Bisnis.com, JAKARTA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan kepada 12 negara terkait wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, yang memicu perhatian global terhadap keamanan perjalanan internasional, khususnya di sektor wisata laut.
Peringatan untuk memulai pengawasan, pemantauan, dan pelacakan kontak terhadap penumpang ini ditujukan kepada pemerintah Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Singapura, Swiss, Selandia Baru, Denmark, Belanda, Saint Kitts dan Nevis, Swedia, dan Turki.
Kekhawatiran berfokus pada potensi penyebaran internasional melalui penumpang yang telah turun dari kapal, sehingga diperlukan pelacakan kontak yang cepat, pemantauan ketat, serta langkah karantina.
Para pelancong yang baru saja melakukan perjalanan dengan kapal pesiar di wilayah tersebut juga diimbau untuk mewaspadai gejala seperti demam, kelelahan, dan nyeri otot dalam beberapa minggu setelah perjalanan mereka.
Dalam pernyataan pada media briefing 7 Mei 2026, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan bahwa situasi ini berada dalam pemantauan ketat di bawah International Health Regulations bersama berbagai negara terdampak.
Ia menyebut hingga saat ini terdapat delapan kasus yang dilaporkan, termasuk tiga kematian, dengan lima kasus telah terkonfirmasi sebagai hantavirus dan tiga lainnya masih diduga.
“Sejauh ini, delapan kasus telah dilaporkan, termasuk tiga kematian. Lima dari delapan kasus telah dikonfirmasi sebagai hantavirus, dan tiga lainnya masih diduga," ungkapnya.
WHO menegaskan bahwa hantavirus merupakan virus yang dibawa oleh hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.
Dalam kasus ini, jenis yang terdeteksi adalah Andes virus, satu-satunya strain yang diketahui dapat memiliki penularan terbatas antar manusia dalam kondisi kontak erat.
“Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.”
Organisasi tersebut menilai penularan yang terjadi kemungkinan besar berkaitan dengan kontak dekat dan berkepanjangan di antara penumpang yang terdampak. Meski demikian, WHO menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum tetap rendah.
Wabah yang bermula dari MV Hondius ini kini berdampak lintas negara, dengan penumpang yang telah turun di berbagai pelabuhan internasional. Otoritas kesehatan di sejumlah negara telah meningkatkan pengawasan, termasuk pelacakan kontak erat, karantina, serta pemantauan lanjutan terhadap individu yang berpotensi terpapar.
WHO juga telah memberi tahu 12 negara terkait warganya yang pernah berada di kapal tersebut, serta menekankan pentingnya koordinasi internasional dalam pertukaran informasi dan respons cepat untuk mencegah potensi penyebaran lebih lanjut.
Selain itu, WHO menyatakan terus bekerja sama dengan berbagai pemerintah dan mitra global untuk memastikan penanganan pasien, perlindungan penumpang, serta pengendalian risiko kesehatan secara menyeluruh di tengah mobilitas tinggi transportasi laut internasional.