Bisnis.com, JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melaporkan di tengah berbagai tantangan, termasuk harga avtur, pengembangan jaringan penerbangan melalui hadirnya maskapai maupun rute baru terus berlanjut.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan, maskapai yang baru saja membuka rute penerbangan di bandara InJourney Airports adalah T’way Air yang melayani rute Bandara Soekarno-Hatta—Bandara Incheon (Korea Selatan) mulai 29 April 2026.
Kemudian pada Mei 2026, maskapai Scoot—anak usaha Singapore Airlines—akan membuka rute Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung—Bandara Changi Singapura dan pada Juni 2026 untuk rute Bandara Supadio Pontianak—Bandara Changi.
“Lalu, Spring Airlines mulai Juni 2026 direncanakan melayani rute dari Guangzhou dan Shenzen ke Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (3/5/2026).
Bukan hanya itu, Pahlevi menyampaikan bahwa sejumlah maskapai juga memiliki peluang besar membuka rute di berbagai bandara InJourney Airports, yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Misalnya, seperti Centrum Air yang akan melayani rute Toshkent, Uzbekistan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kemudian Greater Bay Airlines yang akan terbang perdana Hongkong menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Pengembangan tersebut pun berangkat dari ikut sertanya InJourney Airports dalam Routes Asia (14 - 16 April 2026) sebagai upaya pengembangan jaringan penerbangan di Asia Pasifik di tengah tantangan yang ada. Di dalam ajang tersebut, InJourney Airports menggelar pertemuan strategis dengan 28 maskapai dan 16 bandara.
Di pasar rute internasional, InJourney Airports menargetkan dalam 2 tahun ke depan untuk menambah frekuensi penerbangan rute eksisting dan membuka rute-rute baru.
“Ini sebagai dasar membangun konektivitas penerbangan jarak jauh [long haul] secara langsung atau direct flight dari bandara-bandara di Indonesia,” ungkapnya.
InJourney Airports bersama para pemangku kepentingan pun terus menjalankan berbagai strategi untuk meningkatkan jumlah layanan rute penerbangan baik domestik maupun internasional sepanjang tahun ini.
Sementara sepanjang tahun ini atau pada periode Januari—April 2026, sudah terdapat 53 rute penerbangan baru dioperasikan di berbagai bandara yang terdiri dari rute yang belum pernah dioperasikan sebelumnya serta penambahan layanan penerbangan baru.
Jumlah rute pada periode tersebut meningkat 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dengan penambahan 46 rute penerbangan.
Contoh rute yang belum pernah dioperasikan sebelumnya adalah Bandara Sam Ratulangi Manado - Bandara Naha Tahuna, yang kini dilayani Wings Air mulai Mei 2026.
Sementara itu, rute baru maskapai untuk menambah layanan penerbangan di rute eksisting semisal Garuda Indonesia pada Mei 2026 mulai membuka penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali—Bandara Mozes Kilangin Timika.
Pahlevi menegaskan bahwa pengembangan jaringan penerbangan ini merupakan langkah konkret dan nyata InJourney Airports menjadikan bandara sebagai agent of development untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan perekonomian serta kontribusi pada sektor pariwisata nasional.
Sejalan dengan ini, InJourney Airports akan selalu merespons tantangan yang ada, untuk memastikan konektivitas udara melalui peran Bandara tetap terjaga dan berkelanjutan.
Misalnya, tantangan konflik Timur Tengah yang menyebabkan harga avtur yang tinggi sehingga berdampak pada sentimen meningkatnya harga tiket pesawat.
Pihaknya pun terus memperkuat kolaborasi dengan ekosistem aviasi khususnya Airlines, Regulator, operator Bandara serta stakeholders lainnya untuk menjalankan berbagai strategi pengembangan rute agar bandara-bandara dapat terus meningkatkan jumlah rute penerbangan demi memenuhi permintaan konsumen dan meningkatkan persaingan pasar yang kompetitif.