Bisnis.com, PADANG ARO - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar), dilema menghadapi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 yang kian menipis sementara kegiatan strategis yang harus dilakukan pada tahun 2026 masih banyak.
Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi mengatakan pada tahun 2026 ini Kabupaten Solok Selatan memperoleh alokasi anggaran dari luar APBD sebesar Rp264 miliar atau setara 34% dari total APBD yang telah diperuntukkan yakni stimulan perumahan.
"Dana senilai Rp264 miliar atau 34% dari APBD tahun anggaran 2026 sudah dikantongi untuk membiayai sejumlah kegiatan strategis," ucap Yulian Efi dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2026).
Yulian menjelaskan adapun peruntukan alokasi anggaran itu untuk stimulan perumahan swadaya sebanyak 300 unit senilai Rp6 miliar dan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sungai Aro sebesar Rp42 miliar yang didukung jaringan sambungan rumah dari APBD senilai Rp2,5 miliar, kemudian juga ada 2 unit jembatan gantung senilai Rp20 miliar serta preservasi jalan dan jembatan pada sejumlah ruas strategis.
Dia menambahkan, selain itu terdapat pula program Inpres jalan daerah, pengendalian banjir Batang Suliti dan Batang Bangko, serta peningkatan jalan Padang Aro-Lubuk Malako-Abai-Sungai Dareh.
Di satu sisi, saat ini masih banyak permasalahan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya akses dan konektivitas wilayah, kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi pelayanan pemerintahan.
Oleh karena itu, arah kebijakan pembangunan daerah tahun depan akan difokuskan pada optimalisasi daya saing daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, serta hilirisasi ekonomi daerah dengan tetap menjadikan program unggulan sebagai prioritas utama.
Sementara itu, Anggota DPRD Solok Selatan Albert Arifin mengatakan parlemen akan terus mengawal setiap perencanaan pembangunan daerah sehingga pembangunan yang dianggarkan setiap tahun dalam APBD dipastikan dapat merata di seluruh wilayah.
"Semua kegiatan pembangunan tersebar di seluruh wilayah sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah serta kewenangannya," tegasnya.
Menurutnya masyarakat juga harus memanfaatkan semaksimal mungkin forum seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di setiap nagari/desa untuk memasukkan usulan kegiatan pembangunan yang dibutuhkan.
Misalnya untuk Kecamatan Sungai Pagu, dalam Musrenbang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 diusulkan beberapa kegiatan yang dibagi dalam 3 kelompok.
Kemudian pada bidang infrastruktur dan pengembangan wilayah, diusulkan pemeliharaan jalan berkala di Jorong Ipuah Pasir Jambu, penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU) di Jorong Kiambang Jaya, pembangunan jembatan di Nagari Bomas, dan rehabilitasi jalan di Kampung Tarandam.
Selanjutnya untuk bidang ekonomi diusulkan pembangunan/rehabilitasi sarana dan prasarana olahraga di Pasir Talang, Pasir Talang Barat, dan Sako Selatan Pasia Talang, serta rehabilitasi sarana dan prasarana destinasi pariwisata di Jorong Kampung Nan Lino dan Jorong Lubuk Jaya.
"Kemudian di bidang pemerintahan dan pembangunan manusia diusulkan pembangunan pagar, sanitasi, toilet, area parkir, halaman, dan lapangan di 3 sekolah dasar," tutupnya.