KOMPAS.com — PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengumumkan para pemenang kompetisi karya tulis ilmiah mahasiswa, FutureFin.
Ajang itu merupakan bagian dari inisiatif Tech for Indonesia dari AdaKami yang membuka ruang bagi mahasiswa UNS untuk menghadirkan gagasan inovatif terkait pinjaman daring (pindar) atau fintech lending (fintech) yang aman, bertanggung jawab, dan berdampak bagi masyarakat.
Kompetisi tersebut juga mencerminkan upaya untuk mendorong keterlibatan talenta muda dalam perkembangan inovasi fintech di Indonesia.
Dari total 61 karya tulis yang masuk, panitia memilih 10 finalis untuk mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi industri.
Topik yang diangkat para finalis beragam, mulai dari risiko kredit hingga pemanfaatan teknologi keuangan dalam mendukung sistem pembiayaan yang lebih baik.
Tiga karya terbaik terpilih
Dari 10 finalis tersebut, tiga karya akhirnya ditetapkan sebagai pemenang. Juara pertama diraih oleh Oryza Sativa Heavenia dan Piero Muharoja Anantra lewat karya berjudul Deteksi First-Party Fraud pada Pinjaman Digital Menggunakan Pendekatan Proxy Income Estimation dan Data Perilaku Multi-Sumber.
Juara kedua ditempati Zahra Syakira Nabilla dengan karya Pengembangan Sistem Credit Scoring Berbasis Hybrid Neural XGBoost dengan Explainable AI untuk Prediksi Risiko Gagal Bayar pada Platform Peer-to-Peer Lending.
Sementara itu, juara ketiga diraih Jonnathan Azarel Gunawan dan Raihan Ade Alfattah melalui karya Optimalisasi Limit Kredit Nasabah melalui Integrasi XGBoost dan LightGBM dengan Modul SHAP.
Salah satu juri FutureFin sekaligus Direktur Keuangan AdaKami Valentina Juveline mengatakan, kompetisi itu dirancang untuk memberi ruang bagi mahasiswa agar dapat berkontribusi langsung pada perkembangan industri fintech yang terus bergerak dinamis.
dok. AdaKami (Kiri-kanan) Direktur Keuangan AdaKami, Valentina Juveline, bersama Pemenang Pertama Kompetisi FutureFin, Oryza Sativa Heavenia dan Piero Muharoja Anantra. Kompetisi FutureFin menjadi puncak dari rangkaian program kolaboratif antara AdaKami dan UNS yang bertujuan mendorong pengembangan talenta muda di bidang fintech melalui proses seleksi, mentoring, dan pengembangan ide.Valentina pun mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi.
“Antusiasme dan kualitas gagasan yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa inovasi yang berdampak bagi masa depan industri ini,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Kolaborasi industri dan kampus
Apresiasi juga datang dari pihak kampus. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS Prof Bhimo Rizky Samudro mengatakan, kompetisi itu merupakan puncak dari rangkaian kolaborasi antara AdaKami dan UNS yang selama beberapa bulan terakhir berfokus pada pengembangan talenta muda di bidang fintech.
Adapun proses tersebut mencakup seleksi, mentoring, hingga pengembangan ide.
Bhimo menjelaskan, para mahasiswa menunjukkan dedikasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, FutureFin mampu menjadi wadah yang tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga menjembatani kebutuhan dunia akademis dengan industri.
Ia juga berterima kasih kepada AdaKami atas kolaborasi bersama FEB UNS, khususnya Program Studi S1 Bisnis Digital.
Bhimo menilai, kolaborasi itu memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi serta menghadirkan inovasi jasa keuangan. Utamanya, di sektor fintech lendingyang aplikatif dan relevan terhadap tantangan inklusi keuangan saat ini.
Selain itu, sinergi tersebut juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDG) tujuan ke-17.
Dari sisi peserta, kompetisi itu juga dipandang memberi pengalaman baru. Pemenang kedua FutureFin Zahra Syakira Nabilla mengatakan, ajang tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi ide dan mencari solusi di dunia fintech.
“Acara ini sangat luar biasa karena di sini kami para mahasiswa bisa eksplorasi dan mencari solusi untuk ide dalam dunia fintech. Saya berharap, AdaKami dapat menyelenggarakan lebih banyak kegiatan serupa agar dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih mengeksplorasi mengenai keuangan,” ujar Zahra.
Hal senada disampaikan pemenang ketiga Raihan Ade Alfattah. Ia menilai, proses seleksi kompetisi itu memberi kesempatan bagi peserta untuk memahami industri fintech lending lebih dalam.
“Kompetisi ini memberikan kami kesempatan untuk mengetahui industri fintech lending lebih dalam. Kami belajar banyak hal yang sebelumnya tidak didapatkan di bangku perkuliahan,” ungkapnya.
Hadiah hingga kesempatan apprenticeship
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang FutureFin akan memperoleh sejumlah penghargaan, mulai dari hadiah uang tunai hingga kesempatan apprenticeship bersama AdaKami.
Selain itu, para pemenang utama juga akan mendapatkan eksposur industri yang lebih luas, termasuk kesempatan berkunjung ke salah satu mitra teknologi AdaKami.
Sebagai informasi, AdaKami adalah perusahaan pindar legal didirikan pada 2018 yang berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
AdaKami berkomitmen membantu masyarakat mencapai tujuan finansial melalui layanan pinjaman AdaKami yang mudah diakses dan terjangkau.
AdaKami juga berkomitmen menjembatani kesenjangan antara layanan keuangan tradisional dan kelompok yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap kredit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang