Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp1,385 triliun kepada 26.725 debitur hingga akhir Mei 2026.
"Total penyaluran KUR sampai dengan 31 Mei 2026 sebesar Rp1,385 triliun untuk 26.725 debitur, naik Rp240,84 miliar atau 21,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu Provinsi NTT Adi Setiawan di Kupang, Jumat.
Hal itu disampaikannya berkaitan dengan dukungan APBN terhadap pelaku usaha melalui pembiayaan program KUR di Provinsi NTT.
Ia menjelaskan penyaluran KUR terbesar berada di Kota Kupang sebesar Rp175,51 miliar untuk 1.966 debitur, diikuti Kabupaten Sikka sebesar Rp104,76 miliar untuk 2.38 debitur, sedangkan yang terendah di Kabupaten Sabu Raijua sebesar Rp1,97 miliar untuk 43 debitur.
Menurut Adi, sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran KUR dengan nilai Rp655,18 miliar atau 47,27 persen dari total penyaluran. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp277,08 miliar atau 19,99 persen.
"Dari yang saya lihat, disparitas atau perbedaan antarwilayah belum banyak berubah. Meski sempat dilakukan telaah lebih jauh, ada beberapa daerah yang progres penurunannya justru melambat," ujarnya.
Ia berharap kontribusi sektor pertanian dalam penyaluran KUR dapat terus ditingkatkan karena apabila komoditas pokok dapat dihasilkan secara mandiri di daerah, ketergantungan dan sensitivitas inflasi terhadap biaya logistik dapat dikurangi.
Adi juga menyampaikan Bank BRI masih menjadi penyalur KUR terbesar dengan realisasi Rp1,133 triliun kepada 24.753 debitur.
Adapun skema KUR mikro mendominasi penyaluran dengan nilai Rp1,001 triliun kepada 25.227 debitur.
Selain itu, penyaluran KUR Kredit Perumahan (KUR-KPP) mencapai Rp144,28 miliar yang terdiri atas demand rumah sebesar Rp68,87 miliar untuk 359 debitur dan supply rumah sebesar Rp75,42 miliar untuk 38 debitur.
"Ke depan Kanwil DJPb NTT terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga penyalur agar penyaluran KUR lebih merata dan semakin optimal," kata Adi.
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026