Parade Inspirasi Diri di CFD Bundaran HI menampilkan 200 penari dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026, merayakan budaya Nusantara. [484] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Parade Inspirasi Diri menyemarakkan Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Parade yang merupakan rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 iniberlangsung spektakuler dengan menghadirkan kolaborasi ratusan pelaku seni dari seluruh Nusantara.
Pantauan Bisnis, kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB ini menampilkan flash mob megah yang diikuti 143 penari dari 30 grup finalis NationalDance Competitionmewakili 13 daerah di Indonesia, serta 50 finalis The Audition. Total lebih dari 200 penari dari Sabang sampai Merauke memadati rute dari Bundaran HI hingga Menara BCA sebagai titik utama.
Para penari membawakan koreografi kontemporer yang berakar dari kekayaan budaya Indonesia, menciptakan pemandangan memukau di tengah hiruk-pikuk CFD. Atraksi semakin meriah dengan kehadiranMarching Band Gita Handayani yang mengiringi parade, atraksi Barongsai Kong Ha Hong yang penuh akrobatik, serta penampilan karaktermenawan dari Jember Fashion Carnaval Parade.
Pengunjung CFD dimanjakan dengan sajian musik berkelas dari Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers yang memadukan harmoni klasik dengan nuansa Nusantara. The Resonanz Children's Choir turut menghadirkan warna tersendiri dengan penampilan mereka yang menyentuh.
Empat penyanyi Pagelaran Sabang Merauke, yakni Christine Tambunan, Gabriel Harvianto, Alsant Nababan, dan Nino Prabowo, turut memeriahkan parade dengan membawakan lagu-lagu bertema kebangsaan dan budaya Indonesia. Penampilan mereka menjadi salah satu daya tarik utama yang menyedot perhatian ribuan pengunjung CFD. Artis kawakan Indra Bekti yang ditunjuk sebagai master of ceremony berhasil menjaga antusiasme penonton sepanjang parade berlangsunghingga pukul 09.00 WIB.
Director Jember Fashion Carnaval Bubah Alfian mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan Parade Sabang Merauke merupakan ajang untuk menggali potensi budaya. "Harapannya, kegiatan menggali potensibudaya ini bisa menciptakan budaya baru yang berakar kuat dari kebudayaan Indonesia yang adiluhung," ujarnya.
Presiden Direktur & CEO iForte & Protelindo Group F. Aming Santoso mengatakan parade ini terlaksana seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia. "Kita harus menyediakan wadah bagi mereka untuk menyatukan aspirasi mereka, dan kita harus membuatmasyarakat Indonesia dan generasi muda jatuh cinta dengan kebudayaannya sendiri," kata Aming.
Parade Inspirasi Diri merupakan bagian dari tiga acara penting dalam Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026, selain iForte National DanceCompetition Inspirasi Diri dan The Audition – Pagelaran Sabang Merauke yang telah digelar sehari sebelumnya di Grand Indonesia.
Pagelaran Sabang Merauke tahun ini mengangkat tema 'Hikayat Srikandi Nusantara' yang menyoroti kisah perempuan dalam berbagai cerita rakyat Indonesia. Sutradara Rusmedie Agus mengatakan tema ini didedikasikan kepada sosok perempuan. "Srikandi itu adalah Ibu kita semua, jadi Pagelaran Sabang Merauke tahun ini kita dedikasikan kepada perempuan Nusantara," katanya.
Tema 'Hikayat Srikandi Nusantara' akan menghadirkan kisah perempuan Nusantara yang sarat nilai keteladanan serta inspirasi kehidupan, meliputi keberanian, keteguhan, dan kontribusi perempuan dalam kehidupanbermasyarakat melalui pendekatan artistik.
Pertunjukan ini memadukan semua unsur seni, termasuk tari, musik, desain, busana, hingga teater dalam satu kesatuan pementasan budaya yang utuh. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, dan diharapkan dapatmemperkuat identitas budaya bangsa sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.
Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 menghadirkan kompetisi dan audisi nasional sebagai ruang eksplorasi serta pengembangan talenta untuk penari terbaik [576] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia Yang Punya kembali menghadirkan rangkaian kegiatan di tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas keterlibatan generasi muda dalam ruang kreatif berbasis budaya. Diselenggarakan oleh iForte, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi juga pada proses yang membuka partisipasi talenta dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejak pertama kali digelar pada 2022, Pagelaran Sabang Merauke terus berkembang, tidak hanya dari sisi skala, tetapi juga dari cara keterlibatan publik dibangun. Antusiasme yang semakin tinggi menunjukkan bahwa generasi muda memiliki ketertarikan yang kuat terhadap budaya, selama diberikan ruang yang relevan untuk mengekspresikannya.
Menuju pertunjukan utama tahun ini, semangat budaya sudah mulai digaungkan sejak akhir tahun 2025 melalui acara iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” dan “The Audition” Pagelaran Sabang Merauke. Puncaknya akan hadir dalam rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke yang berlangsung pada 25–26 April 2026. Selama dua hari tersebut, masyarakat dapat menikmati tiga kegiatan utama yang terbuka untuk publik: Grand Final iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri”, dan Grand Final “The Audition” Pagelaran Sabang Merauke, dan Parade “Inspirasi Diri”.
Ketiga format ini dirancang sebagai entry point yang berbeda, sehingga semakin banyak generasi muda dapat terlibat, baik sebagai penari, kreator, maupun bagian dari ruang publik yang merayakan budaya. Melalui rangkaian ini, peserta tidak hanya tampil, tetapi juga menjalani proses yang mencakup latihan, kompetisi, kolaborasi, hingga interaksi lintas daerah.
Dalam acara konferensi pers Road to Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya 2026, yang digelar pada hari Jumat, 25 April 2026 di Main Atrium, Grand Indonesia East Mall,Aming Santoso, President Director & CEO iForte mengatakan, “Dengan melihat besarnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia yang perlu difasilitasi melalui wadah yang tepat. Ia menambahkan bahwa penting untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan merasa memiliki budaya Indonesia.”
Dalam kesempatan yang sama, Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, turut menyampaikan, “Saya sangat mengapresiasi konsistensi Pagelaran Sabang Merauke yang terus hadir sebagai ruang pelestarian budaya Indonesia. Saya sangat tersentuh ketika menyaksikan Pagelaran Sabang Merauke pada tahun lalu karena menampilkan semangat kebangsaan yang kuat.”
Ibu Irene Umar memberikan kata sambutan pada Press Conference Road to Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia Yang Punya
Tahun ini, rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 dimulai dengan program iForte National Dance Competition Inspirasi Diri, sebuah kompetisi tari untuk pelajar SMA/K dan perguruan tinggi bertema nusantara yang diikuti oleh 710 grup tari dari 227 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
Dengan menggunakan lagu tema yang sama, yaitu “Inspirasi Diri”, peserta mengembangkan koreografi dengan pendekatan yang beragam. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana satu karya dapat diterjemahkan menjadi ratusan bentuk ekspresi yang berbeda, baik dari sisi gerak, konsep, maupun pendekatan visual.
Penampilan 3DX - SMA Negeri 5 Malang sebagai Juara 1 Nasional Kategori SMA/K Sederajat di iForte National Dance Competition Inspirasi Diri 2025
Grand FinaliForte National Dance Competition Inspirasi Diri akan diselenggarakan pada 25 April 2026 di Grand Indonesia, Jakarta, menghadirkan 30 grup terbaik dari hasil kurasi offline 13 kota di Indonesia seperti Yogyakarta, Jember, Surabaya, Batam, Makassar, Balikpapan, Jakarta, Semarang, Pekanbaru, Palembang, Medan, Padang, dan Bandung. Adapun juri dari kompetisi ini meliputi Cinta Laura Kiehl, Harashta Zahra, Rusmedie Agus, Dian Bokir dan Pulung Jati.
Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO of iForte, Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke menjelaskan, “Lagu “Inspirasi Diri” dikemas sebagai benang merah yang menjadi titik temu, kemudian diinterpretasikan secara luar biasa oleh para peserta dan pelaku seni melalui tarian yang dibawakan dengan sepenuh hati dalam tema Nusantara, sehingga menjadikan lagu ini terasa semakin hidup.”