik untuk melayani dan bisa mengaplikasikan teknologi terbaru untuk kebutuhan pelaku usaha yang membutuhkan," pungkas Athanasius Cahyo Budiono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang