Whitesky ingin menjadi bagian dari proses tersebut dengan menghadirkan infrastruktur dan kolaborasi yang relevan bagi Indonesia
Tangerang (ANTARA) - Perusahaan swasta nasional PT Whitesky Aviation Group mendorong pengembangan infrastruktur heliport untuk menunjang keberlangsungan mobilitas Electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) di Indonesia.
"Jika kita berbicara tentang eVTOL, kita tidak hanya berbicara tentang aircraft. Kita berbicara tentang ekosistem yang harus disiapkan sejak awal, mulai dari infrastruktur, regulasi, operator, keselamatan, hingga konektivitas dengan moda transportasi lainnya," kata CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja dalam agenda “Welcoming the Future of Air Mobility” bersama SkyDrive Inc di Tangerang, Selasa.
Menurut Denon, masa depan mobilitas udara tidak dapat hanya dilihat dari kehadiran teknologi pesawat, melainkan harus adannya ekosistem yang lebih luas, mulai dari infrastruktur heliport dan vertiport, kesiapan operator, standar keselamatan, manajemen ruang udara, regulasi, hingga integrasi dengan transportasi darat.
"Whitesky ingin menjadi bagian dari proses tersebut dengan menghadirkan infrastruktur dan kolaborasi yang relevan bagi Indonesia," katanya.
Ia bilang, melalui penguatan infrastruktur heliport menjadi langkah penting karena teknologi seperti eVTOL membutuhkan titik keberangkatan dan kedatangan yang aman, terintegrasi, dan sesuai dengan standar
operasional penerbangan.
"Melalui Cengkareng Heliport dan rencana pengembangan jaringan heliport di berbagai wilayah strategis, Whitesky Group memposisikan diri sebagai salah satu pelaku swasta yang mendorong kesiapan infrastruktur mobilitas udara masa depan di Indonesia," jelasnya.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki Cengkareng Heliport dan tengah mengembangkan infrastruktur heliport di Balikpapan. Rencana ini sejalan dengan kebutuhan konektivitas udara jarak pendek, terutama untuk kawasan bandara, pusat bisnis, wilayah industri, destinasi pariwisata, dan kawasan strategis nasional.
"Selain itu, Whitesky juga memiliki visi untuk mengembangkan jaringan sekitar 20–30 heliport di berbagai wilayah strategis Indonesia," tuturnya.
Dalam konteks pengembangan eVTOL, kata dia, heliport dan vertiport akan menjadi elemen penting untuk menentukan kesiapan operasional.
Dimana, teknologi mobilitas udara masa depan membutuhkan lokasi yang tidak hanya dapat menjadi titik lepas landas dan pendaratan, tetapi juga memiliki aksesibilitas, sistem keselamatan, dukungan operasional, dan koneksi dengan transportasi darat.
"Cengkareng Heliport menjadi contoh bagaimana infrastruktur yang sudah ada dapat menjadi ruang awal untuk memperkenalkan teknologi eVTOL kepada pemerintah, industri, investor, akademisi, dan publik," paparnya.
Sebagai negara kepulauan dengan kebutuhan konektivitas yang luas, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan mobilitas udara jarak pendek. Namun, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh jaringan infrastruktur yang aman, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Selain itu, melalui pengembangan heliport dan vertiport juga membuka peluang baru bagi investor. Infrastruktur mobilitas udara dapat menjadi bagian dari rantai nilai baru yang mencakup konektivitas bandara-kota, layanan transportasi premium, mobilitas kawasan industri, pariwisata, medical evacuation, hingga layanan pendukung operasional lainnya.
"Dalam jangka panjang, kesiapan infrastruktur akan menentukan seberapa jauh eVTOL dapat dikembangkan secara berkelanjutan di Indonesia," ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan menghadirkan SkyDrive dan mengembangkan jaringan heliport, Whitesky berupaya membuka jalur awal bagi Indonesia untuk masuk ke dalam percakapan global mengenai eVTOL dan Urban Air Mobility.
Sehingga melalui pengenalan ini, diharapkan menjadi langkah awal untuk memahami bagaimana mobilitas udara dapat berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
"Bagi pemerintah, inisiatif ini dapat menjadi ruang kolaborasi untuk melihat kebutuhan regulasi dan keselamatan dari sisi praktis industri. Bagi investor, pengembangan infrastruktur heliport dan vertiport menunjukkan bahwa masa depan eVTOL memiliki dimensi bisnis yang lebih luas daripada teknologi pesawat semata," kata dia.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026