Harga plastik melonjak akibat perang di Timur Tengah, mendorong masyarakat beralih ke kemasan daur ulang. Wali Kota Bandung dan pegiat lingkungan mengajak penggunaan wadah pakai ulang untuk mengurangi [473] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Melonjaknya harga bahan baku plastik akibat perang di Timur Tengah dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan atau sustainable lifestyle.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya untuk kemasan makanan dan minuman yang dibawa pulang (take away).
Menurut Farhan, lonjakan harga plastik di pasaran saat ini sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, dia menilai kondisi ini menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat.
“Kita tahu harganya sekarang meningkat sampai 10 kali lipat. Saya ingin mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan kemasan, terutama plastik sekali pakai,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (14/4).
Lebih lanjut, Farhan juga meminta masyarakat agar beralih menggunakan wadah yang dapat dipakai ulang, seperti tempat makan atau botol yang sudah dimiliki di rumah.
Dia menilai warga sebaiknya menggunakan tempat botram yang ada di rumah untuk makanan. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan wadah pakai ulang juga lebih ekonomis bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah plastik di Kota Bandung yang selama ini menjadi salah satu permasalahan lingkungan. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan pemerintah lebih mengarah kepada kesadaran konsumen, bukan semata-mata pembatasan dari sisi produksi.
“Ini pendekatan kepada konsumen agar beralih dari kontainer plastik sekali pakai menjadi kontainer yang bisa dipakai ulang,” jelas Farhan.
Pegiat lingkungan dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira mengatakan bahwa selama ini plastik sebenarnya memiliki harga, namun, tidak terlihat oleh konsumen.
“Dari dulu plastik ada harganya, tetapi tidak terlihat karena selalu disubsidi oleh pedagang dan diberikan gratis kepada konsumen,” kata Tiza.
Aktivis lingkungan hidup dan pakar kebijakan publik di bidang perubahan iklim dan pengelolaan limbah itu menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik pertama kali dirasakan oleh pedagang kecil. Peritel modern, seperti supermarket, sudah lebih dulu berhenti menyediakan kantong plastik sekali pakai beberapa tahun belakangan.
Tiza menilai perbedaan perilaku konsumen saat berbelanja di supermarket dan pasar tradisional menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan sebenarnya memungkinkan.
“Kita lihat konsumen kalau belanja ke supermarket bawa tas belanja sendiri, tapi kalau ke pasar tidak. Murni karena pedagang pasar masih memberikan, artinya bukan karena konsumen tidak bisa berubah,” imbuhnya.
Direktur Climate Policy Initiative Indonesia itu menambahkan bahwa kenaikan harga plastik dapat menjadi titik awal bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mulai mengurangi ketergantungan pada plastik.
“Kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum pedagang UMKM akhirnya berani mengatakan kepada konsumen bahwa mereka tidak bisa menyediakan plastik,” ujar dia.
Untuk penggunaan plastik selain kantong kresek, seperti pada pedagang makanan, Tiza menyebut terdapat dua pendekatan yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha.
Pendekatan pertama, biaya wadah plastik selain kantong kresek dibebankan langsung kepada konsumen. Pendekatan kedua, pedagang memberikan harga normal jika konsumen membawa wadah sendiri. Menurutnya, kedua pendekatan tersebut dapat mendorong perubahan perilaku konsumen untuk mengurangi penggunaan sampah plastik tanpa membebani pedagang.
“Dengan begitu, pedagang tidak terbebani dan konsumen juga jadi terbiasa membawa wadah sendiri,” ujar Tiza.
BoardOne menawarkan solusi paperboard berkelanjutan untuk kemasan makanan, ritel, dan grafis dengan kekuatan, fleksibilitas, dan sertifikasi keamanan. [632] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Kemasan telah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari makanan dan minuman siap saji, produk kesehatan dan kebersihan, hingga pengiriman barang, semuanya bergantung pada kemasan yang mampu melindungi produk sekaligus menjaga kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen.
Meningkatnya kebutuhan tersebut juga diiringi dengan meningkatnya kesadaran, baik dari sisi konsumen maupun pelaku usaha, terhadap kemasan yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga berkualitas. Pertumbuhan sektor makanan dan minuman, ritel, serta e-commerce turut mendorong penggunaan material kemasan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan.
Dalam konteks ini, material kemasan berbasis serat kayu seperti paperboard menjadi salah satu solusi. Material ini dikenal memiliki struktur yang kuat, fleksibel, serta dapat didaur ulang. Permintaan terhadap kemasan berbasis kertas pun diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu inovasinya adalah BoardOne™, rangkaian paperboard yang dirancang untuk berbagai kebutuhan. Dengan portofolio yang beragam, BoardOne™ menawarkan berbagai jenis paperboard yang menggabungkan kekuatan struktur, kemampuan cetak yang baik, serta fleksibilitas desain untuk berbagai aplikasi kemasan.
Kemasan Makanan dan Minuman
Gelas kopi, wadah makanan siap saji, serta kemasan takeaway telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Untuk menampung makanan atau minuman, baik panas maupun dingin, kemasan perlu memiliki daya tahan yang baik agar tetap kuat, tidak bocor, dan mampu menjaga kualitasnya.
Untuk kebutuhan tersebut, BoardOne™ menghadirkan produk FBB Cupstock Hi-Bulk, FBB Platestock, dan FBB GC2 OBA Free yang dirancang aman untuk kontak langsung maupun tidak langsung dengan makanan. BoardOne™ telah memperoleh berbagai sertifikasi keamanan pangan internasional, seperti FSSC 22000 (Food Safety System Certification), FDA (U.S. Food and Drug Administration), serta ISEGA, lembaga sertifikasi Jerman yang menguji keamanan material kemasan untuk kontak dengan makanan.
Produk ini memiliki warna putih dengan tingkat kecerahan tinggi, namun bebas dari Optical Brightening Agent (OBA), yaitu zat pemutih yang digunakan untuk meningkatkan kecerahan kertas. Dengan demikian, material ini tetap aman digunakan sekaligus menghadirkan tampilan kemasan yang bersih dan menarik.
Produk FBB Cupstock Hi-Bulk dan FBB GC2 OBA Free juga telah memperoleh sertifikasi Halal, memberikan jaminan tambahan bagi produsen makanan dan minuman yang membutuhkan standar produksi sesuai ketentuan halal.
Kemasan Produk Ritel
Berbagai produk ritel, seperti kosmetik, produk kesehatan, produk rumah tangga, hingga barang elektronik ringan, memerlukan kemasan yang mampu melindungi produk sekaligus menampilkan identitas merek dengan baik.
Untuk kebutuhan ini, BoardOne™ tersedia dalam kategori Folding Box Board (FBB) yang umum digunakan dalam kemasan ritel. Struktur paperboard yang kuat membantu menjaga bentuk kemasan serta melindungi produk di dalamnya selama distribusi. Selain itu, permukaan yang rata dan halus memungkinkan hasil cetak yang lebih tajam dan warna yang lebih konsisten, cocok untuk kemasan yang membutuhkan tampilan visual yang menarik di rak ritel.
BoardOne™ juga menghadirkan grade EdgePak yang dirancang untuk menghasilkan kualitas cetak tinggi dengan hasil yang tajam dan konsisten, bahkan dalam volume produksi besar. Material ini juga dapat dioperasikan dengan baik pada mesin pengemas otomatis, sehingga membantu meningkatkan efisiensi dalam proses produksi kemasan.
Percetakan Grafis
Selain untuk kemasan, paperboard juga dapat digunakan dalam kebutuhan grafis dan percetakan, seperti brosur, kartu, kotak hadiah, serta berbagai materi promosi.
Untuk kebutuhan ini, BoardOne™ menghadirkan Art Board C2S Plus yang dirancang untuk menghasilkan kualitas cetak tinggi. Jenis paperboard ini memiliki tingkat brightness dan whiteness yang tinggi sehingga mampu menampilkan warna yang lebih hidup serta detail cetak yang lebih tajam untuk kedua sisinya.
Mengedepankan Keberlanjutan
Selain memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi kemasan, BoardOne™ juga diproduksi dengan memperhatikan aspek keberlanjutan. Produk ini menggunakan sumber serat kayu yang dikelola secara lestari dan telah tersertifikasi Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC), salah satu standar internasional untuk pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.
Melalui sertifikasi ini, BoardOne™ memastikan bahwa produk paperboard berasal dari sumber terbarukan serta diproduksi dengan pengendalian mutu yang ketat. Hal ini memungkinkan terciptanya material paperboard yang berkualitas sekaligus memenuhi kebutuhan kemasan dengan dampak ekologi yang minimal.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai jenis paperboard BoardOne™ dan aplikasinya, kunjungi www.aprilasia.com/boardone.