Bisnis.com, CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pertanian mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha.
Hingga awal Mei 2026, sekira 500 ekor hewan kurban telah diperiksa oleh tim kesehatan hewan di sejumlah peternakan, termasuk di wilayah Kaliwadas, Kecamatan Sumber.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Dinas Pertanian menargetkan jumlah pemeriksaan mencapai 5.000 ekor hingga hari pelaksanaan Iduladha. Namun, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, realisasi pemeriksaan bahkan bisa melampaui target.
"Tahun ini target awal kami sekitar 5.000 ekor. Tapi kalau melihat tahun kemarin, realisasinya bisa sampai 16.000 ekor hewan kurban yang diperiksa," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Denny Nugraha, Kamis (7/5/2026).
Denny menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan utama, yakni antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum penyembelihan untuk memastikan kondisi fisik hewan sehat, tidak cacat, serta bebas dari penyakit menular. Sementara itu, pemeriksaan postmortem dilakukan setelah penyembelihan untuk memastikan daging aman dikonsumsi.
"Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon sudah menyiapkan sosialisasi antemortem dan postmortem. Sasarannya para petugas di lapangan agar mereka memahami bahwa sapi atau hewan kurban yang dipotong benar-benar dalam kondisi sehat," ujarnya.
Selain pemeriksaan, Dinas Pertanian juga melakukan edukasi kepada petugas pemotongan hewan dan panitia kurban di berbagai wilayah. Edukasi ini mencakup cara mengenali ciri-ciri hewan sehat, prosedur penyembelihan yang benar, hingga penanganan daging setelah pemotongan.
Denny menambahkan, setiap hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan akan diberikan Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikat ini menjadi bukti bahwa hewan tersebut aman untuk dijadikan kurban.
"Sapi-sapi yang sehat ini biasanya oleh kami diberikan sertifikat kelayakan, yaitu SKKHK. Ini penting sebagai jaminan kepada masyarakat bahwa hewan yang mereka beli dan konsumsi sudah memenuhi standar kesehatan," katanya.
Ia menegaskan, pengawasan akan terus ditingkatkan seiring mendekatnya hari raya. Tim kesehatan hewan akan disebar ke berbagai titik, termasuk pasar hewan, peternakan, dan lokasi penjualan hewan kurban musiman yang mulai bermunculan.
Dari sisi jumlah, peningkatan pemeriksaan setiap tahun menunjukkan tingginya aktivitas jual beli hewan kurban di Kabupaten Cirebon. Lonjakan dari target 5.000 ekor menjadi realisasi hingga 16.000 ekor pada tahun sebelumnya menjadi indikator kuat besarnya perputaran ekonomi di sektor peternakan menjelang Iduladha.
Kondisi ini juga menuntut pengawasan yang lebih ketat, terutama untuk mencegah peredaran hewan yang tidak sehat atau terindikasi penyakit. Pemerintah daerah memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan keamanan pangan.