JAKARTA - Zeekr 8X resmi diluncurkan. Basisnya bukan main-main: arsitektur “Haohan-S” 900V. Artinya tegangan tinggi. Artinya pengisian cepat. Artinya performa serius.
Harganya? Mulai 329.800 yuan sampai 473.800 yuan. Kalau dirupiahkan, sekitar Rp777 juta sampai Rp1,11 miliar. Itu harga promo peluncuran.
Sebelumnya, saat pre-order, harga awalnya 376.800 yuan atau sekitar Rp887 juta. Artinya turun 47.000 yuan, sekitar Rp111 juta.
Strateginya jelas: potong harga di awal. Kejar volume.
Ada empat varian. Max di Rp777 juta. Ultra Rp825 juta. Ultra+ Rp944 juta. Yao Ying tembus Rp1,11 miliar.
Masuk ke segmen atas. Bukan main di volume massal.
Dimensinya besar. Panjang 5.100 mm. Lebar 1.998 mm. Tinggi 1.780 mm. Wheelbase 3.069 mm. Ini sudah masuk kelas SUV besar. Sedikit di bawah Zeekr 9X.
Masuk kabin, fokusnya jelas: penumpang belakang. Ada layar besar. Hiburan lengkap. Kursi model “aviation” di varian atas. Bisa rebah. Legroom panjang. Cocok untuk eksekutif, bukan sekadar keluarga.
Bagasi? Sampai 2.200 liter kalau kursi dilipat. Praktis.
Mesin? Ini yang menarik.
Zeekr pakai plug-in hybrid 2.0T. Dipadukan motor listrik ganda atau tiga motor. Versi tertinggi, tri-motor, tembus 1.030 kW atau sekitar 1.380 hp. Akselerasi 0–100 km/jam hanya 2,96 detik.
Bandingkan. SUV bensin Rp1 miliaran biasanya di atas 5 detik. Ini separuhnya.
Versi dual-motor juga tidak pelan. 660 kW. 0–100 km/jam 3,7 detik.
Baterainya 70 kWh. Hampir sama besar dengan baterai BYD Sealion 7 yang full EV. Bisa fast charging 6C. Dari 20% ke 80% hanya 9 menit. Ini angka penting. Banyak EV masih di atas 20 menit.
Jarak tempuh listrik murni 410 km. Total kombinasi sampai 1.416 km. Ini angka CLTC. Di dunia nyata biasanya turun, tapi tetap panjang.
Teknologi? Ada LiDAR. Ada dual chip Nvidia Drive Thor-U. Komputasi sampai 1.400 TOPS. Ini bukan sekadar mobil, tapi komputer berjalan.
Suspensi? Air suspension adaptif. Tinggi mobil bisa berubah. Damping aktif. Artinya nyaman di kota, stabil di kecepatan tinggi.
Pertanyaannya: untuk siapa mobil ini?
Zeekr jelas membidik konsumen yang mulai meninggalkan SUV mewah konvensional. Mereka yang dulu beli BMW, Mercedes, atau Lexus.
Apalagi dengan harga Rp777 juta–Rp1,11 miliar, ini langsung bersinggungan dengan SUV Jepang dan Eropa di Indonesia.
Bandingkan dengan Zeekr 9X. Penjualannya naik dari 686 unit (September 2025) ke 10.060 unit (Maret 2026). Naiknya cepat. Tapi fluktuatif. Artinya pasar masih mencari bentuk.
Gan Jiayue, CEO Geely, tidak mau menunggu. 8X dan 9X akan dibawa ke pasar global mulai kuartal III 2026.
Artinya Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berpotensi kebagian. Masalahnya tinggal satu: kepercayaan.
Teknologi sudah tinggi. Harga kompetitif. Fitur melimpah.
Tapi brand China di segmen premium masih harus membuktikan diri. Bukan soal spesifikasi. Tapi soal durability, resale value, dan jaringan servis.
Kalau itu terjawab, 8X bukan sekadar alternatif. Bisa jadi ancaman.
(dan)