Bisnis.com, JAKARTA — PT Putra Mandiri Jembar Tbk. (PMJS) mengantongi kontrak jumbo dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) senilai Rp10,8 triliun untuk pengadaan 20.600 unit truk KopDes Merah Putih.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (7/4/2026), kontrak tersebut menandai dimulainya implementasi proyek jumbo antara entitas anak PMJS, PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO), dan Agrinas pada 6 April 2026.
Perjanjian pengadaan ini mencakup penyediaan 20.600 unit kendaraan truk 6 ban untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Adapun, DIPO bertindak sebagai dealer resmi yang ditunjuk oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors untuk menyediakan unit kendaraan sesuai spesifikasi serta layanan purna jual.
Realisasi ini terjadi setelah terpenuhinya dua prasyarat utama, yakni penerbitan bank garansi dari Bank BNI dan penerimaan uang muka dari Agrinas kepada DIPO senilai Rp2,84 triliun.
Manajemen menegaskan tidak terdapat hubungan afiliasi antara DIPO dan Agrinas Pangan Nusantara dalam transaksi tersebut. Nilai kontrak mencapai Rp10,835 triliun, menjadikannya salah satu kontrak signifikan bagi lini usaha distribusi kendaraan perseroan.
Perseroan menyebut kontrak ini akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional DIPO, terutama dalam meningkatkan kondisi bisnis keuangan PMJS.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Selasa (31/3/2026), Agrinas menyebut total pengadaan impor kendaraan untuk mendukung operasional KopDes Merah Putih mencapai 160.000 unit yang berasal dari China, Jepang, hingga India.
Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan anggaran untuk importasi ratusan ribu unit kendaraan tersebut mencapai Rp200 triliun. Dia juga memastikan anggaran untuk pengadaan tersebut telah disiapkan.
“Kan anggarannya sudah dikeluarin Rp200 triliun,” kata Joao saat ditemui seusai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (31/3/2026).
Secara terperinci, 160.000 unit kendaraan yang disiapkan untuk operasional KopDes/Kel Merah Putih tersebut berasal dari China, Jepang, dan Korea. Adapun, pengadaan yang dilakukan merupakan tipe 4x4.
“160.000 itu terdiri dari 13.600 itu dari Jepang atau dari Mitsubishi. 10.000 dari Hino dari Jepang, 900 dari Isuzu dari Jepang, foton 13.000 dari China, baru sisanya dari India yang datang,” urainya.
Lebih lanjut, Joao menegaskan kendaraan tersebut mayoritas merupakan unit impor, terutama untuk tipe tertentu seperti penggerak empat roda.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.