Bisnis.com, JAKARTA - Pernikahan lebih dari sekadar pesta besar dan melepas status lajang saja.
Ini adalah salah satu keputusan terbesar yang akan Anda buat dan dapat memengaruhi kesejahteraan emosional, keuangan, karier, keluarga, dan impian masa depan Anda.
Yang benar-benar menyatukan pasangan adalah kompatibilitas, komunikasi, nilai-nilai bersama, dan kemauan untuk tumbuh bersama dari waktu ke waktu. Itulah pentingnya Anda mengenal baik pasangan Anda sebelum memutuskan menikah.
Pengusaha, penulis, dan kreator digital Ankur Warikoo baru-baru ini membagikan video yang sangat bermakna di Instagram di mana ia berbicara tentang 5 pertanyaan penting yang harus direnungkan oleh setiap pasangan sebelum menikah.
Berikut 5 pertanyaan yang wajib Anda tanyakan ke pasangan sebelum menikah
1. Arti kebahagiaan
Salah satu pertanyaan pertama yang Warikoo desak orang untuk tanyakan pada diri mereka sendiri adalah: Seperti apa sebenarnya kehidupan yang bahagia—bagi saya? Bukan untuk orang tua Anda, bukan untuk masyarakat, bukan untuk Instagram. Banyak orang memasuki pernikahan secara otomatis, mengejar gagasan kesuksesan orang lain: gaji tertentu, kota tertentu, anak-anak pada usia tertentu.
Semakin jujur Anda pada diri sendiri, semakin mudah untuk memilih pasangan yang visi kebahagiaannya tidak bertentangan dengan visi Anda setiap beberapa tahun.
2. Definisi cinta
Warikoo juga berbicara tentang bagaimana gagasan kita tentang cinta tidak muncul begitu saja—seringkali dibentuk secara diam-diam oleh masa kecil kita, pernikahan orang tua kita, dan hubungan yang kita lihat saat tumbuh dewasa. Jika Anda menyaksikan pertengkaran terus-menerus, keheningan yang dingin, atau jarak emosional di rumah, Anda mungkin tanpa sadar mulai berpikir, Beginilah cinta itu.
Ketika Anda memahami definisi cinta pribadi Anda, Anda menjadi lebih sadar akan pola yang Anda bawa ke dalam hubungan Anda. Kesadaran itu membantu Anda memilih yang lebih baik—dan secara sadar membangun pola baru yang lebih sehat daripada mengulangi pola lama secara otomatis.
3. Harapan keluarga
Area penting lain yang disorot Warikoo adalah keterlibatan keluarga dan perencanaan masa depan. Pernikahan, terutama dalam budaya seperti kita, jarang hanya tentang dua orang; seringkali melibatkan orang tua, saudara kandung, kerabat, dan harapan dari semua pihak. Itulah mengapa pasangan perlu bertanya: Seberapa besar keterlibatan yang kita inginkan dari keluarga kita dalam kehidupan pernikahan kita?
4. Cara menangani konflik
Setiap hubungan akan menghadapi perselisihan; perbedaan antara pernikahan yang sehat dan tidak sehat adalah bagaimana konflik tersebut ditangani. Warikoo mendorong orang untuk secara jujur memeriksa gaya konflik mereka sendiri. Saat Anda kesal, apakah Anda berteriak, menutup diri, pergi begitu saja, bersikap sarkastik, atau menjelaskan secara berlebihan? Apakah Anda menyimpan dendam, atau mampu membicarakan masalah setelah tenang?
Ia menyarankan agar pasangan saling mengamati saat terjadi pertengkaran kecil atau momen-momen menegangkan sebelum menikah. Apakah mereka mendengarkan, atau selalu ingin benar? Apakah mereka meminta maaf, atau mengalihkan dan menyalahkan? Apakah Anda merasa aman mengungkapkan rasa sakit hati, atau akhirnya Anda memilih diam untuk "menjaga perdamaian"? Mempelajari bagaimana reaksi setiap orang di saat-saat sulit jauh lebih berharga daripada hanya melihat perilaku mereka saat kencan, perjalanan, dan perayaan.
5. Kebiasaan dan Pola Perilaku
Terakhir, Warikoo menekankan pentingnya kebiasaan dan pola sehari-hari. Gestur romantis yang megah mungkin terlihat bagus di media sosial, tetapi yang benar-benar membangun atau menghancurkan pernikahan adalah perilaku kecil yang berulang: bagaimana Anda berbicara satu sama lain, bagaimana Anda mengelola uang, bagaimana Anda menangani stres, bagaimana pekerjaan rumah tangga dibagi, bagaimana Anda memperlakukan satu sama lain di hari-hari biasa.
Ia mendorong orang untuk memperhatikan pola yang baik dan yang kurang baik—reaksi emosional, gaya komunikasi, rutinitas, dan mekanisme penanggulangan. Kebiasaan menutup diri saat konflik, terus-menerus menggulir layar alih-alih terhubung, atau menghindari tanggung jawab tidak hilang setelah pernikahan; bahkan, seringkali malah semakin parah. Semakin jujur Anda tentang pola Anda sendiri, semakin sadar Anda dapat memperbaikinya, alih-alih mengharapkan cinta saja untuk secara ajaib memperbaiki segalanya.