#30 tag 24jam
Fresh Graduate Diimbau tak Habiskan Gaji Pertama untuk Foya-Foya
Penghasilan pertama sebaiknya mulai dikelola dengan membagi uang untuk kebutuhan. [206] url asal
#lulusan-baru #gaji-pertama #pengelolaan-keuangan #self-reward #tabungan #dana-darurat #kebutuhan-sehari-hari #kebiasaan-finansial #tanggung-jawab-keluarga #disiplin-keuangan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lulusan baru (fresh graduate) diingatkan agar tidak menghabiskan gaji pertama untuk memenuhi gaya hidup atau self-reward. Penghasilan pertama sebaiknya mulai dikelola dengan membagi uang untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan, dana darurat, hingga tujuan keuangan jangka panjang.
Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago Michael Hartawan mengatakan gaji pertama sering dianggap sebagai simbol kebebasan finansial. Padahal, menurut dia, yang lebih penting adalah membangun kebiasaan mengelola uang sejak awal bekerja.
“Gaji pertama sering dianggap sebagai simbol kebebasan finansial. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mulai membangun kebiasaan mengelola uang sejak awal karier. Kemampuan menempatkan uang sesuai tujuan akan membantu menciptakan rasa aman dan membantu seseorang lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan di masa depan,” ujar Michael dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Menurut Bank Jago, banyak lulusan baru menghadapi tantangan setelah memasuki dunia kerja. Gaji awal kerap terasa pas-pasan karena harus digunakan untuk membayar biaya tempat tinggal, transportasi, makan, dan kebutuhan sehari-hari, terutama bagi mereka yang merantau ke kota besar.
Di sisi lain, memiliki penghasilan sendiri sering memunculkan keinginan untuk melakukan self-reward, seperti membeli barang yang diincar, rutin membeli kopi, atau menikmati hiburan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, kebiasaan tersebut dapat membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali.
China Mobile hingga China Telecom Rilis Layanan SMS Darurat via Satelit BeiDou
China Mobile, China Unicom, dan China Telecom meluncurkan layanan SMS darurat berbasis satelit BeiDou untuk mitigasi bencana ekstrem, memungkinkan pengiriman pesan darurat dan data geolokasi meski jar [365] url asal
#china-mobile #china-telecom #sms-darurat #satelit-beidou #layanan-komunikasi #mitigasi-bencana #jaringan-terestrial #pesan-darurat #geolokasi-akurat #china-unicom #ponsel-pintar #pengiriman-sms #siste
(Bisnis.Com - Teknologi) 19/06/26 19:14
v/254790/
Bisnis.com, JAKARTA — Tiga operator telekomunikasi utama di Beijing, China, meluncurkan layanan komunikasi darurat berbasis pesan singkat (short message service/SMS) menggunakan Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BDS), sebagai mitigasi bencana ekstrem selama musim banjir, yang memungkinkan warga tetap dapat mengirimkan pesan darurat beserta data geolokasi akurat meskipun jaringan komunikasi terestrial di Bumi mengalami gangguan total.
Menurut Beijing Daily, dikutip Jumat (19/6), tiga operator raksasa yang menginisiasi layanan tersebut adalah China Mobile, China Unicom, dan China Telecom.
Kolaborasi ini mulai membuka akses layanan bagi warga setempat demi menjamin kelancaran pelaporan bencana, konfirmasi keselamatan, hingga permintaan bantuan penyelamatan secara tepat waktu.
Saat ini, fungsi pengiriman SMS satelit BeiDou sudah dapat didukung oleh lebih dari 170 model ponsel pintar yang beredar di pasar. Di samping itu, keunggulan sistem ini terletak pada fleksibilitasnya yang tidak memberikan persyaratan khusus untuk perangkat penerima pesan di sisi sebaliknya.
Warga dapat mengakses antarmuka SMS satelit ini layaknya mengirim pesan teks biasa melalui pengaturan ponsel mereka. Setelah pesan ditulis dan tombol kirim ditekan, perangkat secara otomatis memulai proses pencarian satelit.
Pengguna cukup mengarahkan ponsel ke langit barat daya sesuai petunjuk layar, dan koneksi ke satelit BeiDou umumnya berhasil tersambung dalam durasi 5 hingga 15 detik.
Setiap pengiriman pesan dibatasi maksimal 20 aksara Mandarin dan dapat disebarkan secara bersamaan kepada paling banyak empat nomor penerima. Batas karakter tersebut sudah mencakup isi pesan dan lampiran informasi lokasi pengguna.
Guna menjaga efisiensi lalu lintas data satelit, pengguna diwajibkan menunggu selama satu menit setelah proses kirim atau terima pesan sebelum dapat melakukan tindakan berikutnya.
Di sisi penerima, informasi koordinat dapat dipantau langsung pada peta dengan mengeklik tautan yang tertanam di dalam pesan teks. Penerima juga diberikan akses untuk membalas pesan secara langsung dengan kapasitas maksimal 10 aksara Mandarin.
Mengenai skema tarif, layanan darurat ini tidak dikenai biaya operasional selama fitur tersebut tidak digunakan oleh pelanggan. Pemotongan saldo baru diberlakukan per pesan setelah SMS berhasil terkirim melalui jaringan satelit, sedangkan aktivitas menerima pesan tetap tidak dipungut biaya.
Inovasi SMS satelit BeiDou dirancang secara khusus untuk mengatasi kendala komunikasi di wilayah terisolasi yang tidak memiliki cakupan sinyal terestrial. Selain penanggulangan bencana banjir, teknologi ini diproyeksikan untuk mendukung sistem kendaraan otonomos, patroli lapangan, hingga kegiatan ekspedisi di kawasan tak berpenghuni.
Pemkab Sigi Percepat Distribusi Bantuan dan Tenda Darurat Pascagempa M 6,7
Pemkab Sigi percepat distribusi bantuan dan tenda darurat pascagempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. BPBD dan desa diminta segera data kerusakan dan korban. [265] url asal
#gempa-sigi #bantuan-gempa #tenda-darurat #distribusi-logistik #gempa-sulawesi-tengah #penanganan-bencana #bpbd-sigi #pelayanan-medis #trauma-healing #gempa-bumi-6 #episentrum-gempa #gempa-dangkal
(Bisnis.Com - Terbaru) 16/06/26 23:10
v/251580/
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Sigi mempercepat distribusi bantuan logistik dan pendirian tenda darurat bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026).
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido memimpin rapat darurat penanganan bencana di daerah tersebut.
"Hari ini kami melaksanakan rapat darurat terkait penanganan bencana ini salah satunya mempercepat distribusi makanan, air bersih dan pendirian tenda darurat," kata Rizal saat ditemui awak media di Palolo, Sigi, Selasa.
Ia mengemukakan agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa setempat segera merampungkan pendataan kerusakan dan korban akibat gempa bumi.
"Saya sudah instruksikan BPBD bekerja sama dengan kades serta camat menyelesaikan data-data kerusakan rumah dalam waktu 1x24 jam," ucapnya.
Rizal juga memerintahkan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan medis dan trauma healing kepada masyarakat serta pasien di masing-masing puskesmas maupun rumah sakit.
"Kepada seluruh tim medis baik di rumah sakit maupun puskesmas untuk bersiaga penuh untuk pelayanan medis," sebutnya.
Rizal mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan waspada.
"Masyarakat [mohon] tidak panik dan tetap tenang, pada intinya pemerintah berkomitmen penuh mendampingi warga hingga situasi kembali kondusif," katanya.
Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, pukul 10.27 WIB.
BMKG mengonfirmasi episentrum gempa berada di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.
Gempa tersebut tergolong gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer. Namun, berdasarkan hasil pemodelan BMKG, aktivitas seismik tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa Palu 6,7 Magnitudo, Gubernur Sulteng: Keselamatan Masyarakat Prioritas
Gempa 6,7 magnitudo mengguncang Palu, Gubernur Sulteng prioritaskan keselamatan warga, instruksikan penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar. [365] url asal
#gempa-palu #gempa-bumi #magnitudo-6-7 #gubernur-sulteng #keselamatan-masyarakat #penanggulangan-bencana #tindakan-darurat #kebutuhan-logistik #pelayanan-kesehatan #rumah-sakit #tenda-darurat #lokasi-p
(Bisnis.Com - Terbaru) 16/06/26 13:49
v/251304/
Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan seluruh jajaran untuk melaksanakan tindakan darurat pascagempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu guna memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar logistik di lokasi terdampak.
Langkah taktis penanggulangan bencana tersebut diambil setelah adanya Gempa Palu pada Selasa, pukul 10.27 WIB. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah langsung mengonsolidasikan kekuatan internal dan lintas sektoral
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” ujar Gubernur Sulteng Anwar Hafid dilansir dari Antara, Selasa (16/6/2026).
Sebagai realisasi penanganan di lapangan, tenaga medis telah dikerahkan ke sejumlah titik terdampak untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mengalami cedera. Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bertambahnya korban maupun kebutuhan layanan kesehatan pascagempa.
Guna mengantisipasi risiko akibat potensi gempa susulan, rumah sakit diminta menyiapkan tenda-tenda pelayanan darurat di area terbuka atau halaman rumah sakit.
Langkah ini wajib berjalan demi menjamin keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang membutuhkan layanan medis di luar gedung yang rawan.
Di sisi lain, OPD terkait bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah telah diinstruksikan segera menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian yang aman dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung sementara.
Pemerintah menjamin pasokan logistik dan kebutuhan dasar pengungsi akan menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat.
Selain penanganan korban, Gubernur memerintahkan dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang berpotensi terdampak.
Tim teknis dari instansi terkait akan melakukan asesmen untuk memastikan keamanan struktur bangunan sebelum digunakan kembali oleh masyarakat.
Saat ini, BPBD Sulawesi Tengah terus melakukan pendataan dan asesmen lapangan. Proses ini dibarengi dengan koordinasi bersama BMKG, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur terkait guna memastikan penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Gubernur Anwar juga mengimbau masyarakat Sulawesi Tengah agar tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah. Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas setempat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi resmi secara berkala.
Ketika Rupiah Terpuruk, Generasi Sandwich Perlu Mainkan Strategi Baru
Bagi jutaan generasi sandwich di Indonesia, tekanan ekonomi hari ini mungkin terasa seperti pertandingan panjang yang tidak kunjung usai. [1,276] url asal
#kurs-rupiah #pelemahan-rupiah #dana-darurat #generasi-sandwich #indepth #rupiah-melemah #harga-barang-impor
(Kompas.com - Money) 08/06/26 09:24
v/243042/
KOMPAS.com - Baru-baru ini saya menonton dokumenter tentang legenda tenis Rafael Nadal di Netflix. Seperti banyak dokumenter olahraga lainnya, kisahnya bukan hanya tentang trofi, kemenangan, atau rekor.
Salah satu yang membekas justru cara Nadal memandang tekanan.
Dalam berbagai fase kariernya, petenis Spanyol itu berulang kali menghadapi cedera, kekalahan, dan keraguan. Namun ia selalu kembali dengan pendekatan yang sama: fokus pada poin berikutnya, bukan pada papan skor.
PEXELS/DEFRINO MAASY Ilustrasi rupiah, nilai tukar rupiah. Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar resmi mencairkan dana Bantuan Keuangan Partai Politik (Banpol) untuk Tahun Anggaran (TA) 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1.707.940.000 atau sekitar Rp 1,7 miliar.Saat menghadap berita kurs rupiah yang menembus Rp 18.000 per dollar AS, saya tiba-tiba teringat filosofi tersebut.
Sebab bagi jutaan generasi sandwich di Indonesia, tekanan ekonomi hari ini mungkin terasa seperti pertandingan panjang yang tidak kunjung usai.
Mereka harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan anak, orangtua, dan diri sendiri, sembari menghadapi lapangan yang terus berubah akibat pelemahan nilai tukar dan ketidakpastian ekonomi.
Generasi sandwich adalah kelompok yang berada di tengah dua tanggung jawab sekaligus.
Mereka membiayai kehidupan sendiri dan anak-anak, tetapi pada saat yang sama juga membantu orangtua atau anggota keluarga yang lebih tua.
Ketika ekonomi sedang baik, beban itu sudah cukup berat. Ketika rupiah melemah, tekanan menjadi berlapis.
Harga barang impor berpotensi meningkat. Biaya pendidikan luar negeri naik. Harga bahan baku industri yang bergantung pada impor ikut terdorong.
Dunia usaha menghadapi kenaikan biaya produksi. Pada akhirnya, masyarakat berhadapan dengan risiko kenaikan harga barang dan jasa.
Unsplash Ilustrasi mengatur keuangan.Bagi generasi sandwich, situasi ini menyerupai pertandingan tenis lima set. Masalahnya bukan sekadar memenangkan satu poin, melainkan menjaga stamina untuk bertahan sepanjang pertandingan.
Pukulan yang datang dari berbagai arah
Banyak generasi sandwich hidup dalam kondisi keuangan yang sebenarnya sudah sangat tipis.
Gaji bulanan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sendiri. Ada cicilan rumah, biaya sekolah anak, kebutuhan transportasi, hingga pengeluaran rutin untuk orangtua.
Sebagian bahkan masih menanggung biaya kesehatan orangtua yang terus meningkat seiring bertambahnya usia.
Ketika nilai tukar rupiah melemah, tekanan tersebut bisa datang dari berbagai arah sekaligus.
Produk-produk elektronik, gawai, dan kebutuhan rumah tangga yang mengandung komponen impor berpotensi menjadi lebih mahal.
Belum lagi jika pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan perlambatan ekonomi dan melemahnya daya beli.
Dalam situasi seperti ini, kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah menganggap kondisi tersebut hanya bersifat sementara sehingga tidak perlu mengubah strategi keuangan.
Padahal, seperti dalam tenis, pemain yang terlambat beradaptasi biasanya akan kehilangan banyak poin sebelum menyadari bahwa pola permainan lawan telah berubah.
Saatnya mengubah strategi, bukan sekadar mengencangkan ikat pinggang
Nasihat paling umum ketika ekonomi sedang sulit adalah mengurangi pengeluaran. Nasihat tersebut tidak salah, tetapi sering kali tidak cukup.
SHUTTERSTOCK/DRAGON IMAGES Ilustrasi mengatur keuangan, membuat perencanaan keuangan.Banyak generasi sandwich sudah menjalani hidup dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Mereka tidak memiliki banyak ruang untuk memangkas pengeluaran karena sebagian besar anggaran memang digunakan untuk kebutuhan dasar keluarga.
Karena itu, fokus utama seharusnya bukan hanya penghematan, tetapi juga penataan ulang prioritas keuangan.
Langkah pertama adalah memisahkan kebutuhan yang benar-benar esensial dan kebutuhan yang selama ini dianggap wajib padahal sebenarnya masih bisa ditunda.
Di masa ketidakpastian, likuiditas menjadi sangat penting.
Membeli gawai terbaru, mengganti kendaraan sebelum waktunya, atau menambah cicilan konsumtif mungkin perlu dipertimbangkan ulang.
Setiap keputusan keuangan sebaiknya diuji dengan satu pertanyaan sederhana: apakah pengeluaran ini akan membantu keluarga menjadi lebih kuat jika kondisi ekonomi memburuk dalam satu hingga dua tahun ke depan?
Jika jawabannya tidak, maka penundaan mungkin menjadi pilihan yang lebih bijak.
Dana darurat bukan lagi pilihan
Banyak keluarga Indonesia masih menganggap dana darurat sebagai target ideal yang bisa dibangun nanti ketika pendapatan sudah lebih besar.
Masalahnya, kondisi ekonomi tidak selalu menunggu kesiapan seseorang. Pelemahan rupiah mengingatkan bahwa guncangan ekonomi bisa datang kapan saja.
Bagi generasi sandwich, dana darurat memiliki fungsi yang jauh lebih penting dibanding kelompok lain.
Mereka bukan hanya menjadi penyangga bagi diri sendiri, tetapi juga bagi dua generasi sekaligus.
SHUTTERSTOCK/PRAPAN MANUCHON Dana darurat adalah dana yang disisihkan atau dialokasikan untuk situasi darurat atau genting seperti kehilangan pekerjaan, masalah kesehatan, kecelakaan, atau kerusakan rumahKetika orangtua sakit atau kehilangan sumber pendapatan, ketika anak membutuhkan biaya mendadak, atau ketika terjadi gangguan pekerjaan, generasi sandwich biasanya menjadi pihak pertama yang harus turun tangan.
Karena itu, membangun cadangan kas menjadi kebutuhan yang mendesak.
Dalam pertandingan tenis, Nadal sering dikenal karena kemampuannya bertahan dalam reli panjang. Ia tidak selalu mencari pukulan kemenangan dalam satu kesempatan.
Ia memastikan dirinya tetap berada dalam permainan sampai peluang yang tepat datang.
Dana darurat bekerja dengan prinsip yang sama. Tujuannya bukan membuat seseorang kaya, melainkan memastikan keluarga tetap bertahan ketika situasi berubah.
Diversifikasi pendapatan menjadi keharusan
Ada perubahan penting dalam lanskap ekonomi modern. Dulu, satu pekerjaan tetap sering dianggap cukup untuk menopang kehidupan keluarga.
Kini asumsi tersebut semakin sulit dipertahankan.
Generasi sandwich menghadapi risiko yang lebih besar karena banyak pihak bergantung pada satu sumber pendapatan.
Ketika ekonomi melambat, perusahaan dapat menunda ekspansi, mengurangi bonus, atau melakukan efisiensi tenaga kerja.
Karena itu, memiliki lebih dari satu sumber pendapatan bukan lagi sekadar tren, melainkan strategi perlindungan.
Bentuknya tidak harus selalu bisnis besar.
Sebagian orang memperoleh tambahan penghasilan dari pekerjaan lepas, konsultasi, mengajar, membuat konten digital, atau usaha kecil berbasis keterampilan yang dimiliki.
TENNIS.COM Ilustrasi tenis.Yang penting bukan seberapa besar pendapatan tambahan tersebut saat ini, melainkan keberadaan alternatif ketika sumber pendapatan utama menghadapi tekanan.
Dalam tenis, pemain profesional tidak mengandalkan satu jenis pukulan saja. Mereka memiliki servis, forehand, backhand, volley, hingga kemampuan bertahan.
Semakin beragam senjata yang dimiliki, semakin besar peluang bertahan dalam berbagai situasi pertandingan.
Prinsip yang sama berlaku dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Melindungi diri dari risiko yang sering diabaikan
Salah satu ironi generasi sandwich adalah mereka sering menjadi tulang punggung keluarga sekaligus pihak yang paling sedikit memikirkan perlindungan dirinya sendiri.
Mereka sibuk membayar kebutuhan anak dan orangtua, tetapi lupa mempersiapkan perlindungan terhadap risiko yang bisa mengganggu kemampuan mencari nafkah.
Padahal satu kejadian kesehatan serius atau kehilangan pekerjaan dapat mengubah kondisi keuangan keluarga secara drastis.
Karena itu, meninjau kembali perlindungan kesehatan dan manajemen risiko menjadi langkah yang tidak kalah penting dibanding mencari tambahan penghasilan.
Dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, ketahanan finansial tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak aset yang dimiliki, tetapi juga seberapa baik keluarga mampu mengelola risiko.
Menang bukan berarti kaya
Ada pelajaran lain dari Nadal yang mungkin relevan bagi generasi sandwich.
AFP/ CLIVE BRUNSKILL Rafael Nadal tersenyum memamerkan trofi juara Australian Open 2022 miliknya, Rafael Nadal menjadi juara Australian Open 2022 setelah menumbangkan Daniil Medvedev di partai final yang berlangsung di Rod Lover Arena, Minggu (30/1/2022) malam WIB.Dalam banyak pertandingan besar, ia tidak selalu tampil sempurna. Ia membuat kesalahan, kehilangan set, bahkan tertinggal skor.
Namun ia tetap berada dalam pertandingan.
Dalam konteks keuangan keluarga, kemenangan juga tidak selalu berarti memiliki portofolio investasi terbesar atau pendapatan tertinggi.
Bagi banyak generasi sandwich Indonesia, kemenangan mungkin memiliki definisi yang lebih sederhana tetapi jauh lebih penting.
Anak-anak tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Orangtua tetap memperoleh perawatan yang dibutuhkan.
Tagihan bulanan tetap terbayar. Dana darurat perlahan bertambah. Dan keluarga mampu melewati periode sulit tanpa harus mengorbankan masa depan.
Ketika rupiah menembus Rp 18.000 per dollar AS, tantangan yang dihadapi generasi sandwich memang menjadi lebih berat. Namun seperti pertandingan tenis yang panjang, fokus tidak seharusnya hanya tertuju pada skor saat ini.
Yang lebih penting adalah kemampuan menjaga stamina finansial, mengatur strategi, dan memastikan bahwa ketika pertandingan ekonomi memasuki set berikutnya, keluarga masih memiliki cukup tenaga untuk terus bermain.
Sebab pada akhirnya, ketahanan keuangan bukan soal memenangkan satu hari yang baik, melainkan kemampuan bertahan melewati banyak hari yang sulit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
Ancaman narkoba di Kabupaten Mimika, Papua Tengah kian mengkhawatirkan. Peredarannya sudah merambah wilayah pesisir dan kampung-kampung di Distrik Mimika Timur.... | Halaman Lengkap [378] url asal
#partai-perindo #kabupaten-mimika #pemberantasan-narkoba #darurat-narkoba #polres-mimika
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/06/26 14:50
v/241134/
MIMIKA - Ancaman narkoba di Kabupaten Mimika, Papua Tengah kian mengkhawatirkan. Peredarannya tidak lagi terbatas di kawasan perkotaan. Tetapi sudah merambah wilayah pesisir dan kampung-kampung di Distrik Mimika Timur.Di tengah tren yang terus meningkat, aparat penegak hukum didesak bergerak lebih agresif memburu bandar dan jaringan pemasok yang menjadi aktor utama peredaran narkoba.
Desakan itu disampaikan anggota DPRK Mimika dari Partai Perindo, Rampeani Rachman. Dia meminta Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mimika tidak hanya fokus menangkap pengguna atau pengedar kecil, tetapi juga memburu bandar dan pemasok yang mengendalikan jaringan peredaran narkoba di Mimika.
“Kepolisian harus serius mengejar dan menangkap bandar, pemasok maupun pengedar narkoba yang ada di Mimika. Penangkapan mereka penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba dan menyelamatkan masa depan generasi muda Mimika,” ujar Rampeani, Jumat (5/6/2026).
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Data Kepolisian Resor Mimika menunjukkan peredaran narkoba mengalami peningkatan signifikan. Hingga semester pertama 2026, polisi telah menahan 17 tersangka dengan total sitaan sabu hampir mencapai 1 kilogram.
Angka itu mendekati total sitaan sepanjang 2025 yang mencapai 1,2 kilogram sabu. Selain itu, aparat juga menyita 3,2 kilogram ganja, 45.000 butir tembakau sintetis, serta 76 butir obat keras. Nilai ekonomi seluruh barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar.
“Perkembangan narkoba ini bukan menurun tetapi meningkat, dengan nilai yang didapat para pelaku mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Ini menandakan Mimika darurat narkoba,” tutur Rampeani.
Dia mengungkapkan, peredaran narkoba kini tidak hanya terjadi di Timika, tetapi telah masuk hingga kawasan Pelabuhan Pomako dan Distrik Mimika Timur. “Saya mendengar bukan hanya di Timika saja, tetapi sabu sudah sampai di area Pelabuhan Pomako dan Distrik Mimika Timur,” katanya.
Yang lebih memprihatinkan, lanjut Rampeani, sejumlah pengedar mulai menyasar anak-anak dan remaja dengan memberikan narkoba secara cuma-cuma pada tahap awal untuk menciptakan ketergantungan. “Ini sangat berbahaya. Mereka merusak masa depan anak-anak kita demi keuntungan pribadi,” ungkapnya.
Rampeani juga menyoroti kelompok remaja putus sekolah yang dinilai menjadi sasaran empuk jaringan pengedar narkoba. Kelompok tersebut dinilainya membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah, keluarga dan masyarakat agar tidak terjerumus dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba.
“Anak-anak ini seharusnya menjadi generasi penerus daerah. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan karena narkoba. Saya meminta aparat lebih serius mengejar dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam peredaran narkoba ini,” tegasnya.
Cara Atur Keuangan Saat Biaya Hidup Naik, Mulai dari Anggaran hingga Tabungan
Kenaikan biaya hidup menjadi tantangan yang dirasakan banyak rumah tangga. [1,002] url asal
#tabungan #dana-darurat #biaya-hidup #kondisi-keuangan #indepth #kenaikan-biaya-hidup
(Kompas.com - Money) 05/06/26 08:18
v/240658/
JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan biaya hidup menjadi tantangan yang dirasakan banyak rumah tangga.
Harga kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam mengelola arus kas agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan jangka panjang.
Dalam situasi seperti ini, langkah pertama yang perlu dilakukan bukan sekadar mengurangi pengeluaran, melainkan memahami secara jelas ke mana uang mengalir setiap bulan.
FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi biaya hidup.Perencanaan dan penganggaran menjadi fondasi utama untuk menjaga kesehatan keuangan di tengah tekanan biaya hidup.
Dikutip dari Investopedia, Jumat (5/6/2026), anggaran atau budget merupakan estimasi pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu yang digunakan untuk membantu individu mengelola uang secara lebih efektif.
Anggaran juga menjadi alat untuk mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala dan menentukan prioritas penggunaan dana.
Mengutip warta Sydney Morning Herald, ada sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kondisi keuangan tetap stabil ketika harga-harga terus meningkat.
Langkah-langkah tersebut berfokus pada pengendalian pengeluaran, penetapan prioritas, hingga perubahan kebiasaan konsumsi.
Mulai dari memahami arus kas
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan keuangan adalah tidak mengetahui secara pasti berapa besar pemasukan dan pengeluaran setiap bulan.
Unsplash Ilustrasi mengatur keuangan.Proses penganggaran dimulai dengan melacak pendapatan dan pengeluaran.
Dengan mengetahui berapa uang yang masuk dan ke mana uang tersebut dibelanjakan, Anda dapat menentukan prioritas keuangan serta menemukan area yang memungkinkan untuk dihemat.
Pencatatan sederhana dapat menjadi titik awal. Anda dapat mengelompokkan pengeluaran ke dalam beberapa kategori seperti kebutuhan pokok, transportasi, tagihan rutin, pendidikan, kesehatan, hingga hiburan.
Langkah ini penting karena banyak pengeluaran kecil yang sering kali tidak disadari namun secara akumulatif menggerus kondisi keuangan bulanan.
Menentukan prioritas kebutuhan
Ketika biaya hidup meningkat, tidak semua pengeluaran dapat dipertahankan pada tingkat yang sama seperti sebelumnya.
Ada baiknya Anda dapat membedakan secara tegas antara kebutuhan dan keinginan. Dalam kondisi tekanan biaya hidup, pengeluaran yang benar-benar diperlukan perlu diprioritaskan terlebih dahulu, sementara pengeluaran yang bersifat opsional dapat dikurangi atau ditunda.
Pendekatan serupa juga tercermin dalam berbagai metode penganggaran yang menempatkan kebutuhan utama sebagai prioritas pertama sebelum alokasi untuk hiburan atau konsumsi non-esensial.
Dengan memilah pengeluaran berdasarkan tingkat urgensi, rumah tangga dapat menjaga stabilitas keuangan tanpa harus menghilangkan seluruh aktivitas yang memberikan kenyamanan atau hiburan.
Meninjau ulang langganan dan pengeluaran rutin
Biaya hidup yang meningkat juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai pengeluaran rutin yang selama ini berjalan otomatis.
SHUTTERSTOCK/ZHANGHAORAN Ilustrasi mengatur keuangan, anak muda mengatur keuangan.Sydney Morning Herald menyebutkan, banyak orang memiliki sejumlah layanan berlangganan yang jarang digunakan, mulai dari layanan streaming, aplikasi digital, hingga keanggotaan tertentu.
Meninjau kembali pengeluaran semacam ini dapat membantu mengurangi beban bulanan tanpa memengaruhi kebutuhan utama.
Pengeluaran rutin sering kali luput dari perhatian karena dibayarkan secara otomatis. Padahal, ketika dikumpulkan dalam setahun, nilainya bisa cukup besar.
Karena itu, evaluasi berkala terhadap seluruh tagihan dan langganan menjadi salah satu cara sederhana untuk menemukan ruang penghematan tambahan.
Menunda keputusan belanja
Kebiasaan belanja impulsif juga menjadi perhatian ketika tekanan biaya hidup meningkat.
Anda disarankan tidak terburu-buru membeli barang yang diinginkan. Memberikan jeda waktu sebelum melakukan pembelian dapat membantu membedakan antara kebutuhan nyata dan keinginan sesaat.
Praktik ini menjadi semakin relevan di era belanja digital ketika transaksi dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.
Dengan memberikan waktu untuk mempertimbangkan manfaat dan urgensi suatu barang, konsumen memiliki kesempatan lebih besar untuk membuat keputusan yang lebih rasional dan sesuai dengan kondisi keuangan.
Membandingkan harga sebelum membeli
Kenaikan biaya hidup membuat setiap pengeluaran menjadi lebih penting untuk diperhatikan.
SHUTTERSTOCK/MINERVA STUDIO Ilustrasi belanja, daya beli masyarakat.Ada baiknya Anda membandingkan harga sebelum melakukan pembelian, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun barang dengan nilai yang lebih besar.
Perbandingan harga dapat membantu menemukan pilihan yang lebih ekonomis tanpa harus mengorbankan kualitas yang dibutuhkan.
Kebiasaan ini juga dapat diterapkan pada berbagai layanan, seperti paket telekomunikasi, asuransi, atau kebutuhan rumah tangga lainnya.
Dalam jangka panjang, selisih harga yang tampak kecil pada satu transaksi dapat menghasilkan penghematan yang cukup signifikan ketika dilakukan secara konsisten.
Membuat anggaran yang realistis
Memiliki anggaran saja tidak selalu cukup. Anggaran juga perlu disusun secara realistis agar dapat dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Anggaran merupakan rencana pengeluaran yang dibuat berdasarkan kondisi pendapatan dan pola belanja aktual. Tujuannya bukan untuk membatasi seluruh pengeluaran, melainkan membantu seseorang mengalokasikan uang secara lebih efektif sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan.
Karena itu, target penghematan yang terlalu agresif justru berpotensi membuat seseorang sulit mempertahankan disiplin dalam jangka panjang.
Anggaran yang realistis biasanya mempertimbangkan seluruh kebutuhan pokok, kewajiban keuangan, serta ruang untuk pengeluaran pribadi yang masih dapat ditoleransi.
Menyiapkan ruang untuk tabungan
Di tengah kenaikan biaya hidup, menabung sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan. Namun berbagai panduan keuangan justru menekankan pentingnya tetap menyisihkan dana untuk tabungan meskipun jumlahnya terbatas.
Salah satu tujuan utama membuat anggaran rumah tangga adalah membantu seseorang mengalokasikan dana untuk kebutuhan masa depan, termasuk tabungan dan dana darurat.
SHUTTERSTOCK/BANGOLAND Ilustrasi dana darurat.Penting untuk tetap menjaga kebiasaan menabung meskipun kondisi ekonomi sedang menantang. Menyisihkan dana darurat secara konsisten dapat membantu meningkatkan ketahanan finansial ketika menghadapi pengeluaran tak terduga.
Besarnya tabungan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah tangga. Yang terpenting adalah menjaga kebiasaan menyisihkan dana secara rutin.
Menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangan
Krisis biaya hidup sering kali menuntut perubahan kebiasaan konsumsi. Langkah ini tidak selalu berarti mengurangi kualitas hidup secara drastis, tetapi lebih kepada menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan keuangan saat ini.
Anda perlu bersikap realistis terhadap kondisi ekonomi yang sedang dihadapi.
Penyesuaian gaya hidup dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari memilih alternatif yang lebih terjangkau, mengurangi frekuensi pengeluaran tertentu, hingga lebih berhati-hati dalam membuat keputusan finansial.
Pada akhirnya, pengelolaan keuangan di tengah biaya hidup yang meningkat berawal dari pemahaman terhadap kondisi keuangan pribadi.
Dengan mengetahui arus kas, menetapkan prioritas, mengevaluasi pengeluaran rutin, menghindari belanja impulsif, serta menyusun anggaran yang realistis, masyarakat memiliki dasar yang lebih kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi sehari-hari.
Anggaran pada dasarnya adalah alat untuk membantu seseorang mengelola pendapatan dan pengeluaran secara lebih terarah sehingga keputusan keuangan dapat dibuat dengan lebih baik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Cara Mengelola Dana Darurat untuk Lansia, Hindari 5 Kesalahan Ini
Dana darurat merupakan salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan lansia dan pensiunan. [1,115] url asal
#lansia #pensiunan #dana-darurat #indepth #lansia-indonesia #lansia-berdaya
(Kompas.com - Money) 03/06/26 11:11
v/238475/
JAKARTA, KOMPAS.com – Dana darurat merupakan salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan lansia dan pensiunan.
Berbeda dengan pekerja aktif yang masih memiliki penghasilan rutin, lansia umumnya mengandalkan dana pensiun, hasil investasi, atau tabungan yang jumlahnya terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Karena itu, keberadaan dana darurat menjadi semakin krusial.
PEXELS/COTTONBRO STUDIO Ilustrasi dana darurat. Cara mengumpulkan dana darurat ala Kemenkeu. Besaran dana darurat yang ideal.Dana ini berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi pengeluaran tidak terduga, mulai dari biaya kesehatan, perbaikan rumah, hingga kebutuhan mendesak lainnya.
Namun, memiliki dana darurat saja tidak cukup. Cara mengelola dan menggunakan dana tersebut juga menentukan apakah tabungan pensiun dapat bertahan dalam jangka panjang atau justru cepat terkuras.
Dikutip dari laman resminya, organisasi nirlaba yang fokus pada isu lansia, AARP, mengungkap sejumlah kesalahan yang sering dilakukan orang berusia di atas 50 tahun terkait dana darurat.
Kesalahan-kesalahan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas keuangan pada masa pensiun.
Berikut lima kesalahan yang perlu dihindari.
1. Menyimpan dana darurat terlalu sedikit
Kesalahan pertama adalah memiliki dana darurat yang terlalu kecil dibandingkan kebutuhan hidup.
Selama ini banyak orang mengenal aturan umum bahwa dana darurat ideal setara tiga hingga enam bulan pengeluaran.
SHUTTERSTOCK/PRAPAN MANUCHON Dana darurat adalah dana yang disisihkan atau dialokasikan untuk situasi darurat atau genting seperti kehilangan pekerjaan, masalah kesehatan, kecelakaan, atau kerusakan rumahNamun, menurut perencana keuangan bersertifikat sekaligus Vice President First Horizon Advisors, Kristen Beckstead, kebutuhan lansia berbeda dengan pekerja aktif. Ia menyarankan pensiunan memiliki dana darurat yang mampu menutup biaya hidup esensial selama 18 hingga 24 bulan.
“Di masa pensiun, Anda tidak memiliki bantalan berupa gaji bulanan untuk diandalkan,” kata Beckstead.
Rekomendasi tersebut muncul karena lansia menghadapi risiko yang lebih besar ketika terjadi keadaan darurat.
Jika pekerja aktif kehilangan pekerjaan atau menghadapi pengeluaran mendadak, mereka masih memiliki peluang memperoleh penghasilan baru. Sebaliknya, pensiunan biasanya memiliki sumber pemasukan yang lebih terbatas.
AARP juga menyebut, dana darurat lansia perlu mempertimbangkan berbagai risiko seperti biaya kesehatan yang meningkat, perbaikan rumah, hingga kebutuhan keluarga yang muncul secara mendadak.
Bahkan, penelitian yang dikutip Center for Retirement Research at Boston College menunjukkan rumah tangga lansia rata-rata mengeluarkan sekitar 10 persen pendapatan tahunannya untuk biaya tak terduga selama masa pensiun.
2. Menyimpan dana darurat terlalu banyak
Jika dana darurat terlalu sedikit berisiko, menyimpan terlalu banyak uang tunai juga bisa menjadi masalah.
Menurut AARP, sebagian lansia memilih menempatkan porsi besar aset mereka dalam rekening tabungan atau instrumen yang sangat likuid karena khawatir menghadapi keadaan darurat.
Namun keputusan tersebut dapat mengurangi potensi pertumbuhan kekayaan dalam jangka panjang.
Perencana keuangan bersertifikat dari Mercer Advisors, Eric Doll, menjelaskan dana pensiun idealnya tetap memiliki porsi investasi agar dapat berkembang dan membantu menjaga daya beli terhadap inflasi.
FREEPIK/JCOMP Ilustrasi pensiun, masa pensiun, menikmati masa pensiun. OJK mengingatkan masih banyak pekerja Indonesia yang belum terlindungi secara finansial di masa pensiun. Rasio pendapatan pensiun dan aset dana pensiun nasional pun masih tertinggal jauh dari standar internasional.“Biasanya Anda ingin uang tetap diinvestasikan karena itu merupakan komponen penting dalam rencana pensiun,” ujar Doll.
AARP menyebutkan, menyimpan terlalu banyak uang dalam rekening berbunga rendah dapat menghambat pencapaian target imbal hasil yang diperlukan selama masa pensiun.
Karena itu, Beckstead menyarankan agar dana darurat tidak melebihi kebutuhan sekitar 24 bulan biaya hidup.
Risiko lain dari dana darurat yang terlalu besar adalah berkurangnya peluang memperoleh pertumbuhan aset melalui investasi.
Dalam jangka panjang, inflasi dapat menggerus nilai riil uang yang hanya disimpan dalam bentuk kas atau tabungan berbunga rendah.
3. Menempatkan dana darurat di tempat yang sulit diakses
Dana darurat dirancang untuk digunakan saat keadaan mendesak. Karena itu, kesalahan berikutnya adalah menyimpan dana tersebut pada instrumen yang sulit dicairkan.
Menurut AARP, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada rekening yang mudah diakses, aman, dan tetap memberikan imbal hasil yang wajar.
Tujuannya agar pemilik dana dapat segera menggunakannya ketika terjadi kebutuhan mendesak tanpa harus menjual aset investasi atau membayar penalti tertentu.
Lansia yang menyimpan dana darurat pada instrumen dengan likuiditas rendah berisiko mengalami kesulitan ketika harus membayar biaya rumah sakit, perbaikan rumah, atau kebutuhan mendadak lainnya.
AARP Foundation juga merekomendasikan penggunaan rekening tabungan berbunga tinggi (high-yield savings account) karena menawarkan akses cepat terhadap dana sekaligus memberikan bunga yang lebih baik dibandingkan rekening tabungan biasa.
SHUTTERSTOCK/KHONGTHAM Ilustrasi pensiun, tabungan pensiun, dana pensiun. Anak pensiunan PNS, TNI, Polri daftar KIP Kuliah.Prinsip utama dana darurat bukanlah mengejar keuntungan investasi setinggi mungkin, melainkan memastikan dana tersedia saat dibutuhkan.
4. Menggunakan dana darurat untuk kebutuhan yang bukan darurat
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah menganggap semua pengeluaran mendadak sebagai keadaan darurat.
Menurut AARP, dana darurat seharusnya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar tidak terduga dan tidak dapat ditunda, seperti biaya medis, kerusakan kendaraan, perbaikan rumah yang mendesak, atau kebutuhan penting lainnya.
Sebaliknya, pengeluaran yang sudah dapat diperkirakan sebelumnya sebaiknya tidak diambil dari dana darurat.
Contohnya adalah biaya liburan, pembelian barang konsumtif, renovasi rumah yang telah direncanakan, atau hadiah untuk anggota keluarga. Pengeluaran seperti itu seharusnya dipersiapkan melalui pos tabungan yang berbeda.
Ketika dana darurat digunakan untuk kebutuhan non-darurat, kemampuan keuangan lansia menghadapi krisis sesungguhnya menjadi berkurang.
Akibatnya, saat terjadi kejadian yang benar-benar mendesak, mereka mungkin terpaksa menjual investasi pada waktu yang tidak tepat atau bahkan berutang.
Kondisi ini menjadi semakin penting mengingat pensiunan menghadapi berbagai risiko pengeluaran tak terduga yang cenderung lebih tinggi dibandingkan kelompok usia produktif, terutama terkait kesehatan dan perawatan jangka panjang.
5. Tidak mengisi kembali dana darurat setelah digunakan
Banyak orang menganggap tugas mereka selesai setelah berhasil membangun dana darurat. Padahal, menurut AARP, dana tersebut perlu terus dipantau dan diisi kembali setiap kali digunakan.
SHUTTERSTOCK/WITSARUT SAKORN Ilustrasi dana darurat.Misalnya, jika sebagian dana darurat digunakan untuk membayar biaya rumah sakit atau memperbaiki rumah, saldo dana darurat akan berkurang.
Apabila tidak segera dipulihkan, kemampuan menghadapi keadaan darurat berikutnya menjadi lebih lemah.
Karena itu, AARP menyarankan lansia untuk secara berkala mengevaluasi kondisi dana darurat mereka, termasuk menyesuaikannya dengan perubahan biaya hidup, kondisi kesehatan, dan kebutuhan keluarga.
Kebutuhan dana darurat juga dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Pengeluaran kesehatan yang meningkat atau perubahan kondisi tempat tinggal dapat membuat kebutuhan kas darurat menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Dengan melakukan evaluasi berkala, lansia dapat memastikan dana darurat tetap sesuai dengan kebutuhan aktual dan mampu berfungsi sebagai pelindung keuangan ketika terjadi situasi yang tidak terduga.
Di tengah meningkatnya jumlah lansia Indonesia, kesiapan menghadapi pengeluaran tak terduga menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan masa tua.
Dana darurat yang dikelola secara tepat dapat membantu lansia mempertahankan kemandirian finansial saat menghadapi berbagai risiko, mulai dari biaya kesehatan hingga kebutuhan mendesak lainnya.
Karena itu, memahami kesalahan-kesalahan dalam penggunaan dana darurat menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan lansia berdaya yang tetap mampu mengelola keuangannya secara mandiri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Mengapa Dana Darurat Penting bagi Lansia di Era Aging Population?
Dana darurat tetap menjadi kebutuhan penting meski seseorang telah memasuki masa pensiun. [1,075] url asal
#biaya-kesehatan #pensiun #dana-darurat #masa-pensiun #indepth #lansia-indonesia
(Kompas.com - Money) 03/06/26 10:10
v/238396/
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia resmi memasuki fase aging population atau penuaan penduduk.
Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 11,97 persen dari total penduduk Indonesia.
Angka tersebut telah melampaui ambang 10 persen yang menjadi indikator suatu negara memasuki fase penuaan penduduk.
Getty Images Ilustrasi lansiaBPS menyatakan, persentase lansia hasil SUPAS 2025 adalah sebesar 11,97 persen, yang menunjukkan Indonesia telah memasuki fase penuaan penduduk.
Data BPS menunjukkan tren peningkatan jumlah lansia Indonesia berlangsung dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Persentase lansia tercatat sebesar 7,59 persen pada 2010, meningkat menjadi 8,47 persen pada 2015, lalu 9,93 persen pada 2020, dan mencapai 11,97 persen pada 2025.
Perubahan struktur demografi tersebut membawa sejumlah konsekuensi ekonomi, termasuk kebutuhan perencanaan keuangan yang lebih matang pada masa pensiun.
Salah satu instrumen yang dinilai penting adalah dana darurat, terutama bagi kelompok lansia dan pensiunan yang umumnya tidak lagi memiliki penghasilan aktif secara rutin.
Dikutip dari Investopedia, dana darurat tetap menjadi kebutuhan penting meski seseorang telah memasuki masa pensiun.
Risiko keuangan tidak hilang saat memasuki masa pensiun
Banyak orang menganggap dana darurat hanya diperlukan ketika masih bekerja. Padahal, risiko keuangan justru tetap ada bahkan setelah seseorang berhenti bekerja.
SHUTTERSTOCK/KHONGTHAM Ilustrasi pensiun, tabungan pensiun, dana pensiun. Anak pensiunan PNS, TNI, Polri daftar KIP Kuliah.Dalam masa pensiun, sumber pendapatan cenderung lebih terbatas dan tetap.
Pada saat yang sama, kebutuhan tak terduga masih dapat muncul sewaktu-waktu, mulai dari kerusakan rumah, perbaikan kendaraan, hingga pengeluaran kesehatan yang tidak direncanakan.
Dana darurat berfungsi sebagai bantalan keuangan untuk menghadapi berbagai biaya tak terduga tersebut tanpa harus mengganggu rencana keuangan jangka panjang.
Kondisi ini menjadi semakin relevan ketika jumlah lansia di Indonesia terus meningkat. BPS menyebutkan, tantangan yang muncul akibat penuaan penduduk mencakup berbagai aspek kehidupan.
Menghindari penjualan investasi saat pasar turun
Salah satu alasan utama pentingnya dana darurat bagi pensiunan adalah untuk menghindari pencairan investasi pada saat kondisi pasar sedang melemah.
Investopedia menjelaskan, pensiunan yang tidak memiliki dana darurat berpotensi terpaksa menjual aset investasi ketika pasar sedang turun hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Situasi tersebut dapat mengurangi nilai portofolio dan mengganggu keberlanjutan dana pensiun dalam jangka panjang.
Dana darurat memungkinkan kebutuhan mendesak dipenuhi tanpa harus menarik dana investasi pada waktu yang kurang ideal. Dengan demikian, aset investasi memiliki kesempatan untuk kembali pulih ketika kondisi pasar membaik.
Risiko semacam ini menjadi perhatian penting karena masa pensiun umumnya berlangsung semakin panjang seiring meningkatnya angka harapan hidup.
MAGNIFIC/XB100 Ilustrasi biaya kesehatan.Biaya kesehatan menjadi salah satu tantangan terbesar
Selain risiko pasar, biaya kesehatan menjadi faktor lain yang membuat dana darurat penting bagi lansia.
Pengeluaran kesehatan dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Bahkan ketika seseorang telah memiliki perlindungan kesehatan, tetap terdapat sejumlah biaya yang mungkin tidak sepenuhnya ditanggung sehingga membutuhkan cadangan dana tambahan.
Kebutuhan tersebut dapat berupa pengobatan tertentu, perawatan jangka panjang, alat kesehatan, maupun biaya lain yang muncul secara tiba-tiba.
Karena sifatnya yang sulit diprediksi, dana darurat menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu menjaga stabilitas kondisi keuangan pensiunan.
Dalam konteks Indonesia yang memasuki fase aging population, isu kesehatan lansia diperkirakan akan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.
Bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia berarti kebutuhan pembiayaan kesehatan juga berpotensi meningkat.
Dana darurat untuk menghindari utang
Fungsi lain dana darurat adalah sebagai alat untuk mencegah lansia dan pensiunan terjerat utang ketika menghadapi kebutuhan mendesak.
Tanpa dana cadangan, pengeluaran tak terduga berisiko dibiayai melalui pinjaman atau fasilitas kredit yang dapat menambah beban keuangan pada masa pensiun.
Keberadaan dana darurat memberi fleksibilitas lebih besar bagi pensiunan dalam menghadapi situasi mendesak tanpa harus mencari sumber pembiayaan eksternal.
Fungsi utama dana darurat bukan untuk menghasilkan keuntungan investasi yang tinggi, melainkan menyediakan likuiditas ketika dibutuhkan.
Oleh karena itu, dana tersebut umumnya ditempatkan pada instrumen yang mudah diakses.
SHUTTERSTOCK/PRAPAN MANUCHON Dana darurat adalah dana yang disisihkan atau dialokasikan untuk situasi darurat atau genting seperti kehilangan pekerjaan, masalah kesehatan, kecelakaan, atau kerusakan rumahBerapa dana darurat yang dibutuhkan pensiunan?
Kebutuhan dana darurat pensiunan berbeda dengan pekerja aktif.
Jika pekerja aktif umumnya dianjurkan memiliki dana darurat beberapa bulan pengeluaran, Investopedia menyebutkan pensiunan dapat membutuhkan dana darurat yang lebih besar.
Banyak perencana keuangan merekomendasikan dana darurat setidaknya setara satu tahun biaya kebutuhan pokok.
Selain itu, sebagian ahli juga menyarankan adanya cadangan tambahan berupa aset non-saham yang dapat mencakup kebutuhan selama tiga hingga lima tahun. Tujuannya untuk memberikan perlindungan ketika terjadi gejolak pasar keuangan.
Besaran dana darurat tersebut ditentukan oleh sejumlah faktor, antara lain sebagai berikut.
- Besarnya pengeluaran rutin bulanan
- Stabilitas sumber pendapatan pensiun
- Kondisi kesehatan
- Kepemilikan tempat tinggal, serta
- Kebutuhan jangka panjang lainnya.
Dengan kata lain, kebutuhan dana darurat setiap lansia dapat berbeda tergantung situasi keuangannya masing-masing.
Inflasi dan umur harapan hidup yang lebih panjang
Faktor lain yang perlu diperhitungkan adalah inflasi dan meningkatnya harapan hidup.
Inflasi dapat mengurangi daya beli dana pensiun dari waktu ke waktu. Karena itu, pensiunan perlu mempertimbangkan kemungkinan meningkatnya kebutuhan pengeluaran pada masa depan.
Pada saat yang sama, masa pensiun kini berpotensi berlangsung lebih lama dibanding generasi sebelumnya.
PEXELS/COTTONBRO STUDIO Ilustrasi dana darurat. Cara mengumpulkan dana darurat ala Kemenkeu. Besaran dana darurat yang ideal.Kondisi tersebut membuat kebutuhan cadangan dana menjadi semakin penting agar pengeluaran tidak hanya mampu ditanggung dalam beberapa tahun pertama pensiun, tetapi juga dalam jangka panjang.
Investopedia juga memasukkan kebutuhan perawatan jangka panjang sebagai salah satu alasan mengapa dana darurat perlu disiapkan secara memadai oleh pensiunan.
Ketenangan finansial di tengah struktur penduduk yang menua
Selain alasan finansial, dana darurat dinilai memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai ketidakpastian.
Keberadaan dana darurat dapat membantu pensiunan menghadapi berbagai situasi tak terduga tanpa harus mengubah secara drastis gaya hidup atau rencana keuangan yang telah disusun sebelumnya.
Di Indonesia, kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan seiring perubahan struktur demografi nasional.
Hasil SUPAS 2025 menunjukkan Indonesia kini memiliki proporsi lansia sebesar 11,97 persen. Sebanyak 16 provinsi bahkan telah memiliki proporsi penduduk lansia di atas 10 persen.
BPS mencatat Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi provinsi dengan persentase lansia tertinggi sebesar 17,83 persen, disusul Jawa Timur sebesar 15,45 persen dan Bali sebesar 15,07 persen.
Dengan semakin besarnya populasi lansia, isu kesiapan finansial pada masa pensiun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tantangan aging population.
Dalam konteks tersebut, dana darurat menjadi salah satu komponen yang mendapat perhatian karena berfungsi menjaga stabilitas keuangan ketika menghadapi biaya kesehatan, kebutuhan mendesak, maupun gejolak ekonomi yang dapat terjadi selama masa pensiun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Menanggung Anak dan Orangtua Sekaligus? Ini Cara Mengatur Keuangan
Generasi sandwich semakin menjadi fenomena yang banyak dibahas seiring meningkatnya harapan hidup masyarakat dan bertambahnya kebutuhan ekonomi. [1,217] url asal
#dana-darurat #tujuan-keuangan #generasi-sandwich #indepth #dana-pensiun #kebutuhan-sehari-hari
(Kompas.com - Money) 31/05/26 14:35
v/236160/
JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi sandwich semakin menjadi fenomena yang banyak dibahas seiring meningkatnya harapan hidup masyarakat dan bertambahnya kebutuhan ekonomi keluarga.
Kelompok ini merujuk pada individu yang berada di posisi “terjepit” karena harus menanggung kebutuhan dua generasi sekaligus, yakni anak-anak yang masih bergantung secara finansial dan orangtua yang memasuki usia lanjut.
Dikutip dari Britannica, Minggu (31/5/2026), istilah generasi sandwich menggambarkan orang-orang yang harus membagi waktu, tenaga, perhatian, serta sumber daya keuangan untuk anak dan orangtua pada saat bersamaan.
HARIAN KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Pekerja pulang dari kantor di Jalan Embong Malang, Surabaya, Senin (26/2/2024). Saat ini, sebagian besar kelas menengah usia 17-40 tahun kerepotan mengatur pengeluaran.Kondisi tersebut banyak dialami oleh kelompok usia 40 hingga 60 tahun yang berada pada fase produktif sekaligus menghadapi beban keluarga yang semakin kompleks.
Bahkan, saat ini banyak generasi sandwich berusia di bawah 40 tahun, yang harus menanggung anak dan orangtua sekaligus.
Di tengah tekanan tersebut, tantangan terbesar bukan hanya soal membagi perhatian, melainkan juga menjaga kesehatan keuangan pribadi agar tidak ikut tergerus.
Sebab, tanpa perencanaan keuangan yang matang, generasi sandwich berisiko mengorbankan dana pensiun, dana darurat, bahkan stabilitas keuangan jangka panjang mereka sendiri.
Ketika kebutuhan dua generasi datang bersamaan
Banyak orang dewasa harus memberikan dukungan finansial sekaligus bantuan fisik dan emosional kepada anak maupun orangtua.
Anak-anak membutuhkan biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari, hingga dukungan saat memasuki usia dewasa. Di sisi lain, orangtua lanjut usia membutuhkan biaya kesehatan, perawatan, serta bantuan dalam aktivitas harian.
HARIAN KOMPAS/PRIYOMBODO Karyawan menyeberang Jalan Prof Dr Satrio di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, saat jam makan siang. Para karyawan ini adalah potret kelas menengah Indonesia. Kelas menengah dengan gaji terbatas bersiasat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menabung untuk masa depan.Kondisi tersebut membuat generasi sandwich harus menghadapi pengeluaran yang terus meningkat dari berbagai arah.
Bahkan, tekanan tersebut sering kali muncul pada saat seseorang sedang berada di puncak karier dan seharusnya mulai mempersiapkan masa pensiun.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada keuangan. Britannica juga mencatat, kelompok generasi sandwich rentan mengalami stres, kelelahan (burnout), kecemasan, hingga depresi akibat tuntutan yang datang secara bersamaan dari keluarga, pekerjaan, dan kebutuhan pribadi.
Karena itu, pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting agar tanggung jawab terhadap keluarga tidak berujung pada kerentanan finansial di masa depan.
Jangan mengorbankan masa depan demi kebutuhan saat ini
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan generasi sandwich adalah menunda atau menghentikan tabungan pensiun demi memenuhi kebutuhan keluarga saat ini.
Dikutip dari Yahoo Finance, para ahli menilai bahwa menjaga kondisi keuangan pribadi harus menjadi prioritas utama, meskipun seseorang memiliki tanggung jawab besar terhadap orangtua maupun anak.
Prinsip tersebut sering dianalogikan seperti instruksi keselamatan di pesawat terbang, yakni mengenakan masker oksigen untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain.
Dalam konteks keuangan, seseorang perlu memastikan masa depannya tetap aman agar dapat terus membantu anggota keluarga dalam jangka panjang.
Data Allianz Life yang dikutip Kiplinger menunjukkan, 75 persen anggota generasi sandwich mengaku kesulitan mencapai tujuan keuangan mereka. Sementara 70 persen menyatakan tanggung jawab tersebut berdampak negatif terhadap perencanaan pensiun.
Bahkan, 59 persen responden mengaku mengurangi atau menghentikan kontribusi tabungan pensiun untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
SHUTTERSTOCK/PROSTOCK-STUDIO Ilustrasi mengatur keuangan.Angka tersebut menunjukkan, banyak keluarga memilih solusi jangka pendek yang justru berpotensi menimbulkan masalah keuangan yang lebih besar di masa depan.
Menyusun anggaran secara realistis
Langkah pertama yang disarankan para perencana keuangan adalah membuat anggaran yang realistis dan mencerminkan kondisi keluarga secara menyeluruh.
Generasi sandwich perlu mengetahui secara rinci berapa besar pendapatan yang diterima setiap bulan, pengeluaran wajib yang harus dipenuhi, serta porsi dana yang digunakan untuk membantu anak maupun orangtua.
Dengan pemetaan tersebut, seseorang dapat melihat batas kemampuan finansial yang dimiliki dan menghindari keputusan emosional yang berpotensi membebani keuangan pribadi.
Menjaga keuangan pribadi tidak berarti mengabaikan keluarga. Sebaliknya, pengaturan anggaran yang jelas justru membantu seseorang menentukan bentuk bantuan yang masih sesuai dengan kemampuan finansialnya.
Perencanaan anggaran juga penting untuk membedakan kebutuhan yang benar-benar mendesak dan kebutuhan yang masih dapat ditunda.
Dana darurat menjadi fondasi penting
Selain anggaran, generasi sandwich juga perlu memiliki dana darurat yang memadai.
Dana darurat berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi kondisi tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan keluarga yang muncul secara tiba-tiba.
Sejumlah pakar keuangan menekankan pentingnya memiliki dana darurat setara tiga hingga enam bulan pengeluaran pokok. Dana tersebut dapat membantu keluarga menghadapi krisis tanpa harus menambah utang atau mengambil dana pensiun lebih awal.
SHUTTERSTOCK/PRAPAN MANUCHON Dana darurat adalah dana yang disisihkan atau dialokasikan untuk situasi darurat atau genting seperti kehilangan pekerjaan, masalah kesehatan, kecelakaan, atau kerusakan rumahKeberadaan dana darurat menjadi semakin penting karena generasi sandwich sering menghadapi risiko pengeluaran ganda. Misalnya, ketika anak membutuhkan biaya pendidikan pada saat yang sama orangtua memerlukan perawatan kesehatan.
Tanpa cadangan dana yang cukup, tekanan tersebut dapat mendorong seseorang menggunakan kartu kredit atau sumber pembiayaan lain yang berisiko memperburuk kondisi keuangan.
Membuka komunikasi soal kondisi keuangan keluarga
Salah satu rekomendasi yang muncul dalam berbagai pembahasan mengenai generasi sandwich adalah pentingnya komunikasi terbuka di dalam keluarga.
Menurut MoneyWeek, diskusi mengenai kondisi keuangan, rencana perawatan orangtua, kebutuhan anak, hingga pembagian tanggung jawab keluarga perlu dilakukan sejak dini.
Langkah ini dapat membantu seluruh anggota keluarga memahami kemampuan finansial yang tersedia dan mencegah munculnya ekspektasi yang tidak realistis.
Komunikasi yang baik juga membantu generasi sandwich menghindari situasi ketika seluruh beban finansial ditanggung oleh satu orang.
Dalam banyak kasus, kebutuhan orangtua lanjut usia maupun anak dewasa dapat dibicarakan bersama sehingga solusi yang diambil tidak semata-mata bergantung pada satu sumber pendapatan.
Menyiapkan rencana jangka panjang
Tantangan generasi sandwich umumnya tidak bersifat sementara. Kebutuhan anak dapat berlangsung hingga bertahun-tahun, sementara kebutuhan orangtua biasanya meningkat seiring bertambahnya usia.
Karena itu, perencanaan jangka panjang menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan keuangan keluarga.
Britannica mencatat, kelompok generasi sandwich sering kali harus mengalokasikan waktu, energi, dan sumber daya finansial dalam jangka panjang.
SHUTTERSTOCK/TIMESHOPS Ilustrasi pensiun. Tips menyiapkan dana pensiun. Dana pensiun. Dana hari tua. Cara mengumpulkan dana hari tua.Tanpa perencanaan yang matang, kondisi tersebut dapat mengganggu perkembangan karier, kesehatan mental, dan kesiapan memasuki masa pensiun.
Perencanaan tersebut dapat mencakup target tabungan pensiun, perlindungan keuangan keluarga, strategi menghadapi biaya kesehatan orangtua, hingga batas bantuan finansial yang dapat diberikan kepada anak.
Dengan memiliki rencana yang jelas, seseorang dapat lebih mudah menyeimbangkan kebutuhan saat ini dan tujuan jangka panjang.
Menjaga diri sendiri di tengah tuntutan keluarga
Selain menjaga kesehatan finansial, generasi sandwich juga perlu memperhatikan kondisi fisik dan mental mereka sendiri.
Tekanan yang terus-menerus dapat memicu stres berkepanjangan, rasa bersalah, hingga kelelahan emosional. Banyak anggota generasi sandwich merasa ditarik ke dua arah sekaligus karena harus memenuhi kebutuhan orangtua dan anak pada saat bersamaan.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang mengabaikan kebutuhan pribadi mereka, termasuk kesehatan, waktu istirahat, maupun rencana masa depan.
Padahal, kemampuan membantu keluarga dalam jangka panjang sangat bergantung pada stabilitas kondisi pribadi, baik secara finansial maupun emosional.
Di tengah meningkatnya jumlah keluarga yang menghadapi fenomena generasi sandwich, pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi salah satu kunci untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan kebutuhan masa depan.
Tantangannya memang tidak ringan, tetapi berbagai ahli menilai perencanaan yang realistis, dana darurat yang memadai, komunikasi keluarga yang terbuka, serta komitmen menjaga tabungan pensiun dapat membantu generasi sandwich menghadapi tekanan tersebut tanpa mengorbankan keamanan finansial mereka sendiri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Punya Dana Darurat, Sebaiknya Disimpan atau Diinvestasikan?
Menginvestasikan seluruh dana darurat juga mengandung risiko ketika kebutuhan mendadak muncul saat pasar sedang bergejolak. [1,087] url asal
#utang #dana-darurat #rekening-tabungan #indepth #dana-tunai #kartu-kredit
(Kompas.com - Money) 31/05/26 11:33
v/236074/
JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah berhasil mengumpulkan dana darurat, banyak orang mulai menghadapi pertanyaan berikutnya: apakah uang tersebut sebaiknya tetap disimpan dalam bentuk kas yang mudah diakses, atau diinvestasikan agar menghasilkan imbal hasil lebih tinggi?
Perdebatan ini semakin relevan di tengah kenaikan biaya hidup dan kebutuhan mendesak yang semakin mahal.
Di satu sisi, dana yang hanya disimpan di rekening tabungan dinilai kurang optimal karena pertumbuhannya terbatas.
PEXELS/COTTONBRO STUDIO Ilustrasi dana darurat. Cara mengumpulkan dana darurat ala Kemenkeu. Besaran dana darurat yang ideal.Namun di sisi lain, menginvestasikan seluruh dana darurat juga mengandung risiko ketika kebutuhan mendadak muncul saat pasar sedang bergejolak.
Dikutip dari Investopedia, Minggu (31/5/2026), dana darurat tetap menjadi komponen penting dalam perencanaan keuangan karena berfungsi sebagai bantalan saat terjadi kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan tak terduga, atau kebutuhan perbaikan rumah dan kendaraan yang mendesak.
Tanpa dana tersebut, banyak orang terpaksa mengandalkan kartu kredit atau bahkan menarik dana pensiun untuk menutupi kebutuhan mendadak.
Berapa besar dana darurat yang dibutuhkan?
Perencana keuangan sekaligus managing advisor Ashton Thomas Private Wealth, Cary Carbonaro, mengatakan sebagian besar kliennya disarankan memiliki dana darurat yang mampu menggantikan enam bulan pendapatan.
Namun kebutuhan setiap orang bisa berbeda-beda.
Menurut Carbonaro, rumah tangga dengan dua pencari nafkah yang memiliki pekerjaan stabil dapat mempertimbangkan dana darurat setara tiga bulan pengeluaran atau pendapatan.
SHUTTERSTOCK/TINNAKORN JORRUANG Ilustrasi dana darurat, menabung dana darurat.Sebaliknya, pekerja mandiri dengan ketergantungan pada satu sumber klien disarankan memiliki cadangan hingga satu tahun pendapatan karena tingkat risikonya lebih tinggi apabila sumber pendapatan tersebut hilang.
Fidelity juga merekomendasikan target dana darurat sebesar tiga hingga enam bulan pengeluaran pokok.
Akan tetapi, jumlah tersebut dapat meningkat apabila seseorang memiliki pasangan, anak, cicilan rumah, atau menghadapi ketidakpastian pekerjaan yang lebih tinggi.
Selain kondisi pekerjaan, faktor lain yang turut memengaruhi kebutuhan dana darurat adalah usia aset yang dimiliki. Semakin tua rumah atau kendaraan, semakin besar kemungkinan muncul biaya perbaikan yang tidak terduga.
Faktor usia individu juga menjadi pertimbangan penting, terutama bagi mereka yang mendekati masa pensiun.
Aaron Ulrich, fiduciary dan pemilik Integra Financial Planning, mengatakan kelompok usia 60 hingga 70 tahun cenderung lebih membutuhkan dana tunai yang tersedia dibandingkan mengejar imbal hasil tambahan dari investasi.
"Sebagian besar klien saya berusia 60-an dan 70-an. Untuk kelompok tersebut, saya benar-benar akan mengatakan untuk menyisihkan uang tunai," tutur Ulrich.
Godaan menginvestasikan seluruh dana darurat
Keinginan menginvestasikan dana darurat muncul karena adanya peluang memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan menyimpan uang di rekening tabungan biasa.
Dalam jangka panjang, pasar saham secara historis menghasilkan pengembalian rata-rata sekitar 10 persen per tahun.
Namun keuntungan tersebut datang bersama risiko fluktuasi harga yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan nilai investasi turun.
SHUTTERSTOCK/MOZAKIM Ilustrasi dana darurat.Carbonaro menilai menginvestasikan seluruh dana darurat merupakan langkah yang terlalu berisiko.
Menurut dia, fungsi utama dana darurat bukan untuk mengejar keuntungan, melainkan memastikan uang tersedia kapan pun dibutuhkan.
Ia mengingatkan kondisi krisis yang menyebabkan pasar keuangan mengalami penurunan tajam. Jika seseorang membutuhkan uang pada saat yang sama ketika nilai investasinya jatuh, maka kerugian tersebut akan terealisasi saat aset dijual.
"Intinya adalah, (dana darurat) harus berupa likuid. Harus mudah diakses, dan harus aman," terang dia.
Likuiditas menjadi faktor utama dalam dana darurat. Dana tersebut harus dapat dicairkan dengan cepat tanpa risiko kehilangan nilai yang signifikan.
Karena itu, banyak perencana keuangan lebih memilih instrumen yang relatif aman dan mudah diakses dibandingkan instrumen berisiko tinggi.
Risiko mengandalkan kartu kredit saat kondisi darurat
Sebagian orang beranggapan dana darurat tidak perlu terlalu besar karena keadaan mendesak masih bisa ditangani menggunakan kartu kredit.
Namun pendekatan ini dinilai berisiko, terutama ketika biaya pinjaman jauh lebih tinggi dibandingkan potensi keuntungan investasi.
Apabila seseorang terpaksa menggunakan kartu kredit untuk membayar kebutuhan darurat, biaya bunga yang harus ditanggung berpotensi lebih besar dibandingkan keuntungan yang diperoleh dari investasi dana darurat tersebut.
Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) juga menilai keberadaan dana darurat dapat membantu masyarakat menghindari ketergantungan pada utang ketika menghadapi guncangan keuangan.
Tanpa tabungan darurat, pengeluaran mendadak berisiko berkembang menjadi beban utang jangka panjang yang lebih sulit dilunasi.
SHUTTERSTOCK/BANGOLAND Ilustrasi dana darurat.Manfaat psikologis menyimpan dana darurat dalam bentuk uang tunai
Selain fungsi finansial, dana darurat juga memberikan manfaat psikologis bagi pemiliknya.
Ulrich mengatakan investor yang memiliki cadangan dana tunai cenderung lebih tenang saat pasar mengalami volatilitas. Mereka tidak merasa terpaksa menjual investasi dalam kondisi rugi hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
"Anda terlindungi, Anda lebih nyaman, Anda lebih percaya diri. Anda tidak terlalu merasakannya ketika pasar sedang bergejolak," papar dia.
Keberadaan dana tunai juga membantu investor mempertahankan strategi investasi jangka panjang tanpa terganggu oleh kebutuhan mendesak yang muncul di tengah perjalanan.
Temuan lain yang dikutip MarketWatch menunjukkan, bahkan memiliki dana darurat semisal Rp 35 juta saja sudah dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri finansial seseorang secara signifikan.
Dana tersebut memang belum cukup untuk menggantikan penghasilan selama beberapa bulan, tetapi mampu membantu menghadapi berbagai pengeluaran mendadak yang umum terjadi.
Di mana sebaiknya dana darurat disimpan?
Carbonaro dan Ulrich sama-sama menyarankan agar dana darurat ditempatkan pada instrumen yang aman dan mudah dicairkan, seperti rekening tabungan berbunga tinggi.
Instrumen tersebut memungkinkan uang tetap menghasilkan bunga sambil mempertahankan akses yang cepat ketika dibutuhkan.
Fidelity juga menilai dana darurat idealnya ditempatkan pada rekening yang likuid dan terpisah dari rekening transaksi sehari-hari.
Pemisahan ini membantu mengurangi godaan untuk menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan non-darurat.
SHUTTERSTOCK/WITSARUT SAKORN Ilustrasi dana darurat.Rekening tabungan, rekening giro, rekening pasar uang, maupun reksa dana pasar uang merupakan beberapa pilihan yang umum digunakan untuk menyimpan dana darurat karena memberikan keseimbangan antara keamanan dan kemudahan akses.
Sementara itu, dana yang akan digunakan dalam jangka pendek, seperti membeli kendaraan dalam satu tahun ke depan atau uang muka rumah, juga disarankan tidak ditempatkan di pasar saham karena risiko penurunan nilai ketika dana tersebut dibutuhkan.
Meski demikian, Ulrich tidak sepenuhnya menolak gagasan menginvestasikan sebagian dana darurat.
Menurut dia, strategi tersebut dapat dilakukan apabila seseorang memahami seluruh risiko, konsekuensi pajak, serta memiliki rencana yang jelas mengenai sumber dana yang akan digunakan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Menurut Ulrich, kunci utamanya adalah disiplin dan perencanaan yang matang sebelum memutuskan mengalihkan dana darurat ke instrumen investasi.
Pada akhirnya, perdebatan antara menyimpan dana darurat dalam bentuk kas atau menginvestasikannya tidak memiliki jawaban yang sama untuk semua orang.
Besaran cadangan dana, kondisi pekerjaan, usia, hingga tanggungan keluarga menjadi faktor yang menentukan.
Namun, para perencana keuangan sepakat bahwa fungsi utama dana darurat adalah memastikan uang tersedia saat dibutuhkan, bukan semata-mata mengejar imbal hasil yang lebih tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangPekanbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga November 2026
Pekanbaru tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dari 21 Mei hingga 30 November 2026 untuk antisipasi kebakaran lahan saat musim kemarau El Nino. [333] url asal
#pekanbaru-siaga-darurat #status-siaga-karhutla #kebakaran-hutan-pekanbaru #bencana-karhutla-2026 #pekanbaru-musim-kemarau #bpbd-pekanbaru #el-nino-pekanbaru #kebakaran-lahan-riau #cuaca-kering-pekanba
(Bisnis.Com - Terbaru) 29/05/26 10:34
v/234673/
Bisnis.com, PEKANBARU — Pemerintah Kota Pekanbaru resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlaku mulai 21 Mei hingga 30 November 2026. Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi meningkatnya kebakaran lahan seiring masuknya musim kemarau.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Pemerintah daerah menilai status siaga perlu diberlakukan lebih awal guna memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana.
“Sudah ditandatangani. Mulai 21 Mei hingga 30 November 2026, Kota Pekanbaru telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla,” kata Agung Nugroho, Kamis (28/5/2026).
Menurut Agung, penetapan status siaga didasarkan pada data kejadian kebakaran lahan yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 61 kejadian kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 34,9 hektare.
Selain itu, langkah tersebut juga merujuk pada peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang memprediksi wilayah Riau, termasuk Pekanbaru, akan menghadapi musim kemarau El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat.
Kondisi cuaca kering diperkirakan berlangsung mulai Juni hingga November 2026 dan berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah rawan.
Agung mengatakan, keputusan Pemko Pekanbaru juga merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Provinsi Riau yang sebelumnya menetapkan status siaga serupa di tingkat provinsi. Rekomendasi penetapan status tersebut lahir dari hasil rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pekanbaru.
“Hasil rapat Forkopimda disepakati untuk merekomendasikan kepada Wali Kota Pekanbaru agar segera menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan selama musim kemarau berlangsung.
Ia juga meminta warga segera melapor ke layanan darurat Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Selain kewaspadaan terhadap kebakaran, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan selama musim kemarau dengan memperbanyak konsumsi air putih guna mengantisipasi dampak cuaca panas dan kabut asap.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)