Bisnis.com, MAKKAH — Layanan bus Shalawat di Makkah, Arab Saudi telah beroperasi 24 jam, dapat digunakan oleh para jemaah haji Indonesia untuk bepergian dari hotel menuju Masjidilharam dan sebaliknya. Bus shalawat gratis, sehingga jemaah tidak perlu membayar maupun memberikan tip.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff menjelaskan bahwa pemerintah melalui petugas haji memberikan perhatian khusus kepada jemaah haji, terutama kelompok rentan, lansia, disabilitas, dan perempuan, dengan menyediakan layanan bus shalawat selama 24 jam.
Bukan hanya bus reguler untuk jemaah haji secara umum, terdapat bus shalawat khusus untuk jemaah disabilitas, yang memiliki ruang lebih banyak untuk kursi roda. Layanan bus disabilitas itu dapat dipesan melalui petugas haji, agar bus langsung datang ke halte di wilayah sektor jemaah haji disabilitas itu berada.
"Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Shalawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan," ujar Maria dalam konferensi pers pada Minggu (3/6/2026).
Layanan bus shalawat menghubungkan jemaah haji Indonesia dari dan menuju Masjidilharam melalui tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
Bus itu akan menjangkau 5 wilayah penginapan para jemaah haji Indonesia, yang berada di 177 hotel dalam 10 sektor. Jemaah dapat menggunakan bus shalawat dari halte yang berada di dekat hotel, maksimal jarak haltenya 100 meter dari hotel suatu sektor.
Bus-bus itu tidak hanya disiapkan di halte, tetapi juga di kantong-kantong parkir dekat hotel jemaah. Bus itu akan bergerak menuju sektor hotel-hotel jemaah menjelang waktu shalat wajib, sehingga memudahkan jemaah yang ingin menunaikan shalat lima waktu di Masjidilharam.
Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kapan pun jemaah mengalami kendala di lapangan. Layanan ini telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.
Strategi penguatan armada dan penempatan di kantong parkir dapat memangkas waktu tunggu jemaah haji menjadi maksimal lima belas menit sebelum bus meluncur menuju tiga terminal utama di sekitar Masjidilharam.
Melalui manajemen transportasi ini, risiko jemaah kelelahan karena berjalan kaki di bawah terik matahari Makkah dapat ditekan secara drastis.
Rute Bus Shalawat
Bus Shalawat akan menjangkau 21 rute yang tersebar di lima wilayah akomodasi utama jemaah.
Berikut daftar lengkap nama terminal dan rute bus shalawat di Makkah pada 2026/1447 H:
1. Terminal Syib Amir
- Rute 1: 417, 418, 419, 420, 421, 422, 423, 517, 518
- Rute 2: 301, 302, 303, 304, 305
- Rute 3: 210, 211, 212, 213, 214, 306, 307, 308 (S), 309, 310, 311, 312, 313, 314, 315, 316, 317, 318, 319
- Rute 4: 215, 216, 217, 218, 219, 220, 221, 222
- Rute 5: 123, 124, 125, 126, 127, 128, 129, 130, 131, 132
- Rute 6: 201, 202, 203, 204, 205, 206 (S), 207, 208, 209
- Rute 7: 101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113, 116, 117, 118, 119, 120, 121 (S), 122
- Rute 8: 114, 115
- Rute 9: 512, 513, 514, 515, 516
- Rute 10: 401, 402, 403, 404, 405, 406 (S), 407, 408, 409, 410, 411, 412, 413, 414, 415, 416
- Rute 11: 501, 502 (S), 503, 504, 505, 506, 507, 508, 509, 510, 511
2. Terminal Jabal Ka'bah
- Rute 12: 601, 602, 603
- Rute 13: 604, 605 (S), 606, 607, 608, 609, 610, 611, 612, 613
- Rute 14: 1001 A/C (S)
- Rute 15: 1001 S/D
3. Terminal Jiad
- Rute 16: 901, 902, 903, 904, 905, 906, 907
- Rute 17: 707, 708, 711, 712, 713, 714, 715, 716, 717
- Rute 18: 701, 702, 703, 704, 705, 706, 709, 710 (S), 801, 802, 803, 804, 805, 806
- Rute 19: 807, 808, 809, 810, 811 (S), 812
- Rute 20: 908, 909 (S), 910, 911, 912, 913, 914, 915, 916, 919
- Rute 21: 813, 917, 918
(S): Kantor Sektor
Cara Naik Bus Shalawat
Jemaah haji akan mendapatkan kartu rute, berisi nomor dan warna rute bus shalawat yang beroperasi dari hotelnya menuju Masjidilharam dan sebaliknya. Nantinya, jemaah cukup datang ke halte terdekat dan menunggu bus sesuai nomor dan warna yang tercantum dalam kartu rute.
Berikut cara naik bus shalawat:
- Jalan ke halte terdekat dari hotel, bawa Kartu Nusuk dan kartu rute.
- Tunggu kedatangan bus shalawat.
- Naik bus yang sesuai nomor dan warna rutenya dengan informasi di kartu rute.
- Utamakan lansia dan perempuan saat naik/turun dari bus shalawat.
- Hapalkan terminal di dekat Masjidilharam yang menjadi tujuan, jemaah kembali ke hotel dari terminal yang sama.
- Selalu berhati-hati saat beraktivitas, jangan sampai ada barang tertinggal atau terpisah dari rombongan.
Jemaah haji diimbau untuk selalu membawa Kartu Nusuk dan kartu rute saat bermobilitas di Makkah. Apabila jemaah lupa arah atau membutuhkan bantuan, jemaah dapat menghubungi petugas haji yang ada atau membuat laporan di situs Kawal Haji.
Update Pelaksanaan Haji 2026
Berdasarkan data Kemenhaj, hingga Sabtu (2/5/2026) operasional haji menunjukkan progres yang baik dan terkendali. Sebanyak 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.
Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah terus berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Seluruh proses mobilisasi jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan aspek kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan.
Dari sisi layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 59 jemaah masih dalam perawatan hingga saat ini.
Adapun total jemaah wafat tercatat sebanyak 7 orang, yang sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji. Doa terbaik dipanjatkan agar seluruh almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah.