Bisnis.com, JAKARTA — Gaji pertama merupakan salah satu hal yang paling dinantikan oleh para pekerja yang baru pertama kali memulai fase kehidupan kerjanya. Penggunaan dan cara mengelola gaji pertama bisa menentukan kondisi finansial seseorang ke depannya, agar kondisi keuangan semakin baik.
Pendiri Finansialku dan perencana keuangan bersertifikat, Melvin Mumpuni, menjelaskan bahwa cara seseorang mengelola gaji pertama merupakan bagian dari caranya mengelola keuangannya secara keseluruhan.
“Mulai dari membangun kebiasaan baik mengatur keuangan,” ungkap Melvin kepada Bisnis, dikutip pada Senin (29/12/2025).
Melvin mengungkapkan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatur gaji pertama yang diterima. Pertama, penerima gaji pertama dapat melakukan pembujetan dan bisa menggunakan sistem keuangan otomatis, seperti bank digital.
Pengelolaan bujet berarti pekerja mengatur alokasi dana untuk berbagai keperluan, misalnya menentukan nominal untuk pengeluaran pokok dalam satu bulan, kebutuhan operasional, kebutuhan sekunder dan tersier, juga paling penting untuk menabung. Melvin menyebut bahwa fitur saku atau pocket di bank dapat dimanfaatkan untuk membagi uang yang dimiliki ke dalam berbagai “saku” sesuai peruntukan dana tersebut.
Kedua, Melvin menyarankan penerima gaji pertama untuk membuat dana darurat. Menurutnya, dana darurat sebaiknya berjumlah enam kali dari pendapatan bulanan.
Ketiga, dia menyarankan agar para pekerja untuk mempunyai asuransi. Layanan asuransi yang dapat dibeli dapat berupa layanan apa pun, tetapi setidaknya pekerja mengikuti layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Keempat, Melvin menganjurkan agar penerima gaji pertama tidak mengambil utang untuk keperluan konsumtif. Ketika memang akan mengambil utang, seseorang harus bijaksana dalam menentukan alasan pengambilan utang tersebut dan penggunaan dana yang diterima.
Menurut Melvin, salah satu metode utang yang bisa dipakai adalah kartu kredit. Ketika digunakan secara bijak, seseorang dapat membangun riwayat kredit yang baik.
Kelima, Melvin menyarankan agar pekerja baru untuk belajar keuangan dan investasi. Keenam, berhubungan dengan saran sebelumnya, seseorang dapat mulai melakukan investasi rutin dengan menggunakan fitur auto save atau tabungan otomatis. Ketika melakukan investasi, kedisiplinan harus diterapkan agar investasi tersebut berkelanjutan.
Ketujuh, para pekerja pemula dapat mulai untuk belajar cara-cara untuk meningkatkan pemasukan. Selain belajar, pekerja juga sebaiknya mempraktikkan apa yang dipelajari sehingga dapat betul-betul memperoleh pemasukan yang lebih tinggi dari gaji pertama.
Melvin juga mengungkapkan cara agar pengelolaan gaji pertama tersebut dapat dilanjutkan pada gaji-gaji selanjutnya. Hal ini penting agar seseorang jangan hanya memperhatikan penerimaan gaji pertama saja, tetapi malah menjadi tidak memperhatikan gaji selanjutnya ketika dia sudah terbiasa menerima pemasukan.
“[Dengan] penggunaan digital banking dan auto invest, seharusnya keuangan jadi lebih baik,” ujar Melvin.
Dia kembali menegaskan manfaat yang bisa digunakan dari fitur saku yang ada dalam bank digital yang bisa dimanfaatkan untuk meraih kedisiplinan dalam mengatur keuangan.
Melvin menyebut bahwa fitur investasi reguler atau auto invest di bank juga dapat digunakan supaya seseorang selalu ingat untuk mengatur keuangannya. Menurutnya, fitur tersebut berguna untuk digunakan dalam investasi, seperti investasi reksa dana dan emas digital.
Berikut tips mengelola gaji pertama dari Founder Finansialku, Melvin Mumpuni:
- Lakukan pembujetan atau budgeting, alokasikan dana untuk kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, dan tabungan. Fitur saku (pocket) di bank digital bisa membantu penyimpanan dana sesuai alokasi kebutuhan.
- Siapkan dana darurat. Sebaiknya dana darurat berjumlah enam kali dari pendapatan bulanan.
- Miliki asuransi. Setidaknya pekerja harus terdaftar di layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena merupakan kewajiban seluruh warga negara, setelah itu bisa membeli asuransi swasta, seperti asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa.
- Tidak mengambil utang untuk keperluan konsumtif. Jika akan mengambil utang, harus bijaksana menentukan alasannya.
- Pekerja baru perlu belajar keuangan dan investasi.
- Lakukan investasi rutin setelah memahami investasi dan berbagai potensi keuntungan maupun risikonya.
- Belajar meningkatkan pendapatan, agar ke depannya bisa memperoleh pemasukan yang lebih tinggi dari gaji pertama.
(Laurensius Katon Kandela)