Kita juga punya industri petrokimia dalam negeri, bagaimana industri ini bisa mendukung dan menopang supaya harga plastik tidak terlalu melonjak
Kota Padang (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI DPR RI Andre Rosiade menyebut keberadaan industri petrokimia dalam negeri bisa menjadi solusi untuk mengatasi kenaikan harga plastik yang terjadi imbas konflik di kawasan Timur Tengah.
"Kita juga punya industri petrokimia dalam negeri, bagaimana industri ini bisa mendukung dan menopang supaya harga plastik tidak terlalu melonjak," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade di Padang, Sumatera Barat, Kamis.
Selain itu, Komisi VI yang salah satunya bermitra dengan Kementerian Perdagangan telah meminta Menteri Perdagangan Budi Santoso agar secepatnya mencarikan solusi atas kenaikan harga plastik.
Kenaikan harga plastik di dalam negeri salah satunya dipicu oleh perang di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Imbasnya, kebutuhan bahan baku impor menjadi terganggu.
Eskalasi yang terjadi di Timur Tengah memberikan efek domino terganggunya rantai pasok industri petrokimia global termasuk Indonesia, terutama nafta yang merupakan bahan baku utama plastik.
"Pemerintah saat ini sedang melakukan kajian menyikapi kenaikan harga plastik ini," kata dia.
Menurutnya, permasalahan yang terjadi di kawasan Timur Tengah sangat berdampak pada banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Apalagi, pascapenutupan Selat Hormuz menyebabkan terganggunya arus kebutuhan energi dunia.
Bahkan, kata dia, banyak negara di dunia termasuk di ASEAN sudah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Beruntungnya, hingga sampai saat ini Indonesia tidak menaikkan tarif BBM.
"Ini juga menjadi bukti pemerintah bekerja keras untuk masyarakat dan menghadapi permasalahan yang ada," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah terus mengupayakan diversifikasi bahan baku hingga mendorong pemanfaatan daur ulang guna menjaga ketersediaan plastik nasional di tengah tekanan geopolitik global.
Sebagai respons, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama pelaku industri petrokimia hulu mengambil sejumlah langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi dalam negeri. Salah satunya dengan memperluas sumber pasokan bahan baku.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026