KOMPAS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memulai investigasi mengenai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
KNKT belum bisa berkata banyak, mereka masih tahap awal penyelidikan.
"Masih dalam proses awal investigasi," jelas Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anugoro dikutip dari Kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Anggo belum bisa membagikan informasi mengenai perkembangan penyelidikan, KNKT butuh waktu.
"Masih dalam proses awal investigasi. Belum ada perkembangan yang bisa kami share untuk saat ini," ujar Anggo.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendukung penuh investigasi KNKT.
Namun, proses evakuasi untuk keselamatan korban jadi yang paling utama.
"Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," ujar Dudy.
Ketika proses evakuasi selesai, maka penyelidikan penyebab kecelakaan dilakukan KNKT.
"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait agar proses evakuasi berjalan optimal," kata Dudy.
Evakuasi dilakukan perlahan
Kepala Basarnas (Badan SAR Nasional) Mohammad Syafii mengungkap tantangan tim SAR untuk mengevakuasi korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Tim penyelamat harus mengevakuasi secara perlahan dan penuh kehati-hatian karena badan korban terhimpit logam gerbong KRL.
Teknik cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan material) dilakukan supaya membebaskan badan korban dari himpitan logam.
"Kami tidak ingin ada pergerakan yang malah memperburuk kondisi mereka. Ekstrikasi dilakukan secara perlahan hingga badan korban terpisah dari material yang menghimpit," jelas Mohammad dikutip dari Antara, Selasa (28/4/2026).
Basarnas mencoba bekerja seefektif mungkin agar korban bisa segera dikeluarkan dari sana.
Mohammad meminta doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar proses evakuasi lancar dan tuntas.
"Kejadian ini merupakan duka mendalam bagi kita semua. Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar proses evakuasi ini bisa segera tuntas dan seluruh korban dapat segera dikeluarkan dalam kondisi selamat," katanya.
Update terakhir kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, korban meninggal dunia sebanyak 14 orang dan 84 lainnya luka-luka.
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "KNKT Buka Investigasi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur" dan "Menhub Dukung Investigasi KNKT soal Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang