Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA), United Nations Population Fund (UNFPA), dan PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) bekerja sama menggelar program SHECURE Digital, sebagai gerakan inisiatif untuk melindungi perempuan di ruang digital. Jutaan smartphone perempuan berpotensi terproteksi aplikasi IntelliBroń.
SHECURE Digital dibangun melalui tiga pilar utama yang berfokus pada pencegahan, perlindungan serta pemberdayaan.
Salah satu bagian dari program tersebut adalah SHECURE SHIELD, dengan menghadirkan perlindungan teknis yang dirancang untuk membantu pengguna melindungi diri dari risiko digital secara aktif.
Pilar ini menekankan pendekatan privacy first dengan memastikan perlindungan dilakukan tanpa pengawasan berlebihan serta memberikan kendali penuh kepada pengguna atas data dan aktivitas digital mereka.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia saat ini adalah Arifah Choiri Fauzi mengatakan perlindungan terhadap perempuan di ruang digital tidak cukup hanya dengan pendekatan regulasi, perlu ada sentuhan teknologi yang mumpuni.
Melalui program SHECURE Digital, pemerintah ingin memproteksi perempuan di Indonesia dengan cara yang lebih dekat dan dinamis dengan membangun kesadaran bersama antara pemerintah dan swasta.
“Kalau ditanya targetnya [perempuan yang terproteksi SHECURE Digital] kami ingin sebanyak-banyaknya karena kecepatan teknologi dengan perlindungan yang kita berikan tidak seiring. Teknologi berkembang cepat,” kata Arifah kepada Bisnis dikutip Senin (2/3/2026).
Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap dari 286 juta penduduk Indonesia pada semester I/2025, sebanyak 142 juta merupakan wanita. Artinya, sekitar 49% populasi Indonesia adalah perempuan.
Pada 2025, SAFEnet mencatat terdapat 2.382 kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) di Indonesia. Dari jumlah tersebut, mayoritas (1.372 kasus) dialami oleh perempuan yang berusia 18-25 tahun.
SAFEnet mencatat insiden KBGO 2025 paling banyak terjadi di WhatsApp, disusul Telegram, Instagram, X, dan TikTok.
Dalam banyak kasus, perempuan menjadi target serangan siber yang bercampur dengan pelecehan seksual, pemerasan, dan ancaman publikasi data pribadi.
Sementara itu, Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan proteksi terhadap anak dan perempuan menjadi hal yang penting saat ini dengan ruang digital yang terbuka lebar.
Kerja sama yang terjalin dengan UNPFA, badan Perserikatan Bangsa Bangsa yang fokus pada kesehatan seksual dan reproduksi serta kependudukan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) diharapkan dapat melindungi wanita Indonesia dari ancaman siber.
ITSEC Asia telah mengembangkan solusi keamanan siber bernama IntelliBroń yang mudah dipakai oleh semua orang, baik wanita maupun anak-anak. Solusi tersebut dapat diunduh di smartphone melalui toko aplikasi.
“Berapa target yang ingin kami jangkau dari program ini? sebanyak yang bisa kami lakukan. Target group ada 140 juta smartphone, pelan-pelan kami yakin bisa mencapai itu,” kata Patrick kepada Bisnis.
Patrick juga mengatakan pasar Indonesia sangat luas. Perusahaan, secara basis, berpotensi merangkul 280 juta penduduk Indonesia dengan solusi keamanan siber IntelliBroń. ITSEC Asia meyakini pelan-pelan dapat melindungi seluruh masyarakat dengan fitur keamanan siber.