Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II memperkuat persahabatan dan kerja sama RI-Yordania, membahas solusi dua negara untuk Palestina, dan meningkatkan hubungan ekonomi. [1,386] url asal
Bisnis.com, AMMAN – Kota Amman menyambut dengan udara dingin yang menggigit. Jelang akhir Februari di ibu kota Kerajaan Yordania, Hasyimiah memang membawa suhu belasan derajat pada siang hari dan turun hingga satu digit ketika malam menjelang.
Namun, pada Rabu (25/2/2026), ada kehangatan lain yang tak tercatat dalam prakiraan cuaca, yakni pelukan dua sahabat lama yang kini memimpin dua negara.
Di Istana Basman, di jantung kota Amman, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut langsung oleh Raja Abdullah II bin Al-Hussein. Bukan sekadar seremoni kepala negara, bukan pula formalitas diplomatik. Pertemuan itu adalah bab terbaru dari persahabatan panjang yang telah terjalin sejak masa muda—sejak keduanya sama-sama prajurit yang ditempa dalam disiplin militer.
“Jadi, saya menyambut Anda di bulan suci Ramadan ini. Ramadan Mubarak, saudaraku tersayang. Dan saya senang Anda kembali ke negara Anda ini lagi. Terima kasih,” ucap Raja Abdullah II dalam sambutannya.
Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, dalam dunia diplomasi yang sarat bahasa formal dan protokol ketat, pilihan kata “saudaraku tersayang” adalah penegasan yang melampaui tata krama kenegaraan. Dia adalah pernyataan kedekatan personal.
Dan pada Ramadan 2026 ini, Prabowo memilih Yordania sebagai negara Muslim pertama yang dia kunjungi dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Washington, D.C., Amerika Serikat, dan London, Inggris, serta akan ditutup di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Rumah Kedua Prabowo di Tanah Hasyimiyah
Bagi Prabowo, Amman bukan sekadar ibu kota negara sahabat. Dia pun menyebutnya sebagai “rumah kedua”. Ucapan itu bukan basa-basi. Hubungan Prabowo dan Abdullah II berakar sejak masa pendidikan militer di Fort Benning, Amerika Serikat, pada era 1980–1990-an. Ketika banyak relasi pertemanan memudar oleh waktu dan jarak, keduanya justru membawa hubungan itu ke level yang lebih tinggi—ke panggung kepemimpinan nasional.
“Bagi saya, selalu merupakan suatu kesenangan besar untuk datang ke rumah kedua saya di sini. Kita sudah saling mengenal selama beberapa dekade,” kata Prabowo dalam pertemuan bilateral itu.
Persahabatan itu terus berlanjut saat Prabowo menjabat Komandan Kopassus pada 1995. Bahkan selepas dinamika politik Indonesia pada 1998, Yordania menjadi salah satu tempat di mana Prabowo diterima dengan tangan terbuka oleh Raja Hussein—ayah Abdullah II—dan oleh Abdullah sendiri yang saat itu masih menjadi pangeran.
Pertemuan Bilateral Presiden Prabowo dengan Raja Abdullah II, Amman, Yordania pada Rabu (25/2/2026). Youtube Setpres RI
Sejarah Kedekatan Prabowo-Raja Abdullah II
Ketika Abdullah II naik takhta pada 7 Februari 1999 dan ketika Prabowo kemudian dipercaya memimpin Indonesia, jalur komunikasi personal itu telah matang oleh waktu.
Dalam diplomasi modern, kedekatan personal antarpemimpin adalah aset tak ternilai. Dia mempercepat kepercayaan dan membuka ruang diskusi empat mata tanpa sekat. Dia memungkinkan pembicaraan isu sensitif tanpa kekakuan.
Kedatangan Prabowo pada 24 Februari 2026 pun bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Di Amman, Ramadan terasa begitu nyata. Jalanan lengang menjelang maghrib. Lampu-lampu hias menyala di pusat kota. Masjid-masjid dipenuhi jamaah tarawih. Tidak terlihat warga makan atau minum di ruang publik pada siang hari, sebagai bentuk penghormatan kolektif terhadap ibadah.
Ramadan di Yordania bukan sekadar ritus spiritual. Dia adalah momentum solidaritas, terlebih dalam konteks Palestina—yang berbatasan langsung dan secara historis melekat pada negeri ini.
Apalagi, sekitar 95% penduduk Yordania adalah Muslim Sunni. Lebih dari 2,4 juta pengungsi Palestina tinggal di negara ini. Di 13 kamp pengungsian, sejarah konflik Timur Tengah bukan cerita jauh—dia adalah realitas sehari-hari. Di bulan suci ini, diplomasi memiliki dimensi moral yang lebih kuat.
Dan di tengah suasana itu, dua sahabat lama duduk berdampingan membahas isu paling sensitif di kawasan Gaza, Tepi Barat, dan masa depan Palestina.
“Kami sangat prihatin terhadap permasalahan di Tepi Barat. Kami merasa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang sedang kita upayakan di Gaza,” imbuh Kepala Negara.
Solusi Dua Negara: Kesamaan Visi RI-Yordania
Dalam pertemuan di Istana Basman, Raja Abdullah II menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara.
“Peran bangsa Anda dalam semua tantangan di wilayah ini sangat penting. Komitmen Anda untuk melindungi rakyat Palestina bagi kami sangat penting,” katanya.
Bagi Yordania, Indonesia bukan sekadar mitra jauh di Asia Tenggara. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia, dengan legitimasi moral kuat dalam advokasi internasional.
“Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun yang kami bisa demi solusi yang langgeng. Dan satu-satunya solusi yang langgeng adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka," imbuhnya.
Di titik ini, kedekatan personal bertransformasi menjadi kesamaan visi politik.
Yordania memiliki posisi strategis sebagai penjaga situs suci di Yerusalem dan negara yang berbatasan langsung dengan Palestina. Indonesia membawa kekuatan diplomasi Global South dan pengaruh dalam berbagai forum multilateral. Keduanya berada pada “platform yang sama”, sebagaimana diungkapkan Prabowo.
Board of Peace dan Poros Jakarta–Amman
Indonesia dan Yordania sama-sama tergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Forum ini menjadi ruang koordinasi penting bagi negara-negara yang ingin mendorong stabilisasi Gaza dan penyelesaian konflik secara komprehensif.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan ini menindaklanjuti rapat pertama BoP bersama Arab Saudi, UAE, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan negara lain.
Dalam forum tersebut, Indonesia bahkan diminta berpartisipasi dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza—sebuah bentuk kepercayaan internasional terhadap peran Indonesia.
“Perkuat kerja sama RI-Jordan tangani perdamaian di Gaza. Jordan adalah salah satu pintu masuk melalui darat, laut dan udara,” ujar Teddy.
Senada, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menambahkan bahwa Yordania siap mendukung Indonesia apabila mengirimkan pasukan, termasuk dalam aspek teknis militer.
Di balik bahasa diplomasi itu, tersirat pesan kuat bahwa Jakarta dan Amman membangun poros moderasi di dunia Islam.
“Dalam pertemuan tadi juga disampaikan situasi terkini di wilayah Palestina, di Tepi Barat. Tetapi intinya adalah Yordania siap memberikan dukungan dan support-nya kepada Indonesia pada saat nanti kita mengirimkan pasukan,” kata Sugiono.
Sekadar informasi, kunjungan Prabowo ke Amman pada Februari 2026 adalah kunjungan balasan. Mengingat, pada November 2025, Abdullah II datang ke Jakarta. Prabowo menjemput langsung di Lanud Halim Perdanakusuma. Jet tempur F-16 TNI AU mengawal pesawat Raja sejak memasuki wilayah udara Indonesia.
Momen itu ditutup dengan penganugerahan The Bejeweled Grand Cordon of Al-Nahda kepada Prabowo. Kini, di Amman, kehangatan itu dibalas
Sebagai simbol paling kuat, Abdullah II tidak sekadar melepas Prabowo secara protokoler. Ia menyetir sendiri kendaraan yang membawa mereka ke Bandar Udara Militer Marka.
Bayangkan seorang raja—kepala negara—memegang kemudi, mengantar sahabatnya. Di bawah tangga pesawat, keduanya kembali berpelukan.
Empat jet tempur F-16 Angkatan Udara Yordania mengawal pesawat kepresidenan Indonesia hingga keluar wilayah udara Yordania. Gestur itu bukan hanya penghormatan kepada Presiden Republik Indonesia. Ini adalah penghormatan kepada seorang sahabat.
Hubungan Bilateral RI-Yordania
Dimensi Ekonomi: Lebih dari Sekadar Politik
Meski Palestina menjadi fokus utama, hubungan Indonesia–Yordania tidak berhenti pada isu politik.
Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai US$ 710 juta, sekitar Rp11,90 triliun, dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 369,1 juta atau Rp6,18 triliun. Investasi Yordania di Indonesia mendekati US$1 miliar atau sekitar Rp16,77 triliun, terutama di sektor pupuk melalui Jordan Phosphate Mines Co.
Pada November 2025, tercatat potensi investasi lebih dari USD 1,5 miliar atau mencapai Rp25,15 triliun mencakup proyek pipanisasi gas, jalan tol, dan logistik yang nantinya akan diserahkan kepada Danantara.
Bahkan saat itu, MoU yang ditandatangani meliputi pertahanan, pertanian, pendidikan, wakaf, hingga kesehatan.
Di Yordania, terdapat 1.076 mahasiswa Indonesia per Februari 2026—sebagian besar belajar dengan biaya mandiri. Diplomasi lunak ini turut memperkuat fondasi hubungan jangka panjang.
Diplomasi yang Humanis
Namun, di atas semua angka dan nota kesepahaman, yang paling menonjol dari kunjungan ini adalah kemanusiaannya. Di bulan Ramadan, dua pemimpin berbicara tentang perdamaian.
Seorang raja menyebut presiden negara lain sebagai “saudaraku tersayang”. Seorang presiden menyebut negeri sahabatnya sebagai “rumah kedua”. Diplomasi sering kali dipersepsikan dingin dan kalkulatif. Tetapi di Amman, dia terasa hangat.
Bab Baru dalam Kisah Lama. Dari Fort Benning hingga Istana Basman. Dari pelukan di Halim hingga pelukan di Marka. Dari diskusi empat mata hingga koordinasi Board of Peace. Persahabatan Prabowo dan Abdullah II adalah contoh bagaimana relasi personal dapat menjelma menjadi kekuatan strategis.
Ramadan 2026 mencatat satu hal penting: Yordania adalah negara Muslim pertama yang dikunjungi Prabowo pada bulan suci itu. Sebuah pilihan simbolik. Sebuah pesan politik. Sebuah penegasan persaudaraan.
Ketika pesawat kepresidenan Indonesia lepas landas menuju Abu Dhabi, empat F-16 Yordania mengiringi hingga batas udara. Di langit Amman, diplomasi dan persahabatan terbang berdampingan.
Dan mungkin, di antara suara mesin jet dan doa-doa Ramadan, terselip harapan yang sama bahwa perdamaian bukan sekadar wacana, melainkan komitmen bersama—antara dua sahabat, dua bangsa, dan jutaan hati yang menantikan masa depan lebih damai.
Prabowo Subianto diantar Raja Yordania Abdullah II ke bandara, simbol persahabatan erat dan hubungan bilateral kuat antara Indonesia dan Yordania. [383] url asal
Bisnis.com, AMMAN — Sebuah momen penuh keakraban dan penghormatan kembali mewarnai hubungan erat antara Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah.
Presiden RI, Prabowo Subianto mendapat kehormatan istimewa ketika diantar langsung oleh Raja Yordania Abdullah II menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan kenegaraannya ke Persatuan Emirat Arab (UAE).
Usai menyelesaikan rangkaian agenda kunjungan kerja di Amman, Presiden Prabowo bertolak dari Istana Basman Yordania menuju bandara dengan kendaraan resmi Kerajaan. Dalam suasana hangat dan penuh persahabatan, Raja Abdullah II secara langsung menyetiri kendaraan yang membawa Presiden Prabowo menuju Bandar Udara Militer Marka.
Gestur tersebut menjadi simbol persahabatan pribadi yang kuat antara kedua pemimpin, sekaligus cerminan eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Yordania.
Sepanjang perjalanan menuju bandara, keduanya tampak berbincang akrab, melanjutkan diskusi mengenai berbagai isu strategis yang sebelumnya dibahas dalam pertemuan resmi.
Momen ini melengkapi rangkaian sambutan kehormatan yang diterima Presiden Prabowo selama berada di Yordania. Sebelumnya, langit Yordania pada Selasa malam menjadi saksi penghormatan militer saat pesawat yang membawa Kepala Negara memasuki wilayah udara Yordania dan dikawal dua pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Yordania.
Dari sisi kanan dan kiri pesawat kepresidenan, F-16 Yordania terbang dalam formasi presisi hingga mendekati pendaratan di Bandar Udara Militer Marka, Amman.
Salah satu pilot bahkan menyampaikan sapaan kehormatan melalui komunikasi radio, mewakili Raja Abdullah II dan rakyat Yordania, seraya mengucapkan selamat datang serta “Ramadan Mubarak” kepada Presiden Prabowo.
Presiden Ke-8 RI itu pun membalas sapaan tersebut dengan hangat, menyampaikan terima kasih atas pengawalan dan kehormatan yang diberikan, serta menitipkan salam hormat kepada Raja Abdullah II.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda dan penerbangan Anda atas kesediaan menerima dan mengawal saya. Dan mohon sampaikan kepada komandan Anda dan Yang Mulia Raja betapa senangnya saya bisa kembali ke Amman, Yordania. Terima kasih banyak, Lion Flight. Ini Indonesia One. Sekali lagi, Ramadan Mubarak. Semoga Anda semua diberkahi di bulan suci ini. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh," ucap Prabowo.
Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Presiden Prabowo ke Yordania, setelah sebelumnya pada 13 April 2025 juga menerima pengawalan udara serupa. Hubungan Indonesia dan Yordania selama ini terjalin erat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, keagamaan, hingga kerja sama isu-isu strategis kawasan Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap perjuangan Palestina.
Keberangkatan Presiden Prabowo menuju UAE menandai kelanjutan diplomasi aktif Indonesia di kawasan, sekaligus mempertegas peran Indonesia dalam memperkuat kemitraan dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah.