Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah merilis kalender event tahun 2026 yang memuat sejumlah agenda festival unggulan baik berskala daerah hingga internasional sebagai upaya mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Sejumlah festival tersebut tersebar di berbagai Kabupaten/Kota dan diproyeksikan kembali menarik kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2026.
Dilansir dari jatengprov.go.id, dari berbagai agenda festival yang telah tercantum dalam kalender event tahun 2026, terdapat sejumlah festival yang sebelumnya berhasil meraih penghargaan untuk kategori 10 festival terbaik Jawa Tengah dalam acara Peluncuran Calender of Event 2026 pada November 2025. Merujuk pada capaian tersebut, berikut daftar 10 festival terbaik di Jawa Tengah yang dikutip Selasa, 6 Januari 2026 diproyeksikan kembali hadir pada tahun ini.
10 Festival Terbaik di Jawa Tengah
1. Festival Payung Indonesia
Festival payung Indonesia merupakan festival tahunan rakyat yang telah melibatkan partisipasi masyarakat, meliputi perajin payung tradisi & kreasi, beragam komunitas kreatif, pelestari seni tradisi, seniman kontemporer, fotografer, fashion desainer, artist, dan lain-lain. Program tahunan ini telah diselenggarakan sejak tahun 2014 oleh Mataya arts & heritage. Selanjutnya, pada tahun 2018, Festival Payung Indonesia menjalin hubungan sister-festival dengan Borsang Umbrella Festival, Chiang Mai, Thailand.
Menjadi daya tarik pariwisata daerah, festival ini digelar dengan tujuan untuk membangun kebersamaan dalam melestarikan payung tradisi Indonesia sebagai aset wisata dan kultural, mendorong pertumbuhan kreativitas kolektif masyarakat yang akan berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi kreatif, sebagai ruang dialog antar bangsa, dan sebagai ruang edukatif bagi generasi saat ini. Menyambut tahun 2026, festival yang biasa digelar di bulan September ini, direncanakan hadir kembali dengan perayaan yang lebih besar, yakni Sepayung ASEAN 2026. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @festival_payung_indonesia.
2. Grebeg Sudiro
Grebeg Sudiro merupakan festival tahunan yang biasa digelar Kota Surakarta, Jawa Tengah. Festival ini menghadirkan kolaborasi perpaduan budaya dari Masyarakat Sudiroprajan, Pemerintah Kota Surakarta, Klenteng Tien Kok Sie, dan Pasar Gede. Telah digelar rutin sejak tahun 2008, festival kesenian ini mencerminkan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa, serta cerminan kawasan Sudiroprajan, sebagai contoh pembauran, situs budaya, sekaligus wadah gelar potensi budaya, sosial, dan ekonomi.
Festival Grebeg Sudiro dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan menjaga kebersamaan (Kebhinekaan) bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, festival ini biasa menghadirkan Umbul Mantram, bazar, Wisata Air Kalipepe, karnaval, dan pesta kembang api, sekaligus menjadi wadah edukasi, interaksi multikultural, dan identitas kota budaya. Pelaksanaan Grebeg Sudiro pada tahun 2026 berdasarkan kalender Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, direncanakan digelar pada 5-21 Februari 2026 di Pasar Gede dan Balaikota Surakarta. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @grebeg_sudiro.
3. Solo Menari
Solo menari merupakan acara tahunan yang digelar untuk merayakan Hari Tari Sedunia pada tanggal 29 April di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Festival ini mampu menunjukkan bahwa kota Surakarta bukan hanya hadir sebagai kota wisata, melainkan juga hadir sebagai kota Tari, serta meneguhkan Kota Surakarta sebagai Kota Kreatif di bidang Craft dan Folk Art yang telah dinyatakan oleh UNESCO pada 31 Oktober 2023. Berdasarkan kalender tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Festival Solo Menari direncanakan kembali digelar pada 29 April 2026. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @solo.menari.
4. Festival Gunung Slamet
Festival Gunung Slamet merupakan festival budaya tahunan yang digelar di kaki Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Festival ini digelar untuk melestarikan budaya lokal di Desa Wisata Serang dengan mengenalkan potensi alam yang dimiliki dan dapat menarik kunjungan wisatawan. Dalam pelaksanaannya, festival ini memiliki beberapa rangkaian kegiatan mulai dari pengambilan Air Tuk Sikopyah, Kirab, Perang Tomat, hingga perayaan seni. Selai itu, akan hadir juga penampilan musisi tanah air, stand desa wisata, produk UMKM, dan kuliner daerah. Berdasarkan kalender tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, festival budaya khas Purbalingga ini diproyeksikan digelar pada 3-5 Juli 2026. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @gunungslametfestival.
5. Solo Keroncong Festival
Solo Keroncong Festival merupakan acara tahunan yang telah digelar sejak tahun 2009 di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Festival ini digelar sebagai upaya untuk melestarikan, pengembangan, dan reaktualisasi nilai kearifan lokal. Saat ini telah menjadi festival berskala internasional, festival ini selalu diikuti oleh grup dan seniman keroncong lokal, nasional, dan mancanegara sehingga menjadi daya tarik destinasi wisata budaya unggulan Kota Surakarta.
Saat pelaksanaannya, Solo Keroncong Festival akan memiliki sejumlah rangkaian acara mulai dari lomba keroncong, pameran industri UMKM alat musik keroncong, kegiatan berbasis fashion (membatik, tattoo heyna, barber&hairstylist, nail art), city tour staycation package, dan area tenant kuliner UMKM. Pada kalender tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Solo Keroncong Festival direncanakan digelar pada 10-11 Juli 2026 di Alun-alun Kasunanan Surakarta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai festival ini silakan kunjungi instagram @disbudparska.
6. Festival Kota Lama Semarang
Festival Kota Lama Semarang merupakan perayaan budaya tahunan yang biasa diselenggarakan di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah. Tiap tahunnya, Kota Lama Semarang akan diubah menjadi ruang publik dengan kemeriahan yang terdiri dari berbagai pertunjukan seni, pameran budaya, parade, kuliner tradisional, dan kegiatan kreatif. Digelarnya festival ini menjadi simbol komitmen dari Kota Semarang dalam menjaga warisan budaya sekaligus dapat menjadi pendorong transformasi kawasan heritage yang menjadi pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata unggulan. Melalui perayaan budaya ini, pengunjung dapat menikmati atmosfer khas di mana sejarah tidak hanya dikenang, tapi juga dihidupkan kembali.
Biasa diadakan pada bulan September, festival ini hadir dengan serangkaian acara mulai dari seni tari, kuliner legendaris, panggung atraksi budaya, jelajah Kota Lama, hingga aktivitas komunitas di Kota Lama. Berdasarkan kalender tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Festival Kota Lama Semarang akan kembali hadir pada 4-13 September 2026 di Kota Lama Semarang. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @festivalkotalamasmg.
7. Solo International Performing Arts
Solo International Performing Arts merupakan festival seni pertunjukkan bertaraf internasional yang digelar di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dalam festival ini, akan ditampilkan pertunjukkan tari, musik, dan teater dari seniman Indonesia maupun mancanegara. Solo International Performing Arts digelar dengan tujuan untuk ajang diplomasi budaya, promosi pariwisata, wadah pertemuan kreativitas seni global, dan mempererat hubungan antarnegara. Menampilkan keindahan pertunjukkan seni yang spektakuler dan megah, pada tahun 2026, festival ini direncanakan digelar pada 10-12 September 2026 di Pamerdan Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @sipafestival.
8. International Mask Festival
International Mask Festival merupakan festival topeng berskala internasional tahunan yang diselenggarakan di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Festival ini menampilkan tarian topeng dari Indonesia dan mancanegara yang bertujuan untuk ajang diplomasi antar masyarakat dan bangsa melalui tari topeng. Telah diselenggarakan sejak tahun 2014, festival ini memiliki sejumlah rangkaian acara yang akan memanjakan mata pengunjung mulai dari pertunjukkan tari topeng, pameran topeng, lukis topeng, dan konferensi topeng Indonesia yang bekerja sama dengan Indonesia Mask Organization (IMO). Pada tahun baru 2026, festival ini juga diproyeksikan kembali hadir, tepatnya pada 13-14 September 2026 di Pendopo Balaikota Surakarta. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @internationalmaskfest.
9. Dieng Culture Festival (DCF)
Dieng Culture Festival merupakan sebuah festival berkelas tahunan yang menghadirkan keindahan alam dengan keunikan budaya serta tradisi yang digelar di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Festival ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi desa melalui pariwisata berbasis komunitas (Community Based Tourism), melestarikan seni tradisi dan budaya lokal, mengembangkan industri kreatif pedesaan melalui pertunjukkan, serta untuk membantu keluarga anak gimbal yang tidak mampu. Festival ini berhasil menarik perhatian karena diadakannya ritual cukur rambut gimbal yang disertai dengan pergelaran kesenian, Jazz Atas Awan, dan penerbangan lampion di Dataran Tinggi Dieng. Berdasarkan kalender tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, festival ini direncanakan digelar pada 28-30 Agustus 2026 di Kompleks Candi Arjuna, Kabupaten Banjarnegara. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @festival_dieng.
10. Festival Mudik Wonosobo
Festival Mudik Wonosobo merupakan acara budaya tahunan yang digelar dengan menerbangkan balon udara tradisional saat peringatan hari jadi Kabupaten Wonosobo dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Festival ini digelar sebagai upaya untuk melestarikan tradisi balon udara sebagai identitas budaya Wonosobo. Namun, selain berperan dalam pelestarian budaya, pelaksanaan festival ini juga memberikan dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Festival Mudik Wonosobo biasanya akan dilaksanakan di 20 lokasi festival yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara mulai dari Brazil, Meksiko, Kolombia, El Salvador, Argentina, dan Prancis yang turut meramaikan pelaksanaan tradisi ini. Akan tetapi, selain balon udara, festival ini juga hadir dengan kesenian rakyat, kuliner khas Wonosobo seperti tempe kemul dan mie ongklok, serta bazar UMKM. Berdasarkan kalender Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, festival budaya asal Wonosobo ini diproyeksikan akan kembali digelar pada 22-29 Maret 2026. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi instagram @disparbuwonosobo. (Fadya Jasmin Malihah)