Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) membukukan kinerja yang mentereng sepanjang 2025 dengan lonjakan pendapatan dan laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, BRPT meraup pendapatan US$7,63 miliar atau tumbuh 220% year-on-year (YoY) dari US$2,38 miliar pada 2024.
Lonjakan itu didorong oleh sejumlah faktor. Pertama, kontribusi dari konsolidasi akuisisi Aster dalam segmen kimia kami, termasuk penambahan sub-segmen kilang, yang mendorong segmen Chemicals & Energy mencatat peningkatan pendapatan hampir empat kali lipat.
Kedua, peningkatan output panas bumi, didorong oleh kontribusi dari unit binary Salak serta kinerja pembangkitan yang stabil di aset panas bumi yang telah beroperasi.
Pada saat yang sama, Barito Pacific membukukan kenaikan EBITDA menjadi US$2,15 miliar. Hal itu terutama didorong oleh dampak berkelanjutan dari pencatatan akuntansi bargain purchase terkait akuisisi Aster, serta kontribusi yang tetap solid dari segmen energi terbarukan.
BRPT juga mencatat laba bersih konsolidasian setelah pajak meningkat menjadi US$1,61 miliar dan laba bersih setelah pajak meningkat menjadi US$1,61 miliar. Moncernya profitabilitas itu terutama didorong oleh portofolio BRPT yang terdiversifikasi serta peningkatan integrasi di seluruh lini bisnisnya.
Adapun, laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih BRPT meningkat 767,2% YoY menjadi US$489,8 juta pada 2025 dari US$56,48 juta pada 2024.
Ditelisik lebih dalam, BRPT membukukan keuntungan dari pembelian dengan diskon senilai US$1,86 miliar pada 2025. Hal itu terkait dengan akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE).
Agus Pangestu, Direktur Utama BRPT, menyatakan kinerja yang kuat sepanjang tahun buku 2025 menegaskan keberlanjutan perjalanan transformasi dan pertumbuhan Barito Pacific. Menurutnya, pencapaian ini mencerminkan keunggulan dari terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, yang didukung pula oleh eksekusi yang disiplin, operasional yang tangguh, serta posisi keuangan yang solid.
"Sepanjang tahun 2025, kami terus melaksanakan rencana-rencana strategis kami yang menjadi prioritas, termasuk ekspansi ke kawasan regional, integrasi lebih jauh di sektor kimia, serta penguatan di portofolio energi terbarukan," paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Putra Prajogo Pangestu itu mengatakan bahwa upaya tersebut turut dilengkapi dengan berbagai inisiatif berkelanjutan di bidang infrastruktur dan optimalisasi struktur permodalan, sehingga meningkatkan ketahanan kami di tengah dinamika kondisi pasar.
"Tahun 2025 merupakan tahun penting dengan percepatan pertumbuhan bagi perseroan, yang menegaskan efektivitas transformasi strategis serta kejelasan arah yang kami tempuh," imbuh Agus.
Faktor Pendorong Kinerja BRPT
Manajemen BRPT menjabarkan kinerja ini didorong oleh keberhasilan integrasi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE), yang semakin memperkuat pendapatan serta posisi kami di regional, serta kontribusi dari Barito Renewables yang didukung oleh peningkatan kapasitas, peningkatan output, dan penghematan biaya yang berkelanjutan.
BRPT juga mencatat beberapa pencapaian strategis di seluruh portofolio. Di sektor kimia hilir, BRPT memperkuat posisinya melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals—yang kini telah berganti nama menjadi Aster Polymer Solutions (APS), dengan fasilitas HDPE berkapasitas 400 KTA yang langsung memberikan nilai tambah dan memperluas jaringan pemasaran Grup kami di di Asia Tenggara, China, dan Australia.
Selain itu, pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon telah melampaui 50% penyelesaian, menandai tonggak penting menuju kemandirian industri kimia Indonesia, dan tetap berjalan sesuai rencana dengan target mulai beroperasi pada kuartal I/2027. Grup juga terus memperkuat kapabilitas infrastruktur dan logistik melalui ekspansi portofolio CDI Group.
Dia menambahkan Barito Renewables mencatat pencapaian operasional yang signifikan, termasuk penyelesaian retrofit dan binary Salak (24,3 MW) serta kemajuan berkelanjutan pada retrofit Wayang Windu, yang akan mendukung langkah menuju kapasitas geothermal lebih dari 1 GW pada akhir 2026.
"Memasuki 2026, kami berada pada posisi yang solid, didukung oleh kinerja operasional yang tangguh serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis, termasuk integrasi dan pertumbuhan Chandra Asri yang terus berlanjut," ucapnya.
Meskipun kondisi jangka pendek masih dinamis di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, kami tetap mempertahankan optimisme yang berhati-hati, ditopang oleh platform terintegrasi, eksekusi yang disiplin, dan portofolio yang terdiversifikasi.
Hal ini memberikan landasan yang kuat untuk menjaga ketahanan kinerja pada kuartal pertama serta keberlanjutan kinerja ke depan. Dalam jangka panjang, Barito Pacific tetap berkomitmen penuh pada perjalanan transformasi yang berlandaskan inovasi, ketahanan, dan pertumbuhan yang disiplin.