Bisnis.com, MEDAN – Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatra Utara (Sumut) menanggapi melonjaknya harga Minyakita di sejumlah daerah, termasuk Medan, beberapa waktu belakangan.
Kepala Bulog Kanwil Sumut Budi Cahyanto mengatakan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan yang ditunjuk menjadi distributor minyak goreng rakyat, Bulog Sumut tak mengalami kendala dalam hal distribusi Minyakita.
"Sejauh ini terkait distribusi Minyakita oleh Bulog tidak ada masalah. Dari wilayah paling Timur Sumut sampai Pulau Nias, itu harganya sama. Setiap pedagang mengambil dari Bulog dengan harga Rp14.500 per liter dan mereka wajib menjual ke konsumen dengan HET Rp15.700 per liter," ujar Budi, Kamis (14/5/2026).
Dikatakan Budi, penugasan distribusi minyak goreng rakyat kepada BUMN Pangan yakni Bulog dan ID FOOD diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng.
Merujuk beleid tersebut, Bulog bertindak sebagai distributor pertama (D-1) yang menyerap produksi Domestic Market Obligation (DMO) dari perusahaan (produsen) dan menyalurkan langsung ke pedagang pengecer maupun retailer sesuai ketentuan yang berlaku.
Harga jual Minyakita dari Bulog ke pedagang pengecer sudah ditetapkan, yakni Rp14.500 per liter. Pedagang pengecer diperbolehkan mengambil selisih, namun dilarang menjual Minyakita lebih dari Rp15.700 per liter ke konsumen.
Dia pun menjamin harga jual Minyakita belakangan yang tembus Rp21.000 per liter tak berasal dari mitra resmi Bulog.
Budi menyebut pedagang pengecer mitra Bulog semuanya terdata dalam SIMIRAH, platform digital yang dibangun Kementerian Perindustrian untuk mengawasi tata kelola minyak goreng curah dari hulu ke hilir. Di Sumut sendiri tercatat ada sekitar 4.500 pedagang pengecer yang menjadi mitra Bulog Sumut.
Akan tetapi, porsi distribusi minyak goreng rakyat oleh BUMN Pangan masih jauh di bawah pihak swasta, hanya 35% dari total DMO.
"Sebanyak 65% lagi, produsen (pabrik) minyak goreng rakyat mendistribusikan minyak goreng ke distributor mitra mereka," kata Budi.
Saat ini, ada 17 perusahaan yang ditunjuk menjadi produsen Minyakita di Sumut. Sebanyak 11 diantaranya disebut Budi memproduksi dan memasok Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut melalui Bulog.
Sedangkan sisanya diperkirakan memasok kebutuhan untuk daerah lain seperti yang diamanahkan dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2025.
Budi mengatakan Bulog selalu siap menyediakan pasokan untuk mendukung terjaganya stabilitas harga.
Sepanjang Januari hingga April 2026, Bulog Sumut telah menerima 7,45 juta liter minyak goreng DMO ke pasar umum. Per Rabu (13/5/2026), masih tersisa sekitar 800.000 liter minyak goreng rakyat yang ditarget habis terdistribusi ke pasar-pasar jelang akhir bulan ini.