Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki pertengahan tahun 2026, menjadi momen para mahasiswa, untuk mencari kost baru, baik yang akan memulai hidup perantauan sebagai mahasiswa baru maupun mereka yang ingin sekadar berganti suasana setelah naik tingkatan.
Riset Cove menemukan bahwa mahasiswa hanya membutuhkan waktu singkat dalam mencari kost, menggemari privasi dan kemudahan, serta mengutamakan lokasi serta keterjangkauan harga.
Survei ini dilakukan sepanjang tahun 2025 secara daring kepada 166 penghuni Cove di Jabodetabek, Bali, Bandung, dan Surabaya. Responden terpilih merupakan penghuni Cove yang menyewa properti dengan tujuan mendukung kebutuhan pendidikan mereka.
“Mahasiswa yang menempati 12,5 persen dari seluruh penghuni Cove memiliki kebutuhan yang sangat spesifik. Mereka menuntut keseimbangan dalam ruang tinggal selayaknya segmen penghuni yang lain: kebutuhan akan kemudahan, ketenangan pribadi, produktivitas, dan interaksi sosial. Tapi di saat yang sama, mereka beroperasi dengan alokasi anggaran yang jauh lebih ketat dibandingkan demografi lain, umumnya pada kisaran bujet Rp2 juta per bulannya. Dengan kebutuhan tersebut, co-living bisa menjadi solusi yang paling efisien, menggabungkan hunian mereka dan segala kebutuhan akademik maupun sosial mereka, dalam pilihan harga sewa yang lebih beragam,” ungkap Dian Paskalis, Country Director of Growth & VP of Online Marketing, Cove.
Sebanyak 63 persen mahasiswa yang menghuni menyatakan bahwa mereka hanya membutuhkan waktu di bawah satu bulan untuk memilih kost idaman mereka.
Selain karena tuntutan waktu yang singkat selagi menyiapkan administrasi perkuliahan, perkembangan internet juga menjadi alasan besar mengapa mahasiswa mulai beranjak dari metode konvensional seperti mencari kost dengan berkeliling secara langsung.
Riset ini menemukan bahwa tiga saluran utama yang digunakan untuk menemukan properti adalah konten TikTok Cove (22 persen), pencarian Google dan Google Maps (18 persen), serta informasi dari keluarga maupun teman (17 persen).
Dua dari tiga saluran tersebut adalah platform yang mengakomodir konten visual terkait kamar, di mana mereka bisa melihat kondisi kamar langsung dari penyedia kost sekaligus ulasan organik dari orang-orang yang pernah tinggal di properti tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai generasi yang digital-first, mahasiswa kini memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih tinggi kepada konten di internet dalam mengambil keputusan terkait hunian.
Mayoritas (73 persen) mahasiswa berada di rentang usia 18 hingga 24 tahun. Bagi banyak individu dalam kelompok usia ini, pengalaman tinggal di Cove menjadi langkah perdana mereka hidup mandiri jauh dari keluarga sebagai mahasiswa penuh waktu.
Lebih dari setengah berasal dari Pulau Jawa, diikuti dengan Sumatera, dan Kalimantan. Dalam mencari kost, Jakarta masih menjadi area favorit mereka dengan tiga lokasi teratas yaitu Jakarta Selatan (26 persen), Jakarta Barat (18 persen), dan Jakarta Pusat (16 persen), di mana sejumlah universitas negeri dan swasta ternama dapat ditemukan di sekitarnya.
Alih-alih mencari teman sekamar untuk memulai hidup perantauan mereka, nyatanya mahasiswa memiliki preferensi yang kuat untuk privasi. 9 dari 10 mahasiswa menyatakan bahwa mereka memilih untuk tinggal di kamar sendirian.
Selain privasi, mahasiswa juga menginginkan pengalaman tinggal yang bebas repot, baik untuk hidup mereka di dalam maupun di luar kamar. Responden menyatakan bahwa tiga alasan utama mereka memilih Cove adalah fasilitas kamar yang lengkap (14 persen), jarak ke kampus (12 persen), dan pelayanan yang mereka dapatkan dengan harga sewa seperti wifi, pembersihan ruangan, atau laundry (11 persen).
Di balik singkatnya waktu pencarian kost, mahasiswa menyampaikan bahwa mereka tetap dihadapkan pada sejumlah hambatan selama mencari kost. Menariknya, ada dua tantangan terbesar yang dihadapi menduduki peringkat pertama secara bersamaan, yaitu sulitnya menemukan kost di lingkungan yang terjamin keamanan dan kenyamanannya, serta lokasi kost yang kurang strategis.
Menyusul faktor lokasi, tantangan terbesar kedua yang ditemui mahasiswa adalah menemui kost yang disukai, namun harga sewanya tidak sesuai dengan bujet mereka. Sebanyak 40 persen mahasiswa di Cove menyatakan bahwa mereka memiliki alokasi dana bulanan sebesar Rp2-5 juta, yang harus mereka bagi antara kebutuhan kost, pengeluaran sehari-hari, dan gaya hidup. Temuan ini sejalan dengan bagaimana Cove Basics, segmen properti Cove dengan rata-rata harga sewa bulanan Rp2 juta, menjadi pilihan favorit para penghuni mahasiswa.