#30 tag 24jam
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Banyak dalil yang bersumber dari hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tentang keutamaan dan amalan bulan Muharram. Bagaimana bunyi dalilnya dan apa saja amalan-amalan... | Halaman Lengkap [712] url asal
#hadis-nabi #tahun-baru-islam #amalan-muharram #bulan-muharram #keutamaan-bulan-muharram
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/06/26 11:24
v/249072/
Banyak dalil yang bersumber dari hadis NabiShallallahu Alaihi Wassalam tentang keutamaan dan amalan bulan Muharram . Salah satu hadis perihal keutamaan bulan Muharram,diriwayatkan dari Abi Bakrah dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:“Sesungguhnya waktu itu berputar seperti hari dimana Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah 12 bulan, di antaranya ada empat bulan yang mulia. Yang tiga secara beriringan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan Rajab yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)
Amalan Muharram dan Dalilnya
1. Puasa di tanggal 1 Muharram
Bagi umat Islam dianjurkan berpuasa pada pada hari pertama bulan Muharram dan pada hari-hari setelahnya pula sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah dalam hadisnya yang berbunyi,Diriwayatkan dari Sayyidah Hafshah dari Rasulullah bahwasannya Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikan (puasa)nya itu sebagai pelebur (dosa) selama 50 tahun. Dan puasa sehari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari di bulan selainnya.”(HR. Ad-Dailami)
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama pasca bulan Ramadhan ialah puasa bulan Muharram.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kemudian hadis:
Rasulullah bersabda, “Puasa satu hari di Bulan Muharram itu lebih utama daripada puasa 30 hari di bulan lainnya, dan puasa satu hari di Bulan Ramadan itu lebih utama daripada puasa 30 hari di Bulan Muharram.” (HR. Bukhari, Ahmad dan Ibnu Majah)
2. Baca doa akhir tahun
Membaca doa akhir tahun ini hendaknya dibaca tiga kali ba’da Maghrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah. Pembacaan ini di awali dengan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali kemudian dilanjutkan dengan doa di bawah ini:Artinya, “Wahai Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Wahai Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” (Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus, Kanzun Najah Was Surur Fi Ad’iyyah Al-Ma’tsur Al-Lati Tasyrah As-Shudur, hal: 298-299)
3. Baca doa awal tahun
Dalam tahun Islam, perhitungan tanggal berpedoman pada peredaran Bulan bukan Matahari, maka doa awal tahun ini hendaknya dibaca setelah melaksanakan salat Maghrib (saat itulah tanggal 1 Muharram telah tiba). Dimulai dengan membaca surat Yasin dan kemudian dilanjutkan dengan doa di bawah ini sebanyak 3 kali:Artinya, “Wahai Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Engkau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.” (Abdullah bin Muhammad Al-Khayyath Al-Harusyi, Al-Fathul Mubin Wad Durrut Tsamin, hal: 318-319)
4. Membaca zikir dan doa Asyura’ (10 Muharram)
Menurut Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus dalam kitabnya yaitu Kanzun Najah Was Surur pada hari Asyura’ kita dianjurkan untuk membaca dzikirSebanyak 70 kali pada waktu ba’da Maghrib. Setelah itu dilanjutkan membaca doa di bawah ini sebanyak tujuh kali,
بسم الله الرحمن الرحيم. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَا مَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
5. Puasa Tasu’a dan Asyura’
Dari Abu Qatadah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Puasa hari Arafah saya berharap kepada Allah dapat menghapuskan (dosa) tahun sebelum dan tahun sesudahnya. Dan puasa hari Asyura saya berharap kepada Allah dapat menghapus (dosa) tahun sebelumnya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)Di samping melakukan puasa Asyura ini juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a). Anjuran ini dengan alasan agar amalan umat Islam di bulan Muharram tersebut tidak menyerupai puasa kaum Yahudi, seperti diceritakan dari sahabat Ibnu Abbas, beliau berkata,
“Ketika Rasulullah datang ke Madinah, beliau melihat orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura’. Kemudian Rasulullah bertanya kepadanya, ‘Hari apa ini?’ Mereka pun menjawab, ‘Hari ini adalah hari yang baik. Hari di mana Allah menyelamatkan kaum Bani Israil dari musuhnya, kemudian Nabi Musa berpuasa pada hari itu.’ Rasulullah menanggapi seraya berkata, ‘Aku lebih berhak daripada kalian.’” (HR. Bukhari)
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Selain dari Al Quran, perintah mengenai haji serta tuntunannya ditemukan dalam banyak hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Berikut ulasannnya. Selain dari Al... | Halaman Lengkap [362] url asal
#hadis-nabi #haji #ibadah-haji #hadis #haji-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/05/26 08:41
v/211179/
Selain dari Al Quran, perintah mengenai haji serta tuntunannya ditemukan dalam banyak hadis NabiShallallahu Alaihi Wassalam.Sejumlah hadis perihal haji mengandung keterangan tentang cara Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam melakukanibadah haji. Berikut ini beberapa bagian hadis tentang haji:
1. Hadis tentang haji sebagai rukun Islam
Hadis dari Ibnu ‘Umar menegaskan bahwa haji merupakan salah satu rukun Islam, sehingga wajib bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya. Nabi Muhammad SAW bersabda:“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)
2. Hadis tentang perintah haji
Dalam sebuah hadis mutawatir, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menyampaikan kewajiban haji, namun dengan penjelasan bahwa ibadah ini tidak harus dilakukan setiap tahun:“Rasulullah SAW pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, ‘Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.’ Lantas ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?’ Beliau lantas diam, hingga orang tadi bertanya sampai tiga kali. Rasulullah SAW kemudian bersabda, ‘Seandainya aku mengatakan ‘iya’, tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.’” (HR. Muslim no. 1337)
3. Hadis tentang segera melaksanakan haji bagi yang mampu
Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidak menunda pelaksanaan haji jika sudah memiliki kemampuan. Beliau bersabda:“Barangsiapa hendak melaksanakan haji, hendaklah segera ia lakukan, karena terkadang seseorang itu sakit, binatang (kendaraannya) hilang, atau adanya suatu hajat yang menghalangi.”
4. Hadis peringatan bagi yang mampu tetapi tidak berhaji
Rasulullah SAW memperingatkan keras orang yang sudah mampu namun lalai menunaikan haji:“Siapa saja mati (sebelum mengerjakan haji) tanpa terhalangi oleh kebutuhan yang nyata, penyakit yang menghambat, ataupun penguasa yang zalim, bolehlah ia memilih mati sebagai seorang Yahudi atau Nasrani.”
Hadis-hadis ini menegaskan kewajiban, urgensi, dan konsekuensi terkait ibadah haji, khususnya bagi mereka yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakannya.
Perintah haji dan umrah adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Haji tidak hanya mencerminkan ketaatan, tetapi juga menjadi simbol persatuan umat Islam. Sebagai Muslim, kita hendaknya mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan Allah ini dengan niat ikhlas dan kemampuan yang memadai.
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Sebagai salah satu ibadah wajib yang termasuk ke dalam Rukun Islam, terdapat beberapa dalil yang mengharuskan umat Islam menjalankan ibadah Haji. Sebagai salah... | Halaman Lengkap [323] url asal
#ayat-ayat-al-quran #surat-surat-al-quran #hadis-nabi #ibadah-haji #haji-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/04/26 09:45
v/203568/
Sebagai salah satu ibadah wajib yang termasuk ke dalam Rukun Islam, terdapat beberapa dalil yang mengharuskan umat Islam menjalankan ibadah Haji.Dalil Naqli Ibadah Haji tercantum dalam Al Quran dan Hadis :
1. Surat Ali Imran ayat 97,
Allah SWT berfirman :Artinya : "Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS Ali-Imran : 27)
Dalam tafsir Al-Muyassar, disebutkan bahwa pada Baitullah ini terdapat bukti-bukti nyata bahwa ia dibangun oleh tangan Ibrahim dan sesungguhnya Allah telah mengagungkan dan memuliakannya. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas orang yang mampu dari kalangan manusia dimanapun berada untuk mendatangi Baitullah ini untuk melaksanakan manasik haji.
Sehingga bagi siapapun yang mengingkari kewajiban haji, maka dia dinyatakan kafir. Sesungguhnya Allah Maha kaya tidak membutuhkannya.
2. Surat Al Hajj ayat 27
Perintah haji juga disebutkan dalam Al Qur'an surat Al Hajj ayat 27. Sebagaimana Allah SWT Berfirman :Artinya : "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh." (QS Al-Hajj : 27)
3. Hadis Nabi SAW
Selain dalam Al Qur'an terdapat pula hadits yang mengandung perintah untuk haji. Dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Islam itu didirikan atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukannya." (HR. Muttafaq 'alaih)
Dalam rangkaian ibadahnya sendiri, haji memiliki rukun haji dan wajib haji. Jika rukun haji ditinggalkan, ibadahnya dianggap tidak sah. Dan jika jemaah tidak melaksanakan wajib haji, ibadahnya tetap sah, tapi ia harus membayar dam atau denda.
Dalil Perintah Kurban dan Aqiqah dalam Al Quran serta Hadis
Dalil diperintahkannya ibadah kurban tersebar di beberapa ayat Al Quran. Sedangkan Aqiqah terdapat dalam beberapa hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Berikut... | Halaman Lengkap [745] url asal
#hadis-nabi #ayat-ayat-al-quran #perbedaan-aqiqah-dan-qurban #dalil-aqiqah-dan-qurban #dalil-berkurban
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 23/04/26 10:49
v/200177/
Dalil diperintahkannya ibadah kurbantersebar di beberapa ayat Al Quran. SedangkanAqiqahterdapat dalam beberapa hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Berikut ulasan tentang dalil-dalil perintah ibadah kurban dan aqiqah tersebut dalamayat-ayat Al Qurandan hadis Nabi SAW.Ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan Perintah Ibadah Kurban:
1. Surat Al-Kautsar, ayat 1-3:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”Surat Al-Kautsar adalah surat pendek yang memiliki makna mendalam. Surat ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari tiga ayat. Ayat kedua dari surat ini adalah yang memuat perintah untuk berkurban. Kata (wanhar) dalam ayat tersebut diterjemahkan sebagai "dan berkurbanlah".
Dalam konteks ayat ini, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan umat Muslim untuk mendirikan salat dan berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Nikmat yang dimaksud dalam ayat ini bisa mencakup berbagai aspek, termasuk keimanan, kesejahteraan, dan kehidupan yang baik.
2. Surah Al Hajj ayat 28
Artinya: "Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir."3. Surah Al Hajj ayat 34-35
Artinya: " Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."4. Surah As Saffat ayat 102
Artinya: "Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."Ayat-ayat Al Quran yang berisi perintah berkurban ini adalah dalil yang mengandung banyak hikmah dan pelajaran bagi umat Muslim. Oleh karena itu, berkurban menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada Hari Raya Iduladha.
Dalil Hadis Perintah Aqiqah
Dasar Hukum Aqiqah
Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasulullah bersabda. “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya”. [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472). Untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani].
Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent].
Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah bersabda: “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing). Diberi nama dan dicukur rambutnya”. [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].
Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda. “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing”. [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan].
Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda, “Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing”. [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied].
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda. “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing). Karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing. [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdurrazaq (4/330), dan dishahihkan oleh al-Hakim (4/238)].
Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan. Dia berkata: Rasulullah bersabda: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya. [Sanadnya Hasan, Hadits riwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail].
Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus shalih.
Kumpulan Hadis Nabi SAW Tentang Huruhara Akhir Zaman
Kumpulan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam tentang kedahsyatan fitnah akhir zaman ini penting diketahui umat Muslim. Simak ulasannya berikut ini.... | Halaman Lengkap [2,204] url asal
#hadis-nabi #zaman-fitnah #hadis-fitnah-akhir-zaman #fitnah-akhir-zaman #fenomena-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/04/26 16:13
v/184074/
Kumpulan hadis Nabi MuhammadShallallahu Alaihi Wassalam tentang kedahsyatan fitnah akhir zamanini penting diketahui umat Muslim. Simak ulasannya berikut ini.Saat ini, dunia sedang berada pada akhir zaman yang dipenuhi banyak fitnah (ujian) dan cobaan. Kata fitnah sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu al-Fitnati (الفِتْنَةُ) yang artinya ujian dan cobaan.
Banyak Hadis mengabarkan tentang maraknya fitnah yang merupakan pertanda dekatnya hari Kiamat. Di antaranya, singkatnya waktu, kebakhilan yang merajalela, perselisihan, pembunuhan, peperangan, kemungkaran, maksiat terang-terangan, menyebarnya berita bohong dan lainnya.
Dalam satu riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: "Tidaklah akan tersisa dari dunia ini melainkan cobaan dan fitnah." (HR Ibnu Majah)
Adapun fitnah terbesar yang akan dialami manusia pada akhir zaman adalah fitnah Dajjal. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan fitnah ini. Salah satu bahaya fitnah dapat menimbulkan kesengsaraan. Termasuk menyebarkan berita dusta atau bohong atau mengada-ngada yang kemudian merugikan orang lain.
kumpulan Hadis tentang Fitnah Akhir Zaman:
1. Dicabutnya Ilmu dan Banyaknya Pembunuhan
Artinya: "Zaman akan semakin dekat, dicabutnya ilmu, akan timbul fitnah-fitnah, dimasukkan (ke dalam hati) sifat kikir dan akan banyak al-Harj, mereka (para sahabat) bertanya: "Apakah al-Harj wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pembunuhan". (HR Al-Bukhari dan Muslim)
2. Berbicara Tidak pada Tempatnya
Artinya: "Tidaklah engkau berbicara dengan suatu kaum seuatu perkataan yang tidak bisa dipahami oleh akal mereka kecuali akan menjadi (menimbulkan) fitnah bagi sebagian dari mereka." (HR Muslim)
3. Pendusta Dipercaya dan Orang Bodoh Mengurusi Urusan Umat
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia. Pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhoh turut bicara." Lalu beliau ditanya, "Apakah Ruwaibidhoh itu?" Beliau menjawab: "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan orang banyak (umat)." (HR Ibnu Majah)
4. Banyak Kekacauan
Artinya: "Kelak akan ada banyak kekacauan dimana di dalamnya orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha (dalam fitnah). Siapa yang menghadapi kekacauan tersebut maka hendaknya dia menghindarinya dan siapa yang mendapati tempat kembali atau tempat berlindung darinya maka hendaknya dia berlindung." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
5. Banyak Perpecahan
Artinya: "Kelak akan ada banyak kekacauan dan perpecahan. Jika sudah seperti itu maka patahkanlah pedangmu dan pakailah pedang dari kayu." (HR. Ahmad no. 20622)
6. Munculnya Fitnah Wanita
Artinya: "Tidak aku tinggalkan di masa setelah aku nanti fitnah yang lebih membahyakan kaum lelaki daripada fitnah wanita." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
7. Dua Kelompok Besar Berperang dan Munculnya 30 Pendusta Mengaku Nabi
Artinya: "Tidak akan terjadi hari Kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut, yang seruan mereka adalah satu. Dan hingga dibangkitkannya para Dajjal lagi pendusta hampir 30 orang. Semuanya mengaku bahwa dirinya Rasulullah, dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa, zaman berdekatan, fitnah menjadi muncul, banyak terjadi pembunuhan, berlimpah ruahnya harta di tengah kalian sehingga para pemilik harta bingung terhadap orang yang akan menerima shadaqahnya. Sampai dia berusaha menawarkannya kepada seseorang namun orang tersebut berkata: 'Saya tidak membutuhkannya'. Orang-orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Ketika seseorang lewat pada sebuah kuburan dia berkata: 'Aduhai jika saya berada di sana'; terbitnya matahari dari sebelah barat dan apabila terbit dari sebelah barat di saat orang-orang melihatnya, mereka beriman seluruhnya (maka itulah waktu yang tidak bermanfaat keimanan bagi setiap orang yang sebelumnya dia tidak beriman atau dia tidak berbuat kebaikan dengan keimanannya)." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
8. Menyerahkan Urusan Umat kepada Perempuan
Artinya: "Allah telah menjagaku dari fitnah (perang Jamal) berkat sesuatu (satu hadits) yang aku dengar dari Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam ketika Kisra (raja Persia) meninggal, beliau bersabda, "siapa penggantinya?" Para Sahabat menjawab: "Putrinya", maka beliau pun bersabda: "Tidak akan sukses selamanya sebuah kaum, yang menyerahkan urusan mereka (pemimpin) kepada seorang perempuan." Abu Bakrah radhiyallahu anhu berkata, "Ketika Aisyah radhiyallahu berangkat ke Bashrah, aku ingat hadits Rasulullah tersebut, maka Allah pun menyelamatkan aku (dengan tidak ikut ikutan fitnah yaitu peperangan Jamal)." (HR at-Tirmidzi 2262)
9. Munculnya Huru-Hara dan Tanduk Setan dari Najed
Artinya: "Ya Allah, berilah kami barokah pada negeri Syam, Ya Allah berilah kami barokah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah berdoa: 'Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman'. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah SAW menjawab: "Di sana terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk setan." (HR Al-Bukhari)
10. Zina Dilakukan Terang-terangan
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan hancur umat ini hingga kaum laki-laki mendatangi kaum wanita, lalu dia menggaulinya di jalanan. Orang yang paling baik di antara mereka saat itu berkata, 'Seandainya engkau menutupinya di belakang tembok ini." (HR Abu Ya'la)11. Tidak Perduli Harta yang Halal dan Haram
Artinya: "Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atauyangharam." (HR Al-Bukhari 2083)
12. Wafatnya Para Ulama dan Orang Bodoh Berfatwa Tanpa Ilmu
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hamba-Nya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mewafatkan para Ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, orang-orang akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
13. Waktu Terasa Singkat
Artinya: "Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti seminggu, satu minggu seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti kedipan mata." (HR Ahmad)
14. Munculnya Dajjal Pembawa Fitnah Besar
Artinya: "Tidaklah diutus seorang Nabi, melainkan dia mengingatkan kaumnya tentang si buta sebelah, sang pendusta. Ketahuilah Dajjal itu buta sebelah dan Tuhan kalian tidak buta sebelah. Di antara kedua matanya tertulis: كَافِرٌ (kafir)." (HR Al-Bukhari 7131)
15. Menjual Agama Demi Kepentingan Dunia
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah untuk mengerjakan amalan-amalan saleh sebelum datang berbagai fitnah seperti potongan-potongan kegelapan malam, di mana seseorang beriman di waktu pagi hari. Kemudian menjadi kafir di sore hari, ataupun beriman di sore hari, kemudian menjadi kafir di pagi hari. Dia menjual agamanya demi kepentingan dunia." (HR Muslim)16. Fitnah Jelang Kiamat Seperti Potongan-potongan Kegelapan Malam
Dari Abu Musa Al-Asy'ari, dia berkata, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya menjelang hari Kiamat akan terjadi berbagai macam fitnah seperti potongan-potongan kegelapan malam, di mana seseorang beriman di waktu pagi hari kemudian menjadi kafir di sore hari, ataupun beriman di sore hari kemudian menjadi kafir di pagi hari. Ketika itu, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berlari. Maka hancurkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian, serta pukulkanlah pedang-pedang kalian kepada bebatuan, dan jika fitnah tersebut memasuki kediamannya, hendaklah dia menjadi sebaik-baik anak Adam." (HR Abu Dawud)17. Ingin Menjadi Ahli Kubur
Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai ada seseorang melewati kuburan lalu berkata, "Seandainya aku berada di tempatnya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)18. Fitnah Dibentangkan di Atas Hati Hati Seperti Tikar
Hudzaifah berkata, "Saya mendengar Rasulullah shollalluhu 'alaihi wasallam bersabda: "Fitnah dibentangkan di atas hati-hati seperti tikar, berulang-ulang. Hati yang menyerap fitnah tersebut disematkan di dalamnya titik hitam, sedangkan hati yang menolak fitnah tersebut disematkan titik putih, sampai memenuhi dua hati itu. Hati yang pertama putih bersih, tidak akan terganggu oleh fitnah sedikitpun selama langit dan bumi masih tegak. Sedangkan hati yang kedua hitam pekat, seperti cangkir terbalik, tidak mengenal yang makruf dan tidak mampu mengingkari kemungkaran, hanya mengikuti hawa nafsunya." (HR Muslim)19. Syahwat Mengikuti Nafsu
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan." (HR Ahmad)20. Berbagai Cobaan Akan Menimpa Generasi belakangan
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya seluruh Nabi sebelumku pasti telah menunjukkan semua kebaikan yang ia ketahui kepada umatnya, dan memperingatkan mereka dari semua keburukan yang ia ketahui. Dan sesungguhnya, kebaikan umat ini terletak pada generasi pertama. Adapun generasi belakangan, mereka akan tertimpa cobaan dan perkara-perkara yang kalian ingkari, fitnah datang silih berganti, ketika fitnah itu menimpa, orang yang beriman berkata, 'Kebinasaanku telah tiba!' Kemudian fitnah itu berlalu.Lalu muncul fitnah lagi, orang yang beriman berkata, 'Inilah saatnya, inilah saatnya!' Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan masuk surga, maka hendaknya dia berusaha mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah dia bergaul dengan manusia dengan baik, sebagaimana dia senang jika manusia bersikap baik kepadanya. Dan barangsiapa yang berbaiat untuk menaati seorang pemimpin, dia mengikrarkan perjanjian dengan sepenuh hatinya, maka hendaklah dia menaatinya semaksimal mungkin. Jika ada orang yang berusaha menyelisihinya, maka penggallah leher orang tersebut." (HR Muslim)
21. Ujian di Dalam Kubur
Dari Asma' radhiyallahu 'anha berkata: "Aku menemui Sayyidah Aisyah saat dia sedang sholat. Setelah itu aku tanyakan kepadanya: "Apa yang sedang dilakukan orang-orang?" Aisyah memberi isyarat ke langit. Ternyata orang-orang sedang melaksanakan sholat (gerhana matahari). Maka Aisyah berkata: "Maha suci Allah". Aku tanyakan lagi: "Satu tanda saja?" Lalu dia memberi isyarat dengan kepalanya, maksudnya mengangguk tanda mengiyakan. Maka akupun ikut sholat namun timbul perasaan yang membingungkanku, hingga aku menyiram kepalaku dengan air.Dalam khotbahnya, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam memuji Allah dan mensucikan-Nya, lalu bersabda: "Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini hingga surga dan neraka, lalu diwahyukan kepadaku: "Bahwa kalian akan terkena fitnah dalam kubur kalian seperti atau hampir berupa- fitnah yang aku sendiri tidak tahu apa yang diucapkan Asma' di antaranya adalah fitnah Masihud Dajjal.
Akan ditanyakan kepada seseorang (di dalam kuburnya). Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini? Adapun orang beriman atau orang yang yakin, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud di antara keduanya- akan menjawab: "Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia adalah Muhammad." Diucapkannya tiga kali. Maka kepada orang itu dikatakan: "Tidurlah dengan tenang, sungguh kami telah mengetahui bahwa kamu adalah orang yang yakin".
Adapun orang Munafiq atau orang yang ragu, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud di antara keduanya, akan menjawab: "Aku tidak tahu siapa dia, aku mendengar manusia membicarakan sesuatu maka akupun mengatakannya." (HR Al-Bukhari)
22. Sebaik-baik Harta Muslim Adalah Kambing yang Digembalakan di Lereng Gunung
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Tak lama lagi sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing yang ia gembalakan di lereng-lereng gunung dan tempat-tempat hujan turun, ia lari untuk menyelamatkan agamanya dari gelombang fitnah." (HR Al-Bukhari)23. Banyak Orang Hidup Nikmat di Dunia Namun Telanjang di Akhirat
Dari Ummu Salamah berkata, "Pada suatu malam Nabi shollallahu 'alaihi wasallam terbangun lalu bersabda: "Subhaanallah (Maha suci Allah), fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini? Dan apa yang dibuka dari dua perbendaharaan (Romawi dan Persia)? "Bangunlah wahai orang-orang yang ada di balik dinding (kamar-kamar), karena betapa banyak orang hidup menikmati nikmat-nikmat dari Allah di dunia ini, namun akan telanjang nanti di Akhirat (tidak mendapatkan kebaikan)." (HR Al-Bukhari)24. Fitnah Menerpa Umat Islam Laksana Gelombang Samudera
Hudzaifah berkata, "Saat itu kami sedang duduk-duduk bersama Umar. Maka berkatalah Umar, "Siapakah di antara kalian yang tahu betul terhadap sabda Rasulullah berkaitan dengan fitnah?" Maka aku pun menjawab, "Akulah orangnya." Maka Umar berkata: "Sungguh, engkau terhadap masalah ini termasuk orang yang berani." Maka aku pun langsung mengatakan permasalahan itu di hadapannya: "(Ketahuilah), fitnah yang menimpa seorang laki-laki terkait keluarga, harta, anak, atau tetangganya dapat dilebur dengan sholat, puasa, sedekah, dan melakukan amar makruf dan nahi munkar."Umar berkata, "Bukan itu yang aku maksudkan, tetapi fitnah yang menerpa (umat Islam) laksana gelombang samudera." Maka Hudzaifah berkata, "(Tenang saja) engkau tidak akan mengalami pedihnya fitnah itu, wahai Amirul Mukminin, karena antara fitnah itu dan diri Anda terdapat pintu yang tertutup (yang menghalanginya)." Umar balik bertanya, "Apakah pintu tersebut akan terbuka atau didobrak?" Hudzaifah menjawab: "Pintu tersebut akan didobrak secara paksa." Kami (perawi) pun berkata, "Apakah Umar juga mengetahui pintu itu?" Hudzaifah menjawab: "Iya, dia pun juga mengetahuinya seperti siang yang akan mendahului malam. Ketahuilah, aku tidak menceritakan hal ini dengan mengada-ada. Biarkan aku pergi untuk bertanya langsung kepada Hudzaifah. Maka kami pun menyuruh Masruq untuk menanyakannya, maka Hudzaifah pun menjawab: "Pintu itu adalah Umar." (HR Al-Bukhari)
25. Bahaya Fitnah Ghibah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pernah bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah ghibah itu?". Beliau menjawab, "Kamu menceritakan saudaramu apa yang dia tidak suka". Ditanyakan lagi, "Bagaimana pendapatmu, jika pada saudaraku itu seperti apa yang aku katakan?" Beliau menjawab, "Jika ada padanya sebagaimana yang kamu katakan berarti kamu telah meng-ghibahnya. Tetapi jika tidak ada padanya, maka berarti kamu telah membuat kebohongan atau fitnah." (HR Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)Demikianlah kumpulan Hadis tentang fitnah yang harus kita waspadai. Semoga bermanfaat untuk menambah keimanan kita. Mengenai fitnah ini, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya banyak berdoa memohon perlindungan kepada Allah.
Artinya: "Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi." (HR Muslim 2867
Huru-hara di Ambang Kiamat : Nubuat Nabi SAW Mulai Terbukti?
Huru-hara dan peperangan yang tengah terjadi di dunia global saat ini, membuat umat semakin yakin bahwa dunia sudah berada di ambang kiamat atau akhir zaman. Prediksi... | Halaman Lengkap [586] url asal
#hadis-nabi #tanda-tanda-kiamat #akhir-zaman #perang-akhir-zaman #tanda-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/04/26 08:50
v/181383/
Huru-hara dan peperangan yang tengah terjadi di dunia global saat ini, membuat umat semakin yakin bahwa dunia sudah berada di ambang kiamat atau akhir zaman. Prediksi ini sudah disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam 1500 tahun yang lalu. Benarkah nubuat Nabi SAW ini mulai terbukti?Nubuwat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tentang huru-hara akhir zaman adalah akan terjadinya perang besar yang dikenal dengan nama Al-malhamah kubra. Al-malhamah sendiri berasal dari kata lahm yang artinya daging dan bentuk jamaknya al-malâhim yang berarti perang yang memakan banyak korban.
Jika kata al-malhamah berdampingan dengan kata al-kubra, artinya perang besar yang memakan banyak korban. Al-malhamah al-kubra merupakan salah satu tanda-tanda besar hari kiamat.
"Peristiwa ini banyak disebutkan dalam hadis-hadis Nabi SAW dan diriwayatkan oleh banyak ulama hadis yang disebut 'perang dunia terbesar'," tulis Syaikh Imran Nazar Hosein dalam bukunya berjudul "Al-Qur'an, Perang Besar & Dunia Barat" (Al Malhama atau Armagedon)".
Menurut Syaikh Imran Nazar, perang besar ini juga diberi istilah Armageddon, referensi orang Kristen, yang tentu saja berbeda detail dan interpretasi di pihak mereka, meskipun juga merujuk pada perang besar di akhir zaman.
Dalam pandangannya mengenai al-malhamah al-kubra, Syaikh Imran memuat hadis mengenai perang besar yang akan terjadi di mana 99% dari semua petarungnya akan terbunuh. Perang ini unik karena belum pernah ada perang dalam sejarah di mana 99% orang yang berperang akan terbunuh.
Hal yang sangat aneh mengenai perang ini ketika perang tersebut terus berlanjut meskipun semua pasukan yang akan bertempur mengetahui sedikitnya yang akan selamat setelah perang berakhir.
Hal ini menjadikan jelasnya nubuat Nabi Muhammad bahwa setiap pasukan akan berkata bahwa kamilah yang akan bertahan hidup. Tidak sulit bagi kita untuk menyadari bahwa perang akan dipertarungkan dengan senjata pemusnah massal, seperti senjata nuklir dan termonuklir yang belum pernah digunakan dalam perang.
Perang besar yang akan datang adalah perang semacam itu. Perang tersebut begitu dekat sehingga bisa terjadi kapan saja.
Fenomena Gunung Emas
Nabi mengungkapkan mengenai Perang Besar yang akan terjadi karena sungai Eufrat yang menyingkap segunung emas, dan perang tersebut terjadi karena perebutan emas tersebut. Namun, Nabi menasihati semua orang untuk tidak menyentuh emas tersebut. Sehingga jelaslah mengenai perang tersebut yang tidak akan terjadi sampai sungai Eufrat menyingkap gunung emas tersebut.Hadis yang menjelaskan mengenai perang besar tersebut yaitu: Diriwayatkan dari Abu Hurairah , dia berkata: Rasulullah SAW Bersabda:
"Tidaklah akan terjadi Hari kiamat tidak sampai sungai Eufrat menyingkapkan gunung emas yang menyebabkan manusia berperang untuk mendapatkannya. Setiap 100 orang yang tewas 99 jiwa. Dan setiap orang akan mengatakan, 'mudah-mudahan aku-lah yang selamat'.
Diriwayat dari Abdullah bin Harits bin Naufal, dia berkata: Ketika aku sedang berdiri bersama Ubay bin Ka’b, dia berkata, "Manusia akan selalu bertengkar dalam memperebutkan harta dunia." Maka aku berkata, "Benar." Ubay berkata, "Aku mendengar Rasululah bersabda:
"Telah dekat masanya sungai Eufrat menyingkapkan gunung emas. Bila orang-orang mendengarnya, mereka akan pergi ke sana, lalu orang-orang yang berada di dekat sungai tersebut mengatakan, "Kalau kita biarkan orang-orang mengambil emas ini, pasti mereka akan membawa semuanya". Maka mereka pun berperang untuk mendapatkannya, dan setiap 100 orang yang terbunuh ada 99 orang'.
Pernyataan mengenai perang yang begitu dekat menimbulkan pertanyaan mengapa gunung emas tersebut belum juga muncul dari bawah sungai?
Syaikh Imran melihat hadis Nabi yang mengatakan bahwa Perang Besar terjadi karena perebutan emas Sungai Eufrat ketika sungai tersebut menunjukkan gunung emasnya. Sehingga terlihat jelas bahkan bagi yang memiliki kemampuan dasar dalam berpikir bahwa Perang Besar tidak akan terjadi sampai sungai tersebut menyingkapkan gunungan emasnya.
Konflik Global & Nubuwat: Benarkah Perang AS-Israel vs Iran Adalah Al-Malhamah Al-Kubra?
Konflik yang kian memanas antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, diprediksi sebagai tanda-tanda perang akhir zaman. Benarkah demikian? Simak ulasan dan penjelasannya... | Halaman Lengkap [723] url asal
#hadis-nabi #tanda-tanda-kiamat #akhir-zaman #perang-akhir-zaman #perang-as-vs-iran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/04/26 07:27
v/181334/
Konflik yang kian memanas antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, diprediksi sebagai tanda-tanda perang akhir zaman. Benarkah demikian?Dalam pandangan Islam, perang besar di akhir zaman yang merupakan salah satu tanda dari akan datangnya hari kiamatdikenal sebagai Al Malhamah Kubra. Tanda-tanda perang tersebut adalah perang antara kaum Muslim dan Nasrani. Apalagi saat ini, narasi yang berkembang di dunia global, Amerika Serikat dan Israel sengaja membingkai perang dengan Iran sebagai perang agama. Akankah perang besar akhir zamanitu segera terjadi?
Dikutip dari buku "Al-Malhamah al-kubra : Ketika nubuwah yang dijanjikan itu tiba, akankah kita kembali ke zaman unta?" Disebutkan jika salah satu nubuwat menakjubkan yang akan terjadi di akhir zaman adalah Al-Malhamah Al-Kubra , sebuah pertempuran paling mendebarkan antara pasukan Al-Mahdi dan Komando Romawi Bani Asfar.
Sisi lain yang menakjubkan dari Al-Malhamah Kubra adalah lantaran ia akan terjadi di Suriah.
Dalam hadis, telah disebutkan sebagian tanda akhir zaman yang di antaranya akan terjadi satu peristiwa besar di wilayah yang bernama Ghouta, Suriah.
Dari Abu Darda radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullaah SAW bersabda : “Sesungguhnya tempat berlindung kaum Muslimin pada hari huru hara adalah di Ghouta, sebelah kota yang disebut sebagai Damaskus. Tempat itu adalah salah satu tempat terbaik wilayah Syam.” (HR. Ahmad No. 21725, Abu Dawud No. 4298)
Gambaran Perang Al Malhamah Kubra
Perang Al Malhamah Kubra bukanlah perang yang kita ketahui di masa modern dengan menggunakan senjata api dan kendaraan lapis baja, melainkan kembali ke zaman primitif dengan menggunakan kuda, pedang dan tombak. Sehingga manusia akan kembali ke zaman unta, abad kegelapan yang tidak pernah dibayangkan oleh manusia saat ini.Hal yang mengejutkan adalah bahwa manusia seluruh dunia juga akan kembali ke abad kegelapan, tanpa listrik dan penerangan, tanpa mesin dan alat-alat elektronik, tanpa mobil dan pesawat, mirip sebagaimana manusia-manusia zaman dahulu.
Peperangan ini terjadi antara kaum nasrani melawan penduduk Syam yang kemudian dibantu oleh tentara dari kota Madinah. Dan kaum muslimin akan mendapatkan kemenangan sebagaimana disebutkan dalam riwayat shahih.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga bangsa Romawi datang ke A’maq dan Dabiq, lalu pasukan dari Madinah datang menghadang mereka. Mereka termasuk penduduk bumi yang terbaik waktu itu.
Ketika mereka telah berbaris, bangsa Romawi berkata, “Biarkanlah antara kami dan orang yang tertawan dari kalangan kami sehingga kami dapat membunuh mereka.”
Kemudian kaum muslimin berkata, “Demi Allah, kami tidak akan membiarkan antara kalian dengan saudara-saudara kami (tawan dari bangsa Romawi yang telah masuk Islam),”
Lalu (kaum muslimin) memerangi mereka. Sepertiga dari mereka kalah dan lari kocar-kacir, Allah tidak menerima taubat mereka selamanya, sepertiga dari mereka terbunuh, mereka adalah sebaik-baiknya syuhada di sisi Allah, sepertiga-nya melakukan penaklukan, mereka tidak akan terkena fitnah untuk selamanya.
Akhirnya mereka dapat menaklukkan Konstantinopel. Ketika mereka sedang membagikan harta rampasan perang dan menggantungkan pedang-pedang mereka di atas pohon zaitun, tiba-tiba saja syaitan berteriak, ‘Sesungguhnya al-Masih (ad-Dajjal) telah mendatangi keluarga kalian,’
Kemudian mereka keluar, akan tetapi hal itu tidak benar. Selanjutnya mereka datang ke Syam, ternyata dia (Dajjal) keluar. Ketika mereka sedang mempersiapkan diri untuk perang, mereka meluruskan barisan, tiba-tiba iqamat untuk shalat dikumandangkan, saat itulah ‘Isa bin Maryam Alaihissalam turun.” (HR Muslim : 2897).
Dalam riwayat yang lain disebutkan malhamah kubra ini terjadi selama tiga hari. Sehingga kita tidak boleh memastikan bahwa apa yang terjadi di Ghouta hari ini adalah malhamah kubra atau perang besar di akhir zaman yang disebutkan dalam riwayat-riwayat tersebut di atas. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajjid menyatakan :
“Tidak boleh memastikan menurunkan hadis-hadis shahih untuk realita yang disaksikan oleh penulis bahwa hadits tersebut cocok dengan realita dengan tanpa memperhatikan dhowabit. Ini bukan merupakan perbuatan para peneliti dari kalangan para ahli ilmu. Karena hadits-hadits ini adalah perkara ghaib yang tidak diketahui hakikatnya oleh siapapun.
Suatu kejadian yang dilihat oleh seorang peneliti mencocoki hadits, terkadang ada kejadian lain lagi yang jauh lebih cocok pada zaman setelahnya. Maka ucapan penulis bahwa musuh yang dihadapi kaum muslimin dan nasrani adalah bangsa Cina, Rusia dan Iran adalah merupakan urusan ghaib.
Tidak boleh bagi siapapun untuk memastikannya (bahwa musuh yang disebut dalam hadits tersebut adalah Cina, Rusia dan Iran-pent). Kesalahan inilah yang dilakukan oleh penulis buku “Armageddon penjelasan terakhir wahai umat Islam” yang bernama Amin Muhammad Jamaludin pada hal. 7 dan 49.”
Itulah menjelasan dari Al Malhamah Kubra, perang akhir zaman antara umat Muslim dan Nasrani dengan menggunakan peralatan primitif.
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Banyak ayat-ayat Al Quran dan juga Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang menjelaskan tentang waktu. Hal tersebut menandakan bahwa waktu begitu berharga. Banyak... | Halaman Lengkap [433] url asal
#hadis-nabi #waktu #ayat-ayat-al-quran #keutamaan-waktu #keberkahan-waktu
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/04/26 11:10
v/180917/
Banyak ayat-ayat Al Qurandan juga Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang menjelaskan tentang waktu. Hal tersebut menandakan bahwa waktu begitu berharga.Ciri-ciri seorang Muslim yang dicintai Allah SWT adalah yang menghargai waktu. Mengelola waktudengan baik dan tidak menyia-nyiakannya adalah kewajiban bagi umat Muslim.
Dikutip dari jurnal berjudul 'Manajemen Waktu Dalam Islam' karya Hasnun Jauhari Ritonga, ajaran Islam menganggap sikap menghargai waktu adalah salah satu indikasi keimanan dan bukti ketakwaan.
Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:
Artinya: Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (QS Al-Furqan ayat 62)
Selain ayat Al Quran di atas, berikut ayat-ayat lainnya yang berbicara tentang waktu, juga dari hadis Nabi SAW.
Ayat-ayat Al Quran tentang Waktu
1. Surat Al Asr ayat 1-2
Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.
2. Surat Al Lail ayat 1-2
Artinya: Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang benderang.
3. Surat Al-Dhuha ayat 1-2
Artinya: Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi.
4. Surat Al-Fajr ayat 1-2
Artinya: Demi fajar, demi malam yang sepuluh.
5. Surat Al-Takwir ayat 18
Artinya: Dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing.
Hadis-hadis tentang Pentingnya Menghargai Waktu
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menegaskan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan. Beliau juga mencontohkan kepada sahabat tentang pentingnya menghargai waktu hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam berbagai kesempatan.Dikutip dari buku Manajemen Syariah Dalam Praktik oleh Didin Hafidhuddin, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapkan lima sebelum (datangnya) lima. Masa hidupmu sebelum datangnya waktu matimu. Masa sehatmu sebelum datangnya waktu sakitmu, masa senggangmu sebelum datang masa sibukmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, dan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu.” (HR. Baihaqi)
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Bukhari, Ibnu Umar mengatakan:
“Jika engkau pada waktu sore, maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi, dan jika pada waktu pagi maka janganlah engkau menunggu datangnya waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu untuk beramal sebelum datang waktu sakitmu, dan gunakanlah waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu.” (HR. Bukhari)
Kedua hadis di atas mengajarkan umat Muslim betapa pentingnya mengelola waktu. Jika memanfaatkan waktu sebaik mungkin, hal itu akan membawa kebahagiaan bagi manusia di dunia dan akhirat.
Dikutip dari jurnal Waktu Dalam Perspektif Alquran oleh Murniyetti, penjelasan di atas diperkuat dengan hadis lain. Ibnu Abbas menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia rugi di dalamnya, yakni Kesehatan dan Kesempatan.” (HR. Al Suyuthy: 555)
Dalil-dalil Tentang Mati Syahid, Bersumber dari Ayat Al Quran dan Hadis
Dalil-dalil tentang mati syahid tersebar dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi SAW. Dalil-dalil apa saja? Simak ulasan dan penjelasan tentang hal tersebut berikut... | Halaman Lengkap [461] url asal
#hadis-nabi #syuhada #mati-syahid #ayat-ayat-al-quran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/04/26 13:27
v/178735/
Dalil-dalil tentang mati syahid tersebar dalam ayat-ayat Al-Qur'andan hadis Nabi SAW. Dalil-dalil apa saja? Simak ulasan dan penjelasan tentang hal tersebut berikut ini.Seorang ulama mazhab Asy'ariyah, Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menjelaskan, orang mati syahidadalah orang yang akan meninggal atau sakaratul maut menyaksikan beberapa hal, meliputi malaikat turun kepada mereka, diperlihatkan surga, dan ruh mereka tetap hidup serta berada di sisi Allah SWT.
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Tentang Mati Syahid:
1. Surah Ali Imran Ayat 169 - 171
فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ
يَسْتَبْشِرُوْنَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍۗ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Wa lā taḥsabannal-lażīna qutilū fī sabīlillāhi amwātā(n), bal aḥyā'un 'inda rabbihim yurzaqūn(a). Fariḥīna bimā ātāhumullāhu min faḍlih(ī), wa yastabsyirūna bil-lażīna lam yalḥaqū bihim min khalfihim, allā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn(a). Yastabsyirūna bini‘matim minallāhi wa faḍl(in), wa annallāha lā yuḍī‘u ajral-mu'minīn(a).
Artinya: "Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas [keadaan] orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka, yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah dan bahwa sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang mukmin," (QS. Ali-Imran [3]: 69-71).
2. Surah An-Nisa Ayat 74
Falyuqātil fī sabīlillāhil-lażīna yasytarūnal-ḥayātad-dun-yā bil-ākhirah(ti), wa may yuqātil fī sabīlillāhi fa yuqtal au yaglib fa saufa nu'tīhi ajran ‘aẓīmā(n).
Artinya: "Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan [kehidupan] akhirat berperang di jalan Allah! Siapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang sangat besar," (QS. An-Nisa [4]: 74).
3. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
Artinya: "Orang yang mati syahid tidak merasakan sakitnya terbunuh kecuali seperti salah seorang dari kalian yang merasakan cubitan," (HR. Bukhari dan Muslim).
4. Hadis Riwayat Ahmad dan Tirmidzi
Artinya: "Seorang syahid memiliki enam keutamaan di sisi Allah: dosanya diampuni sejak tetesan darah pertama, diperlihatkan tempatnya di surga, dilindungi dari azab kubur, aman dari ketakutan besar [hari Kiamat], dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan bidadari, dan boleh memberi syafaat kepada 70 anggota keluarganya," (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
5. Hadis Riwayat Abu Dawud dan Nasai
Artinya: "Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan agamanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan darah [nyawanya], maka ia syahid. Dan barangsiapa terbunuh karena mempertahankan keluarganya, maka ia syahid," (HR. Abu Dawud dan Nasai).
Kumpulan Hadis Tentang Pahala Puasa Ramadan
Ada banyak hadis yang menjelaskan tentang pahala yang dilipatgandakan di Bulan Ramadan. Salah satunya hadis yang menyebut pahala di bulan Ramadan akan meraih 70... | Halaman Lengkap [651] url asal
#hadis-nabi #pahala-puasa-ramadhan #panduan-puasa-ramadan #hadis-puasa-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/02/26 14:53
v/150411/
Ada banyak hadis Nabi SAWyang menjelaskan tentang pahala yang dilipatgandakandi Bulan Ramadan. Salah satunya hadis yang menyebut pahala di bulan Ramadan akan meraih 70 kali lipatnya.Bunyi hadisnya :
"Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barangsiapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan." (HR. Bukhari-Muslim).”
Khusus pahala puasa Ramadan, pelipatgandaannya khusus, karena Allah sendiri yang mengganjar orang-orang yang rela menahan lapar dan haus sepanjang hari karena-Nya.
Diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah, berikut hadisnya :
"Setiap amalan kebaikan anak Adam [manusia] akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi'.” (HR. Bukhari)
Begitu juga dengan hadis berikut:
Dalam sebuah hadis Rasulullah telah bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Makna dari kalimat ‘Puasa untuk-ku’ maksudnya adalah bahwa dia termasuk ibadah yang paling dicintai dan paling mulia di sisi-ku. Selain itu, ada pula makna lain dari hadis tersebut yaitu Rasulullah telah mengatakan jika setiap kebaikan manusia akan dilipat gandakan pahalanya 10 kali lipat bahkan 700 kali lipat. Akan tetapi hal ini berbeda dengan amalan ketika seorang muslim menjalankan ibadah puasa. Pahala puasa tidak bisa dilipatgandakan dengan cara tersebut, melainkan akan dilipatgandakan menjadi tak terhingga oleh Allah.
Hal itu bisa terjadi karena ketika berpuasa manusia akan berusaha untuk meninggalkan segala syahwat karena Allah semata. Begitu pula dengan Allah yang akan selalu memuliakan umat Islam yang berpuasa, sehingga diibaratkan bau mulut orang berpuasa sama saja dengan bau minyak kasturi.
Selain itu, Ibnu Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah di Lathaif Al-Ma’arif pernah mengatakan sebagai berikut:
“Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.”
Pahala puasa Ramadan akan berlipat ganda karena bulan Ramadan merupakan sebuah bulan yang sangat mulia. Selain itu Puasa Ramadan termasuk puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT, sehingga siapa saja yang menjalankannya akan mendapat pahala yang berlimpah.
Pahala Lebih dari 1.000 Bulan
Selain puasa wajib, ada amalan sunnah yang sangat dahysat pahalanya di bulan Ramadan yakni adanya Lailatulqadar. Tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti kehadirannya, meskipun ada petunjuk yang menyebutkan waktunya di tanggal ganjil 10 hari terakhir Ramadan.Jika melakukan ibadah tepat pada malam Lailatulqadar, pahalanya diumpamakan lebih baik daripada 1.000 bulan. Oleh sebab itu, 10 hari terakhir Ramadan dianjurkan untuk mendirikan lebih banyak aktivitas bernilai ibadah.
Berikut hadis tentang dilipatgandakan pahala di bulan Ramadan khusus Lailatulqadar, sebagaimana diriwayatkan dari jalur Aisyah.
"Nabi saw. bila memasuki 10 akhir [dari bulan Ramadan]. Beliau mengencangkan sarung beliau, menghidupkan malamnya dengan beribadah dan membangunkan keluarga beliau". (HR. Bukhari)
Demikian tentang dalil pelipatgandaan pahala di bulan Ramadan ini. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam
3 Hadis Tentang Sahur, Pelajari Biar Tidak Keliru
Ada beberapa hadis yang menjelaskan tentang sahur saat berpuasa Ramadan nanti. Hadis-hadis ini menjadi dalil pentingnya sahur dan keutamaannya saat menjalankan... | Halaman Lengkap [423] url asal
#hadis-nabi #sahur #fiqih-sahur #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/02/26 20:18
v/134391/
Ada beberapa hadisyang menjelaskan tentang sahur saat ber-puasa Ramadannanti. Hadis-hadis ini menjadi dalil pentingnya sahurdan keutamaannya saat menjalankan ibadah puasa.Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dalam beberapa kesempatan kerap menyebut istilah sahur ini. Setidaknya terdapat tiga hadis yang membicarakan hal ihwal terkait sahur. Berikut penjelasannya:
Hadis Tentang Sahur
1. Santap sahur merupakan berkah
Dalam memotivasi umatnya untuk melaksanakan sahur, Rasulullah SAW menyebut santap sahur merupakan berkah. Hal tersebut sebagaimana yang disabdakan olehnya:“Nabi ﷺ bersabda, “Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada berkah.” (HR Bukhari, No 1789)
Melalui hadis di atas, dapat diketahui secara jelas bahwa Rasulullah SAW menegaskan adanya keberkahan di dalam sahur.
Salah satu keberkahan yang nyata dan dapat dirasakan secara langsung adalah terletak pada fungsi sahur yang dapat membuat orang yang berpuasa kuat menjalankan ibadah.
Kuat dalam artian di sini adalah tidak merasa keberatan dan mengurangi rasa lelah ketika melakuan ibadah puasa.
Sebab sebelumnya dia telah melakukan santap sahur utuk menyiapkan energi selama menjalankan puasa hingga waktunya berbuka.
2. Keutamaan mengakhirkan sahur
Mengakhirkan sahur merupakan kebiasaan Rasulullah SAW mana kala menjalankan ibadah puasa. Hal ini sebagaimana sabdanya:“Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi ﷺ dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan salat.” Kami bertanya kepada Anas, “Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan salat?” Anas bin Malik menjawab, “Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat.” (HR Bukhari, no 547)
Kebiasaan mengakhirkan sahur yang dicontohkan Rasulullah SAW bukan tanpa arti. Sebab, apabila aktivitas sahur di akhirkan, maka seseorang yang melaksanakan puasa memungkinkan energinya tetap terjaga.
Hal ini juga dapat menjadikan ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh semangat tanpa rasa lapar yang berlebih dan menyiksa. Hal ini lah yang menjadi salah satu hikmah dianjurkannya untuk mengakhirkan santap sahur.
3. Perbedaan puasa umat Islam dengan Ahlul Kitab ada pada aktivitas sahur
“Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim, No 1836)
Telah disebutkan hadis sebelumnya bahwa sahur mengandung keberkahan dan sangat dianjurkan Rasulullah SAW bagi orang yang berpuasa.
Selain dalam rangka mengikuti sunah Rasulullah SAW, sahur merupakan pembeda bagi Umat Muslim dan Ahlul Kitab.
Kendati Ahlul Kitab juga melaksanakan puasa sesuai keyakinan mereka, akan tetapi mereka tidak melaksanakan santap sahur. Hal ini lah yang menjadi perbedaan antara umat Islam dan Ahlul Kitab ketika berpuasa.
Dengan segala keberkahan dan keutamaan santap sahur yang telah Allah SWT berikan kepada umat Islam, sudah seharusnya dapat dioptimalkan oleh setiap Muslim. Terlebih santap sahur pada Ramadan yang merupakan bulan suci penuh kemuliaan. Wallahu’alam.
Amr bin Luhai, Pelopor Penyembah Berhala yang Menguasai Makkah
Amr bin Luhai adalah pelopor penyembah berhala yang ternyata ada disebut dalam hadis. Siapa dia dan bagaimana perannya? Simak kisahnya berikut ini. Amr bin Luhai... | Halaman Lengkap [475] url asal
#syirik #hadis-nabi #patung #dosa-besar #berhala
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/02/26 16:10
v/125645/
Amr bin Luhai adalah pelopor penyembah berhalayang ternyata ada disebut dalam hadis. Siapa dia dan bagaimana perannya? Simak kisahnya berikut ini.Konon, ada seorang lelaki dari kalangan Arab yang bernama Amr bin Luhai. Ia adalah seorang dukun. Ia menguasai Makkah dan mengusir Kabilah Jurhum dari Tanah Haram itu. Ia lantas menjadi pelayan Kakbah . Dialah orang yang pertama kali menyeru masyarakat Arab untuk menyembah berhala.
Abu Bakar Zakaria dalam buku yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah berjudul "Sang Ponir Kesyirikan" mengatakan pendapat bahwa Amr bin Luhai sebagai pelopor penyembah berhala disebutkkan oleh hampir seluruh kitab-kitab tarikh, riwayat, dan sirah.
Pendapat ini memiliki dalil yang banyak, di antaranya disebutkan dalam hadis nabisecara jelas dan shahih tentang penisbatan terjadinya kesyirikan kepada ‘Amr bin Luhai.
Di antara hadis-hadis yang begitu jelas adalah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra, dari Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya yang pertama kali membuat aturan tentang Saaibah dan menyembah berhala adalah Abu Khuza’ah ‘Amr bin ‘Amir, dan sungguh aku melihatnya di neraka sedang menyeret ususnya". (HR Ahmad)
Hadis ini shahih lighairihi, walaupun sanad hadis ini lemah karena lemahnya ‘Amr bin Majma’ as-Sukuni, dan karena kurang kuatnya Ibrahim al-Hijri.
Hadis tersebut tanpa ada tambahan (dan menyembah berhala) memiliki penguat dari hadis Abu Hurairah ra di sisi Ahmad, al-Bukhari, dan Muslim dengan lafal, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Aku melihat ‘Amr bin ‘Amir al-Khuza’i menyeret ususnya di neraka. Ia adalah orang yang pertama kali membuat aturan tentang Saaibah".
Begitu juga didukung dengan adanya atsar yang menguatkan riwayat ini, bahwa masyarakat Arab mencatat sejarah pembangunan Kakbah oleh Ibrahim, senantiasa seperti itu hingga mereka berpencar-pencar dan keluar dari Tihamah.
Sampai berlalunya waktu mereka mencatat kepemimpinan ‘Amr bin Rabi’ah yang tersohor dengan Amr bin Luhai. Dia dikatakan telah mengubah agama Ibrahim, dan membawa berhala Hubal dari kota Balqa’, dan perbuatan Isaf dan Nailah zaman Sabur Dzil Aktaf,
"Berdasarkan hal ini maka tetap bagi kita bahwa orang yang pertama kali mengubah agama Isma’il dan Ibrahim adalah Amr bin Luhai bin Rabi’ah," tulis Abu Bakr Zakaria.
As-Suhaili sebagaimana dikutip Abu Bakr Zakaria mengatakan:
Ketika suku Khuza’ah memengangi peperangan terhadap Kakbah, dan mengusir Jurhum dari Makkah, masyarakat Arab menjadikan Amr bin Luhai penguasa.
Tidaklah ia membuat suatu kebid’ahan kecuali oleh masyarakat Arab dijadikan sebagai syariat.
Kami melihat dalam Tarikh Makkah juga, kebanyakan berita-berita mengenai orang ini hampir-hampir mirip seperti cerita dongeng, yang bisa mengubah pemahaman-pemahaman dan keyakinan-keyakinan suatu kaum. Maka pada akhirnya ia bisa mengubah pemahaman-pemahaman tersebut secara sempurna.
Menjadikan masyarakat Arab sebagai penyembah berhala padahal dahulunya mereka adalah orang-orang yang bertauhid di atas agama Ibrahim ‘alaihissalam. Mereka menyebutkan bahwa ia (Amr bin Luhai) adalah lelaki yang paling cemerlang dari kalangan lelaki Arab pada masa Jahiliah, dan termasuk orang yang paling terkenal. Kebanyakan masyarakat menyanjungnya dengan ketinggian, kedudukan dan kebanggaan.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)