Secara keseluruhan, Garuda Indonesia mencatatkan OTP 100 persen pada lima embarkasi utama
Jakarta (ANTARA) - Garuda Indonesia mencatat tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) 100 persen pada penerbangan haji kloter pertama tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di sejumlah embarkasi utama, menandai kelancaran fase awal keberangkatan jamaah menuju Tanah Suci.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan capaian tersebut diraih pada lima embarkasi utama, yakni Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, dan Ujung Pandang.
“Secara keseluruhan, Garuda Indonesia mencatatkan OTP 100 persen pada lima embarkasi utama,” katanya.
Pada fase awal keberangkatan, Garuda Indonesia memberangkatkan sedikitnya 2.255 jamaah kloter pertama dari enam embarkasi. Penerbangan perdana diawali dari Embarkasi Yogyakarta yang mengangkut 360 jamaah pada Selasa (21/4).
Penerbangan tersebut menggunakan pesawat Airbus A330-300 dengan nomor GA 6501 yang lepas landas dari Bandara Internasional Yogyakarta pada pukul 23.40 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada pukul 06.15 waktu setempat.
Selain Yogyakarta, keberangkatan hari pertama juga dilakukan dari embarkasi Jakarta (391 jamaah), Solo (360 jamaah), Lombok (393 jamaah), Ujung Pandang (391 jamaah), dan Medan (360 jamaah).
Glenny menyampaikan kelancaran keberangkatan kloter pertama menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, sekaligus amanah bagi maskapai untuk memastikan perjalanan jamaah berlangsung aman dan nyaman.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh operasional penerbangan haji berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga jamaah kembali ke Tanah Air,” ujarnya.
Pada musim haji 2026, Garuda Indonesia akan melayani sekitar 102.502 jamaah yang tergabung dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
Ia menambahkan tahun ini juga menjadi momentum perdana bagi Garuda Indonesia melayani keberangkatan jamaah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.
Pemberangkatan jamaah dijadwalkan berlangsung bertahap pada 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan ke Madinah pada 21 April–6 Mei dan ke Jeddah pada 7–21 Mei. Sementara itu, fase pemulangan jamaah direncanakan pada 1–30 Juni 2026.
Dalam operasional tahun ini, Garuda Indonesia juga memproyeksikan melayani sekitar 18 persen jamaah lanjut usia berusia di atas 65 tahun serta jamaah berkebutuhan khusus.
Untuk mendukung layanan tersebut, maskapai menyiapkan berbagai fasilitas, antara lain kursi roda di setiap embarkasi, ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jamaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah bandara, layanan penanganan bagasi khusus, serta fasilitas buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.
Selain itu, awak kabin disiagakan untuk memberikan asistensi intensif selama penerbangan, khususnya bagi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Garuda Indonesia juga menyediakan layanan konsumsi berupa dua kali makan utama dan satu kali makanan ringan, dilengkapi fasilitas hiburan selama penerbangan serta ketersediaan portable bidet di lavatory pesawat.
Untuk mendukung kelancaran operasional, maskapai menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji.
Glenny menegaskan operasional penerbangan haji merupakan amanah nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Garuda Indonesia, lanjut dia, terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri guna memastikan kelancaran operasional, keselamatan, serta kenyamanan jamaah.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026