Bisnis.com, JAKARTA — Bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri kerap menjadi periode dengan aktivitas belanja yang meningkat di Indonesia. Selain kebutuhan pokok, masyarakat juga mulai menyiapkan berbagai keperluan lain, termasuk busana untuk merayakan Lebaran.
Data dari platform e-commerce Shopee menunjukkan adanya lonjakan aktivitas pengguna selama periode Ramadan tahun ini. Selain memanfaatkan berbagai promo potongan harga, pengguna juga semakin aktif mencari inspirasi gaya berbusana menjelang Idulfitri.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengatakan selama kampanye Big Ramadan Sale terlihat perubahan pola aktivitas pengguna, mulai dari kebiasaan belanja hingga cara masyarakat mengisi waktu luang di ruang digital.
Menurutnya, Ramadan tidak hanya menjadi momen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas digital yang menjadi bagian dari rutinitas baru masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.
Salah satu tren yang terlihat adalah meningkatnya aktivitas pengguna pada fitur hiburan di aplikasi. Misalnya, permainan dalam aplikasi bertajuk Beduk Berkah tercatat dimainkan lebih dari 26,5 juta kali selama periode kampanye, dengan waktu bermain paling ramai sekitar pukul 04.00 WIB, bertepatan dengan waktu sahur.
Selain itu, fitur interaktif berbasis kecerdasan buatan bernama NegoNeko juga menarik minat pengguna. Fitur yang memungkinkan pengguna bernegosiasi harga melalui karakter virtual tersebut tercatat digunakan hingga sekitar 280 juta sesi percakapan sepanjang kampanye.
Tren Belanja Ramadan
Dari sisi tren belanja, kategori fashion muslim menjadi salah satu yang paling menonjol selama Ramadan. Pencarian dengan kata kunci “baju Lebaran” tercatat meningkat hingga tiga kali lipat selama kampanye berlangsung.
Hal ini menunjukkan masyarakat semakin aktif mencari inspirasi gaya sebelum menentukan busana yang akan dikenakan saat Idulfitri.
Beberapa jenis produk yang banyak diminati antara lain hijab pashmina, gamis brokat, rok satin, baju koko, hingga pakaian sarimbit keluarga. Tren tersebut mencerminkan minat masyarakat terhadap gaya busana muslim yang lebih elegan, fleksibel, namun tetap nyaman digunakan.
Bagi banyak orang, busana Lebaran kini tidak sekadar pakaian untuk hari raya, tetapi juga menjadi sarana mengekspresikan gaya pribadi dengan tetap mempertahankan unsur kesopanan.
Selain fashion, peningkatan transaksi juga terlihat pada kategori kebutuhan rumah tangga. Menariknya, aktivitas belanja tersebut banyak terjadi pada waktu sahur.
Pada puncak kampanye Big Ramadan Sale, Shopee mencatat penjualan produk dalam kategori makanan dan minuman tercatat meningkat lebih dari 13 kali lipat dibandingkan hari biasa pada jam yang sama.
Perubahan pola ini mencerminkan pergeseran ritme aktivitas masyarakat selama Ramadan. Banyak pengguna memanfaatkan waktu sahur untuk mencicil belanja kebutuhan rumah tangga, sehingga stok di rumah tetap tersedia tanpa mengganggu aktivitas di siang hari.
Beberapa produk yang paling sering dibeli pada waktu tersebut antara lain minyak goreng, mi instan, serta sabun cuci piring.
Aktivitas Belanja Tinggi di Sejumlah Daerah
Lonjakan transaksi juga terlihat di sejumlah daerah. Selama periode kampanye Ramadan, pengguna dari kota seperti Sidoarjo dan Karawang tercatat sebagai wilayah dengan aktivitas belanja fashion muslim tertinggi.
Fenomena ini menunjukkan tren fashion muslim semakin berkembang luas di berbagai daerah, sekaligus mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk fesyen, termasuk yang berasal dari brand lokal.
Secara keseluruhan, tren belanja selama Ramadan memperlihatkan bagaimana aktivitas digital semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari mencari inspirasi gaya, berbelanja kebutuhan rumah tangga, hingga menikmati hiburan di platform daring.