Bisnis.com, JAKARTA - Untuk meningkatkan kondisi finansialnya di masa depan, banyak orang tertarik untuk terjun ke dunia pasar modal dan mulai berinvestasi. Namun, bagi yang masih awam di dunia investasi, menentukan instrumen investasi terbaik sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan mungkin terasa agak membingungkan.
Untungnya, bagi Anda yang masih bingung menentukan pilihan instrumen investasi, ada salah satu opsi yang cocok untuk dipilih oleh investor dengan berbagai kategori profil risiko. Instrumen investasi tersebut adalah obligasi.
Bukan tanpa alasan, obligasi populer dipilih oleh investor karena sederet keunggulan yang dimilikinya sebagai instrumen investasi. Untuk Anda yang masih penasaran dengan apa saja keuntungan obligasi, khususnya dalam memberikan potensi pendapatan pasif yang menarik, simak penjelasan berikut ini.
1.Kupon Dibayarkan secara Berkala dan Teratur
Berbeda dengan instrumen investasi lain seperti saham, obligasi memiliki karakteristik berupa imbal hasil yang diberikan dalam bentuk kupon. Tergantung dari kebijakan penerbitnya, kupon obligasi ini dibayarkan secara berkala dan teratur di tanggal yang telah ditentukan, bisa sebulan, 3 bulan, atau 6 bulan sekali.
Untuk jenis kupon yang diberikan pun beragam menyesuaikan jenis obligasi yang dipilih. Sebagai contoh, untuk jenis obligasi fixed rate, kupon memiliki bunga yang tetap hingga jatuh tempo. Ada juga obligasi dengan kupon floating with floor atau bunga mengambang dengan batas bawah yang bisa berubah seiring waktu tapi tidak lebih rendah dari batas minimalnya.
Yang menariknya lagi, kupon atau imbal hasil obligasi biasanya lebih tinggi ketimbang bunga deposito. Pada obligasi, potensi imbal hasil dari kuponnya mencapai 6 sampai 7 persen per tahun. Sementara pada deposito, beberapa perbankan ternama di Indonesia hanya memberikan bunga sebesar 3 sampai 4 persen saja, tergantung kondisi pasar.
Belum lagi potongan pajak kupon obligasi hanya sebesar 10 persen dibanding pajak deposito yang mencapai 20 persen. Dengan keuntungan obligasi tersebut, investor mampu meraih imbal hasil yang lebih optimal untuk mewujudkan tujuan finansialnya di masa depan.
2.Berpotensi Berikan Capital Gain
Tidak hanya dari kupon yang dibagikan secara berkala, keuntungan obligasi lainnya adalah investor berpotensi memperoleh capital gain alias selisih harga jual. Pada beberapa jenis obligasi tertentu, investor bisa memperjualbelikannya di pasar sekunder karena bersifat tradable.
Ketika harga jual obligasi lebih tinggi dibanding harga beli, Anda mampu mendapatkan keuntungan berupa capital gain. Walaupun begitu, jika harga jual obligasi lebih rendah dibanding harga belinya, Anda akan mengalami capital loss. Sehingga, Anda perlu memahami apa faktor yang mempengaruhi harga obligasi tersebut saat diperjualbelikan di pasar sekunder agar bisa mendapatkan potensi keuntungan menarik.
Sifat tradable ini juga bisa memberi kesempatan bagi investor obligasi untuk mencairkan pokok investasinya sebelum jatuh tempo dengan menjualnya di pasar sekunder. Yang perlu dipahami, cek ketentuan terkait kapan obligasi bisa diperjualbelikan di pasar sekunder yang bisa dilihat di bagian kontrak produk sebelum membelinya.
3.Tingkat Risikonya Tergolong Rendah
Jika melihat kategori risikonya, obligasi atau surat utang termasuk sebagai bagian instrumen pendapatan tetap dengan tingkat risiko sedang atau moderat. Artinya, risiko investasi obligasi masih lebih rendah dibanding saham, tapi relatif lebih tinggi dibanding instrumen pendapatan tetap.
Meski begitu, pada produk obligasi pemerintah, tingkat risikonya bisa dibilang nyaris nol. Alasannya karena pembayaran pokok dan kupon obligasi pemerintah telah dijamin negara. Jadi, investor dijamin bisa mendapatkan pokok dan kupon investasinya di produk obligasi pemerintah.
Sementara pada obligasi korporasi, investor bisa melihat grade atau peringkat produk yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat resmi. Secara umum, semakin rendah peringkat obligasi, tingkat risikonya menjadi lebih besar, begitu pula sebaliknya.
Dengan menyesuaikan peringkat obligasi korporasi dengan tingkat toleransi risiko, investor bisa memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, bagi investor konservatif, usahakan memilih obligasi berisiko rendah seperti obligasi pemerintah atau obligasi korporasi dengan grade tinggi.
Tumbuhkan Aset, Mulai Investasi Obligasi dan Nikmati Keuntungannya di Cermati Invest
Investasi merupakan perjalanan panjang untuk meraih tujuan finansial, baik jangka pendek atau jangka panjang. Sebagai salah satu instrumen investasi yang cukup banyak diminati investor, obligasi bisa menjadi pilihan untuk menumbuhkan aset kekayaan Anda. Yang terpenting, pilih platforminvestasi obligasi yang terpercaya agar bisa menikmati keuntungannya secara optimal.
Salah satunya adalah Cermati Invest, yaitu platform marketplace investasi yang menyediakan beragam produk reksa dana dan obligasi. Cermati Invest juga menawarkan beragam rekomendasi produk obligasi berkualitas untuk dipilih oleh investor.