Bisnis.com, PADANG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mencatat ada 20 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto yang disebar di seluruh kabupaten/kota.
Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Madya Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Sumbar Hilman mengatakan bahwa 20 ekor sapi itu disebar ke 19 kabupaten dan kota, dan 1 sapi lainnya untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.
"Sapi kurban dari Presiden Prabowo ini dibeli di masing-masing daerah di Sumbar. Jadi masing-masing daerah itu, punya ternak sapi dengan bobot di atas 800 kg. Khusus untuk Pemprov Sumbar itu sapi berasal dari Kabupaten Agam dengan berat 1,2 ton," ucap Hilman, Selasa (19/5/2026).
Dia menjelaskan sejauh ini seluruh daerah telah mendapatkan 1 ekor sapi dari Presiden Prabowo, dengan bobot di atas 800 kg. Namun khusus untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, tidak ada sapi yang memiliki bobot di atas angka tersebut.
"Di Mentawai ini meski tidak dapat sapi dengan berat yang menjadi syarat untuk sapi kurban dari Presiden Prabowo, disepakatilah mengambil 2 ekor sapi dengan total bobot mencapai 1 ton," kata dia.
Hilman menyebutkan pemilihan sapi kurban dari Presiden Prabowo dilakukan langsung oleh Sekretariat Negara, bukan lewat pemerintah daerah. Oleh karena itu, sapi kurban dari Presiden Prabowo ini murni ditentukan oleh pemerintah pusat.
Kendati demikian, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti sebaran 20 ekor sapi kurban untuk Sumbar. Misalnya dari Padang, satu ekor sapi Simental seberat 1,1 ton dibagikan untuk korban terdampak bencana alam di Batu Busuk.
Sementara itu, seekor sapi Simental asal Kota Padang yang berada di Koto Luar, Kecamatan Pauh, mendapat kesempatan untuk menjadi hewan kurban atas nama Presiden RI Prabowo Subianto.
Salah seorang peternak sapi Jeri mengatakan sapi Simental yang dipilih oleh pihak istana kepresidenan itu beratnya mencapai 1,1 ton dengan harga jual Rp98 juta.
Sebelum sapi yang diberi nama Marboro itu dipilih menjadi hewan kurban, telah dilakukan berbagai pemeriksaan mulai dari kesehatan, hingga dinyatakan sah sebagai hewan kurban.
Dia menambahkan, sapi Marboro yang kini berusia 4 tahun itu nantinya akan dikirim ke daerah Batu Busuk yang merupakan daerah terdampak bencana alam pada November lalu.
"Sesuai arahan dari istana kepresidenan, sapi ini dikirim untuk masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Padang yakni di Batu Busuk," jelasnya.
Sapi itu direncanakan akan dikirim ke Batu Busuk pada Selasa (26/5/2026), atau sehari jelang Hari Raya Iduladha yang menurut keterangan dari Menteri Agama akan jatuh pada 27 Mei 2026.
"Sebelum sapi ini dikirim, kami akan terus merawatnya dengan baik. Sehingga saat tiba pada waktunya nanti, sapi ini tetap sehat," tutup Jeri.
Selain itu, di Kabupaten Solok Selatan ada sapi yang memiliki bobot 882 kg yang dibesarkan oleh Joni. Sapi itu terpilih menjadi sapi kurban dari Presiden Prabowo setelah melalui berbagai seleksi dan pertimbangan.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Solok Selatan Admi Zulkhairi mengatakan tahun ini Kabupaten Solok Selatan kembali mendapatkan Bantuan Kemasyarakatan (BANMAS) dari Presiden.
"Sapi yang dipilih ini jenis Simental jantan, berusia 2,5 tahun dengan bobot 882 kilogram yang dibesarkan peternak, Joni, dari Kecamatan Sangir," kata Admi dalam keterangan resmi.
Dia menjelaskan, pengusulan sapi ini dilakukan sebulan yang lalu atas surat permintaan dari Sekretariat Presiden yang meminta sapi dengan ukuran paling besar di setiap kabupaten dan kota, termasuk di Solok Selatan.
Walhasil terpilihlah sapi ini yang selain bobotnya besar, ia juga memiliki lingkar dada 223 cm dan dalam keadaan sehat.
Kini sapi tersebut masih dirawat oleh peternaknya dengan bantuan dari DPKPP yang bertanggung jawab untuk memastikan kesehatan sampai memberikan vaksin dan vitamin hingga waktunya disembelih.
Rencananya, sapi ini nanti akan disembelih di Mesjid Baitul Hikmah Durian Tarung, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.