Bisnis.com, JAKARTA — Mudik Lebaran menjadi tradisi tahunan yang dinanti banyak masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun perjalanan jauh dengan waktu tempuh yang panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi para pemudik.
Kondisi perjalanan yang padat, kelelahan, serta perubahan pola makan sering menjadi faktor yang memicu munculnya berbagai penyakit. Karena itu, pemudik perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Dilansir dari laman resmi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Sekretaris Bidang Pusat Krisis Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat PB IDI, Dr. Moh. Fachrurrozy Basalamah, menjelaskan gangguan kesehatan saat mudik sering dipicu oleh pola makan yang tidak terjaga selama perjalanan. Makanan yang tidak higienis maupun terlalu pedas dan asam dapat memicu gangguan pencernaan.
Selain itu, pemudik juga dianjurkan untuk menjaga asupan cairan tubuh selama perjalanan. Konsumsi air putih yang cukup serta memilih makanan yang bersih dan matang dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Menurut Dr. Moh. Fachrurrozy Basalamah, berikut penyakit yang perlu diantisipasi saat mudik Lebaran beserta cara mengatasinya:
1. Diare
Diare sering terjadi saat perjalanan jauh karena perubahan pola makan atau konsumsi makanan yang kurang higienis. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga membuat tubuh terasa lemas.
Untuk menghindarinya, pemudik sebaiknya memilih makanan yang matang dan bersih selama perjalanan. Selain itu, biasakan mencuci tangan sebelum makan serta menghindari minuman atau makanan dari tempat yang kebersihannya tidak terjamin.
2. Demam
Perjalanan mudik yang panjang dapat membuat tubuh mengalami kelelahan. Kondisi tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah mengalami demam.
Agar kondisi tubuh tetap terjaga, pemudik disarankan tidur cukup sebelum berangkat. Jika perjalanan berlangsung lama, usahakan beristirahat sejenak agar tubuh tidak terlalu lelah.
3. Sembelit
Sembelit dapat muncul akibat perubahan pola makan selama perjalanan. Kurangnya asupan serat dan cairan sering menjadi penyebab utama gangguan pencernaan ini.
Untuk mencegahnya, pemudik dianjurkan tetap mengkonsumsi buah dan sayuran yang kaya serat. Kebutuhan cairan tubuh juga perlu dijaga dengan minum air putih secara cukup selama perjalanan.
4. Mabuk Perjalanan
Sebagian orang mengalami mabuk perjalanan ketika menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan darat. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa mual, pusing, hingga muntah.
Agar risiko mabuk perjalanan berkurang, pemudik sebaiknya memilih posisi duduk yang stabil dan menghadap ke depan. Mengurangi penggunaan gawai atau membaca terlalu lama juga dapat membantu menjaga kenyamanan selama perjalanan.
5. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
Keramaian saat mudik membuat seseorang lebih mudah terpapar virus penyebab flu atau pilek. Risiko penularan dapat meningkat terutama jika kondisi tubuh sedang menurun.
Untuk mengurangi kemungkinan tertular, pemudik perlu menjaga kebersihan diri serta menggunakan masker ketika berada di tempat ramai. Menjaga daya tahan tubuh dengan makan teratur dan istirahat cukup juga dapat membantu mencegah infeksi pernapasan.
Source:
https://idionline.org/article/5-penyakit-yang-harus-diantisipasi-saat-mudik-lebaran