KOMPAS.com – Lembaga kursus bahasa Inggris, Leadership-English Institute (LEIT), meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Franchise & Business Concept (IFBC) 2026 yang digelar di Hall 1 ICE BSD, Tangerang, Sabtu (14/2/2026).
Dua penghargaan tersebut adalah Top Franchise Award 2026 dan Franchise of The Year 2026.
Ajang IFBC menjadi salah satu panggung penting bagi berbagai merek waralaba di Indonesia untuk menunjukkan performa dan reputasinya di industri.
Sementara itu, Top Franchise Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada brand franchise dengan tingkat brand awareness tinggi serta konsistensi kekuatan merek di mata konsumen.
Penilaian dilakukan oleh Majalahfranchise.com bersama Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) melalui survei obyektif yang mencakup monitoring popularitas pencarian digital, aktivitas media sosial, serta kunjungan ke situs resmi brand.
Raihan dua penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan strategi LEIT dalam membangun reputasi, menjaga kualitas produk dan layanan, serta mengembangkan sistem waralaba pendidikan yang profesional dan dipercaya masyarakat.
Berangkat dari kursus bahasa Inggris berbasis leadership
LEIT didirikan pada 18 September 2005 di Tangerang. Selama hampir dua dekade beroperasi, LEIT telah mendidik ribuan siswa dari berbagai latar belakang.
Pertumbuhan jumlah siswa dari waktu ke waktu menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pembelajaran yang ditawarkan LEIT.
Berbeda dari banyak lembaga kursus bahasa Inggris lainnya, LEIT menggabungkan pembelajaran bahasa dengan pengembangan nilai-nilai kepemimpinan. Pendekatan ini dirangkum dalam filosofi leadership values ICISD, yaitu integrity, compassion, intelligence, self-confidence, dan determination.
Nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan sebagai konsep, tetapi juga diintegrasikan dalam setiap pertemuan di kelas. Melalui pendekatan ini, LEIT mendorong siswa untuk mengatasi hambatan seperti rasa takut, keraguan diri, ataupun kecemasan saat berbicara menggunakan bahasa Inggris.
Ketika hambatan psikologis tersebut dapat diatasi, proses belajar bahasa Inggris menjadi lebih efektif. Siswa pun dapat mengembangkan kemampuan komunikasi dengan lebih cepat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Kurikulum berstandar internasional dan metode belajar yang menjadi pembeda
Dalam aspek kurikulum, LEIT menggunakan standar Common European Framework of Reference (CEFR) yang banyak digunakan di negara-negara Eropa sebagai acuan kemampuan berbahasa.
Standar tersebut membantu mengukur kemampuan siswa secara lebih sistematis, mulai dari tingkat dasar hingga mahir, sehingga pembelajaran dapat berjalan lebih terarah.
Materi pembelajaran yang digunakan juga mengacu pada buku-buku internasional yang diimpor langsung dari Inggris, seperti dari penerbit Pearson, Oxford, dan Cambridge. Penggunaan materi ini bertujuan memastikan siswa memperoleh referensi pembelajaran yang relevan dengan standar global.
Selain itu, metode pengajaran di LEIT memadukan berbagai pendekatan pembelajaran, baik secara induktif maupun deduktif. Kombinasi metode ini membuat proses belajar menjadi lebih variatif dan membantu siswa memahami konsep bahasa secara lebih menyeluruh.
Nilai leadership yang diajarkan dalam setiap pertemuan menjadi ciri khas LEIT dan menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan lembaga kursus lain.
Dengan perpaduan kurikulum internasional, metode pembelajaran yang beragam, serta penanaman nilai-nilai kepemimpinan, LEIT menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang berbeda dari kursus pada umumnya.
Peluang waralaba pendidikan dengan investasi terjangkau
Selain fokus pada pengembangan kualitas pendidikan, LEIT juga mengembangkan sistem kemitraan franchise yang terbuka bagi masyarakat yang tertarik membangun bisnis di bidang pendidikan.
Raihan penghargaan Top Franchise Award 2026 dan Franchise of The Year 2026 turut memperkuat posisi LEIT sebagai salah satu waralaba pendidikan yang dipercaya masyarakat.
Bagi calon mitra, LEIT menawarkan skema kemitraan dengan franchise fee sebesar Rp 75 juta untuk masa kerja sama selama lima tahun. Mitra juga dikenakan royalty fee sebesar 15 persen per bulan selama periode yang sama.
Dengan skema tersebut, total kebutuhan investasi untuk membuka cabang LEIT diperkirakan berada di kisaran Rp 215 juta hingga Rp 265 juta, di luar biaya sewa gedung atau ruko. Skema ini menjadikan LEIT sebagai salah satu opsi waralaba pendidikan terjangkau bagi calon mitra yang ingin masuk ke sektor pendidikan.
Saat ini, jaringan LEIT telah hadir di berbagai wilayah, antara lain Poris, Taman Palem Lestari, Graha Raya Bintaro, Greenlake City, Banjar Wijaya, Gading Serpong, Harapan Indah, Melati Mas, Cianjur, Tanjung Pinang, BSD, Medan Ringroad, Grand Wisata Bekasi, Soho Capital, dan Duta Garden.
Ke depan, LEIT juga berencana memperluas jaringannya dengan membuka sejumlah cabang baru pada 2026, seperti Lippo Cikarang, Tanjung Pinang 2, Kelapa Gading, Mataram Lombok, Surabaya Barat, Surabaya Timur, Depok Limo, Pangkal Pinang Bangka, Tangerang, PIK 2, dan Palembang.
Perluasan jaringan cabang tersebut juga membuat LEIT semakin mudah dijangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Melalui pengembangan jaringan ini, LEIT berharap semakin banyak masyarakat dapat mengakses pendidikan bahasa Inggris berkualitas, sekaligus membuka peluang bagi calon mitra untuk mengembangkan bisnis di sektor pendidikan.
Informasi lebih lanjut mengenai program kursus ataupun peluang kemitraan franchise LEIT dapat diperoleh melalui situs resmi leit.co.id atau akun Instagram @leitenglishinstitute.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang