#30 tag 24jam
Perang Data Bikin Tegang: BI Rate, Transaksi Berjalan-Kabar Genting AS
Pengumuman BI-Rate serta kebijakan AS akan menjadi penggerak pasar domestik pada minggu ini [3,323] url asal
#rupiah #ihsg #yield-sbn #pasar-saham #bank-indonesia #suku-bunga #investasi #volatilitas-pasar #ekonomi-indonesia #laporan-pasar #newsletter #dolar-as
(CNBC Indonesia - Research) 15/11/25 19:04
v/40050/
- Pasar keuangan Indonesia dan rupiah melemah sementara harga SBN nyaris stagnan
- Wall Street ditutup bervariasi menunggu rapor Nvidia dan data ekonomi AS
- Pengumuman BI-Rate serta kebijakan AS akan menjadi penggerak pasar domestik pada minggu ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar di Indonesia bergerak beragam pada akhir pekan lalu. Penguatan dapat dilihat pada nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi stagnan tetapi di lain sisi bursa saham melemah pasar Jumat (14/11/2025)
Pasar keuangan Indonesia diproyeksikan akan mengalami volatilitas pada hari ini hingga satu pekan ke depan. Selengkapnya mengenai sentimen pasar hari ini dan sepekan ke depan bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melandai di 8.370,43 (-0,02%) pada perdagangan Jumat pekan lalu (14/11/2025) dengan total market cap menyentuh angka Rp 3.591 triliun pada penutupan pasar.
Terjadi net foreign sell sebesar Rp 73,42 milyar. Pasar saham Indonesia pada saat ini ditopang besar oleh investor domestik hingga kurang lebih 76% dari saham keseluruhan pasar dikuasai oleh investor dalam negeri.
Terdapat 480 saham mengalami pelemahan, 241 saham mengalami penguatan, dan 245 saham tidak bergerak dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,82 triliun pada Jumat (14/11/2025).
Pasar ditopang oleh kinerja saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang beberapa hari ke belakang tengah rally sampai dengan double digit persen akibat dari sisi indikator, serta adanya sentimen selesainya akuisisi BUMI dalam akuisisi perusahaan pertambangan emas dan tembaga di Australia bernama Wolfram senilai hampir 100% dengan nilai transaksi mencapai hampir Rp 700 milyar.
Selain itu PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) +70 (+15.91%), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) +50 (+0,6%), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) +150 (+5,19%), dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) +525 (+3,70%) menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi pada Jumat (14/11/2025)
Kemudian DSSA, MORA, dan TLKM menjadi tiga perusahaan tertinggi penggerak naiknya IHSG, sementara AMMN, BREN, dan BRMS menjadi tiga perusahaan dengan penggerak turunnya IHSG hingga penutupan pasar pada sore hari.
Beralih ke pasar rupiah, mata uang ditutup ditutup di Rp16.690/US$ atau mengalami penguatan sebesar 0,18%.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun Indonesia mengalami kenaikan tipis bahkan hampir stagnan ke angka 6.1196% dari hari sebelumnya yang ditutup pada level 6,1123%.
Stagnasi pada imbal hasil ini diakibatkan oleh adanya investor yang masih wait and see dan menentukan arah kebijakan dan data penting yang akan keluar pada beberapa waktu mendatang.
Berdasarkan hasil dari perdagangan pasar saham di Wall Street pada Jumat (14/11/2025), masing-masing ditutup bervariasi.
Nasdaq ditutup pada level 22.900 naik sebesar 30,23 poin (+0,13%). Sementara S&P 500 ditutup sedikit melemah sebesar 0,05% ke level 6.734,11.
Sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) menjadi index yang tertekan pada penutupan pasar mengalami penurunan sebesar -0,65% ke level 47.147 bahkan tidak pernah menyentuh area hijau pada waktu perdagangan.
Sesi perdagangan terakhir ini diwarnai oleh kehati-hatian investor yang menimbang ulang ekspektasi mereka terhadap pemotongan suku bunga The Fed lebih lanjut di bulan Desember. Terhentinya rilis data ekonomi penting seperti inflasi dan ketenagakerjaan akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) yang terjadi sebelumnya, membuat bank sentral AS kekurangan data acuan untuk mengambil keputusan.
Data Index yang bervariasi ini mengindikasikan adanya kebingungan dalam pasar walaupun pada saat ini Fear and Greed Index pada pasar saham di Amerika masih berada pada level 20-an (Extreme Fear) selama beberapa minggu ini.
Hal ini dipacu oleh adanya ketakutan pada AI Bubble yang semakin hari semakin nyata dirasakan oleh pasar akibat valuasi perusahaan-perusahaan AI di AS yang semakin tidak terkendali akibat pergerakan harga sahamnya yang ekspansif.
Di tengah kebimbangan pasar ini, dua berita besar dari Washington dan Omaha menyita perhatian investor.
Pertama, dari sisi kebijakan, Presiden Donald Trump secara mengejutkan menandatangani perintah eksekutif pada Jumat untuk memotong atau menghapus apa yang disebutnya tarif "resiprokal" pada berbagai komoditas impor, terutama bahan pangan.
Langkah ini mencakup produk-produk utama seperti daging sapi, kopi, pisang, tomat, dan berbagai buah-buahan tropis.
Ini juga merupakan sebuah pengakuan implisit bahwa kebijakan tarifnya selama ini turut berkontribusi pada kenaikan harga, sebuah sentimen yang santer terdengar pasca-kemenangan Demokrat dalam pemilihan sela (off-year elections) baru-baru ini di mana isu ekonomi menjadi faktor penentu.
Kedua, dari jagat korporasi, investor legendaris Warren Buffett kembali membuat gebrakan. Dalam laporan terbarunya, Berkshire Hathaway mengungkap kepemilikan saham baru senilai US$ 4,3 miliar di Alphabet, induk perusahaan Google.
Ini adalah taruhan besar yang mengejutkan, mengingat Buffett secara historis dikenal menghindari saham-saham teknologi yang tumbuh cepat, meski Apple telah lama menjadi portofolio terbesarnya.
Banyak analis meyakini langkah ini didorong oleh manajer investasinya, Todd Combs dan Ted Weschler, yang lebih terbuka pada sektor teknologi.
Pada saat yang sama, Berkshire juga terlihat kembali memangkas kepemilikan sahamnya di Apple, meskipun raksasa iPhone itu masih menjadi investasi terbesarnya. Langkah ini menjadi sorotan karena diambil menjelang akhir era kepemimpinan Buffett selama 60 tahun di Berkshire.
Kembali ke pasar, dengan sentimen yang masih rapuh, investor kini mencari katalis baru. Laporan pendapatan dari raksasa teknologi menjadi fokus utama minggu depan.
Pasar tengah menyoroti laporan keuangan Nvidia sebagai pemantik potensial yang akan dipublikasikan pada Rabu (19/11/2025) mendatang.
Dengan saham Nvidia yang berhasil pulih dari tekanan jual pada hari Jumat, laporan yang kuat dari raksasa AI ini diyakini dapat menjadi pemicu yang dibutuhkan pasar untuk memulai reli yang lebih luas, dan menarik sektor teknologi keluar dari bayang-bayang kekhawatiran valuasi.
Namun potensi eskalasi geopolitik kian memanas antara Jepang dan juga China akibat perkataan yang dilontarkan oleh PM Sanae Takaichi pada akhir pekan lalu, dibahas pada halaman selanjutnya.
Fokus utama pasar domestik pekan ini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dan juga ucapan PM Jepang Takaichi yang berpotensi meningkatkan tensi geopolitik di lautan China.
Dari Amerika Serikat, keputusan Trump membatalkan tarif impor sejumlah komoditas pertanian menjadi kabar positif. Berikut sejumlah sentimen pasar pekan depan:
Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) September 2025
Bank Indonesia akan mengumumkan data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) periode September pada hari ini, Senin (17/11/2025).
Sebagai catatan, pada Agustus 2025 utang luar negeri tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada Agustus 2025 tercatat sebesar US$ 431,9 miliar , atau secara tahunan tumbuh 2,0% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 4,2% (yoy) pada Juli 2025.
Perkembangan ini terutama bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta.
Posisi ULN pemerintah pada Agustus 2025 tercatat sebesar US$213,9 miliar dolar AS, tumbuh sebesar 6,7% (yoy), atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan 9,0% (yoy) pada Juli 2025.
Posisi ULN swasta tercatat sebesar US$194,2 miliar dolar, atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,1% (yoy) pada Agustus 2025, lebih besar dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 0,2% (yoy)
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI)
Bank Indonesia akan menggelar RDG pada Selasa dan Rabu pekan ini (18-19/11/2025) dan akan mengumumkan kebijakan pada Rabu.
Berbeda dengan RDG-RDG sebelumnya yang sarat akan tekanan eksternal, pertemuan kali ini digelar di tengah lanskap makroekonomi global yang secara signifikan lebih menguntungkan bagi aset emerging markets, termasuk Indonesia.
Narasinya telah bergeser 180 derajat. Pertanyaan pasar kini bukan lagi "apakah BI akan menaikkan suku bunga untuk bertahan?" melainkan "seberapa besar ruang kebijakan yang kini dimiliki BI di tengah sinyal pivot The Fed, yang akan menghentikan reducing balance sheetnya pada Desember mendatang?"
Ini adalah inti dari perubahan paradigma pasar. Bank Indonesia saat ini mempertahankan BI Rate di level 4,75%. Di seberang Pasifik, Federal Reserve AS (The Fed) memiliki suku bunga acuan (Fed Funds Rate) pada rentang 3,75% - 4,00%.
Secara matematis, ini menempatkan Indonesia pada posisi interest rate differential (spread) positif yang atraktif sebesar 75 hingga 100 basis poin (bps). Skenario ini secara fundamental sangat menguntungkan.
Spread positif yang solid ini berfungsi sebagai insentif kuat bagi capital inflow ke instrumen SBN (Surat Berharga Negara) dan menjadi 'jangkar' alami untuk stabilitas, bahkan potensi apresiasi, nilai tukar Rupiah ke depan apabila Bi-Rate tetap ditahan pada level saat ini.
Posisi superior ini memberikan kemewahan bagi BI untuk tidak perlu reaktif terhadap kebijakan The Fed dan dapat lebih fokus pada mandat stabilitas domestik, apabila kondisi pasar tetap berjalan sesuai dengan rencana.
Dari sisi domestik, data-data terbaru justru memberi BI justifikasi untuk tetap prudent (hati-hati). Pertumbuhan Kredit (Loan Growth) per Oktober tercatat melambat ke level 7,7% (YoY).
Moderasi ini mengindikasikan bahwa transmisi kebijakan moneter BI-pasca kenaikan terakhir ke 4,75%-sudah berjalan efektif dan mulai mendinginkan permintaan kredit di sektor riil, sehingga mengurangi risiko overheating.
Rilis FOMC, Sinyal 'Pivot' The Fed Semakin Kuat?
Bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan merilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (20/11/2025). Rilis ini akan menjadi pegangan bagi pelaku pasar mengenai arah kebijakan The Fed ke depan.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pasar kini terbelah (split) dalam memproyeksikan langkah The Fed.
Meskipun 55,6% pelaku pasar masih berekspektasi The Fed akan menahan (hold) suku bunga, porsi yang signifikan 44,4% justru telah melakukan pricing-in atas skenario pemangkasan suku bunga (rate cut).
Chairman The Fed Jerome Powell bulan lalu mengatakan pemangkasan Desember belum pasti. Namun, data ekonomi menunjukkan pemburukan.
Pasar meyakini The Fed akan segera melakukan berbagai cara untuk menghindari hard landing ekonomi imbas dari kebijakan pada masa Covid beberapa tahun ke belakang.
Bagi Indonesia, sinyal dovish The Fed adalah katalis bullish primer, yang berpotensi menekan Indeks Dolar (DXY) dan membuka ruang penguatan Rupiah lebih lanjut. Namun tetap harus waspada terhadap adanya ancam di mana The Fed yang akan mempertahankan suku bunganya pada FOMC mendatang.
Data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan Transaksi Berjalan
Pada Kamis (21/11), Bank Indonesia mengumumkan data NPI dan Transaksi Berjalan kuartal III-2025. Data ini sangat penting dan ditunggu pelaku pasar dan publik karena menjadi cerminan seberapa kekuatan fundamental Indonesia di tengah tekanan eksternal.
Sebagai catatan, NPI Kembali mengalami defisit pada kuartal II-2025. Defisit dipicu derasnya arus keluar modal asing di saham dan obligasi. Kondisi ini membuat defisit neraca transaksi finansial membengkak.
Data Bank Indonesia mencatat defisit NPI pada kuartal II-2025 tercatat mencapai US$6,74 miliar,sekaligus menjadi defisit yang tertinggi sejak kuartal II-2023.
Bila dibandingkan dengan periode kuartal pertama tahun ini, terjadi kenaikan defisit yang sangat besar, dimana pada kuartal I-2025 defisit NPI tercatat sebesar US$800 juta. Artinya terjadi kenaikan deficit NPI sebesar US$5,94 miliar.
Transaksi berjalan membukukan defisit sebesar US$3,01 miliar pada kuartal II-2025 atau 0,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut adalah yang tertinggi sejak kuartal I-2020 yang tercatat sebesar US$3,36 miliar.
Defisit pada transaksi berjalan ditengarai oleh meningkatnya defisit pada pendapatan primer, yang tercatat defisit sebesar US$35,87 miliar di kuartal II-2025, naik dari defisit di periode sebelumnya yakni US$9,04 miliar.
Kondisi ni diperparah dengan menurunnya surplus pada neraca perdagangan barang. Pada kuartal II- 2025, tercatat surplus US$10,6 milia turun dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat surplus US$13 miliar.
Perkembangan Uang Beredar Oktober 2025
Bank Indonesia akan mengumumkan data uang beredar pada Oktober 2025 pada Jumat (21/11/2025). Data ini akan menjadi pegangan seberapa besar belanja masyarakat di awal kuartal IV-22025.
Data ini juga menjadi indikator penting bagi likuiditas perbankan dan permintaan kredit. Kenaikan likuiditas dapat mendukung aktivitas ekonomi, namun pasar juga mempertimbangkan implikasinya terhadap inflasi dan strategi kebijakan BI ke depan.
Sebagai catatan, uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi.Pertumbuhan M2 pada September 2025 sebesar 8,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 sebesar 7,6% (yoy) sehingga tercatat Rp9.771,3 triliun. Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2% (yoy).
Faktor Penopang Kebijakan Akomodatif China
People's Bank of China (PBoC) akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis (20/11/2025). PBoC diperkirakan akan menahan Loan Prime Rate (LPR) 1 tahun di level 3,0%.
Kebijakan moneter China yang tetap akomodatif ini krusial untuk menjaga harga komoditas global. Bagi Indonesia, ini membantu menjaga floor price untuk ekspor andalan (batu bara, CPO, nikel), yang pada gilirannya menopang surplus neraca perdagangan dan memberi fondasi kuat bagi stabilitas Rupiah.
Di lain sisi, China saat ini memfokuskan kebijakannya pada penjagaan nilai tukar CNY seperti yang terjadi pada pekan sebelumnya di mana CNY ditekan untuk tetap berada di level rendah guna meningkatkan ketergantungan dagang dan stabilitas akibat tarif yang kian ditetapkan oleh Amerika.
Stagflasi Jepang dan Ancaman Repatriasi Yen
Jepang akan mengumumkan sejumlah data penting mulai dari pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 pada hari ini, Senin (17/11/2025), neraca perdagangan Oktober pada Rabu (19/11/2025) dan inflasi pada Jumat (21/11/2025).
ata ekonomi Jepang menunjukkan dilema stagflasi yang sempurna. Pertumbuhan melambat sementara inflasi tinggi.
Ini menempatkan Bank of Japan (BoJ) dalam posisi terjepit. Risiko terbesarnya adalah jika BoJ terpaksa mengorbankan pertumbuhan dan mulai menormalisasi suku bunga negatifnya untuk memerangi inflasi. Jika ini terjadi, 'pesta' Yen Carry Trade akan berakhir.
Ini berpotensi memicu repatriasi modal (capital outflow) besar-besaran dari investor Jepang-salah satu pemegang SBN terbesar-yang menarik dana mereka kembali ke Yen. Ini adalah risiko eksternal utama yang kini menggantikan The Fed.
Foto: Foto kolase PM Jepang, Sanae Takaichi dan Presiden China, Xi Jinping. (CNBC Indonesia) |
Hancurnya Hubungan Jepang dan China
Seluruh rencana di atas dapat berubah karena satu perbuatan yang dilakukan oleh PM Baru Jepang Sanae Takaichi yang baru menjabat beberapa waktu ini. Suatu perkataan krusial baru saja dilontarkan pada akhir pekan lalu.
Takaichi mengucapkan sinyal buruk terkait potensi naiknya tensi geopolitik di Taiwan ini menjadikan suatu ancaman besar bagi perekonomian dunia. Hal ini membentuk suatu kekhawatiran di pasar akibat respon balik oleh China untuk rakyatnya tidak datang ke Jepang terlebih dahulu.
Hal ini mampu membentuk suatu gangguan supply chain di kawasan Taiwan, terutama TSMC yang merupakan perusahaan pembuat semi-conductor terbesar di dunia. Gangguan ini berpotensi menghilangkan momentum rally AI yang sekarang tengah terjadi pada Wall Street.
Diproyeksikan penutupan pasar saham di Amerika pada pagi esok hari nanti akan berisi pelemahan terutama ditopang oleh sektor teknologi dan juga AI.
Selain itu, konflik ini juga mengganggu potensi pendapatan perusahaan-perusahaan AI yang berada di Amerika sehingga forecast investasi juga akan berubah dan terganggu dalam waktu dekat apabila hal ini tidak berkepanjangan.
Tensi geopolitik ini sangat krusial bagi Amerika dan China karena masa depan dunia dan AI sangat bergantung pada produksi chip yang dibuat oleh TSMC yang memiliki weight market share terbesar di dunia.
Data Ekonomi Amerika
Dengan berakhirnya shutdown pemerintahan terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat, berbagai lembaga statistik utama kini mengumumkan rencana untuk menerbitkan jadwal terbaru bagi rilis data ekonomi yang tertunda.
Namun ketidakpastian masih ada, karena beberapa laporan kunci kemungkinan pada akhirnya dibatalkan jika lembaga terkait tidak dapat menyelesaikannya akibat terganggunya proses pengumpulan data. Meski begitu, serangkaian indikator swasta dan regional tetap akan memberikan sedikit gambaran mengenai kondisi ekonomi AS.
Penjualan rumah existing diperkirakan tidak banyak berubah pada Oktober. Indeks Pasar Perumahan NAHB diperkirakan turun sedikit, sementara Indeks Manufaktur Empire State New York kemungkinan melemah lebih lanjut.
Data lain mencakup S&P Global Flash PMI, laporan pekerjaan mingguan ADP, pembacaan akhir Sentimen Konsumen Michigan, serta survei manufaktur Fed Philadelphia dan Kansas. Dari sisi laba perusahaan, beberapa perusahaan besar yang akan melaporkan kinerjanya minggu depan termasuk Nvidia dan Walmart.
Trump Berikan Pengecualian Tarif
Presiden Donald Trump pada hari Jumat mengecualikan sejumlah impor pertanian utama seperti kopi, kakao, pisang, dan produk daging sapi tertentu dari tarif tinggi yang ia berlakukan.
Langkah ini diambil saat Trump menghadapi tekanan politik akibat tingginya harga di toko bahan makanan AS. Sejumlah distributor daging sapi, kopi, cokelat, dan bahan pangan umum lainnya telah menaikkan harga sejak tarif Trump diberlakukan tahun ini, menambah tekanan pada anggaran rumah tangga yang sudah terpukul oleh inflasi tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
Tindakan Trump pada Jumat itu juga mengecualikan berbagai jenis buah, termasuk tomat, alpukat, kelapa, jeruk, dan nanas. Selain kopi, penurunan tarif juga mencakup teh hitam dan hijau, serta rempah-rempah seperti kayu manis dan pala.
Langkah ini menandai perubahan sikap bagi Trump, yang sebelumnya bersikeras bahwa tarif diperlukan untuk melindungi bisnis dan pekerja AS. Ia mengklaim bahwa konsumen AS pada akhirnya tidak akan menanggung beban tarif yang lebih tinggi tersebut.
Pengecualian tarif ini muncul hanya sehari setelah Trump mencapai kerangka kesepakatan dagang dengan empat negara Amerika Latin-termasuk tarif 10% untuk sebagian besar barang dari Argentina, Guatemala, dan El Salvador, serta 15% untuk barang dari Ekuador. Kebijakan ini juga menghapus bea masuk untuk produk yang tidak ditanam atau diproduksi dalam jumlah cukup di AS, seperti pisang dan kopi.
Harga pangan yang terus naik telah membebani rumah tangga AS selama beberapa tahun terakhir. Data Indeks Harga Konsumen menunjukkan harga bahan makanan di rumah meningkat sekitar 2,7% secara tahunan pada September. (Data terbaru tertunda akibat shutdown pemerintah).
Pengecualian tarif ini bertujuan membantu meredam kenaikan harga bahan makanan, meskipun para ahli memperingatkan bahwa faktor lain seperti kekurangan pasokan global juga memengaruhi harga, terutama untuk kopi dan daging sapi.
Dalam setahun terakhir, AS telah memberlakukan tarif tinggi terhadap pemasok utama termasuk Brasil, Australia, Selandia Baru, dan Uruguay. Brasil-produsen daging sapi terbesar kedua di dunia-menghadapi tarif efektif yang mencapai lebih dari 75%, sehingga menurunkan volume impor ke AS pada saat populasi ternak di negara tersebut berada di level terendah dalam hampir 75 tahun.
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:
- GDP Growth Jepang
- Industrial Production Jepang
- FDI YoY China
Pertemuan Menteri Perdagangan dengan Menteri UMKM dengan agenda pembahasan "Isu Thrifting" di Gedung Utama, Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.
Press conference Orange Forum 2025 "From The South To The Future: Financing Global Sustainability Through Inclusion" di Main Hall BEI, Jakarta Selatan.
National Seminar & FEB UI Tax Clinic Launch - Reinventing Tax Compliance: From Enforcement to Cooperative Comliance di Auditorium FEB UI, Depok, Jawa Barat. Turut hadir Direktur Jenderal Pajak dan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
13th US-Indonesia Investment Summit dengan tema "Turning Headwinds into Opportunities: Unlocking Investment Potential to Power Indonesia's Growth" di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat. Turut hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Konferensi pers Indonesia AI Day for Higher Education bertema "Experience The Shift: From Traditional to Tech-Driven Education" di Meeting Room MX Center, Gedung Indosat, Jakarta Pusat. Narasumber: Director & Chief Business Officer Indosat.
Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini:
- Tanggal DPS Dividen Tunai Interim PT Tera Data Indonusa Tbk
- Tanggal DPS Dividen Tunai Interim Adi Sarana Armada Tbk
- Tanggal DPS Dividen Tunai Interim PT Prima Globalindo Logistik Tbk
- Tanggal DPS Dividen Tunai Interim PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
- Tanggal Cum Dividen Tunai Interim PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
- Tanggal pembayaran dividen tunai interims Darya Varia Laboratoria Tbk
Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:
-
CNBC INDONESIA RESEARCH
Asing Lagi Net Buy! AMMN dan FILM Malah Banyak Dilepas
IHSG ditutup turun 0,25% di 8.163,87 pada Jumat (2/11/2025). [333] url asal
#ihsg #pasar-saham #investasi #transaksi-saham #pembelian-asing #net-sell #amman-mineral #md-entertainment #petrosea #laporan-pasar-saham
(CNBC Indonesia - Market) 03/11/25 06:52
v/24901/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal berakhir "happy weekend." Indeks ditutup turun 0,25% ke posisi 8.163,87 pada perdagangan Jumat (2/11/2025).
Secara akumulatif IHSG tercatat terkoreksi 1,30% sepanjang perdagangan pekan lalu. Indeks hanya ditutup di zona hijau selama dua hari perdagangan dalam lima hari perdagangan pekan terakhir Oktober.
Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan lalu mencapai Rp 22,63 triliun, naik 1,55% dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata harian saham yang berpindah tangan sebanyak 31,61 miliar lembar, naik 3,72% secara mingguan.
Namun demikian, sepanjang pekan lalu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih jumbo, mencapai sebesar Rp5,55 triliun di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp2,48 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp3,08 triliun di pasar negosiasi dan tunai.
Di samping itu, ada sejumlah saham yang masuk antrean penjualan asing selama pekan lalu. Amman Mineral (AMMN) menjadi saham dengan net sell terbesar, yakni Rp 399,2 miliar.
Lalu diikuti oleh MD Entertainment (FILM) Rp 237,1 miliar dan Petrosea (PTRO) Rp 136,8 miliar. Mengutip Indo Premier, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan pekan lalu:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp399,2 miliar
- PT MD Entertainment Tbk. (FILM) - Rp237,1 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp136,8 miliar
- PT FAP Agri Tbk. (FAPA) - Rp121,6 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp120,5 miliar
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) - Rp115,9 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp114,6 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp101,9 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp97,1 miliar
- PT Impack Pratama Industry Tbk. (IMPC) - Rp92,2 miliar
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Asing Kompak Jualan! AMMN dan FILM Jadi Korban Utama
IHSG ditutup turun 0,25% di 8.163,87 pada Jumat (2/11/2025). [333] url asal
#ihsg #pasar-saham #investasi #transaksi-saham #pembelian-asing #net-sell #amman-mineral #md-entertainment #petrosea #laporan-pasar-saham
(CNBC Indonesia - Market) 03/11/25 06:52
v/24855/
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal berakhir "happy weekend." Indeks ditutup turun 0,25% ke posisi 8.163,87 pada perdagangan Jumat (2/11/2025).
Secara akumulatif IHSG tercatat terkoreksi 1,30% sepanjang perdagangan pekan lalu. Indeks hanya ditutup di zona hijau selama dua hari perdagangan dalam lima hari perdagangan pekan terakhir Oktober.
Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan lalu mencapai Rp 22,63 triliun, naik 1,55% dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata harian saham yang berpindah tangan sebanyak 31,61 miliar lembar, naik 3,72% secara mingguan.
Namun demikian, sepanjang pekan lalu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih jumbo, mencapai sebesar Rp5,55 triliun di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp2,48 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp3,08 triliun di pasar negosiasi dan tunai.
Di samping itu, ada sejumlah saham yang masuk antrean penjualan asing selama pekan lalu. Amman Mineral (AMMN) menjadi saham dengan net sell terbesar, yakni Rp 399,2 miliar.
Lalu diikuti oleh MD Entertainment (FILM) Rp 237,1 miliar dan Petrosea (PTRO) Rp 136,8 miliar. Mengutip Indo Premier, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan pekan lalu:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp399,2 miliar
- PT MD Entertainment Tbk. (FILM) - Rp237,1 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp136,8 miliar
- PT FAP Agri Tbk. (FAPA) - Rp121,6 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp120,5 miliar
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) - Rp115,9 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp114,6 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp101,9 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp97,1 miliar
- PT Impack Pratama Industry Tbk. (IMPC) - Rp92,2 miliar
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Wall Street Rontok, BI Rem Bunga, Pemerintah Guyur Stimulus: RI Aman?
Keputusan Bank Indonesia serta kebijakan ekonomi dalam negeri menjadi penggerak pasar hari ini [2,569] url asal
#ihsg #suku-bunga-acuan #bank-indonesia #yield-sbn #rupiah #pasar-saham #investasi #ekonomi-indonesia #laporan-pasar #analisis-keuangan #newsletter #bi-rate #saham #pasar-modal
(CNBC Indonesia - Research) 22/10/25 21:10
v/13459/
- Pasar Indonesia berakhir beragam kemarin: IHSG ditutup berdarah-darah, yield SBN juga naik tetapi rupiah menguat
- Wall Street ambruk berjamaah karena meningkatnya kekhawatiran hubungan China-AS
- Keputusan Bank Indonesia serta kebijakan ekonomi dalam negeri menjadi penggerak pasar hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia berakhir beragam pada perdagangan kemarin, Rabu (22/10/2025). Pasar saham ambruk sementara rupiah menguat.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile pada hari ini. Selengkapnya mengenai pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dalam pada perdagangan kemarin, Rabu (22/10/2025) usai keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan.
Pada penutupan perdagangan, indeks melemah 1,04% ambruk 85,53 poin ke level 8.152,55.
Sebanyak 321 saham naik, 349 turun, dan 139 tidak bergerak. Nilai transaksi kemarin terbilang ramai, yakni Rp 23,02 triliun, melibatkan 29,56 miliar saham dalam 2,44 juta kali transaksi.
Dari sisi foreign, asing mencatatkan nilai transaksi net buy sebesar Rp 170 milyar dengan nilai paling besar di PT Bank Central Asia (BBCA) berada di level Rp 235 milyar, PT Astra International (ASII) di 167 milyar, dan PT Petrosea (PTRO) di Rp 97 milyar. Sementara dari sisi net sell terdapat PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) di Rp 241 milyar, PT Aneka Tambang (ANTM) Rp 57 milyar dan PT Bank Mandiri (BMRI) Rp 55 milyar hingga akhir penutupan pasar sesi II.
Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan hanya sektor properti dan industri yang menguat. Sedangkan koreksi sektoral terbesar dicatatkan oleh oleh barang baku, finansial dan teknologi.
Pemberat utama kinerja IHSG kemarin adalah deretan saham blue chip kapitalisasi pasar besar yang sempat menguat pada perdagangan kemarin.
Saham emiten perbankan kompak melemah, dengan saham BBCA ambruk lebih dari 3% dan menyumbang pelemahan 19,71 indeks poin.
Sementara itu kebalikannya dari hari kemarin, BBCA (-3,24%) menjadi penopang penurunan IHSG dengan menyumbang -25.71 poin, kemudian PT Telkom Indonesia (TLKM) yang melemah -3,96% dengan penurunan -14.17 popin dan, BBRI (-1,60%) menyumbang -9.78 poin di IHSG hingga penutupan kemarin.
ASII (+2,92%) pada perdagangan kemarin menjadi penopang kenaikan IHSG dengan menyumbang poin sebesar 7.43, dilanjutkan oleh PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) (+19,86%) dengan poin sebesar 5.46 poin, dilanjutkan dengan kenaikan 3.89 poin oleh PTRO (+3,89%).
Berpindah ke mata uang, rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya.
Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (22/10/2025) atau pasca pengumuman suku bunga BI, rupiah tercatat menguat 0,09% di posisi Rp16.570/US$. Penguatan ini sekaligus membalikkan arah setelah sempat dibuka melemah 0,03% di level Rp16.590/US$ pada awal perdagangan.
Sementara itu, DXY berada pada level 99.014 naik sebesar 0.283 dari hari sebelumnya di 98.731, melanjutkan kenaikannya selama tiga hari berturut - turut.
Pasar Surat Berharga Negara (SBN) acuan 10-tahun masih ditutup tegang di level 5,994% pada perdagangan terakhir, nyaris menembus batas psikologis 6%.
Ketegangan yield ini terjadi di tengah langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75%.
Langkah BI untuk "tetap diam" ini adalah sebuah strategi yang disengaja. Ini bukan karena BI takut, melainkan karena bank sentral sedang memanfaatkan momentum tren kebijakan Bank Sentral AS, The Fed.
Seperti diketahui, The Fed saat ini sudah berada dalam siklus pelonggaran moneter (tren dovish) berdasarkan pembicaraan Fed Chair Powell terakhir yang akan mengurangi efek quantitative tighteningnya dan telah menurunkan suku bunganya beberapa kali. Pasar kini berekspektasi The Fed akan kembali memangkas suku bunganya dalam waktu dekat untuk terus menopang ekonomi AS.
Di sinilah letak jurus BI. Dengan menahan BI-Rate di 4,75% sementara The Fed terus bergerak turun, selisih imbal hasil (spread) antara SBN Indonesia dan US Treasury akan otomatis semakin melebar.
Spread yang kian "gemuk" inilah yang menjadi magnet utama bagi investor asing. Arus modal masuk (capital inflow) diprediksi akan terus berlanjut. Aksi borong SBN ini akan menaikkan harganya, dan pada akhirnya, "memaksa" yield SBN yang kini tertahan di 5,994% untuk melandai (turun) lebih dalam.
Dari bursa saham Amerika Serikat (AS0, bursa Wall Street ambruk berjamaah pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Saham ambruk setelah muncul perkembangan baru dari Washington yang memperburuk kekhawatiran investor terkait hubungan dagang AS-China. Laporan laba yang mengecewakan dari sejumlah perusahaan besar seperti Texas Instruments dan Netflix juga menekan kinerja indeks utama.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 334,33 poin atau 0,71% ke level 46.590,41.
Indeks S&P 500 melemah 0,53% menjadi 6.699,40, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 0,93% ke 22.740,40.
Pada titik terendah sesi, Dow sempat turun lebih dari 400 poin (sekitar 1%), sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing sempat turun 1,2% dan 1,9%.
Tekanan jual meningkat setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor ke China untuk produk yang dibuat menggunakan perangkat lunak asal AS.
Langkah ini muncul sekitar dua minggu setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan memberlakukan pembatasan ekspor terhadap "seluruh perangkat lunak kritis" mulai 1 November.
Sejak awal perdagangan, pasar saham sudah berada di bawah tekanan setelah Texas Instruments merosot 5,6% akibat laba kuartalannya yang lebih lemah dari perkiraan. Proyeksi laba perusahaan untuk kuartal keempat juga dinilai lesu.
Kinerja buruk Texas Instruments ikut menyeret sektor semikonduktor secara keseluruhan. On Semiconductor turun hampir 6%, Advanced Micro Devices (AMD) melemah lebih dari 3%, sedangkan Micron Technology dan ETF VanEck Semiconductor (SMH) masing-masing turun sekitar 2%.
Saham Netflix juga menekan pasar setelah anjlok 10% karena laba perusahaan meleset dari ekspektasi akibat sengketa pajak dengan otoritas Brasil.
Namun ada sedikit kabar positif dari Intuitive Surgical, yang sahamnya melonjak hampir 14% berkat hasil laba dan pendapatan yang kuat.
Fokus Selanjutnya: Laporan "Magnificent Seven"
Investor kini menanti laporan keuangan berikutnya yang berpotensi memberikan dorongan pada pasar saham. Salah satu yang paling dinanti adalah hasil kinerja Tesla, yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar pada Rabu malam.
Laporan ini akan menjadi pembuka bagi musim laporan keuangan dari kelompok teknologi raksasa yang dijuluki "Magnificent Seven."
Hingga saat ini, menurut data FactSet, lebih dari tiga perempat perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan hasil keuangannya berhasil melampaui ekspektasi pasar.
"Meski hasil laba perusahaan AS untuk kuartal III jauh lebih baik dari perkiraan, kekhawatiran mungkin masih muncul terkait panduan dari manajemen seiring musim laporan keuangan meluas ke lebih banyak saham dan sektor," kata Thierry Wizman, ahli strategi valas dan suku bunga global di Macquarie Group, dalam sebuah catatan kepada CNBC International.
"Beberapa laporan besar yang dirilis semalam (seperti Netflix dan Texas Instruments) bernada negatif," tambahnya.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile hari ini seiring meningkatnya ketidakpastian. Ambruknya Wall Street bisa menjadi sentimen negatif untuk pasar saham Indonesia.
Pelaku pasar juga akan mempertimbangkan sejumlah sentimen lain, terutama suku bunga BI.
BI Tahan Bunga 4,75% di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah pasar yang masih "wait and see" terhadap arah kebijakan The Fed, Bank Indonesia (BI) akhirnya mengambil langkah untuk menahan suku bunga. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berakhir Rabu (22/10) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI-Rate) tetap di level 4,75%.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak rambat ketidakpastian global.
Langkah "menahan" ini diambil sebagai jurus untuk menyeimbangkan antara upaya menjaga stabilitas eksternal dan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. BI memandang level suku bunga saat ini masih memadai untuk mengendalikan inflasi agar tetap sesuai target sasaran.
Namun, BI tidak hanya "diam". Perry menegaskan bank sentral akan terus memperkuat strategi operasi moneter yang pro-market, terutama melalui intervensi di pasar valas, untuk meredam volatilitas Rupiah. Di saat yang sama, kebijakan makroprudensial longgar tetap dipertahankan untuk mendorong kredit perbankan agar terus mengalir ke dunia usaha.
Purbaya Siapkan Rp 20 T 'Putihkan' Tunggakan BPJS
Gebrakan signifikan datang dari Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran jumbo senilai Rp 20 triliun untuk program penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan.
Langkah ini merupakan realisasi dari janji Presiden Prabowo Subianto untuk "membersihkan" data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Purbaya menegaskan, alokasi tersebut sudah difinalisasi setelah pembicaraan intensif dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.
"Tadi minta yang ngerekam berapa, Rp 20 triliun, sesuai janji Presiden, itu sudah dianggarkan," ungkap Purbaya di kantornya, Rabu (22/10).
Program pemutihan ini tidak untuk semua peserta. Sasaran utamanya adalah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau peserta yang didaftarkan Pemda (PBU Pemda) yang datanya menjadi non-aktif akibat menunggak. Kebijakan ini akan menghapus tunggakan iuran mereka, dengan batas maksimal tunggakan 24 bulan. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan status kepesertaan jutaan warga dan memastikan mereka kembali mendapat akses layanan kesehatan.
Foto: Menkeu RI Purbaya dan Menkes RI Budi Gunadi Sadikin membahas langkah memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional, termasuk mengenai pengelolaan BPJS Kesehatan. (Instagram/MenkeuRI) |
BLT Rp 30 T Mulai Cair, 14 Juta Penerima Baru Disasar
Tak hanya memutihkan tunggakan BPJS, pemerintah juga jor-joran menggelontorkan stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat di akhir tahun. Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan total anggaran Rp 30 triliun dipastikan mulai cair pada Triwulan IV tahun ini.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mendesak pemerintah daerah (Pemda) untuk 'pasang mata' dan bergerak cepat melakukan verifikasi data. Pasalnya, data penerima kali ini diperluas secara signifikan.
Selain 20,8 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) reguler, terdapat 14 juta KPM baru yang sebelumnya belum pernah masuk sebagai penerima bantuan reguler. Data baru ini, yang diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memerlukan verifikasi kilat. Gus Ipul memberi target verifikasi data tuntas dalam lima hari ke depan.
"Kita ingin waktunya 5 hari ke depan," tegasnya. KPM baru ini dijadwalkan menerima total Rp 900 ribu. Percepatan penyaluran ini sesuai arahan Presiden untuk menopang konsumsi rumah tangga dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Revolusi Pupuk Era Prabowo: Harga Dipangkas 20%, 7 Pabrik Baru Dibangun
Kabar gembira akhirnya datang untuk para petani. Sesuai perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, pemerintah secara resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk sebesar 20%, berlaku efektif mulai hari ini, Rabu (22/10).
Penurunan harga ini mencakup dua jenis pupuk utama yang paling dibutuhkan petani, yakni Urea dan NPK. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut ini sebagai langkah bersejarah yang dimungkinkan berkat efisiensi besar-besaran di BUMN pupuk, sehingga diklaim tidak menambah beban subsidi di APBN.
Namun, gebrakan di sektor pertanian tidak berhenti di situ. Pemerintah mencanangkan revitalisasi industri pupuk nasional secara masif. Tak tanggung-tanggung, Indonesia bakal membangun 7 pabrik pupuk baru dengan total nilai investasi mencapai Rp 50 triliun. Proyek raksasa ini ditargetkan berjalan dalam 5-10 tahun ke depan, dengan 5 pabrik di antaranya ditargetkan sudah beroperasi di era pemerintahan Prabowo, atau sebelum 2029.
Sambut PM Baru Jepang, Indonesia Incar Peluang Investasi
Dari panggung global, pemerintah Indonesia buka suara mengenai terpilihnya Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Sanae Takaichi. Seperti diketahui, Takaichi berasal dari faksi konservatif di partainya dan dikenal memiliki pandangan politik yang keras.
Meski demikian, Jakarta memilih melihat transisi kepemimpinan ini sebagai sinyal positif. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa terpilihnya PM Takaichi justru dilihat sebagai "kesempatan baru" untuk meningkatkan hubungan bilateral yang lebih baik.
Pemerintah menyatakan bahwa hubungan Indonesia dan Jepang secara tradisional sudah sangat mapan dan kuat. Latar belakang konservatif pemerintahan baru Jepang diyakini tidak akan mengubah arah kebijakan luar negeri Jepang secara signifikan terhadap mitra strategis seperti Indonesia. Saat ini, Indonesia tengah mengincar peningkatan peluang investasi dan kerja sama ekonomi, memanfaatkan stabilitas kawasan dan hubungan historis yang telah terjalin lama dengan Negeri Sakura.
7 Gerbang Tol Pulih, Listrik Dikebut ke Desa
Kabar baik datang dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) bagi pengguna jalan tol di Jakarta. Emiten pengelola tol ini memastikan bahwa tujuh Gerbang Tol (GT) di Ruas Tol Dalam Kota (Cawang-Tomang-Pluit) kini telah beroperasi normal 100%. Ketujuh gerbang tol tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat insiden kerusuhan massa pada akhir Agustus lalu. Setelah melalui proses perbaikan dan pemulihan sistem transaksi, kini seluruh gardu di gerbang tol tersebut telah berfungsi optimal melayani pengguna jalan.
Sementara itu, dari sektor energi, pemerintah mengklaim rasio elektrifikasi nasional telah mencapai angka yang sangat tinggi, yakni 99,74%. Meski nyaris sempurna, pemerintah berjanji akan mempercepat program "listrik masuk desa". Fokus utama saat ini adalah mengebut penyetruman listrik di wilayah-wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) yang masih belum terjangkau jaringan PLN, demi mencapai target rasio elektrifikasi 100% di seluruh penjuru negeri.
Simak Rilis Data dan Agenda Hari Ini:
Berikut sejumlah agenda dan rilis data pada hari ini:
Coffee Morning "Kupas Tuntas Cara Prabowo Benahi Tata Kelola Tambang" di Queens Head Kemang, Jakarta Selatan.
Presiden menerima kunjungan kenegaraan Presiden Brasil di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Konferensi pers Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh via zoom meeting.
Press background Kementerian Perhubungan "Transportasi Berkelanjutan Untuk Masa Depan" di Ruang Nanggala, kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.
Menteri Keuangan menggelar pertemuan dengan Menteri Koperasi di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.
Konferensi pers virtual paparan kinerja kuartal III PT Unilever Indonesia Tbk.
Indonesia Pension Fund Summit di Hotel Tentrem, Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan. Turut hadir antara lain Ketua DK OJK.
Landbank Strategic Partnership Forum di Wisma BNI 46, Jakarta Pusat. Turut hadir antara lain Direktur Kelembagaan BNI.
Sesi edukasi media "Kenali dan Pahami: Kanker Hati Tipe HCC" di Waroeng Sunda Restaurant, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.
- Core CPI Singapura
- CPI Singapura
- CPI Hong Kong
- Initial Job Claims Amerika
- Penjualan Rumah Amerika
- Core Retai Sales Canada
Berikut sejumlah agenda emiten di dalam negeri pada hari ini :
- RUPS Medikaloka Hermina Tbk
- RUPS Energi Mega Persana Tbk
- Tanggal pembayaran dividen tunai interim Teladan Prima Agro Tbk
- Tanggal DPS dividen tunai interim Formosa Ingredient Factory Tbk
- Tanggal ex dividen tunai interim Plaza Indonesia Realty Tbk
- Tanggal cum dividen tunai interim Central Omega Resources Tbk
- TAnggal cum saham bonus Multi Medika Internasional Tbk
Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
Trump Lagi-Lagi Melunak ke China, IHSG Dibuka Menguat 0,36%
IHSG dibuka menguat 0,36% di level 8.257,09. Pasar global waspada setelah pernyataan Trump, sementara fokus beralih ke pidato Ketua The Fed, Jerome Powell. [685] url asal
#pasar-saham #investasi #ekonomi-indonesia #ihsg #donald-trump #hubungan-as-china #volatilitas-pasar #kebijakan-moneter #saham-bank #laporan-pasar-keuangan
(CNBC Indonesia - Market) 14/10/25 08:55
v/2332/
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pagi ini, Senin (13/10/2025). Indeks naik 0,36% atau menguat 29,90 poin ke level 8.257,09 atau berbalik arah dari koreksi pada perdagangan kemarin.
Sebanyak 233 saham naik, 56 turun, dan 252 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp402 miliar, melibatkan 397 juta saham dalam 41.909 kali transaksi.
Sesaat setelah dibuka, indeks mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi. Saham-saham bank dan emiten blue chip khususnya perbankan kompak menguat hari ini.
Pasar keuangan Indonesia dan global memulai pekan ini dalam suasana waspada setelah Presiden AS Donald Trump kembali memantik ketegangan dengan China.
Namun, sejumlah kabar positif mulai berdatangan.
Hanya butuh satu kalimat dari Trump untuk membuat volatilitas pasar kembali meningkat, seperti yang terjadi pekan lalu ketika Wall Street kehilangan nilai kapitalisasi lebih dari Rp33.000 triliun dalam 24 jam. Namun, ketegangan mereda setelah Trump menegaskan hubungan AS-China akan baik-baik saja.
Meski tekanan awal pekan cukup terasa, investor mulai merespons pernyataan terbaru Trump yang sedikit meredakan ketegangan. Dalam wawancara di Air Force One, Minggu (13/10/2025), Trump menyebut bahwa hubungan AS-China akan "baik-baik saja" meski sebelumnya ia mengancam akan mengenakan tarif tambahan hingga 100% terhadap produk China mulai 1 November.
Ia juga memuji Presiden Xi Jinping sebagai "pemimpin yang cerdas dan kuat", sinyal bahwa Washington mungkin masih membuka ruang negosiasi .
China sendiri bereaksi cepat atas ancaman tersebut dengan menyatakan siap mengambil langkah balasan untuk "melindungi hak dan kepentingan yang sah".
Selain itu, hari ini, Selasa (14/10/2025), fokus pasar global beralih ke pidato Ketua The Fed Jerome Powell di National Association for Business Economics (NABE) Annual Meeting.
Powell akan berbicara dengan topik Economic Outlook and Monetary Policy di National Association for Business Economics (NABE) Annual Meeting, Philadelphia.
Pernyataannya akan menjadi ujian penting bagi ekspektasi pasar setelah The Fed memangkas suku bunga acuan 25 basis poin bulan lalu ke kisaran 4,00-4,25%. Investor global akan menunggu apakah Powell akan menegaskan sikap hati-hati, atau justru membuka ruang pelonggaran lanjutan.
Sementara ketidakpastian global meningkat, pemerintah Indonesia memperkuat koordinasi fiskal dan moneter. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin rapat tertutup dengan direksi bank, manajer investasi, dan ekonom sekuritas di Jakarta pada Senin (13/10/2025).
Ia menegaskan komitmen menjaga stabilitas keuangan nasional, sekaligus mempercepat pembiayaan program prioritas menjelang kuartal terakhir tahun ini.
Pemerintah tengah menyiapkan kerangka fiskal adaptif yang sinkron dengan kebijakan longgar Bank Indonesia, termasuk potensi percepatan penyerapan anggaran untuk menopang permintaan domestik.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, indeks acuan Jepang Nikkei 225 turun 1,34%, sementara Topix melemah 1,31%. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,01%, sedangkan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil menguat 0,84%.
Saham Samsung Electronics melonjak 2,47% setelah perusahaan tersebut memperkirakan kenaikan laba kuartal ketiga sebesar 32% secara tahunan menjadi sekitar 12,1 triliun won Korea (US$8,48 miliar). Angka tersebut melampaui estimasi sebesar 10,1 triliun won.
Di Australia, indeks ASX/S&P 200 melemah 0,25%. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan di level 25.794, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 25.889,48.
Sementara itu, kontrak berjangka saham AS bergerak relatif datar pada perdagangan Asia pagi ini. Pada Senin waktu setempat, indeks-indeks utama Wall Street berhasil memulihkan sebagian besar kerugiannya pekan lalu setelah unggahan Trump di Truth Social.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 587,98 poin atau 1,29% ke level 46.067,58, atau memulihkan 67% dari penurunan Jumat lalu. S&P 500 naik 1,56% menjadi 6.654,72, menghapus 56% dari pelemahan sebelumnya, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,21% ke 22.694,61 dipimpin oleh reli saham teknologi.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)
Foto: Foto kolase PM Jepang, Sanae Takaichi dan Presiden China, Xi Jinping. (CNBC Indonesia)
Foto: Menkeu RI Purbaya dan Menkes RI Budi Gunadi Sadikin membahas langkah memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional, termasuk mengenai pengelolaan BPJS Kesehatan. (Instagram/MenkeuRI)