Bisnis.com, JAKARTA — PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) menyoroti banyak perempuan yang mengesampingkan kesehatan dan kesiapan finansialnya demi memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
Berdasarkan survei Sun Life terhadap 3.001 responden di enam pasar Asia pada Januari 2026, sebanyak 57% perempuan Indonesia pernah mengabaikan perawatan medis untuk mendukung anak atau orang tua dan lansia.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan termuak tersebut mencerminkan bahwa banyak perempuan di Indonesia yang secara sukarela berkorban tanpa diminta. Dalam menjaga keluarga, perempuan seringkali mengorbankan kesehatan, rasa aman, dan rencana finansial mereka sendiri.
“Peran ini patut dihargai dan dihormati, sekaligus didukung dengan solusi dan pendampingan yang membantu perempuan tetap bisa memprioritaskan keluarga tanpa harus mengesampingkan masa depan mereka,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pads Rabu (8/4/2026).
Adapun, pengorbanan finansial ini terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari mengurangi pengeluaran pengeluaran pribadi untuk rekreasi (82%), membatasi peluang investasi (30%), hingga menunda tabungan pensiun (28%). Di saat yang sama, 51% menyebut biaya kesehatan yang tinggi menjadi salah satu hambatan utama menuju keamanan finansial.
Tidak sampai di situ, survei menegaskan kuatnya realitas sandwich generation di Indonesia. Sebanyak 96% perempuan memperkirakan akan menopang perawatan lansia orang tua mereka, baik saat ini maupun di masa depan, tetapi hanya 26% yang sudah menyisihkan setidaknya 10% dari pendapatan mereka untuk kebutuhan tersebut.
“Akibatnya, mereka harus menanggung triple penalty dari peran pengasuhan. 59% mengatakan tanggung jawab pengasuhan menghambat peningkatan keamanan finansial, 47% berdampak pada karier, dan 47% membatasi kemampuan mereka untuk merawat diri sendiri,” kata Albertus.
Di tengah tekanan tersebut, perempuan Indonesia juga memainkan peran penting dalam keuangan rumah tangga. Sebanyak 62% mengatakan mereka menjadi pengambil keputusan terakhir dalam keputusan keuangan keluarga, bahkan mencapai 92% untuk mereka yang menjadi tulang punggung (breadwinner) keluarga.
Kendati demikian, meski tanggung jawabnya besar, hanya 13% yang saat ini aktif melibatkan penasihat keuangan profesional.
Albertus meneruskan bahwa keamanan finansial jangka panjang juga masih menjadi beban pikiran perempuan Indonesia. Pasalnya, meski 63% perempuan Indonesia merasa kondisi finansial mereka lebih baik dibanding ibu mereka pada usia yang sama, tapi hanya 19% yang merasa sangat siap menghadapi peristiwa finansial besar yang tak terduga.
“Temuan ini menunjukkan bahwa di tengah peran perempuan yang semakin besar dalam mengelola keuangan keluarga, kerentanan terhadap guncangan finansial masih tetap menjadi kekhawatiran terbesar mereka,” pungkasnya.