Bisnis.com, PURWOKERTO - Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan sesuai dengan latar belakang ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi. Lebih daripada itu, para mahasiswa juga mesti menguasai keterampilan pengelolaan keuangan serta keterampilan lain yang bisa mendukung pemasukan mereka di masa mendatang.
"Dari sekarang, perlu mulai dipikirkan skill apa yang bisa menghasilkan uang. Karena kalau mengelola uang berkaitan dengan literasi keuangan, maka menghasilkan uang itu berkaitan dengan networking, experience, dan skill. Semakin banyak skill yang dipunya, semakin besar pula potensi menghasilkan uangnya," kata Edo Velandika, Community Manager Bank Jago, melalui paparan yang disampaikannya dalam acara Bisnis Indonesia Goes to Campus 2025 yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Selasa (25/11/2025).
Dika, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa salah satu keterampilan pengelolaan keuangan yang penting untuk dikuasai para mahasiswa adalah kemampuan untuk melakukan penganggaran atau budgeting. Dalam hal ini, rasio 50:30:20 bisa menjadi strategi penganggaran yang relevan bagi mahasiswa.
Rasio penganggaran tersebut dibagi ke dalam tiga pos pengeluaran utama. Yaitu pengeluaran fixed yang terdiri dari kebutuhan harian, pengeluaran fun untuk hiburan dan gaya hidup, serta tabungan atau futures.
"Komposisi tadi bisa berubah, karena bisa jadi fixed cost-nya berubah karena kita memasuki fase hidup yang baru," lanjut Dika. Untuk menerapkan strategi tersebut, Bank Jago memiliki fitur Kantong yang bisa digunakan untuk memudahkan penganggaran.
Dika melanjutkan bahwa selain mendisiplinkan diri untuk melakukan penganggaran, para mahasiswa juga mesti memulai untuk mengumpulkan dana darurat yang terdiri dari 3 kali pengeluaran bulanan atau fixed cost.
"Kalau fixed cost Rp3 juta, maka dana darurat yang dibutuhkan Rp9 juta. Artinya, kalau belum ada tabungan Rp9 juta, maka kita berada dalam kondisi finansial yang cukup rentan," jelasnya.
Strategi pengelolaan keuangan itu, kata Dika, memang bersifat defensif. Strategi itu belum memasukkan variabel kenaikan harga kebutuhan, inflasi, ataupun bertambahnya kebutuhan mahasiswa seiring berjalannya waktu. Untuk itu, keterampilan untuk menghasilkan pendapatan juga sama pentingnya untuk dikuasai.
"Gunakan tools yang relevan buat teman-teman mahasiswa, kalau Bank Jago bisa bagi-bagi pengeluaran dengan fitur Kantong, manfaatkan saja. Kalau lebih nyaman dengan sistem cash di amplop, silakan gunakan. Yang terpenting, protect yourself. Jangan mudah mengeluarkan uang," jelas Dika.