Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR), fokus mengejar pertumbuhan berkelanjutan pada tahun ini dengan mengincar pasar baru di sektor kesehatan dan pendidikan.
Setelah hadir selama 16 tahun di Indonesia dan melayani lebih dari 300 klien aktif di berbagai sektor strategis, perusahaan kini mengincar kedalaman keterlibatan klien melalui penyediaan solusi keamanan berkelanjutan guna mengerek profitabilitas jangka panjang.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan fokus strategis tahun ini tidak lagi sekadar mengejar volume kuantitas klien. Perusahaan memilih memperkuat kapabilitas end-to-end agar dapat masuk lebih dalam sebagai penyedia managed services, bukan hanya sebagai mitra proyek jangka pendek.
Langkah ini didukung oleh pengembangan teknologi proprietary seperti IntelliBron series yang memungkinkan skalabilitas layanan tanpa bergantung sepenuhnya pada penambahan jumlah personel.
Perusahaan juga memperkuat kapasitas delivery melalui pengembangan talenta, termasuk melalui ITSEC Cyber & AI Academy.
“Dengan pendekatan ini, pertumbuhan yang kami kejar adalah pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata pada profitabilitas perusahaan, bukan sekadar ekspansi volume klien,” kata Patrick kepada Bisnis, Selasa (14/4/2026).
Selama 16 tahun berdiri, ITSEC Asia telah menyelesaikan lebih dari 7.000 proyek yang mencakup sektor keuangan, telekomunikasi, energi, hingga pemerintahan. Namun, melihat dinamika transformasi digital yang kian masif, perusahaan kini mulai melirik ceruk pasar baru. Sektor pendidikan, layanan kesehatan (healthcare), serta perusahaan berbasis teknologi menjadi sasaran ekspansi berikutnya.
Patrick melihat adanya peningkatan kebutuhan yang signifikan pada sektor-sektor tersebut. Akselerasi digitalisasi yang tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur keamanan siber menciptakan kesenjangan risiko yang nyata.
“Momentum ini diperkuat oleh implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang memaksa berbagai organisasi untuk membangun postur keamanan secara proaktif guna menghindari kerugian data maupun reputasi,” kata Patrick.
Patrick juga mengatakan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-16, perusahaan meluncurkan IntelliBron Aman Enterprise.
Produk ini merupakan solusi perlindungan siber mobile pertama di Indonesia yang menyasar institusi seperti sekolah, kantor pemerintah, dan perusahaan. Inovasi ini bekerja dengan pendekatan institusional, di mana organisasi berlangganan platform untuk melindungi seluruh perangkat seluler anggotanya tanpa membebankan biaya pribadi kepada individu.
Sistem ini berfungsi menutup celah keamanan pada perangkat mobile pribadi yang sering digunakan untuk bekerja atau belajar (Bring Your Own Device).
Aplikasi ini mampu mendeteksi serta memblokir ancaman malware, upaya penipuan yang menyamar sebagai layanan bank, hingga aplikasi berbahaya yang berpotensi membocorkan data finansial.
Kehadiran perlindungan ini memastikan perangkat pribadi tidak menjadi pintu masuk bagi peretas untuk menyusup ke dalam sistem utama organisasi.
Dibandingkan dengan model perlindungan siber konvensional yang cenderung berfokus pada keamanan peladen (server) dan jaringan internal kantor, IntelliBron Aman Enterprise menawarkan fleksibilitas perlindungan pada level individu namun tetap terkelola secara kolektif oleh institusi.
Selain itu, apabila solusi keamanan global sering kali mematok biaya lisensi per individu yang cukup tinggi bagi pengguna akhir, skema yang diusung ITSEC Asia justru mengalihkan beban biaya tersebut ke tingkat organisasi sehingga perlindungan kelas enterprise dapat dinikmati oleh masyarakat luas secara gratis.
Transformasi ITSEC Asia menjadi bisnis yang matang tercermin dari kinerja keuangan sepanjang 2025. Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp527,1 miliar, atau tumbuh pesat sekitar 62% secara tahunan. Laba bersih yang menyentuh angka Rp65,4 miliar menjadi indikator posisi perusahaan yang semakin kuat di industri keamanan siber regional.