Bisnis.com, JAKARTA – Menjalin hubungan yang sehat tidak hanya soal cinta, tetapi juga tentang bagaimana pasangan menghadapi perubahan hidup bersama.
Menurut Australian Psychological Society, pasangan yang berhasil melalui fase transisi hidup adalah mereka yang meluangkan waktu untuk berdiskusi tentang cara mengelola perubahan bersama.
Kebiasaan mengekspresikan emosi positif dan perilaku yang konsisten, serta saling melihat pasangan dengan pandangan positif, terbukti dapat melindungi hubungan dari naik-turunnya kehidupan sehari-hari dan membuatnya lebih stabil serta sukses.
Selain itu, memaafkan kesalahan dan mengekspresikan rasa syukur berdampak positif pada kualitas hubungan, sekaligus menghadapi tantangan kecil bersama dapat meningkatkan kemampuan pasangan dalam mengatasi masalah di masa depan.
Kunci lain hubungan yang sehat adalah kemampuan mendengarkan dan memahami sudut pandang pasangan, sekaligus berbagi pengalaman dan bekerja sama dalam memecahkan masalah agar hubungan menjadi lebih kuat baik saat menghadapi masa sulit maupun menikmati momen bahagia.
Mengutip Psychology Today, berikut kualitas yang menjadi tanda hubungan yang kuat:
1. Kepercayaan (Trust)
Hubungan yang sehat dibangun dari kepercayaan, dimana masing-masing pasangan terbukti dapat diandalkan. Mereka menahan diri untuk tidak menyakiti perasaan pasangan meski tergoda melakukan hal yang merugikan.
2. Keaslian (Authenticity)
Pasangan yang sehat adalah mereka yang bisa menjadi diri sendiri tanpa berpura-pura. Mereka menghargai perbedaan dan keunikan satu sama lain.
3. Kejujuran (Honesty)
Hidup dalam hubungan yang sehat berarti saling berkata jujur, tapi tetap dengan kasih sayang. Kebenaran disampaikan sebagai bentuk perhatian, bukan senjata untuk menyakiti.
4. Pemahaman (Understanding)
Pasangan yang sehat memahami latar belakang dan konteks hidup masing-masing. Mereka tahu bukan hanya “apa” yang terjadi, tapi juga “mengapa” hal itu terjadi.
5. Penerimaan (Acceptance)
Hubungan melibatkan risiko sakit hati, tapi pasangan yang sehat menerima konsekuensi itu. Mereka memahami bahwa rasa sakit kadang menjadi bagian dari kedekatan.
6. Saling Memberi (Give and Take)
Hubungan yang harmonis menambah nilai dalam hidup masing-masing. Meski tidak selalu seimbang, ada prinsip saling memberi dan menerima agar hubungan tetap sehat.
7. Rasa Hormat (Respect)
Hormat menjadi fondasi hubungan yang langgeng. Tanpa rasa hormat, mudah terjadi kebohongan, ejekan, atau perselingkuhan yang bisa menghancurkan hubungan.
8. Tidak Mementingkan Diri Sendiri (Unselfishness)
Pasangan yang sehat menempatkan kepentingan bersama. Mereka peduli pada keinginan dan pendapat pasangan, bukan hanya diri sendiri.
9. Kasih Sayang (Affection)
Hubungan yang harmonis dipenuhi kasih sayang tulus. Pasangan menikmati waktu bersama karena mereka benar-benar menyukai satu sama lain.
10. Kegembiraan (Joyfulness)
Pasangan yang sehat sering tertawa bersama, merayakan momen kecil, dan menemukan kebahagiaan di hal-hal sederhana. Hubungan yang berkembang adalah hubungan yang penuh sukacita dan kebersamaan.