KOMPAS.com - Shopee meluncurkan program Voucher Akselerasi Usaha Lokal untuk mendongkrak penjualan produk dalam negeri di tengah lesunya daya beli masyarakat. Melalui program ini, toko yang menjual 100 persen produk lokal akan mendapatkan voucer khusus senilai Rp 500.000 per bulan yang dapat digunakan untuk menarik pembeli.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari dukungan Shopee terhadap pelaku usaha lokal. Selama periode Januari hingga Mei 2026, platform e-commerce tersebut telah menggelontorkan dana Rp 100 miliar dalam bentuk voucer toko untuk membantu meningkatkan penjualan produk lokal.
Voucer terbukti dongkrak penjualan hingga 40 persen
Deputy Director of Public Affairs Shopee Radynal Nataprawira mengatakan, dukungan yang konsisten dan relevan menjadi kunci penting agar usaha lokal dapat terus berkembang dan berdaya saing di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang semakin cepat.
"Kami melihat dukungan promosi dalam bentuk voucer memberikan dampak nyata dalam membantu meningkatkan minat beli konsumen dan memperbesar peluang transaksi," ujar Radynal kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2026).
Radynal menjelaskan, Voucher Akselerasi Usaha Lokal hadir sebagai bentuk dukungan tambahan bagi penjual dengan 100 persen produk lokal agar dapat berkembang lebih berkelanjutan. Penjual yang memenuhi syarat akan secara otomatis menerima voucer mulai Minggu (17/5/2026) dan seterusnya diberikan rutin setiap tanggal 17 pada bulan berikutnya.
Berdasarkan data internal Shopee, penjual lokal mencatatkan peningkatan penjualan hingga 40 persen melalui pemanfaatan voucer toko dan voucer kampanye spesial untuk produk lokal. Pada momentum Hari Belanja Lokal yang berlangsung setiap tanggal 17, penjual usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal juga menikmati lonjakan penjualan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode biasa.
Benchmark industri dan riset independen
Berbagai riset menunjukkan bahwa insentif seperti voucer dan diskon mampu meningkatkan minat belanja sekaligus mendorong konsumen menyelesaikan transaksi yang sebelumnya tertunda.
Berdasarkan studi industri, tingkat penukaran voucer digital di e-commerce berkisar antara 1 hingga 15 persen, dengan angka 7 persen dianggap sebagai benchmark yang solid. Angka ini menunjukkan bahwa voucer digital masih relevan dalam memengaruhi keputusan belanja konsumen.
Selain meningkatkan transaksi, lembaga riset independen Baymard yang fokus pada pengalaman pengguna e-commerce menyebutkan, voucer juga efektif dalam mengurangi fenomena cart abandonment atau keranjang belanja yang ditinggalkan sebelum proses checkout selesai.
Testimoni pelaku usaha
Pemilik toko online Trendy Spring Bed, Vincentius Leonardo, merasakan langsung dampak positif dari program voucer dan promosi di marketplace.
Menurutnya, voucer dan subsidi ongkir mampu meningkatkan daya tarik produk di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat, terutama untuk kategori produk rumah tangga dengan kebutuhan pengiriman dalam jumlah besar seperti spring bed.
"Kami memang sudah memperhitungkan biaya platform ke dalam struktur harga sejak awal, seperti halnya biaya distribusi di kanal mana pun. Bedanya di marketplace, platform juga menghadirkan voucer dan promosi yang langsung menarik traffic pembeli," kata Vincentius.
Vincentius menambahkan, konsumen mendapat harga yang kompetitif dan pihaknya tetap bisa menjaga margin keuntungan. Baginya, biaya tersebut bukan beban melainkan biaya marketing biasa.
Di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat yang semakin digital, program voucer diharapkan dapat menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi penjual maupun konsumen.
Selain membantu meningkatkan transaksi dan traffic toko, inisiatif ini juga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belanja yang lebih menarik sekaligus mendukung pertumbuhan produk lokal di platform e-commerce.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang