#30 tag 24jam
BYD Produksi 16 Juta Kendaraan, Denza D9 Jadi Andalan Segmen Premium
Ekspansi produksi dan inovasi teknologi perkuat posisi BYD di pasar otomotif global. [305] url asal
#byd #denza-d9 #mobil-listrik #kendaraan-energi-baru #industri-otomotif #baterai-listrik #ekspansi-global #china-ev
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — BYD pada Jumat (17/4/2026) mengumumkan bahwa telah memproduksi 16 juta kendaraan energi terbarukan. Salah satu yang diproduksi adalah Denza D9 generasi kedua.
Capaian ini mencerminkan ekspansi skala produksi BYD yang terus meningkat, dengan tambahan enam juta unit dalam waktu kurang dari dua tahun. Merek Denza, yang diposisikan di atas lini utama BYD, semakin difokuskan untuk menghadirkan teknologi terbaru dan model dengan spesifikasi lebih tinggi, dilansir Car News China.
Denza D9 model 2026 baru saja memasuki tahap pra-penjualan di China, dengan enam varian yang mencakup model plug-in hybrid dan listrik murni. Harga ditawarkan pada kisaran 389.800 hingga 489.800 yuan (sekitar 53.800 hingga 67.600 dolar AS), dengan struktur harga yang sama untuk kedua jenis penggerak.
Model ini dilengkapi sistem bantuan berkendara pintar terbaru BYD, God’s Eye 5.0, pada seluruh varian. Denza juga memastikan unit D9 sebelumnya akan mendapatkan pembaruan penuh melalui sistem over-the-air ke versi terbaru tersebut.
Dari sisi teknologi, D9 terbaru mengusung baterai Blade generasi kedua yang dipadukan dengan sistem pengisian cepat (flash-charging). Dalam kondisi standar, baterai dapat terisi dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit.
Varian listrik murni menawarkan jarak tempuh hingga 800 kilometer berdasarkan standar CLTC, sementara varian plug-in hybrid mampu menempuh sekitar 400 kilometer dalam mode listrik penuh. Kendaraan ini dibangun di atas platform 800V yang mendukung pengisian daya berdaya tinggi.
Denza D9 tetap berada di segmen MPV ukuran besar dengan panjang 5.250 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.900 mm, serta jarak sumbu roda 3.110 mm. Model ini menjadi andalan Denza di segmen MPV premium, bersaing dengan Buick GL8 dan Toyota Alphard di pasar China.
Laporan sebelumnya menyebutkan Denza merupakan bagian dari strategi BYD untuk memasuki segmen kendaraan kelas atas, seiring rencana ekspansi ke pasar global.
James Bond Turun Gunung! Denza Gandeng Daniel Craig Pamerkan Rival Porsche 911 Bertenaga 1.000 HP
Pabrikan otomotif raksasa asal China, BYD, melalui divisi premiumnya Denza, resmi menabuh genderang perang melawan dominasi Porsche 911 dengan memamerkan gambar... | Halaman Lengkap [474] url asal
#james-bond #denza-d9 #byd-denza #denza-b5
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/03/26 16:09
v/174550/
INGGRIS - Pabrikan otomotif raksasa asal China, BYD, melalui divisi premiumnya Denza, resmi menabuh genderang perang melawan dominasi Porsche 911 dengan memamerkan gambar perdana sports car andalan mereka yang diklaim bertenaga 1.000 bhp (brake horsepower).Berpose menantang tanpa balutan kamuflase di belakang Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, dan aktor James Bond, Daniel Craig, coupé versi produksi ini tetap setia mempertahankan lekuk desain tajam dari konsep Z yang sempat memukau publik pada ajang Shanghai Motor Show tahun lalu.
Mobil misterius ini disiapkan untuk menjadi "mahkota" dari jajaran produk premium Denza saat meluncur di Inggris nanti. Posisinya akan duduk manis di kasta tertinggi, mengungguli deretan saudaranya seperti model shooting brake Z9 GT, mobil MPV D9, hingga seri SUV B5.
Penetrasi Denza ke Inggris bukanlah langkah reaktif, melainkan manuver terencana untuk membungkam skeptisisme pasar Eropa terhadap mobil performa tinggi buatan China. Eropa menuntut spesifikasi buas, dan Denza menjawabnya.
Meski detail spesifikasi teknis masih ditutup rapat, Denza membocorkan bahwa mobil ini dibekali teknologi kemudi steer-by-wire, suspensi magnetorheological super canggih, dan kokpit sarat teknologi masa depan yang sangat berpusat pada pengemudi.
Mewarisi DNA radikal dari sang adik, Z9 GT, mobil purwarupa ini diproyeksikan mampu melakukan manuver eksentrik seperti 'crab walk' (berjalan menyamping ala kepiting) dan 'tank turn' (berputar di tempat).
Dapur pacunya sangat brutal; disokong oleh powertrain listrik tiga motor (tri-motor) yang diyakini sengaja didongkrak jauh melampaui angka 952 bhp milik Z9 GT demi menembus batas psikologis 1.000 bhp.
Tak ayal, akselerasinya sangat buas. Mobil ini diklaim mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam kedipan mata, yakni 2,7 detik.
Performa ini juga didukung teknologi pengisian daya kilat (flash charge) berkecepatan super tinggi, kemampuan drift mumpuni, serta fitur mengemudi semi-otonom.

Rumor invasi ini semakin kuat setelah wujud purwarupanya tertangkap kamera sedang melibas sirkuit "neraka" Nürburgring, memicu spekulasi kuat bahwa Denza tengah membidik rekor putaran waktu sebelum peluncuran Eropanya.
Stella Li sendiri telah mengonfirmasi kehadiran monster ini ke pasar Inggris. "Kami ingin mengundang Anda ke Goodwood," tantang Li, memastikan peluncuran global mobil ini di ajang bergengsi Goodwood Festival of Speed pada bulan Juli mendatang, yang kemudian akan langsung disusul ke berbagai ruang pamer.
Menariknya, meski versi konsepnya dikenal sebagai Z, Li menegaskan bahwa nama akhir produksi mobil ini masih berstatus "rahasia" dan bisa saja berubah.
Li dengan sangat percaya diri menyoroti supremasi teknis Denza sebagai senjata utama untuk meruntuhkan dominasi merek mapan Eropa. Ia memberikan kritik tajam, "Jika Anda memikirkan merek lain, saat mereka meluncurkan mobil premium baru, mereka hanya membuat mesin lebih bertenaga dan desain interior lebih emosional; tidak ada revolusi fundamental."
Sebaliknya, Li menjadikan serangkaian inovasi teknologi pada produknya sebagai bukti tak terbantahkan. "Ini adalah penggunaan teknologi untuk benar-benar mendefinisikan ulang keanggunan," tegasnya. "Untuk hubungan emosional, inilah yang kami miliki. Kami akan membuat orang berkata 'inilah mobil yang benar-benar ingin saya coba'."
Ekosistem Jadi Kunci: Cara Merek Ini Menancapkan Posisi Sebagai EV Premium di Indonesia
DENZA membuktikan bahwa masa depan EV premium bukan soal satu mobil hebat, melainkan ekosistem yang bekerja menyeluruh. DENZA membuktikan bahwa masa depan EV premium... | Halaman Lengkap [842] url asal
#denza-d9 #byd-denza #mobil-listrik
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/02/26 21:17
v/148752/
JAKARTA - DENZA membuktikan bahwa masa depan EV premium bukan soal satu mobil hebat, melainkan ekosistem yang bekerja menyeluruh.Dalam waktu yang terbilang singkat, merek ini membuktikan bahwa mobil listrik premium tidak cukup hanya unggul di produk. Tapi, harus ditopang oleh ekosistem menyeluruh, mulai teknologi, layanan, hingga pengalaman kepemilikan, untuk benar-benar menggeser peta kemewahan otomotif Indonesia.
Selama lebih dari satu dekade, panggung MPV mewah dikuasai oleh pabrikan Jepang. Namun, di 2025, lanskap itu berubah drastis.
Sebuah kendaraan meluncur nyaris tanpa suara, tanpa raungan mesin, tanpa upaya mencuri perhatian—namun justru memikat dengan kesenyapan. Dialah DENZA D9.
D9 menjadi penanda perubahan paradigma: dari kemewahan berbasis warisan merek menuju kemewahan berbasis kecerdasan teknologi dan rasionalitas ekonomi.
Dalam hitungan bulan, D9 bukan hanya hadir, tetapi langsung mengguncang dominasi lama.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan D9 sepanjang tahun lalu sangat kuat di Indonesia. D9 memimpin segmen MPV listrik premium dengan total penjualan lebih dari 7.400 unit. Rasio keunggulan lebih dari tiga kali lipat dibanding kompetitornya menegaskan bahwa yang terjadi bukan sekadar pergeseran selera, melainkan disrupsi struktural.
Ekosistem, Bukan Sekadar Mobil
Keunggulan DENZA tidak berdiri pada satu aspek semata. Produk hanyalah pintu masuk. Yang mendorong percepatan pertumbuhannya adalah pembangunan ekosistem EV premium yang dirancang sejak awal.
Sebagai lini premium dari BYD Group—produsen kendaraan energi baru terbesar di dunia yang telah melampaui Tesla dalam volume penjualan— yang mengusung pendekatan vertikal terintegrasi. Denza mendapatkan sokongan teknologi inti seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, dan sistem bantuan mengemudi dikembangkan langsung oleh induk perusahaan, memastikan konsistensi kualitas sekaligus efisiensi biaya.

D9 menjadi etalase utama ekosistem tersebut. MPV listrik premium ini dibekali baterai Blade berkapasitas 103 kWh, dengan jarak tempuh hingga 600 km (NEDC) serta kemampuan fast charging 166 kW yang mampu menambah jarak sekitar 150 km dalam 10 menit atau 230 km dalam 15 menit.
Akselerasi 0–100 km/jam dapat dicapai dalam 9.5 detik pada varian All Wheel Drive dengan tenaga 308 hp dan torsi 360 Nm.
Namun merek ini memahami, angka-angka tersebut belum cukup tanpa rasa aman dan nyaman dalam kepemilikan.
Layanan Premium sebagai Fondasi Kepercayaan
Dalam waktu singkat, jaringan layanan dibangun secara agresif namun terukur. Hingga 2025, outlet telah hadir di kawasan strategis seperti BSD City, Kelapa Gading, Pluit, Gatot Subroto, serta Denpasar, Bali, lokasi yang merepresentasikan pusat bisnis dan gaya hidup premium.
Lebih jauh, BYD menunjuk 10 dealer resminya sebagai Authorized Service Dealer untuk lini premiumnya, memperkuat layanan purnajual yang terintegrasi.
Pendekatan tersebut memperluas akses konsumen terhadap layanan tanpa harus menunggu pembangunan fasilitas eksklusif dari nol. Strategi ini mencerminkan langkah cepat namun efisien: membangun ekosistem dengan memanfaatkan kekuatan jaringan yang telah ada.
Sebagai pelengkap, tersedia hotline pelanggan 24 jam, layanan test drive premium, serta akses ke fasilitas pengisian daya publik terintegrasi. Pengalaman kepemilikan dirancang agar terasa tenang, selaras dengan karakter produknya.
Hitungan Pasar yang Masuk Akal
Rasionalitas ekonomi menjadi faktor krusial dalam keberhasilannya. Pada 2025, D9 dipasarkan dengan harga sekitar Rp950 jutaan (On The Road Jakarta). Angka ini jauh di bawah kompetitor yang berada di kisaran Rp1,35 miliar hingga Rp1,65 miliar.
Selisih Rp400 juta hingga Rp700 juta menjadi argumen kuat, terlebih ketika dikombinasikan dengan biaya kepemilikan. Dengan tarif SPKLU tertinggi Rp2.466 per kWh, biaya pengisian penuh baterai 103 kWh berkisar Rp254.000–Rp300.000 untuk jarak sekitar 500 km—angka yang sulit ditandingi kendaraan bermesin konvensional di kelas yang sama.
Pergeseran Psikologi Konsumen Premium
Kesuksesan D9 juga menandai perubahan psikologis konsumen kelas atas. Kemewahan tak lagi semata soal heritage, melainkan kecerdasan memilih teknologi yang relevan dengan masa depan.
“Rasanya sekarang lebih masuk akal membeli D9, baik dari sisi harga, fitur, pajak, dan biaya operasional,” ujar Hendrik Lim, pengunjung pameran otomotif di Jakarta baru-baru ini. “Kami mencari mobil yang nyaman dan mewah, tapi juga logis.”
Mengendarai model ini menjadi pernyataan simbolik baru: pemiliknya dipersepsikan visioner, melek teknologi, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan—tanpa kehilangan prestise.
Strategi Jangka Panjang Sang Naga
Head of Public and Government Relations, PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menegaskan bahwa ekspansi produk premium akan terus berlanjut di Indonesia.
Didukung struktur bisnis terintegrasi secara vertikal—yang memproduksi baterai, motor listrik, hingga chip secara mandiri—merek-merek dibawah naungan BYD Group relatif lebih tangguh terhadap potensi gangguan rantai pasok global.
Garansi 8 tahun atau 160.000 km untuk baterai serta 6 tahun atau 150.000 km untuk kendaraan menjadi bukti kepercayaan diri terhadap kualitas produk.
Ekosistem Menentukan Masa Depan
Perjalanan pemain ini di Indonesia menunjukkan satu hal: di era elektrifikasi, kemewahan tidak dapat berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh ekosistem yang matang—produk unggul, layanan konsisten, teknologi andal, dan pengalaman pelanggan yang terjaga.
Ketika seluruh elemen tersebut bekerja selaras, pasar pun merespons.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga tercermin melalui keterlibatan aktif dalam platform gaya hidup premium seperti Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Puteri Indonesia, Jakarta Fashion Week dan FORTUNE Indonesia Summit. Di ruang inilah mobilitas bersih diposisikan sebagai bagian dari narasi gaya hidup modern dan progresif.
Didukung investasi jangka panjang BYD Group di Indonesia, model ini hadir sebagai reference setter—membangun kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik premium yang matang dan dapat diandalkan.
Oase Berjalan di Atas Roda: D9 Jadi Standar Baru MPV Listrik Premium
“Silent is the new luxury menjadi mantra baru kaum urban mapan yang menemukan ketenangan di balik kabin senyap DENZA D9 Di tengah kebisingan hutan beton Jakarta... | Halaman Lengkap [924] url asal
#denza-d9 #byd-denza #mobil-listrik
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/02/26 21:17
v/148751/
JAKARTA - Di tengah kebisingan hutan beton Jakarta yang tak pernah tidur, definisi kemewahan perlahan bergeser. Ia tak lagi identik dengan raungan mesin sport atau ornamen mencolok.Hari ini, kemewahan justru hadir dalam bentuk keheningan.
“Silent is the new luxury” menjadi mantra baru kaum urban mapan yang menemukan ketenangan di balik kabin senyap DENZA D9, MPV listrik premium yang mengubah cara perjalanan darat dimaknai. Sebagai merek premium elegan yang digerakkan oleh teknologi dan inovasi terdepan, model ini menghadirkan kemewahan bukan melalui kebisingan, melainkan melalui kecanggihan yang bekerja nyaris tanpa terasa.
Bagi konsumen modern, beralih ke kendaraan listrik bukan lagi sekadar mengikuti tren hijau atau Fear of Missing Out (FOMO). Keputusan ini lahir dari pertimbangan rasional dan kedewasaan finansial. Di balik desain elegannya, tersimpan perpaduan antara tanggung jawab lingkungan, rekayasa teknologi mutakhir, dan kenyamanan tanpa kompromi—membentuk standar baru mobilitas kelas atas.
Oase Berjalan di Atas Roda
Begitu pintu geser elektrik tertutup, dunia luar seolah lenyap. Kabinnya dirancang bukan sekadar ruang transportasi, melainkan ruang hidup bergerak—mobile living room—yang kedap suara.
Kehalusan motor listrik menghapus getaran dan dengung mesin konvensional, menciptakan atmosfer yang tenang bahkan saat melaju di kecepatan tinggi.
Interior berkonfigurasi “777” memungkinkan tujuh penumpang dewasa duduk nyaman tanpa kompromi ruang kaki, sekaligus menyisakan bagasi luas hingga 2.310 liter—cukup untuk tujuh koper besar dan tujuh tas jinjing.
Di baris kedua, captain seat berlapis kulit premium dilengkapi fitur pijat elektrik, pemanas, dan pendingin. Sandaran kaki elektrik serta meja lipat multifungsi memungkinkan penumpang tetap produktif atau beristirahat sepenuhnya, menyerupai kabin kelas bisnis.
"Kulkas Pintar" dan Orkestra Dynaudio
Merek premium dari BYD ini memahami bahwa kemewahan ada pada detail. Di konsol tengah, terselip kulkas berkapasitas 7,5 liter yang bukan sekadar kotak pendingin biasa.
Perangkat ini mampu diatur suhunya mulai dari minus 6 derajat hingga 50 derajat Celcius. Artinya, sampanye dingin untuk perayaan atau susu hangat untuk balita dapat tersaji sempurna kapan saja.

Pengalaman sensorik penumpang semakin dimanjakan oleh sistem hiburan DiLink Intelligent Interactive System.
Layar sentuh ultra-high definition berukuran 15,6 inci menjadi pusat komando, terintegrasi dengan sistem audio premium Dynaudio 7.1 channel yang menghadirkan kualitas suara imersif, mengubah kemacetan menjadi konser pribadi yang menyenangkan.
Kehadiran layar sentuh di sandaran tangan kursi baris kedua memberi kontrol penuh kepada penumpang untuk mengatur suhu AC, posisi kursi, hingga pencahayaan ambient light 64 warna yang bisa disesuaikan dengan suasana hati.
Rasionalitas di Balik Kemewahan: Jarak Tempuh 600 KM
Banyak yang ragu beralih ke EV karena kecemasan jarak tempuh (range anxiety). Namun, D9 menjawab keraguan tersebut dengan data teknis yang solid.
Ditenagai oleh Blade Battery berkapasitas 103 kWh, MPV bongsor ini mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer (metode NEDC) dalam sekali pengisian daya penuh.
Dalam simulasi perjalanan nyata, rute Jakarta ke Semarang yang berjarak sekitar 438 kilometer dapat dilahap tanpa perlu berhenti mengisi daya.
Bahkan untuk rute lebih jauh seperti Surabaya (700 km), pengemudi cukup melakukan satu kali pengisian daya singkat di rest area sambil beristirahat makan siang.
Teknologi pengisian dayanya pun impresif. Dengan dukungan fast charging 166 kW, baterai dapat terisi untuk menempuh jarak 150 kilometer hanya dalam waktu 10 menit. "Liburan mewah anti-susah" bukan sekadar slogan, melainkan realitas teknis yang ditawarkan.
Benteng Keselamatan Digital
Sebagai kendaraan keluarga, keselamatan adalah fondasi penting. D9 dibekali rangkaian fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang komprehensif. Mulai dari Adaptive Cruise Control (ACC) yang menjaga jarak aman otomatis, Blind Spot Detection, hingga kamera 360 derajat presisi tinggi.
Struktur bodinya diperkuat dengan hampir 80 persen baja berkekuatan tinggi, dilindungi oleh 8 bantalan udara (airbags) yang tersebar di seluruh kabin. Fitur Auto Emergency Brake (AEB) siap mengambil alih kendali pengereman saat mendeteksi bahaya mendadak, memberikan ketenangan pikiran ekstra bagi pengemudi.
Pergeseran preferensi ini diamini oleh para pengguna yang telah merasakan langsung perbedaan kualitas berkendara. Elvyra, pengguna yang membawa keluarganya berlibur Tahun Baru di akhir 2025 silam, mengungkapkan kepuasannya.
"Beralih ke D9 adalah keputusan terbaik yang pernah kami buat. Dulu, perjalanan jauh identik dengan kelelahan dan suara bising mesin. Sekarang, anak-anak bisa tidur nyenyak di belakang karena kabinnya sangat senyap dan suspensinya halus. Suami saya juga tidak stres memikirkan baterai karena jarak tempuhnya sangat jauh. Ini adalah upgrade gaya hidup yang membuat kualitas waktu bersama keluarga jadi lebih berharga," ungkapnya.
D9 membuktikan bahwa era mobil listrik bukan masa depan yang jauh, melainkan kemewahan yang sudah ada di depan mata. Bagi mereka yang menghargai ketenangan, efisiensi, dan teknologi, mobil ini adalah jawaban paling rasional di pasar otomotif Indonesia saat ini.
Enam Pilar Kecanggihan D9
1. Eksterior yang tenang dan elegan
2. Garis desain klasik berpadu sentuhan modern. Siluet dinamis namun tetap bersih Interior yang mengutamakan kenyamanan seluruh kursi berlapis kulit premium. Captain seat elektrik dilengkapi leg rest, fitur pijat, pemanas, dan pendingin. Rel geser 1.080 mm memberi fleksibilitas ruang ekstra.
3. Tata letak 777 yang fungsional menampung tujuh penumpang, tujuh koper, dan tujuh tas jinjing. Kulkas kabin tiga mode (dingin, segar, panas) menambah fleksibilitas penggunaan.
4. Sistem pintar terintegrasi layar 15,6 inci Ultra-HD, panel instrumen digital 10,25 inci, serta layar kontrol di sandaran tangan baris kedua menciptakan pengalaman digital menyeluruh
5. Performa EV yang efisien
Baterai 103 kWh dengan jarak tempuh hingga 600 km dan pengisian cepat 166 kW menghadirkan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan.
6. Fitur Keselamatan Komprehensif
Delapan airbag, ADAS lengkap, serta struktur bodi baja berkekuatan tinggi membentuk perlindungan menyeluruh bagi seluruh penumpang.
Model ini menunjukkan bahwa kemewahan di era elektrifikasi tidak lagi ditentukan oleh suara yang keras, melainkan oleh kemampuan menghadirkan ketenangan, efisiensi, dan teknologi yang relevan.
Bagi mereka yang menghargai waktu, kualitas hidup, dan rasionalitas, kesenyapan justru menjadi simbol prestise yang paling baru.
Senjakala Sang Raja Jalanan: Bagaimana Denza D9 Menumbangkan Hegemoni Toyota Alphard di Indonesia
Lobi hotel bintang lima di kawasan Bundaran Hotel Indonesia itu tak pernah berdusta; ia adalah panggung “sandiwara sosial paling jujur di negeri ini. Lobi... | Halaman Lengkap [1,620] url asal
#denza-d9 #gjaw #byd-denza #gjaw-2025
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/11/25 17:56
v/54101/
ICE BSD - Lobi hotel bintang lima di kawasan Bundaran Hotel Indonesia itu tak pernah berdusta; ia adalah panggung “sandiwara” sosial paling jujur di negeri ini.Selama lebih dari satu dekade, panggung itu dikuasai oleh satu pemeran utama: Toyota Alphard. Mobil bongsor berbentuk kotak itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan "seragam resmi" kesuksesan para konglomerat, pejabat tinggi, dan selebritas papan atas.
.jpg)
Namun, angin perubahan berhembus kencang di 2025. Di antara deretan pilar marmer, kini muncul pendatang baru yang senyap namun mematikan. Ia tidak meraung, tapi meluncur. Denza D9, sang penantang dari China, telah datang bukan sekadar untuk bertamu, melainkan untuk mengusir tuan rumah.
Tahun 2025 menjadi saksi bisu runtuhnya sebuah mitos. Hegemoni Toyota Alphard dan saudara kembarnya, Vellfire, yang dibangun di atas pondasi keandalan mesin bakar dan nilai jual kembali yang legendaris, kini retak dihantam gelombang elektrifikasi.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyodorkan fakta yang membuat dahi berkerut: Denza D9, Battery Electric Vehicle (BEV) besutan sub-brand BYD, secara konsisten mengasapi penjualan Alphard.
Bukan menang tipis, melainkan unggul telak dengan rasio tiga kali lipat pada bulan-bulan puncak distribusi.
Ini bukan sekadar pergantian selera, ini adalah disrupsi fundamental.
Runtuhnya Mitos
Namun, loyalitas buta itu menemui ujian terberatnya ketika Toyota Alphard generasi terbaru—khususnya varian Hybrid (HEV)—menyentuh angka psikologis Rp1,6 miliar.
Di seberang ring, Denza D9 masuk dengan narasi yang menampar kemapanan: "Masa Depan Kemewahan". Dengan dukungan raksasa teknologi BYD yang telah melampaui Tesla sebagai produsen kendaraan energi baru terbesar di dunia, Denza menawarkan proposisi yang sulit ditolak akal sehat: mobil yang lebih besar, lebih canggih, dan lebih bertenaga, namun dengan harga setara MPV kelas menengah.
“Rasanya saat ini lebih masuk akal untuk membeli Denza D9 dibandingkan Alphard. Dari sisi harga, fitur, pajak, dan lainnya. Memang kita mau mobil yang mewah dan nyaman, tapi jika bisa lebih hemat kenapa tidak?,” beber Hendrik Lim, salah satu pengujung Gaikindo Jakarta Autoweek (GJAW) 2025 yang sedang mengajak keluarganya melihat-lihat booth Denza.
“Saya sengaja mengajak keluarga untuk bisa langsung mencoba merasakan kenyamanan kabinnya. Sepertinya sih sudah cocok ya,” beber pria yang tinggal di Kelapa Gading ini sembari tertawa.
Fakta di Balik Angka: Dominasi Mutlak
Bandingkan angka tersebut dengan sang petahana. Secara historis, alokasi rata-rata Toyota Alphard dari Jepang ke Indonesia hanya berkisar antara 300 hingga 500 unit per bulan. Di titik inilah matematika pasar berbicara: 1.768 unit melawan 500 unit. Denza unggul lebih dari tiga kali lipat. Hingga September 2025, tren akumulatif menasbihkan Denza D9 sebagai pemimpin baru pasar MPV Luxury.
Pertarungan Fisik: David yang Lebih Besar dari Goliath
Dibangun di atas e-Platform 3.0 milik BYD yang murni listrik, Denza D9 memiliki keleluasaan arsitektur yang tidak dimiliki Alphard dengan platform TNGA (GA-K) miliknya yang masih harus berkompromi untuk ruang mesin dan transmisi.
Secara dimensi, Denza tampil lebih intimidatif. Dengan panjang 5.250 mm, ia lebih panjang 240 mm dibandingkan Alphard yang hanya 5.010 mm. Kelebaran bodinya mencapai 1.960 mm, unggul 110 mm dari Alphard (1.850 mm).
Selisih lebar 11 sentimeter ini bukan angka sepele; ia diterjemahkan menjadi lorong tengah (walk-through) yang tetap lega meski kursi baris kedua dibuat sangat lebar, atau volume kursi yang lebih memeluk tubuh penumpangnya.
Denza juga unggul dalam hal wheelbase atau jarak sumbu roda yang mencapai 3.110 mm, lebih panjang 110 mm dari Alphard. Dalam bahasa kenyamanan, ini berarti ruang kaki (legroom) yang jauh lebih luas bagi penumpang baris kedua dan ketiga. Bahkan bagasi Denza menawarkan fleksibilitas volume 410 hingga 1.800 liter, mengungguli Alphard yang berada di kisaran 500 hingga 1.500 liter.
Keheningan adalah Kemewahan Baru
Denza D9 varian All Wheel Drive (AWD) menyemburkan tenaga buas 369 HP dengan torsi instan 470 Nm. Varian penggerak depan (FWD) pun tak kalah garang dengan 308 HP dan torsi 360 Nm. Hasilnya? Akselerasi 0-100 km/jam tuntas hanya dalam 6,9 detik.
Jauh meninggalkan Alphard HEV yang membutuhkan waktu 8,5 detik dengan tenaga kombinasi sekitar 247 HP dan torsi mesin 239 Nm.
Namun, bukan kecepatan yang dicari, melainkan kualitas rasa berkendara. Denza menawarkan penyaluran tenaga yang linear, tanpa hentakan perpindahan gigi, dan yang terpenting: senyap.
Tingkat kebisingan kabin Denza tercatat hanya 64 desibel pada kecepatan tinggi. Bandingkan dengan Alphard Hybrid, di mana mesin bensin 2.5 liter 4-silinder tetap akan meraung halus saat baterai melemah atau saat pedal gas diinjak dalam, menimbulkan getaran mikro yang mengganggu keheningan "VIP".
Kenyamanan ini disempurnakan oleh sistem suspensi canggih DiSus-C atau Frequency Damping Control pada Denza, yang diracik khusus untuk jalanan Jakarta: cukup empuk memeluk lubang, namun cukup stabil untuk mencegah gejala mabuk darat yang sering dikeluhkan pada Alphard generasi lama yang terlalu mengayun.
Ruang Tamu Berjalan: Perang Fitur
Perbedaan paling mencolok—dan seringkali menjadi penentu keputusan—adalah urusan pendingin minuman.
Denza D9 dilengkapi dengan kulkas kompresor asli yang mampu membekukan hingga minus 6 derajat Celcius. Kulkas ini bahkan memiliki fitur sterilisasi saat mobil mati.
Di iklim tropis Indonesia yang menyengat, kemampuan menyajikan minuman sedingin es secara instan adalah sebuah game changer. Sebaliknya, Alphard hanya menyediakan console box yang didinginkan hembusan angin AC; sebuah fitur standar yang kurang efektif melawan panasnya Jakarta.
Dasbor Denza didominasi layar tengah 15,6 inci beresolusi 2.5K, terintegrasi dengan 14 pelantang suara dari Dynaudio yang memberikan kualitas suara audiophile.
Sementara penumpang belakang dimanjakan dengan layar hiburan terpisah dan panel kontrol layar sentuh di sandaran tangan kursi Zero Gravity yang memiliki fitur pijat 10 titik. Alphard, dengan tombol-tombol fisik plastiknya, mulai terasa seperti artefak masa lalu di hadapan antarmuka futuristik ini.
Hitungan Ekonomi: Hemat Pangkal Kaya
Pada tahun 2025, Denza D9 EV dilepas dengan rentang harga Rp 950 jutaan On The Road Jakarta. Sementara itu, Toyota Alphard HEV bertengger angkuh di kisaran Rp 1,35 miliar hingga Rp 1,65 miliar. Ada selisih harga sekitar Rp 400 juta hingga Rp 700 juta—jumlah yang cukup untuk membeli sebuah mobil listrik mungil tambahan atau satu unit Innova Zenix bensin.
Keunggulan Denza semakin tak terbantahkan ketika masuk ke ranah pajak. Berkat Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 2023, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk mobil listrik murni adalah nol rupiah. Pemilik Denza hanya perlu membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 143.000 per tahun.
Nasib berbeda dialami pemilik Alphard Hybrid. Karena masih menggendong mesin bensin, ia tidak menikmati pembebasan pajak penuh. Dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang tinggi, pemilik Alphard wajib menyetor pajak sekitar Rp 26.000.000 setiap tahunnya. Dalam lima tahun kepemilikan, selisih biaya pajak saja sudah mencapai lebih dari Rp130 juta.
Biaya operasional harian pun bak bumi dan langit. Dengan baterai berkapasitas 103 kWh yang mampu menempuh jarak riil sekitar 500 km (klaim NEDC mencapai 600 km), biaya pengisian penuh Denza di SPKLU Ultra Fast Charging termahal sekalipun (tarif Rp 2.466 per kWh) hanya berkisar Rp 254.000 hingga Rp 300.000. Jika mengisi di rumah, biayanya bisa ditekan di bawah Rp 200.000.
Bandingkan dengan Alphard HEV yang menenggak Pertamax Turbo (RON 98). Dengan harga bensin di kisaran Rp 13.100 per liter dan asumsi konsumsi BBM 10-12 km/liter, perjalanan 500 km membutuhkan biaya sekitar Rp 600.000. Secara matematis, biaya energi Denza kurang dari separuh biaya energi Alphard.
Pergeseran Psikologi: Dari Warisan ke Kecerdasan
Kesuksesan Denza D9 juga menandai pergeseran sosiokultural di kalangan elit Indonesia. Definisi kemewahan telah berubah. Jika dulu kemewahan adalah soal "warisan" (heritage) merek Jepang, kini kemewahan adalah soal "kecerdasan teknologi" (smart luxury).
Mengendarai Denza D9 kini dianggap sebagai sinyal bahwa pemiliknya adalah sosok visioner dan melek teknologi. Ada faktor FOMO (Fear Of Missing Out) yang bekerja.
Desain grill depan Denza yang masif dan intimidatif memberikan road presence yang dibutuhkan untuk dihargai di jalan raya, setara atau bahkan lebih mencolok dibanding Alphard.
Kekhawatiran soal pengisian daya atau range anxiety pun terbukti tidak relevan di segmen ini. Mengapa? Karena 90% pemilik MPV premium menggunakan jasa sopir. Tugas mencari SPKLU dibebankan kepada sopir saat pemilik sedang beraktivitas. Jarak tempuh 600 km sudah lebih dari cukup untuk mobilitas harian di Jabodetabek yang padat.
Strategi Sang Naga: Invasi Terukur BYD
BYD tidak datang dengan tangan kosong. Menggandeng Arista Group, mereka membangun jaringan dealer yang tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi langsung merambah Surabaya, Medan, dan Makassar. Layanan purnajual dirancang setara standar Lexus, menepis keraguan soal "merek China".
Mereka juga memberikan garansi yang terdengar mustahil bagi pabrikan konvensional: garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km, dan garansi kendaraan 6 tahun atau 150.000 km. Didukung integrasi rantai pasok vertikal—di mana BYD membuat sendiri baterai, chip, dan motornya—mereka kebal dari krisis suplai yang kerap menghantui Toyota.
“Tentu saja kedepannya, kita akan berusaha mendatangkan lebih banyak produk premium Denza ke Indonesia,”beberLuther.
Setahun Hadir di Indonesia, Denza Mantapkan Status Sebagai Pemain EV Premium di GJAW 2025
MPV listrik premium Denza D9 menjadi tulang punggung penetrasi Denza di Indonesia. [433] url asal
#otomotif #gjaw-2025 #denza #byd #mobil-listrik #ev-premium #denza-d9 #luther-t-pandjaitan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Genap satu tahun sejak resmi masuk ke Indonesia, Denzatampil di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 dengan membawa pesan tegas. Mereka bukan sekadar pendatang baru, melainkan pemain yang mulai menguasai segmen kendaraan listrik (EV) premium Tanah Air.
Kehadiransub brand BYD inisepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan cepat, mulai dari jaringan layanan, respons pasar, hingga visibilitasmerekyang terus meningkat.
Mengusung tema “The House of DENZA”, booth di Hall 10 ICE BSD City dirancang menyerupai ruang galeri premium yang merefleksikan filosofi brand. Tata ruang bersih, pencahayaan lembut, serta elemen futuristik membuat pengunjung merasakan pengalaman khas mobil listrik premium sejak pertama melangkah masuk. Pendekatan ini sekaligus menegaskan strategiDenza yang inginmenghadirkan kemewahan yang relevan dengan kebutuhan keluarga modern.
Sorotan utama booth tahun ini adalah DenzaD9, MPV listrik premium yang menjadi tulang punggung penetrasi mereka di Indonesia. Model ini hadir dengan konfigurasi kabin tujuh penumpang, captain seat elektrik dengan fungsi pijat, kulkas mini, hingga sistem hiburan canggih.
Untuk performa, DenzaD9 mengandalkan Blade Battery 103,3 kWh yang mampu mencapai jarak hingga 600 km sekali pengisian, menjadikannya kendaraan yang nyaman untuk perjalanan jarak jauh maupun penggunaan harian.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther T. Pandjaitan menyebut kehadiran Denzadi GJAW 2025 menjadi momentum penting menegaskan komitmen brand terhadap pasar Indonesia. “Kami ingin konsumen merasakan standar baru kendaraan listrik premium, bukan hanya dari produk, tetapi juga dari layanan dan pengalaman menyeluruh,” ujarnya.
Tak sekadar menampilkan mobil, Denzamenyiapkan berbagai aktivitas imersif untuk pengunjung. Booth dilengkapi zona AR interactive yang memungkinkan pengunjung menjelajahi fitur kendaraan secara digital, area lounge The Essence Cafe, serta test drive yang memberikan kesempatan merasakan langsung kenyamanan berkendara khas EV premium Denza.
Dalam setahun terakhir, Denzajuga memperkuat fondasi bisnisnya dengan memperluas jaringan layanan. Kini terdapat lima showroom 3S serta sepuluh bengkel resmi yang tersebar di berbagai daerah termasuk Jabodetabek, Bali, Makassar, Balikpapan, hingga Pontianak. Kehadiran jaringan ini menjadi kunci pelayanan purnajual yang berkelanjutan, terutama bagi konsumen kendaraan listrik yang membutuhkan kepastian dan kesiapan teknis.
Secara global, 2025 menjadi tahun ekspansi agresif bagi Denza. Setelah sukses memulai pasar Indonesia dan Malaysia pada awal tahun, brand ini bergerak ke Eropa dan Inggris pada pertengahan 2025. Langkah tersebut memperkuat posisi Denzasebagai pemain EV premium dengan standar internasional yang konsisten.
Data GAIKINDO hingga Oktober 2025 menunjukkan Denzaberada di posisi teratas untuk penjualan kendaraan listrik segmen premium. Capaian ini memperkuat keyakinan bahwa pasar Indonesia siap menyerap kendaraan listrik berteknologi tinggi sepanjang didukung desain menarik, layanan purnajual kuat, dan pengalaman konsumen yang baik.
Memasuki tahun keduanya di Tanah Air, Denzamenegaskan akan memperluas portofolio, meningkatkan layanan konsumen, dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik premium sebagai bagian dari strategi jangka panjang di Indonesia.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)






