Bisnis.com, CIREBON- Jumlah penumpang kereta api di Jawa Barat pada Februari 2026 tercatat mengalami penurunan cukup dalam secara bulanan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat total penumpang yang berangkat dari dua daerah operasi, yakni Daop 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon, mencapai 1.968.448 orang atau turun 17,73% dibandingkan Januari 2026 yang sebanyak 2.392.708 orang.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggoro Wati, mengatakan penurunan ini terjadi merata di kedua wilayah operasi, meskipun kontribusi terbesar tetap berasal dari Daop 2 Bandung.
“Sebagian besar penumpang kereta api di Jawa Barat masih didominasi oleh Daop 2 Bandung dengan porsi lebih dari 90%,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Secara rinci, Daop 2 Bandung mencatat jumlah penumpang sebanyak 1.821.575 orang atau setara 92,54% dari total penumpang pada Februari 2026. Sementara itu, Daop 3 Cirebon hanya menyumbang 146.873 penumpang atau sekitar 7,46%.
Kesenjangan ini menunjukkan ketimpangan signifikan antara dua wilayah operasi tersebut. Daop 2 Bandung yang mencakup wilayah dengan mobilitas tinggi, termasuk kawasan aglomerasi dan penyangga ibu kota, masih menjadi tulang punggung pergerakan penumpang kereta api di Jawa Barat. Sebaliknya, Daop 3 Cirebon yang melayani wilayah pesisir utara dan sebagian jalur pantura masih memiliki pangsa pasar yang jauh lebih kecil.
Penurunan jumlah penumpang juga terjadi pada masing-masing daerah operasi. Di Daop 2 Bandung, jumlah penumpang turun sebesar 17,88% atau berkurang 396.551 orang dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara di Daop 3 Cirebon, penurunan tercatat sebesar 15,87 persen atau berkurang 27.709 orang.
Meski secara persentase penurunan di Daop 3 Cirebon sedikit lebih rendah dibanding Bandung, secara absolut penurunan di wilayah ini relatif kecil karena basis penumpangnya memang jauh lebih sedikit. Hal ini menegaskan bahwa fluktuasi di Daop 2 Bandung lebih berpengaruh terhadap total kinerja penumpang kereta api di Jawa Barat.
Menurut Margaretha, penurunan secara month to month ini dipengaruhi oleh faktor musiman, termasuk berakhirnya periode libur panjang dan normalisasi aktivitas masyarakat. “Pergerakan penumpang biasanya mengalami koreksi setelah periode liburan, sehingga angka Februari cenderung lebih rendah dibanding Januari,” jelasnya.
Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year), kinerja penumpang kereta api di Jawa Barat masih menunjukkan tren positif. Secara total, jumlah penumpang meningkat sebesar 2,33%.
Kenaikan tahunan ini juga terjadi di kedua daerah operasi. Daop 2 Bandung mencatat pertumbuhan sebesar 2,35 persen, sedangkan Daop 3 Cirebon tumbuh 2,11 persen. Meski pertumbuhannya relatif sejalan, kesenjangan volume penumpang antara kedua wilayah tetap menjadi catatan penting.
Dominasi Daop 2 Bandung menunjukkan kuatnya permintaan transportasi berbasis rel di wilayah selatan dan tengah Jawa Barat, terutama yang terhubung dengan kawasan perkotaan besar. Sementara itu, Daop 3 Cirebon masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan jumlah penumpang, baik dari sisi konektivitas, frekuensi perjalanan, maupun daya tarik layanan.
BPS juga mencatat, data penumpang dalam laporan ini belum mencakup moda transportasi kereta cepat Whoosh dan LRT Jabodebek. Selain itu, sejak April 2022, data penumpang lokal dari Daop 2 telah terintegrasi dengan Wilayah II PT Kereta Commuter Indonesia yang mencakup Jabodetabek dan sebagian Daop 1.